Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Kuartal I-2026, SDPC Bukukan Pendapatan Rp1,01 Triliun


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT millennium pharmacon international Tbk (SDPC) mencatat penjualan neto sebesar Rp1,01 triliun sepanjang kuartal I-2026. Angka itu naik 3,86 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp980,19 miliar.

Kinerja tersebut disampaikan President Director SDPC, Dr. Imam Fathorrahman, M.M., dalam Public Expose di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026. Di tengah pertumbuhan pendapatan, laba bersih perusahaan justru turun tipis menjadi Rp10,10 miliar dari sebelumnya Rp10,33 miliar.

Pendapatan SDPC Naik, Beban Operasional Ikut Membesar

Per 31 Maret 2026, laba bruto SDPC turun menjadi Rp87,63 miliar dari Rp88,56 miliar pada periode sebelumnya.

Di saat yang sama, beban operasional meningkat menjadi Rp59,44 miliar dibanding Rp57,31 miliar pada kuartal I/2025. Kenaikan biaya tersebut membuat laba usaha turun 9,78 persen menjadi Rp28,19 miliar.

Adapun laba periode berjalan tercatat Rp10,10 miliar atau turun 2,22 persen secara tahunan. Meski begitu, posisi keuangan perusahaan masih menunjukkan pertumbuhan.

Total aset SDPC naik menjadi Rp2,01 triliun dari Rp1,96 triliun. Liabilitas meningkat ke Rp1,68 triliun, sedangkan total ekuitas tumbuh menjadi Rp325,50 miliar.

SDPC Andalkan Digitalisasi dan Ekspansi Wilayah Timur

Untuk menjaga pertumbuhan bisnis, SDPC mulai memperkuat digitalisasi melalui anak usaha PT Digital Pharma Andalan Indonesia (DPAI). Perusahaan ini mengembangkan aplikasi OLIN, sistem manajemen farmasi berbasis digital untuk apotek dan toko obat.

OLIN dirancang membantu pengelolaan pembelian distributor, pemantauan stok otomatis, penjualan daring dan luring, hingga analisis bisnis berbasis data. Model seperti ini makin penting karena pola distribusi farmasi berubah cepat setelah pandemi.

SDPC juga menyiapkan ekspansi distribusi ke kawasan Indonesia Timur. Beberapa kota yang menjadi target pengembangan antara lain Gorontalo, Kendari, Kupang, Ambon, hingga Jayapura.

Selain membuka cabang baru, perusahaan juga berupaya menambah prinsipal baru untuk produk OTC, alat kesehatan, dan consumer goods. Strategi ini disiapkan untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah persaingan distribusi farmasi yang makin ketat.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

APKOMINDO Minta MA Awasi Kasasi Sengketa Kepengurusan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ketua Umum APKOMINDO, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. atau Hoky, resmi mengirim surat pengawasan kepada Ketua Mahkamah Agung RI pada 25 Mei 2026. Langkah itu diambil setelah perkara kasasi sengketa kepengurusan APKOMINDO terdaftar dengan nomor 431 K/TUN/2026.

Surat tersebut juga ditembuskan kepada Komisi Yudisial RI, Badan Pengawasan Mahkamah Agung, dan majelis hakim yang menangani perkara. Hoky menilai proses hukum yang diajukan kubu lawan sarat dugaan pemalsuan dokumen serta rekayasa hukum yang berulang.

Sengketa APKOMINDO Kembali Bergulir di Mahkamah Agung

Berdasarkan data Kepaniteraan Mahkamah Agung, permohonan kasasi diajukan Rudy Dermawan Muliadi melalui kuasa hukumnya dari Kula Mithra Law Firm. Gugatan itu muncul setelah pihak mereka kalah di PTUN Jakarta dan Pengadilan Tinggi TUN Jakarta.

Dalam perkara tersebut, Rudy Dermawan Muliadi mengklaim sebagai Ketua Umum DPP APKOMINDO bersama Suwandi Sutikno selaku Sekretaris Jenderal. Sementara kubu Hoky menyebut dasar hukum Munaslub yang dipakai lawan diduga tidak pernah terjadi.

“Saya percaya kebenaran tidak bisa ditutupi tumpukan dokumen palsu selamanya,” ujar Hoky dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 25 Mei 2026.

Bagi pelaku industri teknologi informasi, konflik APKOMINDO sebenarnya bukan cerita baru. Sejumlah pengusaha komputer di Mangga Dua bahkan mengaku sudah terlalu sering mendengar kabar sidang organisasi ini sejak lebih dari satu dekade lalu.

Hoky menyebut pihaknya menemukan pola dugaan pemalsuan dokumen pada sejumlah perkara perdata, tata usaha negara, hingga memori kasasi di berbagai pengadilan.

Dugaan Pemalsuan dan Belasan Laporan Polisi

DPP APKOMINDO meminta Mahkamah Agung melakukan pengawasan intensif terhadap perkara kasasi tersebut. Salah satu yang dipersoalkan ialah Akta Nomor 55 tanggal 24 Juni 2015 yang disebut tidak memuat peristiwa pemilihan pengurus Munaslub 2015.

Menurut Hoky, kondisi itu bertentangan dengan klaim kubu lawan yang menjadikan Munaslub sebagai dasar legalitas kepengurusan.

Selain itu, kubu Hoky menyoroti kontradiksi dokumen terkait pengesahan Kementerian Hukum dan HAM. Padahal APKOMINDO disebut telah memiliki pengesahan resmi sejak 2012 melalui SK Nomor AHU-156.AH.01.07 Tahun 2012.

Konflik panjang ini juga memunculkan sedikitnya 16 laporan polisi di berbagai institusi kepolisian, mulai dari Polres Metro Jakarta Selatan, Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, hingga Bareskrim Polri.

Tak sedikit pelaku industri TI menilai sengketa ini sudah terlalu panjang. Di tengah cepatnya perkembangan bisnis digital, organisasi profesi justru masih terseret konflik internal yang belum menemukan titik akhir.

Secara keseluruhan, sengketa APKOMINDO telah bergulir selama sekitar 15 tahun dengan total 37 perkara hukum di berbagai tingkat pengadilan. Hoky menilai kasus tersebut menjadi salah satu konflik organisasi profesi paling panjang di Indonesia.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

SGER Kehilangan Momentum, Laba 2025 Anjlok 67 Persen


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) mencatat penurunan laba bersih cukup dalam sepanjang 2025. Emiten batu bara itu hanya membukukan laba Rp213,27 miliar, turun 67,7 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar Rp658,7 miliar.

Penurunan itu dipaparkan Direktur Utama SGER, Welly Thomas, dalam Public Expose di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026. Pelemahan harga komoditas serta penurunan volume perdagangan batu bara menjadi tekanan utama terhadap pendapatan perusahaan sepanjang tahun lalu.

Pendapatan Batu Bara Turun Tajam

Sepanjang Januari-Desember 2025, pendapatan bersih SGER tercatat Rp6,74 triliun. Angka itu merosot 54,4 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp14,76 triliun.

Turunnya pendapatan ikut menyeret laba bruto perusahaan. SGER hanya membukukan laba bruto Rp536,94 miliar, turun hampir separuh dari posisi 2024 sebesar Rp1,03 triliun.

Di sektor tambang, kondisi seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Seorang pelaku pasar pernah menyebut bisnis batu bara mirip ombak laut; ketika harga tinggi semua tampak mudah, tetapi saat siklus turun, perusahaan harus bertarung menjaga napas kas.

Laba sebelum pajak penghasilan SGER juga turun tajam menjadi Rp238,26 miliar. Setelah dikurangi pajak neto Rp30,47 miliar, laba tahun berjalan perusahaan tercatat Rp207,79 miliar.

Meski laba menyusut, perusahaan masih menjaga pertumbuhan aset. Total aset SGER hingga akhir 2025 mencapai Rp5,64 triliun atau naik 21,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kas dan bank perusahaan juga meningkat signifikan menjadi Rp361,27 miliar dari sebelumnya Rp150,24 miliar. Namun, kenaikan liabilitas hingga Rp3,28 triliun menunjukkan tekanan pembiayaan masih cukup besar.

SGER Cari Nafas Baru di Luar Batu Bara

Manajemen SGER mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk memperbaiki kinerja pada 2026. Salah satunya dengan memperluas pasar ekspor melalui kerja sama perdagangan dengan Vietnam dan Bangladesh.

Perseroan juga mulai mendorong diversifikasi bisnis non-batu bara, termasuk penjualan manganese ore dan petroleum coke. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas utama.

Welly Thomas mengatakan perusahaan menargetkan volume penjualan 2026 tumbuh sekitar 20 persen dibandingkan 2025. Target itu akan ditopang perluasan jaringan pemasok dan pembeli di pasar domestik maupun internasional.

Di tengah perlambatan industri, strategi diversifikasi mulai menjadi jalan yang banyak ditempuh emiten energi. Investor kini bukan hanya melihat besar kecilnya laba, tetapi juga kemampuan perusahaan bertahan saat siklus komoditas berubah arah.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

HUT KKK ke-53 Dorong Generasi Muda Kawanua Bangkit


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kerukunan Keluarga Kawanua menandai Hari Ulang Tahun ke-53 pada Sabtu, 24 Mei 2026, dengan meluncurkan sejumlah lembaga baru untuk memperkuat peran sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat Kawanua di tingkat nasional.

Momentum itu menjadi penanda perubahan arah organisasi. Tidak lagi sekadar ruang nostalgia budaya Minahasa, KKK kini bergerak menjadi organisasi yang lebih modern, strategis, dan berorientasi pada penguatan sumber daya manusia.

KKK Mulai Bergerak ke Ruang yang Lebih Strategis

Perayaan HUT tahun ini terasa berbeda. Di tengah musik khas Minahasa dan suasana penuh kekeluargaan, KKK memperkenalkan KKK Institute, LBH KKK, Koperasi KKK, Yayasan KKK, hingga Himpunan Pengusaha Muda Kawanua.

Peluncuran lembaga-lembaga itu memperlihatkan upaya organisasi menjawab tantangan zaman. KKK tampaknya sadar, ikatan emosional saja tidak cukup menjaga organisasi tetap relevan di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang cepat.

“Si Tou Timou Tumou Tou” kembali menjadi ruh utama gerakan mereka. Falsafah tua Minahasa itu mengajarkan manusia hidup untuk memanusiakan sesama. Kini, nilai tersebut diterjemahkan ke dalam program pendidikan, advokasi, hingga pemberdayaan ekonomi.

Di sela acara, seorang anggota senior KKK sempat bercerita bagaimana dulu organisasi ini lebih banyak menjadi tempat berkumpul sesama perantau. Kini, menurut dia, anak-anak muda mulai mencari ruang pengembangan karier dan jejaring usaha.

Fokus pada Pendidikan, Hukum, dan Ekonomi Rakyat

Kehadiran KKK Institute menjadi sorotan utama. Lembaga itu disiapkan sebagai pusat pengembangan kapasitas masyarakat Kawanua, mulai dari pendidikan, riset sosial, hingga kaderisasi pemimpin muda.

Langkah tersebut dinilai penting. Banyak organisasi kedaerahan di Indonesia bertahan lewat romantisme sejarah, tetapi kesulitan menyiapkan regenerasi dan gagasan baru.

Di sisi lain, LBH KKK dibentuk untuk memperluas akses bantuan hukum masyarakat. Organisasi ingin hadir bukan hanya saat acara budaya berlangsung, tetapi juga ketika warga membutuhkan pendampingan sosial dan perlindungan hukum.

Pembentukan Koperasi KKK juga memperlihatkan upaya menghidupkan kembali semangat mapalus, budaya gotong royong khas Minahasa. Konsep itu kini diarahkan untuk menopang UMKM dan memperkuat jaringan ekonomi warga Kawanua.

Generasi Muda Mulai Didorong Ambil Peran

KKK juga mulai memberi panggung lebih besar kepada generasi muda melalui pembentukan Himpunan Pengusaha Muda Kawanua. Organisasi ingin anak muda Kawanua tidak hanya aktif menjaga budaya, tetapi juga mampu bersaing di dunia usaha modern.

Di tengah persaingan ekonomi digital dan perubahan pasar kerja, langkah itu dinilai menjadi investasi jangka panjang organisasi. KKK tampaknya ingin memastikan warisan budaya Kawanua tidak berhenti sebagai simbol masa lalu, melainkan berkembang menjadi kekuatan sosial yang tetap hidup di masa depan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

BPOM Jakarta Genjot Aksi Lawan Penyalahgunaan OOT


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan komunitas menggelar Aksi Nasional Bersama Lawan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan ini digelar untuk menekan peredaran obat keras yang kian marak disalahgunakan kalangan remaja.

Dalam forum yang berlangsung di Jakarta Pusat itu, BPOM menyoroti meningkatnya penyalahgunaan Tramadol, Triheksifenidil, Ketamin, hingga Dextromethorphan atau pil kuning. Obat-obatan tersebut disebut menjadi ancaman tersembunyi yang dapat memicu kecanduan, kriminalitas, hingga rusaknya generasi muda.

BPOM Soroti Modus Baru Peredaran OOT

Direktur Intelijen Obat dan Makanan BPOM, Rizkal, mengatakan pelaku kejahatan kini mulai beralih dari narkotika ke obat-obatan tertentu karena ancaman hukumannya lebih ringan. “Pelaku mencari efek seperti narkotika, tetapi dengan risiko pidana yang lebih rendah,” ujarnya dalam sambutan kegiatan.

Fenomena itu bukan sekadar teori. BPOM mengungkap operasi gabungan bersama BIN, TNI, Polri, dan aparat daerah pada 2024 pernah membongkar pabrik ilegal di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan lebih dari 1 miliar tablet OOT siap edar dengan nilai ekonomi mencapai ratusan miliar rupiah.

Di lapangan, obat keras itu kerap beredar dengan bungkus sederhana dan dijual bebas secara sembunyi-sembunyi. Seorang warga Johar Baru mengaku sering melihat remaja membeli obat batuk dalam jumlah tidak wajar di malam hari. “Awalnya saya kira untuk sakit biasa, ternyata dipakai campuran,” katanya.

Remaja Jadi Target Rentan

BPOM mengutip penelitian Firmansyah tahun 2023 terhadap 2.336 siswa SMA di Jabodetabek. Hasilnya, 147 siswa atau 6,3 persen mengaku pernah mengonsumsi OOT. Jenis yang paling banyak dipakai ialah Dextromethorphan.

Kepala Balai Besar POM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar, mengatakan generasi muda menjadi kelompok paling rentan karena minim edukasi dan mudah terpengaruh lingkungan. Efek obat tertentu, kata dia, bisa memicu keberanian berlebihan hingga tindakan agresif.

Kasus tawuran remaja di Jakarta Barat menjadi salah satu contoh yang disorot dalam kegiatan tersebut. Aparat menemukan sejumlah pelaku mengonsumsi Tramadol sebelum bentrok. “Mereka merasa kebal dan tidak takut,” ujar salah satu peserta forum.

Aksi Nasional Digelar di 32 Kota

Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT 2026 telah dimulai sejak 4 Mei 2026 di Bengkulu dan kini berlangsung di 32 kota di Indonesia. BPOM menetapkan Mei sebagai Bulan Pencegahan Kejahatan Obat dan Makanan 2026.

Melalui gerakan itu, BPOM berharap masyarakat lebih aktif melaporkan dugaan peredaran obat ilegal. Pemerintah juga mendorong sekolah, tenaga kesehatan, hingga keluarga ikut memperkuat pengawasan agar penyalahgunaan OOT tidak berkembang menjadi krisis sosial baru.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

AI Mengubah Dunia Kerja, Adaptasi Jadi Penentu Bertahan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Gelombang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah pola kerja global secara cepat. Buku How to Get Ahead in the Age of AI menyoroti bagaimana perubahan teknologi tidak hanya menggeser pekerjaan lama, tetapi juga memaksa pekerja, perusahaan, hingga sistem pendidikan beradaptasi dalam waktu singkat.

Melalui 10 bab utama, buku tersebut menjelaskan bahwa ancaman terbesar bukanlah teknologi AI itu sendiri, melainkan ketidaksiapan manusia menghadapi perubahan. Dunia kerja kini bergerak lebih dinamis, tidak lagi bergantung pada jabatan tetap, pengalaman lama, atau jalur karier linear.

Dunia Kerja Berubah Cepat karena AI

Penulis menggambarkan revolusi AI sebagai perubahan besar yang dampaknya setara revolusi industri. Hampir seluruh sektor pekerjaan diperkirakan mengalami transformasi, mulai dari pekerjaan administratif hingga industri kreatif.

Dalam buku itu dijelaskan bahwa AI tidak selalu menggantikan seluruh profesi. Teknologi lebih banyak mengambil alih tugas-tugas tertentu yang bersifat rutin dan teknis. Karena itu, pekerja dituntut memahami keterampilan mana yang masih relevan dan mana yang mulai terotomatisasi.

Bab “Jobs Are Tasks, Not Titles” menekankan bahwa pekerjaan modern tidak lagi dipahami sekadar jabatan. Nilai pekerja kini diukur dari kemampuan menyelesaikan berbagai tugas yang terus berubah sesuai kebutuhan industri.

Perubahan itu juga memengaruhi pola karier. Buku tersebut menyebut karier masa depan tidak lagi menyerupai tangga lurus, melainkan seperti “memanjat dinding” dengan banyak arah dan peluang baru. Perpindahan bidang kerja dinilai menjadi hal yang semakin umum.

Kemampuan Manusia Tetap Jadi Faktor Utama

Di tengah percepatan AI, buku ini justru menilai kemampuan manusia tetap menjadi aset utama. Kreativitas, empati, komunikasi, dan kemampuan memahami konteks sosial disebut sulit digantikan mesin.

Bab “The Humans Are Coming” menegaskan bahwa kolaborasi manusia dan AI akan menjadi model kerja baru. Perusahaan diperkirakan lebih membutuhkan pekerja adaptif dibanding sekadar pekerja dengan jabatan formal.

Selain itu, buku tersebut mengkritik sistem pendidikan dan ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya mampu mengembangkan potensi manusia secara merata. Banyak talenta disebut gagal berkembang akibat keterbatasan akses pendidikan dan kesempatan ekonomi.

Pada bagian akhir, penulis menekankan pentingnya pola pikir terbuka terhadap perubahan. Mereka yang mampu belajar ulang, mencoba keterampilan baru, dan berani keluar dari pola lama dinilai memiliki peluang lebih besar bertahan di era AI.

How to Get Ahead in the Age of AI memperlihatkan bahwa masa depan kerja tidak lagi ditentukan oleh stabilitas jabatan, melainkan kemampuan beradaptasi. Di tengah percepatan AI, keunikan manusia justru menjadi nilai yang paling sulit digantikan teknologi.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

China Tutup 1.670 Jurusan, AI Ubah Peta Kampus


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Gelombang penutupan ratusan program studi di berbagai universitas China sepanjang 2024 menjadi sinyal kuat perubahan besar dunia pendidikan dan pasar kerja global. Pemerintah China mulai memangkas jurusan yang dinilai tidak lagi relevan dengan arah industri masa depan berbasis AI (kecerdasan buatan), otomasi, dan ekonomi hijau.

Restrukturisasi itu dilakukan secara nasional. Laporan media China Sixth Tone mencatat sedikitnya 19 universitas menghentikan 99 program studi sepanjang tahun lalu. Sementara Kementerian Pendidikan China menghapus sekitar 1.670 program studi dan membuka 1.673 jurusan baru yang dianggap lebih sesuai dengan transformasi industri modern.

Langkah agresif itu menunjukkan bahwa perguruan tinggi di China tak lagi sekadar mencetak lulusan akademik, melainkan diarahkan menjadi pemasok tenaga kerja strategis untuk kebutuhan industri masa depan.

Jurusan Teknik hingga Seni Mulai Dipangkas

Menariknya, program studi yang ditutup bukan hanya jurusan dengan peminat rendah. Sejumlah bidang teknik dan sains yang dulu dianggap strategis justru ikut dihentikan.

Beberapa di antaranya meliputi Teknik Metalurgi, Teknik Tekstil, Teknik Lingkungan, Information Security, Bioteknologi, hingga Fisika Nuklir. Jurusan bisnis seperti Administrasi Publik, Asuransi, dan E-Commerce juga terdampak.

Bahkan sejumlah bidang kreatif seperti Animasi, Penyiaran Televisi, Musicology, dan Seni Pertunjukan mulai dipangkas di beberapa kampus.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa ukuran relevansi jurusan kini berubah. Kampus tidak lagi hanya mempertimbangkan popularitas program studi, tetapi juga kesesuaiannya dengan kebutuhan industri berbasis AI dan digitalisasi.

Sebagai gantinya, China memperluas jurusan baru seperti Artificial Intelligence, Robotics, Data Science, Smart Agriculture, Digital Economy, hingga Low Carbon Technology.

AI Mengubah Struktur Pendidikan Tinggi

Perubahan tersebut mencerminkan pergeseran ekonomi global dari knowledge economy menuju intelligence economy. Dunia kerja kini tidak lagi hanya membutuhkan lulusan dengan kemampuan teoritis, tetapi tenaga kerja yang mampu menggabungkan teknologi, kreativitas, dan problem solving.

Kemampuan lintas disiplin menjadi semakin penting di tengah perkembangan AI dan otomasi industri yang bergerak cepat. Banyak pekerjaan rutin mulai tergantikan mesin, sementara perusahaan mencari talenta yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Kondisi itu menjadi peringatan serius bagi perguruan tinggi di Indonesia. Banyak kampus masih menggunakan kurikulum lama yang dibangun untuk kebutuhan industri puluhan tahun lalu.

Risikonya bukan sekadar meningkatnya pengangguran sarjana, melainkan munculnya lulusan yang memiliki ijazah tetapi kehilangan relevansi di pasar kerja modern.

Model pendidikan masa depan diperkirakan akan bergerak menuju program hybrid seperti AI dan kesehatan, AI dan pertanian, atau data science dan kebijakan publik. Fokusnya bukan lagi sekadar jurusan populer, melainkan kompetensi yang tetap dibutuhkan manusia di era AI.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Film Suamiku Lukaku Angkat Isu Kesehatan Mental


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Film Suamiku Lukaku mulai mengampanyekan isu kesehatan mental dan relasi sehat melalui rangkaian kegiatan publik bertema “For Mental Health and Healthy Living” di sejumlah kota. Aktivasi dilakukan lewat fun run dan car free day menjelang penayangan film pada 27 Mei 2026.

Kegiatan utama dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Minggu, 24 Mei 2026, mulai pukul 06.00 WIB. Titik kumpul berada di kawasan MRT Setiabudi, depan Chase Plaza, dengan rute menuju Bundaran HI. Kampanye ini juga digelar di Depok, Banjarmasin, Medan, dan Palembang.

Aktor Acha Septriasa dan Gusti Pratama ikut hadir dalam aktivasi tersebut. Keduanya dilibatkan untuk mengajak publik lebih terbuka membicarakan kesehatan mental, luka emosional, dan hubungan yang sehat.

Film Tidak Sekadar Drama Rumah Tangga

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu psikologis generasi muda, Suamiku Lukaku mencoba memosisikan diri bukan sekadar film drama keluarga. Film ini mengangkat dinamika hubungan yang perlahan berubah menjadi tekanan emosional, tetapi sering dianggap wajar.

Tema yang diangkat dekat dengan pengalaman generasi muda perkotaan, mulai dari fear of marriage, trauma masa kecil, toxic relationship, love bombing, gaslighting, hingga attachment issues. Fenomena tersebut belakangan semakin sering dibahas di media sosial dan ruang publik.

Melalui pendekatan itu, film mencoba menangkap keresahan anak muda terhadap hubungan yang tidak sehat, sekaligus tekanan sosial untuk segera menikah. Isu tersebut dinilai relevan di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap kesehatan mental dan kualitas relasi personal.

Kampanye Relasi Sehat Menyasar Generasi Z

Kampanye Suamiku Lukaku juga memperlihatkan perubahan strategi promosi industri film nasional. Rumah produksi tidak lagi hanya menjual cerita, tetapi membangun percakapan sosial yang dekat dengan audiens muda.

“Film ini bukan bikin takut menikah, tapi bikin orang lebih sadar sebelum menikah,” menjadi pesan utama dalam kampanye tersebut.

Film ini mengajak penonton melihat kembali batas tipis antara cinta, kontrol, dan luka emosional dalam hubungan. Dengan pendekatan yang lebih reflektif, Suamiku Lukaku tampaknya ingin memperluas diskusi soal kesehatan mental di luar ruang terapi dan media sosial.

Film Suamiku Lukaku dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Sense of Crisis Jadi Kunci Bertahan di Tengah Krisis


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kenaikan harga gas nonsubsidi, lonjakan harga bahan bakar minyak, hingga meningkatnya biaya kebutuhan harian mulai memunculkan kecemasan baru di tengah masyarakat. Namun di saat yang sama, pusat perbelanjaan tetap ramai, restoran baru terus bermunculan, dan aktivitas konsumsi terlihat berjalan normal.

Kontras itu memunculkan pertanyaan besar: apakah ancaman krisis ekonomi memang belum terasa, atau justru masyarakat sedang masuk dalam kondisi “boiling frog syndrome”, yakni situasi ketika ancaman datang perlahan tetapi gagal disadari sejak awal.

Fenomena tersebut menjadi sorotan di tengah klaim pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada triwulan I 2026. Angka itu bahkan disebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi China. Namun, di balik data makro yang terlihat positif, muncul kekhawatiran soal menurunnya kepekaan terhadap perubahan.

Krisis Besar Sering Datang Diam-Diam

Pendiri IKEA, Ingvar Kamprad, pernah mengingatkan bahwa rasa puas diri menjadi racun paling berbahaya bagi organisasi. Sejarah bisnis menunjukkan banyak perusahaan besar runtuh bukan karena kekurangan sumber daya, melainkan terlambat membaca perubahan.

Kodak misalnya, gagal beradaptasi dengan fotografi digital meski menjadi salah satu penemunya. Sementara Blockbuster terlambat memahami perubahan perilaku konsumen di industri hiburan. Nasib serupa dialami BlackBerry yang pernah mendominasi pasar ponsel profesional.

Mereka memiliki modal besar, teknologi, dan tenaga ahli. Namun, perusahaan-perusahaan itu kehilangan sense of crisis atau kepekaan terhadap ancaman yang tumbuh perlahan.

Penulis dan konsultan kepemimpinan Michelle Gibbings menyebut rasa puas diri tidak muncul tiba-tiba, melainkan tumbuh perlahan hingga dianggap normal. Situasi itu membuat standar kerja turun tanpa disadari.

Relevansi Tidak Bisa Disimpan

Ancaman complacency tidak hanya menghantam perusahaan, tetapi juga individu. Banyak profesional berhenti belajar ketika merasa posisi dan kenyamanannya sudah aman.

Profesor psikologi sosial David Dunning mengatakan, “Jika tidak kompeten, Anda tidak akan menyadari bahwa Anda tidak kompeten.” Pernyataan itu menggambarkan bagaimana seseorang bisa tertinggal tanpa menyadarinya.

Sementara itu, profesor kepemimpinan John Kotter menilai perubahan dunia bergerak lebih cepat dibanding kemampuan organisasi beradaptasi. Menurut dia, sense of crisis bukan berarti hidup dalam kepanikan, melainkan kesadaran untuk terus belajar dan berubah.

Dalam dunia kerja modern, relevansi tidak bisa disimpan seperti tabungan. Ketika organisasi dan individu berhenti mempertanyakan dirinya sendiri, kemunduran sebenarnya sudah dimulai, meski belum terlihat di permukaan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Pemerintah Siapkan Dua Mesin Ekonomi Kejar Target 8 Persen


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pemerintah mulai mengandalkan dua sumber utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 8 persen, yakni belanja negara dan percepatan aktivitas sektor swasta. Strategi itu ditempuh melalui penambahan likuiditas perbankan, percepatan investasi, hingga penyaluran kredit murah bagi pelaku usaha ekspor.

Ketua Dewan Komisioner Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan langkah tersebut saat membuka Jogja Financial Festival pada Jumat, 22 Mei 2026. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan uang beredar di sektor keuangan benar-benar masuk ke kegiatan produktif dan tidak tertahan di perbankan.

“Kita pastikan uang di perekonomian cukup. Sehingga perbankan kita paksa untuk bekerja, menyalurkan uang yang di perbankan sehingga masuk ke perekonomian,” ujar Purbaya.

Likuiditas Perbankan Jadi Motor Pertumbuhan

Pemerintah menilai target pertumbuhan ekonomi 8 persen sulit tercapai jika dunia usaha kekurangan akses pembiayaan. Karena itu, otoritas fiskal dan sektor keuangan mulai memperbesar likuiditas agar penyaluran kredit meningkat ke sektor riil.

Salah satu langkah yang ditempuh ialah memindahkan dana sekitar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke sistem perbankan nasional. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas bank menyalurkan pembiayaan ke industri dan investasi produktif.

Menurut Purbaya, pemerintah mulai melihat ruang pemulihan dari sektor swasta setelah likuiditas diperkuat. “Angka 8 persen itu tinggi memang, cuman bukan angka yang mustahil,” katanya.

Pemerintah juga mulai membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi. Satgas lintas kementerian itu ditugaskan menyelesaikan hambatan investasi, terutama masalah perizinan dan koordinasi antarinstansi.

Kredit Murah Disiapkan untuk Eksportir

Selain memperkuat kredit perbankan, pemerintah menyiapkan skema pembiayaan berbunga rendah untuk perusahaan berorientasi ekspor. Skema itu akan disalurkan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dan PT Sarana Multi Infrastruktur.

Pemerintah menargetkan bunga pinjaman berada di kisaran 5–6 persen agar pelaku usaha memiliki ruang ekspansi lebih besar di tengah tekanan global dan tingginya biaya modal.

Kebijakan tersebut memperlihatkan fokus pemerintah tidak hanya menjaga konsumsi domestik, tetapi juga memperkuat investasi dan ekspor sebagai sumber pertumbuhan baru. Di tengah perlambatan ekonomi global, pemerintah tampaknya mulai menggeser strategi dari sekadar menjaga daya beli menuju ekspansi sektor produktif.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Sering Buang Air Kecil Malam Hari, Ini Penyebabnya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kebiasaan terbangun berkali-kali untuk buang air kecil pada malam hari atau nokturia kerap dianggap wajar seiring bertambahnya usia. Namun sejumlah studi medis menunjukkan kondisi itu bisa berkaitan dengan gangguan tidur, penumpukan cairan tubuh, hingga meningkatnya risiko penyakit jantung.

Masalah tersebut banyak dialami kelompok usia di atas 50 tahun. Dalam sejumlah kasus, penderita mengurangi konsumsi air sebelum tidur, tetapi tetap terbangun beberapa kali setiap malam. Kondisi itu memicu kelelahan, kualitas tidur buruk, dan penurunan daya tahan tubuh.

Nokturia Tidak Selalu Dipicu Banyak Minum

Sejumlah anggapan lama soal sering buang air kecil di malam hari mulai dipertanyakan. Salah satunya keyakinan bahwa penyebab utama berasal dari kebiasaan minum menjelang tidur.

Dalam laporan yang dikutip dari penelitian urologi di Inggris, pengurangan minum sebelum tidur hanya memberi dampak terbatas terhadap frekuensi bangun malam. Perbedaannya disebut sekitar 11 persen dibanding orang yang tetap minum normal.

Selain itu, gangguan ini juga sering dikaitkan dengan penurunan fungsi ginjal. Padahal, beberapa dokter menilai penyebabnya bisa lebih kompleks, termasuk perubahan respons kandung kemih dan distribusi cairan tubuh pada usia lanjut.

Penelitian di Jepang terhadap lebih dari 2.000 responden usia di atas 50 tahun juga menemukan kaitan antara gangguan tidur akibat nokturia dengan peningkatan risiko serangan jantung dalam jangka panjang.

Penumpukan Cairan di Kaki Jadi Faktor Penting

Salah satu penjelasan medis yang mulai banyak dibahas adalah akumulasi cairan di area kaki sepanjang hari. Cairan itu kemudian kembali ke aliran darah saat tubuh berbaring dan akhirnya diproses ginjal menjadi urine pada malam hari.

Selain itu, otot detrusor atau otot kandung kemih disebut dapat menjadi lebih sensitif setelah usia 55 tahun. Akibatnya, kandung kemih memberi sinyal penuh lebih cepat meski volume urine belum maksimal.

Beberapa metode non-obat mulai banyak diperkenalkan untuk membantu mengurangi frekuensi bangun malam. Teknik tersebut antara lain mengangkat kaki sebelum tidur, latihan pernapasan 4-7-8, hingga teknik pengosongan kandung kemih ganda.

Meski demikian, dokter mengingatkan bahwa nokturia yang terjadi terus-menerus tetap perlu diperiksa lebih lanjut. Kondisi itu dapat berkaitan dengan diabetes, gangguan prostat, infeksi saluran kemih, gagal jantung, hingga efek samping obat tertentu.

Gangguan buang air kecil di malam hari bukan sekadar persoalan usia atau kebiasaan minum sebelum tidur. Sejumlah penelitian menunjukkan ada faktor biologis dan sirkulasi cairan tubuh yang berperan. Karena itu, pemeriksaan medis tetap penting dilakukan jika frekuensi bangun malam terus meningkat dan mengganggu kualitas tidur.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 
 
Share:

Projo Riau Gelar Konferda 2026, Budi Arie Soroti Konsolidasi


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Dewan Pimpinan Daerah Projo Riau menggelar Konferensi Daerah (Konferda) 2026 di Ballroom Hotel Ameera, Pekanbaru, Sabtu, 23 Mei 2026. Agenda itu dihadiri Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi, jajaran pengurus pusat, unsur pemerintah daerah, hingga aparat TNI-Polri.

Forum tersebut tak sekadar menjadi agenda internal organisasi. Projo Riau memanfaatkan Konferda untuk memperkuat struktur kepengurusan sekaligus mempertegas posisi organisasi dalam mengawal program pembangunan nasional di tengah dinamika politik daerah.

Konsolidasi Internal Jadi Agenda Utama

Ketua Panitia Konferda Hendra Kurniawan mengatakan agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput. 

Menurut dia, penguatan struktur dinilai penting agar Projo tetap memiliki jalur komunikasi yang solid dengan masyarakat daerah.

“Pelaksanaan konferda ini sejalan dengan arahan Ketua Umum agar seluruh struktur organisasi memperkuat konsolidasi internal dan terus mengawal capaian pembangunan pemerintah,” ujar Hendra.

Ketua DPD Projo Riau Sonny Silaban menilai Konferda 2026 menjadi momentum memperluas jaringan organisasi di kabupaten dan kota se-Riau. Ia menyebut penguatan organisasi diperlukan agar kolaborasi masyarakat dan pemerintah berjalan lebih efektif.

Konferda itu juga dihadiri mantan Gubernur Riau periode 2019–2023 Syamsuar yang kini menjabat sebagai Penasehat Projo Riau. Sejumlah organisasi kemasyarakatan turut hadir dalam agenda pembukaan.

Budi Arie Soroti Stabilitas Pembangunan

Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan Konferda di Riau. Ia menyebut Riau menjadi provinsi kedua setelah Jawa Timur yang menggelar konferensi daerah tahun ini.

Menurut Budi Arie, konsolidasi organisasi diperlukan untuk menjaga kesinambungan pembangunan nasional di tengah perubahan sosial dan politik di daerah.

“Konsolidasi organisasi sangat penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan nasional di tengah dinamika sosial dan politik yang berkembang di daerah,” kata Budi Arie sebelum membuka acara dengan pemukulan gong.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Riau melalui Kepala Badan Kesbangpol Boby Rahmat. Ia berharap hubungan organisasi masyarakat dan pemerintah daerah dapat berjalan lebih sinergis untuk menjaga stabilitas daerah.

Konferda kemudian dilanjutkan dengan agenda internal yang diikuti pengurus Projo dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Makna Idul Adha: Qurban sebagai Simbol Ketakwaan dan Solidaritas


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Perayaan Idul Adha kembali mengingatkan umat Muslim bahwa ibadah qurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan. Di balik tradisi tahunan itu, tersimpan pesan spiritual tentang ketaatan kepada Allah serta tanggung jawab sosial terhadap sesama.

Makna Idul Adha juga berkaitan erat dengan keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menghadapi ujian keimanan. Melalui ibadah qurban, umat Islam diajak memahami bahwa pengorbanan tidak berhenti pada aspek materi, melainkan menyentuh pembentukan karakter dan kepedulian sosial.

Qurban dan Dimensi Spiritual Idul Adha

Dalam ajaran Islam, qurban dipahami sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah. Penyembelihan hewan bukan tujuan utama, melainkan simbol kesediaan manusia melepaskan sesuatu yang dicintai demi menjalankan perintah Tuhan.

Nilai tersebut tercermin dalam kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang menjadi fondasi syariat Idul Adha. Kisah itu menggambarkan bagaimana ketaatan ditempatkan di atas kepentingan pribadi dan keterikatan duniawi.

Al-Qur’an menegaskan bahwa yang sampai kepada Allah bukanlah darah atau daging hewan qurban, melainkan ketakwaan orang yang menjalankannya. Pesan itu menunjukkan bahwa kualitas batin menjadi inti utama ibadah qurban.

Karena itu, Idul Adha dipandang sebagai momentum evaluasi spiritual. Umat Islam diajak menekan egoisme, keserakahan, dan kecenderungan materialistis yang semakin kuat dalam kehidupan modern.

Dimensi Sosial dan Kepedulian terhadap Sesama

Selain bernilai spiritual, qurban memiliki fungsi sosial yang kuat. Daging qurban dibagikan kepada masyarakat, terutama kelompok kurang mampu, sehingga hari raya dapat dirasakan lebih merata.

Tradisi berbagi itu memperlihatkan bahwa Islam tidak memisahkan hubungan manusia dengan Tuhan dari tanggung jawab kemanusiaan. Qurban menjadi medium untuk memperkuat solidaritas sosial dan mempererat hubungan antarwarga.

Di tengah meningkatnya kesenjangan ekonomi, nilai sosial Idul Adha dinilai semakin relevan. Semangat berbagi dan membantu sesama menjadi pesan penting agar perayaan keagamaan tidak berhenti sebagai seremoni simbolik.

Melalui qurban, umat diajak memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu lahir dari kepemilikan materi, tetapi dari kemampuan memberi manfaat bagi orang lain.

Idul Adha menempatkan qurban sebagai perpaduan antara ketakwaan dan kepedulian sosial. Ibadah ini mengingatkan bahwa nilai pengorbanan sejati bukan hanya terlihat dari ritual lahiriah, tetapi dari keikhlasan, empati, dan keberanian menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Usus dan Otak Ternyata Saling Terhubung, Ini Dampaknya ke Mental


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Kesehatan usus ternyata tidak hanya memengaruhi sistem pencernaan, tetapi juga berkaitan langsung dengan suasana hati, fokus, tingkat stres, hingga kesehatan mental seseorang. Sejumlah penelitian modern menunjukkan hubungan kuat antara usus dan otak melalui sistem saraf, hormon, serta bakteri baik di dalam tubuh.

Fenomena itu menjelaskan mengapa pola makan buruk, kurang tidur, konsumsi gula berlebihan, hingga gangguan pencernaan kerap diikuti perubahan emosi dan penurunan konsentrasi. Dalam dunia medis, usus bahkan mulai disebut sebagai “otak kedua” karena memiliki koneksi biologis langsung dengan otak manusia.

Hubungan Usus dan Otak Semakin Jadi Sorotan

Salah satu faktor utama hubungan tersebut adalah saraf vagus, jalur komunikasi yang terus mengirim sinyal biologis dari sistem pencernaan menuju otak setiap saat. Jalur ini membuat kondisi usus dapat memengaruhi respons emosional manusia.

Selain itu, hampir 95 persen serotonin atau hormon yang berkaitan dengan rasa bahagia diproduksi di sistem pencernaan. Fakta ini mengubah pandangan lama bahwa kesehatan mental hanya dikendalikan otak.

Penelitian juga menemukan bakteri usus tertentu mampu memengaruhi keinginan makan. Sinyal kimia dari bakteri dapat mendorong otak memilih makanan tinggi gula atau makanan ultra processed secara berulang.

Di sisi lain, peradangan kronis pada usus mulai dikaitkan dengan meningkatnya risiko kecemasan, depresi, dan gangguan stres. Sensasi “butterflies in the stomach” saat gugup pun disebut sebagai respons awal sistem saraf usus terhadap tekanan emosional.

Kesehatan Usus Berpengaruh pada Imunitas dan Fokus

Tak hanya soal emosi, sekitar 70 persen sistem kekebalan tubuh manusia berada di lapisan usus. Organ ini bekerja memantau bakteri berbahaya dan racun yang masuk ke tubuh setiap hari.

Penggunaan antibiotik berlebihan juga dinilai dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus. Kondisi tersebut kerap dikaitkan dengan brain fog atau kabut otak, seperti sulit fokus, mudah lelah, dan penurunan daya ingat sementara.

Karena itu, menjaga kesehatan usus mulai dianggap bagian penting dari menjaga kualitas hidup secara menyeluruh. Langkah sederhana seperti memperbanyak serat, mengurangi makanan ultra processed, tidur cukup, dan mengelola stres dinilai membantu menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.

Temuan mengenai hubungan usus dan otak memperlihatkan bahwa kesehatan mental tidak berdiri sendiri. Pola makan, kualitas tidur, dan kondisi pencernaan kini menjadi faktor yang ikut menentukan stabilitas emosi, fokus, hingga daya tahan tubuh manusia.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

TNI Ganti Kapuspen hingga Kapusdalops, Ini Daftar Lengkapnya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Panglima TNI Agus Subiyanto memimpin serah terima jabatan sejumlah posisi strategis di lingkungan Mabes TNI di Aula Gatot Subroto, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis, 21 Mei 2026. Pergantian itu mencakup posisi Kapuspen TNI hingga Kapusdalops TNI.

Rotasi dilakukan di tengah tuntutan modernisasi organisasi dan kebutuhan memperkuat respons TNI terhadap dinamika keamanan nasional. Pergantian pejabat dinilai menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan sekaligus konsolidasi internal di tubuh TNI.

Pergantian Pejabat Strategis di Mabes TNI

Dalam sertijab tersebut, jabatan Kapuspen TNI diserahterimakan dari Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah kepada Brigjen TNI Muhammad Nas.

Selain itu, posisi Kapuskersin TNI beralih dari Laksma TNI Donny Suharto kepada Kolonel Inf Perry Sandhi Sitompul.

Pergantian juga terjadi di sektor informasi dan operasi. Jabatan Kapusinfolahta TNI diserahterimakan dari Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko kepada Brigjen TNI Heldi Wira.

Sementara posisi Kapusdalops TNI berpindah dari Brigjen TNI Hendri Wijaya kepada Kolonel Inf Lukman Hakim.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri pejabat tinggi TNI serta sejumlah undangan internal institusi pertahanan.

Regenerasi Kepemimpinan dan Tantangan TNI

Rotasi jabatan di lingkungan TNI bukan sekadar agenda administratif rutin. Pergantian pejabat menjadi instrumen pembinaan organisasi untuk menjaga kesinambungan komando dan efektivitas pelaksanaan tugas.

Pergeseran posisi strategis juga mencerminkan kebutuhan adaptasi TNI terhadap tantangan yang terus berubah, mulai dari penguatan komunikasi publik, pengelolaan informasi pertahanan, hingga kesiapan operasi militer.

Posisi Kapuspen TNI, misalnya, kini memiliki peran lebih besar dalam membangun narasi institusi di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya sorotan publik terhadap isu pertahanan.

Di sisi lain, penguatan sektor operasi dan informasi memperlihatkan fokus TNI terhadap konsolidasi sistem komando serta percepatan respons organisasi menghadapi dinamika keamanan nasional.

Melalui rotasi pejabat strategis ini, Mabes TNI berupaya menjaga regenerasi kepemimpinan sekaligus memastikan setiap satuan tetap adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis. Tantangan berikutnya adalah memastikan pergantian personel mampu diterjemahkan menjadi peningkatan kinerja institusi.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kemendikdasmen Gandeng KPK dan Polri Awasi SPMB 2026


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menggalang komitmen lintas lembaga untuk mengawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 agar lebih transparan dan bebas diskriminasi. Komitmen itu diteken di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Langkah tersebut melibatkan aparat penegak hukum, lembaga pengawas, hingga pemerintah daerah di tengah sorotan publik terhadap praktik titipan, dominasi sekolah favorit, dan ketimpangan akses pendidikan. Pemerintah menilai SPMB bukan lagi sekadar proses administrasi tahunan, melainkan bagian dari layanan publik yang menentukan akses pendidikan anak.

Pemerintah Perketat Tata Kelola SPMB

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan pelaksanaan SPMB harus berjalan objektif, akuntabel, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Menurut dia, hambatan ekonomi, domisili, hingga kondisi disabilitas tidak boleh menjadi alasan anak kehilangan akses pendidikan bermutu. Karena itu, pemerintah menggandeng sejumlah institusi seperti Komisi Pemberantasan Korupsi, Polri, Ombudsman RI, serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia untuk mengawasi pelaksanaan SPMB Ramah.

Pelibatan lintas sektor itu menunjukkan pemerintah ingin menekan potensi penyimpangan dalam penerimaan siswa baru yang selama ini kerap memicu polemik di daerah. Mulai dari dugaan manipulasi domisili hingga praktik jalur titipan yang dinilai merusak asas keadilan.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Gogot Suharwoto mengatakan persepsi publik terhadap SPMB mulai membaik. Survei Katadata Insight Center 2025 mencatat 64 persen responden menilai sistem tersebut membantu pemerataan akses pendidikan.

Selain itu, 51 persen responden menilai SPMB meningkatkan transparansi dan 50 persen menyebut sistem ini mampu mengurangi dominasi sekolah favorit.

Daerah dan Sekolah Swasta Mulai Dilibatkan

Kemendikdasmen mencatat sebanyak 476 pemerintah daerah telah menetapkan petunjuk teknis SPMB 2026. Jumlah itu terdiri dari 451 kabupaten/kota dan 25 pemerintah provinsi.

Sejumlah daerah seperti Sumatera Utara, Palembang, Pamekasan, dan Solok bahkan mulai membuka tahapan pendaftaran.

Pemerintah juga memperluas keterlibatan sekolah swasta dalam SPMB. Sebanyak 135 daerah telah menggandeng sekolah swasta untuk menampung siswa yang tidak diterima di sekolah negeri.

Dari jumlah itu, 92 daerah memberikan bantuan operasional kepada sekolah swasta. Sementara 43 daerah menyalurkan bantuan langsung kepada murid melalui beasiswa maupun program sekolah gratis bagi keluarga kurang mampu.

SPMB Ramah 2026 menjadi ujian bagi pemerintah untuk membuktikan bahwa reformasi penerimaan siswa baru tidak berhenti pada slogan transparansi. Tantangan terbesar tetap berada di level pelaksanaan daerah, terutama dalam memastikan pengawasan berjalan efektif dan akses pendidikan benar-benar merata.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Strategi Minimalkan Pajak Kian Populer, DJP Hadapi Tantangan Baru

Duta Nusantara Merdeka |Jakarta 
Beragam strategi menekan kewajiban pajak kembali ramai dibahas pelaku usaha dan konsultan pajak di media sosial. Skema yang mencakup penggunaan tarif final UMKM, pendirian PT atau CV, hingga optimalisasi biaya usaha dinilai legal, namun berpotensi mengurangi penerimaan negara bila tidak diawasi ketat.

Pembahasan itu muncul di tengah upaya pemerintah memperluas basis pajak dan mengejar target penerimaan 2026. Sejumlah strategi bahkan secara terbuka menawarkan cara membayar pajak lebih kecil melalui pengaturan struktur usaha dan distribusi laba.

Skema Pajak Legal yang Banyak Digunakan

Salah satu skema yang paling banyak dibicarakan ialah penggunaan tarif Pajak Penghasilan Final UMKM 0,5 persen untuk wajib pajak dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar. Pemerintah disebut berencana memperpanjang fasilitas tersebut bagi wajib pajak orang pribadi.

Selain itu, pelaku usaha dengan omzet Rp4,8 miliar hingga Rp50 miliar juga mendapat fasilitas pengurangan tarif PPh badan sebesar 50 persen untuk bagian omzet tertentu. Kebijakan ini sebelumnya memang dirancang untuk mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah.

Di sisi lain, sejumlah strategi agresif mulai menjadi perhatian otoritas pajak. Salah satunya praktik memaksimalkan biaya perusahaan agar laba kena pajak menyusut. Secara aturan, biaya dapat dibebankan selama nyata, wajar, dan berkaitan dengan usaha.

Namun, Direktorat Jenderal Pajak berpotensi melakukan koreksi bila menemukan biaya fiktif atau transaksi yang tidak sesuai prinsip kewajaran usaha.

Skema Dividen dan CV Jadi Sorotan

Praktik lain yang ramai dipakai ialah mendirikan perseroan terbatas atau PT, lalu mengambil gaji kecil agar PPh Pasal 21 lebih rendah. Sisa keuntungan perusahaan dibagikan dalam bentuk dividen yang dikenakan pajak final 10 persen atau bahkan nol persen bila direinvestasikan.

Selain PT, bentuk usaha CV juga dianggap menarik karena pemilik dapat menarik keuntungan atau prive tanpa tambahan pajak pribadi. Pajak dinilai telah dikenakan di level badan usaha.

Skema penyewaan aset pribadi ke perusahaan sendiri juga mulai banyak digunakan. Dalam pola ini, rumah, gedung, atau gudang milik pribadi disewakan ke perusahaan dengan tarif pajak final 10 persen.

Fenomena tersebut memperlihatkan meningkatnya kesadaran wajib pajak memanfaatkan celah legal dalam sistem perpajakan. Namun di saat bersamaan, DJP menghadapi tantangan menjaga kepatuhan agar penghindaran pajak tidak bergeser menjadi praktik manipulatif.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Kodam XIX dan Pertamina Perkuat Pengamanan Energi di Riau


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Pemerintah dan aparat keamanan memperkuat koordinasi pengamanan sektor energi di Riau. Upaya itu mengemuka dalam pertemuan antara jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai dan PT Pertamina (Persero) di Makodam XIX, Pekanbaru, Jumat 22 Mei 2026.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Yudha Makodam XIX itu dihadiri Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan mewakili Pangdam Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo. Dari pihak Pertamina hadir Senior Vice President HSSE Program I Ketut Laba bersama sejumlah pejabat operasional dan keamanan perusahaan.

Agenda tersebut tidak sekadar silaturahmi formal. Di tengah tingginya ketergantungan nasional terhadap pasokan energi dari wilayah Riau, pengamanan objek vital nasional strategis dinilai semakin krusial, terutama di area operasi migas dan distribusi energi.

Pengamanan Energi Jadi Fokus Bersama

Kasdam XIX Brigjen TNI Rudi Hermawan menegaskan sektor energi memiliki kaitan langsung dengan stabilitas nasional. Karena itu, pengamanan infrastruktur energi tidak dapat dibebankan hanya kepada satu institusi.

“Energi merupakan salah satu pilar utama ketahanan nasional. Karena itu, pengamanan seluruh infrastruktur dan operasional objek vital nasional memerlukan sinergi yang terpadu antara TNI, pemerintah daerah, aparat keamanan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rudi.

Menurut dia, forum tersebut menjadi langkah menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi menghadapi potensi ancaman terhadap objek vital nasional. Ancaman itu mulai dari gangguan keamanan, sabotase fasilitas, hingga kondisi darurat yang dapat menghambat operasional energi nasional.

Riau selama ini menjadi salah satu wilayah strategis industri migas nasional. Aktivitas hulu hingga distribusi energi di daerah itu menopang kebutuhan energi nasional dan industri domestik.

Pertamina Perkuat Kolaborasi dengan TNI

Pihak Pertamina menyampaikan apresiasi atas dukungan pengamanan yang selama ini dilakukan Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Perusahaan menilai stabilitas keamanan menjadi faktor penting menjaga kelancaran operasional sektor energi.

Pertemuan itu juga memperlihatkan meningkatnya kebutuhan kolaborasi antara BUMN energi dan aparat keamanan di tengah tingginya risiko gangguan terhadap infrastruktur strategis nasional.

Kodam XIX menegaskan kesiapan mendukung pengamanan objek vital nasional sesuai tugas pokok TNI AD dan ketentuan hukum yang berlaku. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat ketahanan wilayah sekaligus menjaga keberlangsungan pasokan energi nasional.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Laba Bersih NRCA Melonjak 115 Persen pada 2025


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) membukukan laba bersih Rp175,52 miliar sepanjang 2025. Angka itu melonjak 115,1 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya sebesar Rp81,6 miliar. Lonjakan terjadi di tengah kenaikan beban pokok pendapatan dan meningkatnya liabilitas perusahaan konstruksi tersebut.

Direktur Utama NRCA, Hadiwinarto Christanto, menyampaikan capaian itu dalam public expose di Jakarta, Jumat, 21 Mei 2026. Anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk tersebut menilai peningkatan penghasilan lain-lain dan efisiensi beban menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan laba.

Kinerja Operasional Masih Tertekan

Sepanjang 2025, pendapatan NRCA tumbuh 7,1 persen menjadi Rp3,61 triliun, dibandingkan Rp3,37 triliun pada 2024. Namun, kenaikan itu belum sepenuhnya tercermin pada laba bruto karena beban pokok pendapatan ikut naik 7,7 persen menjadi Rp3,21 triliun.

Akibatnya, laba bruto hanya meningkat tipis 2,8 persen menjadi Rp398,99 miliar. Situasi ini menunjukkan margin operasional perseroan masih menghadapi tekanan di tengah ketatnya industri konstruksi.

Meski demikian, laba usaha NRCA justru melonjak 42,5 persen menjadi Rp278,47 miliar. Kenaikan tajam tersebut terutama ditopang penghasilan lainnya yang melesat 142 persen menjadi Rp95,03 miliar. Di sisi lain, beban lainnya turun 32,6 persen menjadi Rp65,55 miliar.

Laba sebelum pajak perusahaan konstruksi yang terafiliasi dengan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk itu mencapai Rp175,64 miliar atau naik 114,1 persen secara tahunan.

Ekspansi dan Risiko Liabilitas

Dari sisi neraca, total aset NRCA naik 22,4 persen menjadi Rp2,9 triliun hingga akhir 2025. Kas dan setara kas juga meningkat 20,5 persen menjadi Rp649,4 miliar.

Namun, kenaikan aset dibarengi lonjakan liabilitas sebesar 31,6 persen menjadi Rp1,54 triliun. Peningkatan terutama berasal dari kewajiban jangka pendek, seiring ekspansi proyek dan kebutuhan modal kerja.

Manajemen menargetkan pendapatan operasional Rp3,8 triliun pada 2026. Hingga Mei 2026, nilai kontrak baru telah mencapai Rp1,11 triliun, termasuk proyek Pou Chen Factory Pekalongan, Lampung City Mall Phase 2, hingga Saint Carolus Hospital Gading Serpong.

NRCA kini menghadapi dua tantangan sekaligus: menjaga pertumbuhan laba dan mengendalikan tekanan liabilitas. Strategi memburu proyek pemerintah, efisiensi operasional, serta ekspansi kemitraan diproyeksikan menjadi penopang utama kinerja perseroan pada 2026.

Reporter Lakalim Adalin 
Editor Arianto 



Share:

Carsurin Perkuat Bisnis Hijau, Laba Kuartal I Naik 16 Persen


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Carsurin Tbk (CRSN) mencatat laba bersih Rp3,10 miliar pada kuartal I/2026, tumbuh 16,54 persen dibanding periode sama tahun lalu. Kenaikan itu terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan yang relatif tipis dan ekspansi agresif ke sektor ekonomi hijau.

Direktur Utama CRSN, Erwin Manurung, mengatakan penguatan bisnis ditopang layanan sertifikasi, pengujian kendaraan listrik, hingga verifikasi karbon. Pernyataan itu disampaikan dalam Public Expose di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Inti Peristiwa

Pendapatan Carsurin pada kuartal I/2026 naik 1,96 persen menjadi Rp114,19 miliar. Pada periode sama tahun sebelumnya, pendapatan perusahaan berada di level Rp112 miliar.

Kenaikan tersebut ikut mendorong laba bruto menjadi Rp69,07 miliar dari sebelumnya Rp67,15 miliar. Namun, beban pokok pendapatan juga meningkat menjadi Rp45,11 miliar.

Di sisi operasional, laba usaha tumbuh 12,99 persen menjadi Rp8,44 miliar. Perseroan masih mampu menjaga efisiensi meski biaya usaha mulai bergerak naik.

Bagi industri jasa pengujian dan sertifikasi, pertumbuhan moderat seperti ini justru kerap dianggap sinyal positif. Apalagi ketika banyak sektor industri masih menahan ekspansi akibat tekanan ekonomi global dan kenaikan biaya operasional.

Carsurin juga mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp5,22 miliar atau naik 0,97 persen secara tahunan. Hingga Maret 2026, total aset perusahaan tercatat mencapai Rp384,12 miliar.

Fokus Baru ke Kendaraan Listrik dan Karbon

Erwin Manurung mengatakan perusahaan kini memperbesar fokus pada sektor ekonomi hijau dan transisi energi. Langkah itu dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap layanan sertifikasi emisi dan energi bersih.

Carsurin mulai memperluas layanan sertifikasi Gas Rumah Kaca (GRK), penilaian jejak karbon, hingga Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) untuk kebutuhan perdagangan lintas negara.

Perseroan juga mengembangkan layanan pengujian baterai kendaraan listrik roda dua dan verifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Di sektor tambang, layanan pengujian bijih nikel diperluas guna mendukung rantai pasok industri kendaraan listrik.

Selain itu, perusahaan mempercepat digitalisasi melalui penggunaan drone otonom dan analitik berbasis kecerdasan buatan untuk kebutuhan pertambangan dan pemetaan wilayah.

Di tengah tren transisi energi, bisnis jasa laboratorium kini mulai bergeser ke layanan karbon dan kendaraan listrik. Carsurin tampaknya mencoba mengambil posisi lebih awal sebelum persaingan pasar semakin padat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini