Pimred Ambarita News Diori Parulian Ambarita memberikan pernyataan resmi terkait bantahan suap takedown berita.
Pimpinan Redaksi Ambarita News membantah tuduhan terima uang takedown berita terkait penanganan perkara hukum di Jawa Tengah. Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh DiORi PARULiAN AMBARiTA, atau yang akrab disapa Ambar, guna merespons tudingan miring yang diarahkan kepada integritas redaksi ambaritanews.com belakangan ini.
Bantahan Keras Terhadap Oknum Satresnarkoba
Tuduhan yang menerpa Ambar berkaitan dengan gelombang publikasi kasus dugaan penjualan obat keras golongan tertentu atau obat daftar G di Kabupaten Pemalang.
Narasi yang beredar menuduh pihak redaksi sengaja meminta imbalan untuk menghapus produk jurnalistik mereka. Ambar dengan tegas menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak menerima materi ataupun imbalan apa pun dari orang-orang suruhan yang mengeklaim sebagai perpanjangan tangan jajaran anggota Satresnarkoba Polres Pemalang.
"Saya tidak pernah menerima uang apa pun untuk melakukan takedown berita. Tuduhan tersebut tidak benar dan saya siap menempuh jalur hukum demi mendapatkan keadilan," tegas Diori Parulian Ambarita dalam pernyataan resminya di Bekasi, Jumat (17/7/2026).
Polemik tersebut mencuat pasca-redaksi merilis tiga artikel kritis berjudul:
1. Dua Penjual Obat Daftar G di Pemalang "Diamankan" Jeruji Besi atau Udara Bebas? https://www.ambaritanews.com/2026/07/dua-penjual-obat-daftar-g-di-pemalang.html
2. Usai Konfirmasi Kasat Resnarkoba, Keberadaan Dua Pria dalam Video di Mapolres Pemalang Jadi Pertanyaan https://www.ambaritanews.com/2026/07/usai-konfirmasi-kasat-resnarkoba.html dan
3. Dugaan Upaya Takedown Berita Jadi Sorotan, Redaksi AMBARITA NEWS Pertanyakan Pola Komunikasi dalam Penanganan Pemberitaan https://www.ambaritanews.com/2026/07/dugaan-upaya-takedown-berita-jadi.html
Pencatutan Nama Tokoh dan Rencana Langkah Hukum
Di tengah situasi ini, situasi kian pelik dengan munculnya individu bernama Ridho Fajri yang mengaku sebagai representasi Media Hub POLRI (mediahub.polri.go.id) sekaligus lingkaran dekat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Pernyataan-pernyataan sepihak dari oknum tersebut dinilai sangat merugikan nama baik pimpinan redaksi. Meski saat ini masih dalam fase pemulihan kesehatan, Ambar menegaskan komitmennya untuk tetap berdiri tegak membela independensi pers dan siap membawa kasus fitnah ini ke meja hijau demi memulihkan nama baik profesinya.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
#AmbaritaNews #PimredBantah #TakedownBerita #ObatDaftarG #PolresPemalang #MediaHubPolri #PersIndependen #JalurHukum #DioriParulian #Bekasi




























