Seiring dengan kemajuan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI), pendiri Microsoft, Bill Gates, memperkirakan bahwa peran manusia dalam berbagai bidang akan semakin berkurang. Dalam wawancara di acara ‘The Tonight Show’, Bill Gates menyatakan bahwa dalam satu dekade mendatang, AI diprediksi mampu mengambil alih banyak tugas yang saat ini masih mengandalkan tenaga manusia.
Bill Gates menyoroti bahwa profesi seperti dokter dan guru akan mengalami perubahan besar. “Saya sangat senang melihat bagaimana AI akan mendorong inovasi ke depan, tetapi saya rasa ini masih belum sepenuhnya diketahui. Apakah kita bisa mengendalikannya?” ujarnya kepada Jimmy Fallon, dikutip pada Selasa, 2 April 2025.
Ia menjelaskan bahwa saat ini, keahlian dalam bidang tertentu, seperti menjadi dokter atau guru yang luar biasa, masih sangat dibutuhkan. Namun, dalam 10 tahun ke depan, profesi ini akan menjadi lebih umum dan tersedia secara luas, bahkan secara gratis. Bill Gates menyebut fenomena ini sebagai era “kecerdasan bebas akses,” di mana AI akan semakin canggih dan berkontribusi terhadap hampir semua aspek kehidupan manusia.
Dampak dari perkembangan AI ini mencakup berbagai sektor, mulai dari peningkatan akurasi dalam diagnosis medis hingga kemudahan akses terhadap tutor AI dan asisten virtual. Bill Gates menegaskan bahwa AI akan mengambil alih banyak tugas yang sebelumnya memerlukan tenaga manusia, termasuk di bidang pendidikan dan kesehatan.
Meski begitu, ia juga menekankan bahwa tidak semua pekerjaan bisa digantikan oleh AI. Dalam bidang olahraga, misalnya, Gates yakin bahwa manusia tetap akan lebih memilih menonton atlet sesungguhnya daripada melihat robot bersaing dalam pertandingan.
Dengan perkembangan AI yang semakin pesat, perubahan besar dalam dunia kerja tampaknya tak terelakkan. Menurut perkiraan World Economic Forum (WEF), sebanyak 83 juta pekerjaan diprediksi akan hilang, sementara 69 juta jenis pekerjaan baru akan tercipta dalam lima tahun ke depan. Ini menunjukkan bahwa meskipun AI membawa efisiensi dan aksesibilitas lebih besar, disrupsi di berbagai sektor industri pun tak dapat dihindari.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang dampak AI, masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang akan datang dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh teknologi ini.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar