Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Audiensi Kodam XIX dan Cipayung Plus Bahas Ketahanan Nasional


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kodam XIX Tuanku Tambusai menggelar audiensi strategis bersama Kelompok Cipayung Plus di Ruang Yudha Lt II Makodam XIX/TT, Kamis, 7 Mei 2026. Pertemuan itu menjadi ruang dialog awal antara satuan baru TNI AD dengan kelompok mahasiswa di Riau dan Kepulauan Riau.

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo S.A.P., M.M., CHRMP hadir langsung bersama pejabat utama Kodam. Agenda utama pertemuan membahas dinamika kebangsaan, stabilitas wilayah, hingga peran generasi muda menghadapi perubahan sosial dan arus informasi digital.

Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Dialog dengan Mahasiswa

Audiensi berlangsung dalam suasana terbuka. Sejumlah perwakilan Cipayung Plus menyampaikan pandangan kritis terkait pendidikan, isu sosial, hingga tantangan pembangunan daerah di Riau dan Kepulauan Riau.

Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo mengatakan Kodam XIX Tuanku Tambusai ingin membangun pola komunikasi yang lebih cair dengan kalangan mahasiswa. Menurut dia, generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga persatuan nasional.

“Kodam XIX Tuanku Tambusai hadir sebagai satuan baru yang siap mengawal stabilitas wilayah Riau dan Kepri. Kami ingin membangun komunikasi yang jujur dan produktif. Mahasiswa adalah mitra strategis dalam menjaga persatuan dan mendorong kemajuan bangsa,” ujar Agus Hadi Waluyo.

Belakangan, forum-forum seperti ini mulai sering dilakukan sejumlah institusi negara. Bukan tanpa alasan. Di tengah derasnya arus media sosial, ruang dialog langsung dinilai lebih efektif meredam kesalahpahaman sekaligus membangun kepercayaan publik.

Peran Generasi Muda Dinilai Makin Krusial

Dalam diskusi itu, Pangdam juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga ketahanan nasional. Terutama saat informasi bergerak cepat dan sering kali bercampur dengan disinformasi.

Suasana diskusi beberapa kali terasa hangat. Sejumlah peserta mahasiswa tampak menyampaikan kritik dengan lugas, sementara jajaran Kodam merespons secara terbuka. Pola komunikasi seperti ini jarang terlihat beberapa tahun lalu.

Kodam XIX Tuanku Tambusai menilai sinergi dengan kelompok intelektual muda perlu terus diperkuat agar stabilitas wilayah tetap terjaga. Terlebih, Riau dan Kepulauan Riau menjadi kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan jalur internasional.

Audiensi itu sekaligus menandai upaya Kodam XIX Tuanku Tambusai membangun pendekatan yang lebih adaptif, responsif, dan terbuka terhadap perkembangan zaman di wilayah teritorial barunya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Bayu Buana Tebar Dividen Rp100 per Saham


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Bayu Buana Tbk (BAYU) memutuskan membagikan dividen tunai Rp100 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp35,32 miliar.

Keputusan itu diambil di tengah penurunan kinerja keuangan perseroan pada kuartal I-2026. Pendapatan perusahaan tercatat Rp554,72 miliar atau turun Rp89,89 miliar dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp644,61 miliar.

Pendapatan dan Laba Bayu Buana Menurun

Direktur Utama BAYU, Hardy Karuniawan mengatakan tekanan industri perjalanan masih memengaruhi performa perusahaan pada awal tahun. Meski begitu, perseroan tetap menjaga stabilitas operasional dan struktur keuangan.

“Kuartal I-2026 Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp554,72 miliar menurun Rp89,89 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp644,61 miliar,” ujar Hardy.

Laba usaha perseroan juga ikut tergerus. Pada kuartal I-2026, Bayu Buana mencatat laba usaha Rp19,58 miliar, turun Rp10,29 miliar dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp29,87 miliar.

Di pasar modal, situasi seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Banyak emiten sektor perjalanan masih bergerak hati-hati setelah biaya operasional dan pola perjalanan pelanggan berubah cukup cepat sejak dua tahun terakhir.

Perseroan membukukan laba tahun berjalan setelah pajak sebesar Rp15,60 miliar. Angka itu ikut menekan laba per saham menjadi Rp44,17 per 31 Maret 2026, turun dari Rp65,79 pada periode sama tahun lalu.

Aset dan Ekuitas Masih Bertumbuh

Meski laba mengalami tekanan, Bayu Buana masih mencatat pertumbuhan aset dan ekuitas. Total aset perseroan hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp972,99 miliar atau naik 1,18 persen dibanding posisi akhir 2025 sebesar Rp961,63 miliar.

Sementara itu, total ekuitas perseroan tercatat Rp570,80 miliar. Nilai tersebut naik 2,26 persen atau Rp12,63 miliar dibanding posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp558,17 miliar.

Kenaikan ekuitas terutama ditopang laba periode berjalan Januari hingga Maret 2026. Di tengah perlambatan pendapatan, perusahaan tampaknya masih berupaya menjaga fundamental agar tetap solid di mata investor.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Purbaya Sebut Ekonomi Indonesia Mulai Berbalik Arah


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pemerintah mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai memasuki fase percepatan setelah ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen pada kuartal I-2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut capaian itu menjadi sinyal arah ekonomi domestik mulai berubah dibanding beberapa tahun terakhir yang cenderung stagnan.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Mei 2026. Pemerintah juga menyiapkan stimulus tambahan dan penguatan stabilitas keuangan untuk menjaga momentum pertumbuhan pada kuartal berikutnya.

Purbaya Nilai Ekonomi Indonesia Sedang Mengalami Akselerasi

Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61 persen menunjukkan pergerakan yang lebih cepat dibanding periode sebelumnya. Ia membandingkan capaian terbaru dengan angka 5,39 persen yang sebelumnya sempat dianggap cukup baik.

“Yang pertama dari angka pertumbuhan ekonomi tadi yang keluar hari ini 5,61 persen itu kita diskusikan dengan Bapak Presiden bahwa kita memang sudah bisa membalik arah ekonomi,” ujar Purbaya di Istana Kepresidenan.

Ia mengatakan, banyak pelaku pasar belum menangkap sinyal percepatan tersebut. Kondisi itu membuat sebagian investor memilih keluar dari pasar modal di tengah tekanan ekonomi global dan gejolak nilai tukar.

“Itu yang tidak disadari banyak orang sehingga orang agak takut dan keluar dari pasar modal,” kata Purbaya.

Pernyataan itu mengingatkan pada suasana pasar beberapa bulan terakhir. Seorang manajer investasi di Jakarta sempat bercerita bahwa banyak investor ritel memilih memindahkan dana ke deposito karena khawatir situasi global memburuk. Namun sebagian lainnya justru mulai masuk saat harga saham turun.

Pemerintah Siapkan Stimulus dan Diversifikasi Pembiayaan

Purbaya kembali mengulang pernyataannya yang sempat ramai dibicarakan pelaku pasar beberapa waktu lalu.

“Kan saya kemarin-kemarin bilang ‘serok, serok, serok’ aja. Kalau mereka ikut mestinya nanti ke depan akan untung banyak,” ujarnya.

Pemerintah kini menyiapkan stimulus tambahan yang direncanakan mulai berjalan pada awal Juni 2026. Koordinasi dengan Bank Indonesia juga diperkuat untuk menjaga likuiditas dan stabilitas sistem keuangan nasional.

Selain itu, pemerintah mulai mendorong diversifikasi pembiayaan melalui penerbitan panda bond di pasar China. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan pembiayaan negara tidak terlalu bergantung pada dolar Amerika Serikat.

Menurut Purbaya, strategi tersebut penting untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tekanan pasar global dan pelemahan rupiah.

“Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak, jadi Anda enggak usah takut,” kata Purbaya.

Pemerintah menilai kombinasi stimulus fiskal, penguatan likuiditas, dan diversifikasi pembiayaan akan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Puspen TNI Jadi Acuan MA Bangun Komunikasi Publik Peradilan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Mahkamah Agung mulai serius membenahi pola komunikasi publik di era digital. Tim Peneliti Pusat Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung (Pustrajak MA) mengunjungi Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI) untuk menyusun pedoman pengelolaan media massa dan media sosial di lingkungan peradilan.

Kunjungan itu menjadi bagian dari penyusunan rancangan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI tentang tata kelola komunikasi publik. Puspen TNI dipilih karena dianggap memiliki pola pengelolaan media yang lebih adaptif dan cepat menghadapi arus informasi digital.

MA Soroti Pentingnya Strategi Media Sosial yang Tepat

Dalam pertemuan tersebut, Tim Peneliti Pustrajak MA mempelajari alur komunikasi publik di Puspen TNI, mulai dari struktur organisasi hingga strategi distribusi konten lintas platform.

Kepala Bidang Informasi dan Internet Puspen TNI, Kolonel Candra Kurniawan, menilai setiap media sosial memiliki karakter berbeda sehingga pendekatan komunikasinya tidak bisa disamaratakan.

“Konten tidak bisa disamakan. TikTok, Instagram, dan X punya gaya masing-masing,” ujar Candra dalam pertemuan di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pengguna X cenderung menyukai narasi singkat dan langsung, sementara TikTok membutuhkan pembuka video yang kuat dalam tiga detik pertama agar audiens bertahan menonton.

Humas Pengadilan Daerah Dinilai Masih Lemah

Selain strategi konten, Tim Peneliti Pustrajak MA juga mempelajari pola penanganan isu publik di Puspen TNI. Salah satu yang menjadi perhatian ialah konsep “Golden Time 1–3–6” dalam respons komunikasi.

“Kami tidak ingin tergesa-gesa. Prinsip kami, validasi data adalah yang utama,” kata Candra.

Menurut dia, satu jam pertama digunakan mengumpulkan informasi awal. Dalam tiga jam berikutnya, tim komunikasi mulai menyiapkan pemetaan isu dan pernyataan awal sebelum informasi lengkap disampaikan maksimal enam jam kemudian.

Kunjungan itu sekaligus membuka persoalan lama di lingkungan peradilan. Struktur kehumasan di banyak pengadilan daerah masih dirangkap unit lain, seperti Kepaniteraan Hukum dan Subbag Perencanaan, Teknologi Informasi dan Pelaporan (PTIP).

Kondisi tersebut dinilai membuat fungsi komunikasi publik pengadilan belum berjalan optimal, terutama saat menghadapi isu sensitif yang membutuhkan respons cepat dan akurat.

Pertemuan antara MA dan Puspen TNI juga membuka peluang kerja sama penyebaran informasi strategis, termasuk isu peradilan militer yang selama ini masih minim dipahami masyarakat luas.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Harga Rumah Naik, Rumah123 Buka PropVaganza 2026 di BSD


Duta Nusantara Merdeka | Tangerang Selatan 
Kenaikan harga rumah nasional mulai terasa di sejumlah kawasan penyangga Jakarta. Di tengah suplai hunian yang makin ketat, Rumah123 membuka PropVaganza 2026 di AEON Mall BSD City, Tangerang, Senin, 5 Mei 2026, untuk menangkap momentum pasar yang dinilai masih menguntungkan pembeli.

Data Rumah123 menunjukkan harga rumah nasional naik 1,6 persen secara bulanan atau month on month (MoM). Pada saat bersamaan, suplai rumah seken turun 8,1 persen secara tahunan. Situasi itu terjadi ketika suku bunga Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen dan inflasi melandai ke 3,48 persen.

Harga Rumah Naik, Pilihan Hunian Justru Menyusut

Kondisi pasar itu membuat banyak calon pembeli berada di persimpangan. Menunggu harga turun terasa makin sulit, sementara pilihan rumah terus berkurang. Di beberapa kawasan Tangerang, agen properti bahkan mulai melihat rumah dengan akses strategis lebih cepat terserap pasar dibanding tahun lalu.

“Banyak konsumen terjebak dalam pola pikir menunggu kondisi ekonomi yang sempurna. Padahal, dengan suplai yang terus menyusut dan harga yang konsisten naik, menunda justru meningkatkan opportunity cost,” ujar Bayu Qresna, Head of Brand Marketing Rumah123.

Rumah123 memanfaatkan momentum itu lewat PropVaganza 2026 dengan menghadirkan 150 booth pengembang dan merek properti. Beberapa nama besar yang ikut antara lain SYNTHESIS DEVELOPMENT, Metland Cyber Puri, EleVee Residences, PONDOK INDAH GROUP, Progress Group, hingga kawasan PIK2.

Tangerang dipilih sebagai lokasi pembukaan karena menyumbang 16,3 persen pencarian properti nasional. Kawasan ini dinilai masih menjadi magnet pembeli rumah pertama maupun investor menengah.

Rumah123 Bidik Pembeli yang Sudah Siap Kredit

Berbeda dari pameran konvensional, Rumah123 mengklaim menerapkan strategi precision targeting untuk memetakan kebutuhan pengunjung berdasarkan profil finansial dan minat pembelian.

Bagi sebagian keluarga muda, datang ke pameran properti kini bukan lagi sekadar jalan-jalan akhir pekan. Ada yang sengaja membawa catatan cicilan, membandingkan simulasi KPR, sampai menghitung ulang biaya sekolah anak sebelum memutuskan membeli rumah.

“Membeli rumah bukan keputusan individu, tapi keputusan keluarga,” ujar Rury Yudhiawati, Event and Partnership Manager Rumah123.

Selain menghadirkan konsultasi pembiayaan, PropVaganza 2026 juga menyiapkan talkshow pengembang, edukasi literasi KPR, hingga program interaktif untuk menarik pengunjung. Rumah123 menilai proses pembelian rumah membutuhkan akses informasi yang lebih merata di tengah pasar yang bergerak cepat.

Rangkaian PropVaganza 2026 akan digelar di enam lokasi, mulai BSD City, Lippo Mall Puri, Kota Kasablanka, Pakuwon Mall Bekasi, MARGOCITY, hingga Central Park sampai Desember 2026.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Peninjauan KDKMP Rohil, Danrem Tekankan Kualitas Proyek


Duta Nusantara Merdeka | Rokan Hilir 
Komandan Korem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han meninjau langsung progres pembangunan KDKMP di Kabupaten Rokan Hilir, Rabu, 6 Mei 2026. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk mendorong ekonomi kerakyatan. Fokusnya sederhana: memperkuat basis ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Peninjauan Lapangan, Disiplin Jadi Sorotan

Dalam kunjungan tersebut, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu memberi penekanan pada kedisiplinan waktu dan kualitas pengerjaan. Ia meminta seluruh pihak bekerja maksimal agar proyek tidak molor.

“Pembangunan ini memiliki nilai strategis sehingga harus diselesaikan sesuai target yang telah direncanakan. Jangan sampai ada keterlambatan,” ujar Danrem, Rabu (6/5/2026).

Di lapangan, ia tidak hanya melihat fisik bangunan. Paparan progres dan kendala teknis juga menjadi perhatian utama. Setiap hambatan diminta segera dikoordinasikan agar tidak menumpuk.

Danrem menilai, disiplin eksekusi sering menjadi pembeda antara proyek selesai tepat waktu atau tertunda berbulan-bulan. Karena itu, ritme kerja di lapangan harus dijaga sejak awal.

KDKMP dan Dampaknya bagi Ekonomi Desa

Program KDKMP dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal. Dengan koperasi yang aktif, desa diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada distribusi dari kota.

Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu juga mengapresiasi kerja tim di lapangan. Ia menilai sinergi antar pihak sudah berjalan cukup baik, meski tetap perlu dijaga konsistensinya.

“Sinergi yang sudah terbentuk harus dipertahankan sampai pembangunan selesai,” ujarnya.

Dalam konteks lebih luas, proyek seperti ini sering menjadi tolok ukur keseriusan pemerintah mendorong ekonomi desa. Jika berjalan tepat waktu, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

Sebaliknya, keterlambatan kecil di awal bisa berdampak panjang. Mulai dari biaya membengkak hingga turunnya kepercayaan warga terhadap program pemerintah.

Dengan peninjauan ini, pemerintah berharap pembangunan KDKMP di Rokan Hilir bisa rampung sesuai jadwal dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Menko Polkam Dorong Kesiapsiagaan Karhutla Sejak Mei 2026


Duta Nusantara Merdeka | Palembang 
Pemerintah pusat mulai mengencangkan langkah menghadapi musim kemarau 2026. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, menegaskan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai prioritas nasional.

Pernyataan itu disampaikan saat Apel Kesiapsiagaan Nasional Penanggulangan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 6 Mei 2026. Fokusnya jelas: mencegah kebakaran sejak dini sebelum meluas.

Kesiapsiagaan Dipercepat, Koordinasi Diperkuat

Dalam agenda tersebut, pemerintah mengaktifkan kembali Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla 2026. Langkah ini merupakan turunan dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020.

Djamari menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, mulai dari pemantauan hingga evaluasi kebijakan. “Seluruh komponen bangsa harus memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi agar karhutla bisa ditekan,” ujarnya.

Sumatera Selatan kembali disorot sebagai wilayah rawan. Karakter lahan gambut dan riwayat kebakaran berulang membuat daerah ini masuk kategori risiko tinggi.

BMKG memprediksi musim kemarau datang lebih cepat, dimulai Mei dan mencapai puncak pada Agustus. Kondisi ini memperbesar potensi kebakaran jika tidak diantisipasi sejak awal.

Karena itu, Djamari meminta pemerintah daerah segera mengaktifkan posko siaga, patroli terpadu, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan.

“Jangan menunggu api membesar. Semua harus bergerak lebih cepat dan tegas,” katanya.

Tren Menurun, Tapi Risiko Tetap Mengintai

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut tren karhutla nasional menunjukkan perbaikan. Pada 2015, luas kebakaran mencapai 2,6 juta hektare. Angka itu turun menjadi 359 ribu hektare pada 2025.

Menurutnya, penurunan ini tidak lepas dari koordinasi yang makin solid antar lembaga. “Ini tanggung jawab bersama, tidak bisa dibebankan ke satu institusi saja,” ujar Raja Juli.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menambahkan penanganan dilakukan secara terpadu, melibatkan TNI, Polri, BPBD, hingga masyarakat peduli api.

Dalam apel tersebut, pemerintah juga menyerahkan bantuan peralatan, termasuk drone untuk deteksi dini titik api. Teknologi ini dinilai efektif untuk penanganan awal sebelum api membesar.

Namun, jika kondisi memburuk, intervensi udara tetap dibutuhkan. BNPB menyiapkan dua helikopter water bombing untuk wilayah Sumatera Selatan.

Di lapangan, pengalaman menunjukkan satu titik api yang terlambat ditangani bisa berubah jadi krisis regional. Itu sebabnya pendekatan pencegahan kini lebih ditekankan dibanding pemadaman.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

KDRT WNA di Pekanbaru, Vonis 2 Tahun Tuai Polemik


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Pengadilan Negeri Pekanbaru menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Ahmad Fayez Banni, warga negara Amerika Serikat, dalam perkara dugaan KDRT pada Selasa, 5 Mei 2026. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta 3 tahun penjara.

Sidang yang dimajukan dari jadwal semula itu justru memicu reaksi keras. Korban, Eka, menilai vonis tersebut tidak mencerminkan penderitaan fisik dan psikologis yang ia alami.

Kronologi Putusan dan Respons di Ruang Sidang

Agenda pembacaan putusan berlangsung lebih cepat dari jadwal awal. Dalam persidangan, terdakwa sempat menyampaikan keberatan melalui penerjemah terkait keterangan saksi ahli pidana.

Respons majelis hakim dinilai singkat. Hakim menyarankan agar keberatan itu dikonsultasikan kepada kuasa hukum terdakwa. Setelah putusan dibacakan, kedua pihak kompak menyatakan “pikir-pikir”.

Situasi ini memperlihatkan perkara belum benar-benar selesai. Ada ruang lanjutan, baik banding maupun langkah hukum lain.

Dampak bagi Korban dan Langkah Hukum Lanjutan

Di luar persidangan, Eka menyampaikan kekecewaannya. Ia mengaku mengalami cacat permanen dan trauma berat yang mengharuskannya menjalani asesmen psikologis selama enam bulan.

“Ini bukan sekadar luka. Saya cacat seumur hidup,” ujarnya dengan suara bergetar. Pernyataan itu menggambarkan jurang antara putusan hukum dan pengalaman korban.

Kuasa hukum Eka, Jon Hendri, SH, menilai putusan pidana ini tetap penting sebagai dasar hukum. “Ini menguatkan bahwa klien kami adalah korban,” ujarnya.

Pihaknya telah mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Pekanbaru dengan nomor 132/Pdt.G/2026/PN Pbr. Gugatan mencakup ganti rugi materiil dan immateriil.

Menurut Jon, langkah ini menjadi jalur alternatif untuk menuntut keadilan yang lebih komprehensif. Ia menegaskan pihaknya akan mengawal perkara hingga tuntas.

Kasus ini kembali mengangkat isu klasik: apakah sistem hukum cukup sensitif terhadap korban KDRT. Pertanyaan itu kini mengemuka, seiring publik menilai putusan belum mencerminkan rasa keadilan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Kodam XIX Tuntaskan Distribusi Jembatan Armco di Kepulauan Meranti


Duta Nusantara Merdeka | Meranti 
Distribusi material jembatan Armco di Kepulauan Meranti oleh Kodam XIX Tuanku Tambusai melalui Bekangdam XIX/TT rampung pada Senin, 4 Mei 2026, tepat pukul 24.00 WIB. Pengiriman dilakukan dari Pelabuhan Buton menuju tiga desa sasaran.

Sebanyak 109 komponen jembatan dikirim ke Desa Melai, Desa Sungai Tohor, dan Desa Tanjung Samak. Seluruh material tiba lengkap dan langsung ditempatkan di titik pembangunan.

Distribusi Material Jembatan Armco Meranti Dikebut Hingga Tengah Malam

Proses distribusi dipimpin Kapten Cba Zulkarnaini. Jalur laut menjadi pilihan utama, meski kondisi pasang surut sempat menghambat ritme bongkar muat.

Namun, kegiatan tetap berjalan tertib. Koordinasi lapangan terlihat rapi, mulai dari keberangkatan hingga penempatan material di lokasi akhir.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP sebelumnya menekankan pentingnya akurasi dan ketepatan waktu distribusi logistik.

“Pastikan setiap dukungan material tepat sasaran dan mampu mempercepat pembangunan di wilayah,” ujar Pangdam dalam arahannya.

Kapten Cba Zulkarnaini memastikan seluruh komponen, termasuk baut dan pinbar, telah diterima tanpa kekurangan di setiap titik.

“Seluruh material sudah lengkap dan tepat sasaran,” ujarnya di lokasi kegiatan.

Dampak Distribusi Jembatan Armco bagi Infrastruktur Kepulauan

Pabung Kepulauan Meranti Mayor Inf Rusli Dongoran menyebut faktor geografis menjadi tantangan utama dalam distribusi ini.

“Kondisi cukup menantang, tetapi koordinasi di lapangan berjalan sangat baik,” ujarnya.

Setelah distribusi selesai, tim melanjutkan pelayaran menuju Selat Panjang selama sekitar empat jam sebelum kembali ke Pelabuhan Buton, Kabupaten Siak.

Distribusi material jembatan Armco Meranti ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan.

Dalam beberapa laporan sebelumnya, keterlambatan akses sering menjadi hambatan utama aktivitas ekonomi warga. Jembatan seperti ini biasanya menjadi titik balik mobilitas.

Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi barang dan akses layanan publik diharapkan ikut meningkat. Dampaknya tidak langsung terasa, tetapi arahnya jelas.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Forum Nasional Perempuan 2026 Bahas Ketahanan Bangsa


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T Koentjoro, membuka Forum Nasional Perempuan Indonesia 2026 yang dihadiri sekitar 200 perwakilan dari berbagai daerah, di Jakarta, Rabu (6/5/2026). Forum ini menjadi ruang merumuskan program kerja nasional yang akan dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026.

Kegiatan yang berlangsung dua hari ini tak sekadar seremonial. PIM menargetkan hasil diskusi menjadi rekomendasi konkret yang akan diserahkan kepada pemerintah sebagai bahan kebijakan terkait pemberdayaan perempuan di berbagai sektor.

Perempuan, Pilar Ketahanan Bangsa

Lana menegaskan tema utama forum, yakni Peran Perempuan Menjaga Ketahanan Bangsa, bukan sekadar slogan. Ia menyebut perempuan memiliki posisi strategis, mulai dari lingkup keluarga hingga kebijakan publik.

“Perempuan adalah pilar keluarga dan bangsa. Kita bahas ekonomi keluarga, pendidikan, kehutanan, sampai sosial budaya,” ujar Lana.

Diskusi berlangsung dari pagi hingga sore, dengan pendekatan lintas sektor. Dari pengalaman liputan sebelumnya, pola seperti ini sering jadi titik temu antara idealisme organisasi dan realitas lapangan—terutama soal ekonomi keluarga yang masih jadi isu paling konkret.

Menariknya, forum ini juga membuka ruang bagi isu perlindungan perempuan, baik di ranah kerja maupun domestik. Lana memastikan masukan dari organisasi penguatan perempuan akan menjadi bagian penting dalam perumusan kebijakan.

UMKM dan Adaptasi Teknologi Jadi Sorotan

Di luar ruang forum, geliat ekonomi terlihat dari kehadiran pelaku UMKM. Produk-produk lokal dipamerkan, bahkan sebagian sudah menembus pasar internasional. Ini bukan sekadar pelengkap acara, melainkan bagian dari strategi penguatan ekonomi perempuan.

Saya sempat melihat pola serupa di beberapa forum ekonomi sebelumnya: UMKM sering jadi “wajah depan” pemberdayaan, tapi tantangannya tetap di akses pasar dan konsistensi produksi.

Simbol robot yang ditampilkan dalam forum juga menarik perhatian. Lana menjelaskan, itu menjadi pesan bahwa perempuan harus adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kalau ingin maju, kita harus mengikuti zaman,” katanya.

Pada akhirnya, forum ini tak bicara soal kesetaraan dalam narasi besar saja. PIM mencoba menekankan hal yang lebih praktis: bagaimana perempuan tetap berpikir maju, relevan, dan punya daya saing di tengah perubahan cepat.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Viral Pengakuan Mantan Santri Pati, Dugaan Pelecehan Terkuak


Duta Nusantara Merdeka | Pati 
Seorang mantan santri Pondok Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, mengungkap pengalaman pribadinya yang memicu perhatian publik. Pengakuan itu disampaikan setelah video kesaksiannya viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Perempuan yang meminta identitasnya disamarkan sebagai Sofi, warga Margorejo, mengaku pernah menjalani kehidupan di pondok sejak 2008. Ia menyebut awal masuk bukan semata untuk belajar agama.

Kronologi Awal dan Dugaan Praktik di Pondok

Sofi mengatakan dirinya diajak bergabung dengan dalih “perjuangan dakwah”. Namun dalam praktiknya, ia justru lebih banyak terlibat pekerjaan fisik seperti membangun mushola tanpa upah.

Menurutnya, beban ekonomi juga ditanggung keluarga. Orang tuanya bahkan menjual tanah demi memenuhi kebutuhan selama ia berada di pondok tersebut.

Cerita ini mengingatkan saya pada laporan lama soal relasi kuasa di lembaga tertutup. Polanya sering sama: loyalitas dibangun pelan, lalu berubah jadi ketergantungan.

Lebih jauh, Sofi menyebut adanya doktrin yang ia nilai menyimpang. Ia mengaku sempat percaya bahwa pimpinan pondok memiliki kemampuan khusus di luar nalar.

Namun seiring waktu, keyakinan itu mulai goyah. Ia mulai mempertanyakan praktik yang selama ini dianggap wajar di lingkungan pondok.

Dugaan Pelanggaran dan Dampak ke Publik

Bagian paling sensitif dari pengakuan itu adalah dugaan perilaku tidak pantas terhadap santriwati dan tamu perempuan. Sofi menyebut peristiwa itu terjadi di hadapan sejumlah orang.

“Dulu saya mengira itu bagian dari ajaran, tapi lama-lama terasa janggal,” ujarnya dalam kesaksian yang beredar.

Pengakuan ini memicu reaksi luas di media sosial. Sejumlah warganet mendesak aparat penegak hukum untuk menelusuri kebenaran di balik cerita tersebut.

Meski demikian, prinsip hukum tetap jelas. Setiap dugaan pelanggaran harus diuji melalui proses penyelidikan yang objektif dan transparan.

Pihak berwenang diharapkan segera melakukan klarifikasi dan pendalaman. Kesaksian korban, jika terbukti, bisa menjadi pintu masuk bagi pengungkapan yang lebih luas.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Skandal Kiai Pati: Korban Hamil Dipaksa Menikah


Duta Nusantara Merdeka | Pati
Kasus kiai Pati paksa nikah korban kembali mencuat setelah dugaan pencabulan puluhan santriwati di Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah, terkuak. Oknum pimpinan pesantren berinisial A diduga melakukan kekerasan seksual sejak beberapa tahun terakhir.

Peristiwa ini dilaporkan ke polisi pada 2024, namun hingga kini pelaku belum ditahan. Polisi menyebut statusnya telah menjadi tersangka, sementara penyidikan masih berjalan untuk melengkapi bukti.

Modus Ancaman dan Dugaan Puluhan Korban

Kuasa hukum korban, Ali Yusron, menyebut jumlah korban berkisar 30 hingga 50 santriwati. Mayoritas merupakan anak yatim dan berasal dari keluarga tidak mampu.

Mereka tinggal di pesantren tanpa biaya, kondisi yang diduga dimanfaatkan pelaku untuk menekan korban. Ancaman dikeluarkan dari pondok menjadi alat kontrol utama.

“Korban antara kelas 1 sampai kelas 3 SMP. Baru satu yang kami dampingi, tapi sudah membuka jalan bagi korban lain,” ujar Ali Yusron, Rabu (29/4/2026).

Modusnya berulang. Pelaku menghubungi korban lewat pesan singkat tengah malam, meminta ditemani di kamar. Penolakan berujung ancaman.

“Kalau tidak menurut, akan dikeluarkan dari pondok,” kata Ali menjelaskan keterangan korban.

Korban Hamil, Dipaksa Menikah untuk Tutupi Jejak

Dalam salah satu kasus, korban dilaporkan hamil. Ali Yusron menyebut pelaku kemudian memaksa korban menikah dengan santri laki-laki untuk menutup jejak.

Praktik ini diduga menjadi bagian dari pola sistematis, bukan insiden tunggal. Bahkan, dalam satu malam, pelaku disebut menyasar lebih dari satu korban.

“Dalam BAP ada dua lokasi, di bedeng dan kamar dekat istrinya,” ujar Ali.

Situasi ini menunjukkan bukan hanya pelanggaran moral, tetapi dugaan kejahatan terstruktur yang berlangsung lama tanpa terdeteksi.

Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, memastikan status hukum pelaku telah naik menjadi tersangka. Namun, hingga kini belum dilakukan penahanan.

“Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka, namun belum ditahan. Penyidik masih melengkapi alat bukti,” kata AKP Mujahid.

Polisi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mengambil tindakan sendiri. Namun di lapangan, desakan publik agar proses hukum dipercepat terus menguat.

Kasus ini menyisakan pertanyaan besar: bagaimana praktik seperti ini bisa berlangsung bertahun-tahun tanpa pengawasan memadai?

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kompolnas Pindah Kantor, Akses Publik Kian Terbuka


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Djamari Chaniago bersama Listyo Sigit Prabowo meresmikan kantor baru Komisi Kepolisian Nasional di Gedung Graha Sentana, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). Relokasi ini ditujukan untuk memperkuat fungsi pengawasan Polri sekaligus membuka akses publik lebih luas.

Perpindahan dari lokasi lama di sekitar Mabes Polri ke kawasan yang lebih terbuka dinilai sebagai langkah strategis. Publik kini diharapkan lebih leluasa menyampaikan laporan tanpa beban psikologis.

Kompolnas Perkuat Fungsi Pengawasan dan Akses Publik

Menurut Djamari Chaniago, perubahan lokasi bukan sekadar pindah gedung. Ini sinyal penataan ulang cara kerja lembaga pengawas kepolisian agar lebih independen dan responsif.

“Hari ini saya bersama Pak Kapolri meresmikan penggunaan kantor baru untuk Kompolnas. Tujuannya supaya masyarakat dapat datang dengan lebih leluasa dan tidak ragu menyampaikan laporan terkait Polri,” ujarnya.

Saya pernah menemui warga yang ragu melapor karena lokasi kantor dianggap “terlalu dekat” dengan institusi yang diawasi. Kekhawatiran seperti itu bukan hal sepele—dan relokasi ini tampaknya mencoba menjawab itu.

Menko Polkam menekankan, fungsi Kompolnas sebagai pemberi pertimbangan kepada Presiden sekaligus pengawas Polri menuntut standar profesionalisme lebih tinggi. Infrastruktur, menurutnya, harus sejalan dengan ekspektasi publik yang terus meningkat.

Dorongan Profesionalisme dan Integritas Polri

Listyo Sigit Prabowo menilai kehadiran kantor baru akan memperkuat posisi Kompolnas sebagai mitra strategis. Ia berharap pengawasan menjadi lebih tajam namun tetap konstruktif.

“Tentunya dengan keberadaan gedung yang baru ini akan membuat Kompolnas semakin independen sebagai mitra strategis Polri,” kata Kapolri.

Sementara itu, Komisioner M. Choirul Anam menyoroti aspek koordinasi. Menurutnya, lokasi baru memungkinkan respons lebih cepat terhadap aduan masyarakat.

“Yang paling penting adalah semua orang mengetahui bahwa kantor Kompolnas telah pindah dan kini memiliki kantor baru,” ujarnya.

Dalam konteks lebih luas, langkah ini tak bisa dilepaskan dari tekanan publik terhadap reformasi Polri. Isu transparansi, akuntabilitas, hingga etika aparat masih menjadi sorotan.

Tantangan Ke Depan: Ekspektasi Publik dan Reformasi Berkelanjutan

Pemerintah menyadari dinamika sosial dan teknologi membuat tuntutan publik terhadap penegakan hukum semakin tinggi. Kompolnas berada di titik krusial untuk memastikan reformasi berjalan konsisten.

Menko Polkam mengingatkan bahwa integritas adalah kunci. Tanpa itu, gedung baru hanya akan menjadi simbol tanpa makna.

Di tengah derasnya kritik terhadap institusi penegak hukum, langkah kecil seperti relokasi kantor bisa menjadi awal perubahan—asal diikuti konsistensi kerja.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Mahfud MD: Etika dan Logika Jadi Fondasi Putusan Hakim


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Mahfud MD menegaskan pentingnya etika dan logika dalam putusan hakim saat memberi materi dalam Pendidikan Filsafat dan Keadilan bagi hakim seluruh Indonesia, Selasa (5/5/2026), secara daring. Ia menilai masih ada kejanggalan putusan akibat lemahnya dua aspek tersebut.

Dalam forum yang digelar BSDK Mahkamah Agung itu, Mahfud menekankan bahwa hakim tidak cukup hanya menerapkan hukum, tetapi juga dituntut mampu menemukan hingga membentuk hukum dalam kondisi tertentu.

Etika dan Logika Jadi Fondasi Putusan Hakim

Mahfud memotret persoalan klasik yang kerap muncul di ruang sidang: putusan yang terasa janggal di mata publik. Ia menyebut akar masalahnya sering kali bukan pada aturan, melainkan cara berpikir hakim.

Ia menjelaskan, logika hukum harus dibangun dengan metode yang tepat—deduktif, induktif, hingga abduktif. Tanpa itu, putusan berpotensi tergelincir dalam kesalahan berpikir atau logical fallacy.

“Kesalahan logika ini tidak selalu soal ketidaktahuan. Bisa juga karena faktor psikologis atau bahkan kepentingan tertentu yang koruptif,” ujar Mahfud.

Dalam pengalaman liputan pengadilan, situasi seperti ini bukan hal baru. Pernah satu perkara sederhana berubah rumit hanya karena konstruksi logika yang dipaksakan. Putusan akhirnya sah secara formal, tapi terasa janggal secara nalar.

Integritas Hakim dan Tekanan di Balik Putusan

Mahfud menegaskan, legitimasi putusan hakim tidak hanya ditentukan kecerdasan hukum, tetapi juga integritas moral. Dua hal ini, menurutnya, harus berjalan beriringan.

Ia mengaitkan hal tersebut dengan teori Gustav Radbruch tentang tiga tujuan hukum: kepastian, keadilan, dan kemanfaatan. Ketiganya harus dijaga seimbang, bukan dipilih salah satu.

Di sisi lain, tekanan terhadap hakim juga tidak kecil. Mulai dari kekuasaan, opini publik, hingga kepentingan pribadi sering kali menguji independensi mereka.

Mahfud mengingatkan bahwa kode etik menjadi benteng terakhir. Tanpa itu, kepercayaan publik terhadap peradilan bisa runtuh perlahan.

“Saya jadi ingat satu hakim senior yang pernah berkata, ‘putusan itu bukan cuma soal benar atau salah, tapi soal bisa dipertanggungjawabkan atau tidak.’ Di situlah integritas diuji,” kata seorang peserta diskusi yang mengikuti acara tersebut.

Mahfud menutup pesannya dengan penegasan sederhana namun tajam: “Kuatkan logika, hayati etika, dan jauhi logical fallacy. Dengan itu, hakim akan mampu menghasilkan putusan yang adil, berwibawa, dan dipercaya masyarakat.”

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Kodam XIX Genjot Pembangunan KDKMP, Progres Tembus 1.124 Titik


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kodam XIX/Tuanku Tambusai mempercepat pembangunan program KDKMP di seluruh wilayah jajarannya. Hingga Senin, 4 Mei 2026, sebanyak 181 titik sudah rampung, sementara 943 lainnya masih berjalan menuju target 1.235 titik pada akhir Juli 2026.

Paparan perkembangan itu dipimpin Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan di Ruang Yudha Makodam. Forum ini sekaligus menjadi alat kontrol untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana, baik dari sisi waktu maupun kualitas.

Percepatan Proyek KDKMP Mulai Terlihat

Dalam pemaparan internal, progres pembangunan KDKMP disebut menunjukkan tren positif. Angka capaian yang sudah menembus ratusan titik selesai menjadi indikator awal bahwa ritme kerja di lapangan mulai stabil.

Namun, pekerjaan belum ringan. Lebih dari 70 persen titik masih dalam tahap pengerjaan. Ini berarti tekanan terhadap koordinasi antar satuan masih tinggi, terutama dalam menjaga distribusi tenaga dan material.

Saya teringat obrolan dengan seorang perwira lapangan beberapa tahun lalu. Ia bilang, proyek seperti ini bukan sekadar soal membangun fisik, tapi menjaga ritme tim di lapangan. Sekali koordinasi goyah, progres bisa langsung melambat.

Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan menegaskan hal serupa. “Sinergi antar satuan menjadi kunci utama dalam mendukung keberhasilan program,” ujarnya dalam forum tersebut.

Kualitas dan Lahan Jadi Titik Kritis

Selain progres fisik, perhatian juga diarahkan pada kesiapan lahan di tiap wilayah Kodim. Ini sering jadi bottleneck yang tak terlihat di atas kertas, tapi terasa di lapangan.

Distribusi pelaksanaan juga dievaluasi untuk memastikan tidak ada ketimpangan antar wilayah. Kodim dengan progres lambat akan menjadi fokus pengawasan berikutnya.

Kasdam mengingatkan bahwa percepatan tidak boleh mengorbankan kualitas. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat, ketepatan waktu, dan hasil akhir yang benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat.

Pendekatan ini masuk akal. Dalam banyak proyek pembangunan, masalah biasanya bukan pada target, tapi pada konsistensi eksekusi. Tanpa kontrol yang rapi, angka progres bisa terlihat bagus, tapi hasilnya tidak bertahan lama.

Evaluasi Jadi Kunci Menjaga Arah

Forum paparan ini bukan sekadar laporan rutin. Ia berfungsi sebagai alat evaluasi sekaligus navigasi agar program tetap berada di jalur yang tepat.

Kodam XIX mencoba memastikan setiap tahapan berjalan efektif dan terukur. Targetnya bukan hanya selesai tepat waktu, tapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat di wilayahnya.

Dengan waktu yang tersisa hingga Juli 2026, tantangan berikutnya adalah menjaga momentum. Karena dalam proyek besar seperti KDKMP, yang paling sulit bukan memulai—melainkan konsisten sampai garis akhir.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Dony Oskaria: Kunci Transformasi Perusahaan Ada di CEO


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan peran CEO sebagai penentu arah transformasi perusahaan dalam agenda Danantara CEO Program angkatan I, Senin (4/5/2026).

Dalam forum tersebut, ia menekankan bahwa keberhasilan transformasi perusahaan sangat bergantung pada kemampuan pemimpin membaca kondisi saat ini sekaligus merancang masa depan organisasi.

Peran CEO Transformasi Perusahaan Jadi Penentu Arah

Menurut Dony, seorang CEO tidak cukup hanya memahami situasi bisnis saat ini. Ia harus mampu menyusun gambaran masa depan perusahaan secara konkret dan terukur.

“Seorang CEO dia harus tau current situation daripada companynya dan dia mendesign future outlook daripada perusahaannya,” ujarnya.

Visi, kata dia, bukan sekadar slogan. Ia harus lahir dari pemahaman mendalam, lalu dikomunikasikan dengan jelas agar dipahami seluruh lapisan organisasi.

Lebih lanjut, Dony menekankan, transformasi yang berhasil selalu dimulai dari clarity—kejelasan arah—yang diturunkan secara sistematis ke seluruh tim.

Kombinasi Top-Down dan Buy-In Jadi Kunci

Lebih jauh, Dony menyebut perubahan tidak bisa hanya mengandalkan instruksi dari atas. Diperlukan proses “buy-in” agar seluruh organisasi merasa memiliki agenda transformasi.

“Perubahan hanya dapat dilakukan dengan dua cara. Nomor satu adalah top down approach. Orang berubah karena top down. Tetapi at the same time perubahan itu harus dikomunikasikan untuk melakukan buy-in proses,” jelasnya.

Pendekatan ini menuntut komunikasi intensif. Tanpa itu, kebijakan hanya berhenti di level dokumen, tidak pernah benar-benar dijalankan.

Dony juga menyoroti tingginya tingkat kegagalan transformasi perusahaan. Ia menyebut sekitar 70 persen inisiatif transformasi berujung gagal.

“Key-nya apa? Pemimpin. Kalau dia tidak mampu memimpin sendiri eksekusi daripada transformasi yang dilakukan, transformasi akan fail,” tegasnya.

Pengalaman di lapangan menunjukkan hal serupa. Banyak program ambisius berhenti di tengah jalan karena pemimpin tidak hadir dalam eksekusi.

Karena itu, BP BUMN dan Danantara Indonesia mendorong penguatan kepemimpinan di BUMN. Fokusnya bukan hanya strategi, tetapi konsistensi eksekusi dan komunikasi yang berkelanjutan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Peringati Hardiknas, Polda Metro Jaya Kerahkan 3.545 Personel


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Polda Metro Jaya menyiapkan 3.545 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Personel disebar di sejumlah titik strategis seperti Monumen Nasional, Gedung DPR/MPR RI, hingga kantor kementerian pendidikan guna memastikan aksi berjalan aman dan tertib.

Pengamanan Aksi Hardiknas 2026 Diperkuat

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyebut total kekuatan melibatkan 3.351 personel Polda, 176 dari Polres, serta dukungan tambahan lainnya.

“Polda Metro Jaya menyiapkan 3.545 personel pelayanan,” ujar Budi dalam keterangannya.

Pengamanan difokuskan pada pendekatan humanis. Polisi diminta mengedepankan komunikasi persuasif agar massa dapat menyampaikan aspirasi tanpa gesekan berarti.

Pendekatan ini bukan hal baru. Dalam beberapa aksi sebelumnya, strategi serupa cukup efektif menekan potensi konflik, meski tetap bergantung pada dinamika massa di lapangan.

Karena itu, arahan internal kali ini cukup jelas: pengamanan bukan sekadar menjaga, tapi juga melayani.

Rekayasa Lalu Lintas dan Imbauan untuk Massa

Selain pengamanan, polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional. Skema ini akan diterapkan di kawasan rawan kepadatan seperti Jalan Medan Merdeka, Patung Kuda, dan Gatot Subroto.

Langkah ini penting mengingat aksi Hardiknas biasanya menarik massa besar dan berdampak langsung pada mobilitas warga ibu kota.

Masyarakat diminta menyesuaikan rute perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Polisi juga disiagakan untuk mengurai kemacetan jika terjadi lonjakan massa.

Di sisi lain, peserta aksi diimbau menjaga ketertiban. Polisi menegaskan aksi damai adalah hak konstitusional, namun harus tetap memperhatikan keamanan bersama.

“Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak yang dilindungi undang-undang,” kata Budi.

Namun, ia mengingatkan agar peserta tidak membawa benda berbahaya atau mudah terprovokasi. Stabilitas situasi menjadi prioritas utama selama peringatan Hardiknas 2026.

Pada akhirnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya ditentukan jumlah personel. Kedisiplinan massa dan komunikasi dua arah menjadi faktor yang sama pentingnya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kemenimipas Tindak 774 Kasus, Disiplin ASN Diperketat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mencatat 774 kasus pelanggaran disiplin ASN hingga 24 April 2026. Inspektur Jenderal Yan Sultra I. menegaskan penindakan dilakukan tegas, objektif, dan transparan di Jakarta, Kamis (29/4/2026).

Dalam periode kepemimpinan Menteri Agus Andrianto, pelanggaran itu berujung pada 212 hukuman ringan, 341 sedang, 159 berat, dan 62 kasus masih diproses. Sebanyak 71 pegawai bahkan diberhentikan.

Penindakan Disiplin ASN Kemenimipas Menguat

Data internal menunjukkan pelanggaran paling banyak dilakukan pegawai lini depan. Mereka bertugas langsung dalam pelayanan publik dan pengamanan, dua sektor paling rawan penyimpangan.

Menariknya, pelanggaran tidak hanya datang dari level bawah. Pejabat struktural mulai Eselon IV hingga Kepala Kantor Wilayah juga ikut terseret dalam penindakan disiplin.

Secara demografi, kelompok usia 30–40 tahun dengan golongan II dan III mendominasi pelanggaran. Ini mengindikasikan masalah bukan sekadar senioritas, tetapi kultur kerja.

Saya teringat obrolan singkat dengan seorang pegawai lapas beberapa waktu lalu. Ia bilang tekanan kerja sering membuat batas etika terasa “abu-abu”. Data Kemenimipas tampaknya mengonfirmasi cerita itu.

Irjen Yan Sultra menegaskan, seluruh proses merujuk pada PP Nomor 94 Tahun 2021. “Sanksi harus sebanding dengan tingkat kesalahan,” ujarnya.

Pembinaan dan Pencegahan Jadi Kunci

Selain penindakan, Kemenimipas menjalankan pembinaan mental terhadap 365 pegawai di Nusakambangan. Program ini diarahkan untuk memperbaiki perilaku dan memperkuat integritas.

Pendekatan pencegahan juga diperluas melalui penguatan SDM, penerapan SPIP, manajemen risiko, hingga sistem peringatan dini berbasis LHKPN dan pola hidup pegawai.

Zona Integritas dan Unit Kepatuhan Internal juga dioptimalkan. Tujuannya sederhana: mencegah pelanggaran sebelum terjadi, bukan sekadar menghukum setelahnya.

Di sisi lain, publik diminta ikut mengawasi lewat kanal SP4N Lapor, PANTAU IMIPAS, dan Whistle Blowing System. Transparansi menjadi taruhan utama.

“Kami pastikan tidak ada toleransi dan tidak ada perlindungan bagi pelanggar,” kata Yan Sultra.

Langkah ini penting. Tanpa pengawasan publik, reformasi birokrasi sering berhenti di atas kertas. Kemenimipas tampaknya mencoba keluar dari pola lama itu.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Gotong Royong Pendidikan Nasional, Strategi Baru Mendikdasmen


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan gotong royong sebagai strategi utama mempercepat transformasi pendidikan nasional di Taman Ismail Marzuki, Sabtu (2/5/2026).

Dalam forum BelajaRaya, ia menyoroti kolaborasi lintas kementerian dan partisipasi publik untuk mendukung program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran di seluruh Indonesia.

Gotong Royong Jadi Motor Transformasi Pendidikan Nasional

Menurut Mu’ti, kompleksitas persoalan pendidikan tak lagi bisa ditangani pemerintah sendirian. Perlu keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan agar layanan pendidikan merata dan berkualitas.

“Gotong royong adalah kekuatan utama bangsa Indonesia. Dalam konteks pendidikan, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting,” ujarnya di Jakarta.

Program revitalisasi, kata dia, tidak sekadar memperbaiki bangunan sekolah. Fokus utamanya menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pembelajaran bermakna.

Saya teringat saat berkunjung ke sekolah pinggiran beberapa tahun lalu. Bangunannya berdiri, tapi suasananya kaku dan minim interaksi. Di titik itu, terlihat jelas bahwa kualitas belajar tidak hanya ditentukan tembok.

Mu’ti menegaskan, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan kualitas pembelajaran siswa.

Digitalisasi dan Kolaborasi Lintas Sektor Dipercepat

Selain revitalisasi, Kementerian mendorong digitalisasi pembelajaran melalui teknologi seperti Interactive Flat Panel (IFP). Tujuannya membuat proses belajar lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Dengan teknologi, pembelajaran jadi lebih menarik dan mudah dipahami,” kata Mu’ti.

Namun, ia juga mengingatkan tantangan baru di era keterbukaan informasi. Pemerintah harus mampu memilah aspirasi publik yang konstruktif dari sekadar “noise”.

“Kita harus bisa membedakan voice dan noise,” ujarnya.

Di forum yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyoroti program Sekolah Rakyat sebagai contoh nyata gotong royong lintas sektor untuk menjangkau anak dari keluarga kurang mampu.

“Intervensinya tidak hanya pada anak, tetapi juga keluarganya agar keluar dari siklus kemiskinan,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai praktik gotong royong sudah lama hidup di madrasah dan pesantren.

“Lembaga ini bertahan karena kekuatan kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Di ujung diskusi, pesan yang tersisa cukup jelas. Tanpa kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan publik, transformasi pendidikan berisiko berjalan setengah hati.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

HUT ke-80 Persit, Korem 031/WB Tanam Pohon di Pekanbaru


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Dalam rangka HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu bersama Ketua Persit Ny. Ester Sitepu memimpin penanaman pohon di kawasan wisata Danau Buatan, Rumbai Timur, Pekanbaru, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini melibatkan jajaran Korem dan anggota Persit sebagai bagian dari aksi nyata pelestarian lingkungan.

Aksi penghijauan ini bukan sekadar seremoni ulang tahun organisasi, melainkan respons terhadap isu lingkungan yang kian terasa, terutama di kawasan perkotaan seperti Pekanbaru yang menghadapi tekanan perubahan iklim.

Aksi Nyata di Tengah Ancaman Lingkungan

Korem 031/WB mengerahkan unsur pimpinan hingga anggota untuk turun langsung menanam pohon di area wisata Vanue Ski Air. Kegiatan ini menjadi simbol sekaligus langkah konkret menjaga keseimbangan ekosistem.

Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menegaskan, penanaman pohon harus dilihat sebagai investasi jangka panjang. “Penghijauan ini bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi investasi bagi keberlangsungan lingkungan hidup,” ujarnya.

Pernyataan itu terasa relevan. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Rumbai kerap menghadapi suhu yang meningkat dan kualitas udara yang fluktuatif. Penanaman pohon menjadi salah satu langkah mitigasi paling sederhana namun berdampak.

Peran Persit dan Komitmen Berkelanjutan

Ketua Persit KCK Koorcab Rem 031 PD XIX/TT Ny. Ester Sitepu menekankan peran organisasi dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Ia mengajak anggota Persit untuk konsisten menjaga kelestarian alam, tidak berhenti di kegiatan seremonial.

Kegiatan berlangsung dengan suasana gotong royong. Para peserta menanam pohon di beberapa titik strategis yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas lingkungan kawasan wisata.

Di lapangan, suasana terlihat cair. Tidak ada sekat antara pimpinan dan anggota. Semua memegang cangkul, menanam, dan menyiram. Momen seperti ini jarang terekspos, tapi justru memperlihatkan kerja kolektif yang sebenarnya.

Korem 031/Wira Bima menegaskan komitmen jangka panjang untuk mendukung lingkungan hijau di Pekanbaru. Tantangannya bukan hanya menanam, tetapi memastikan pohon-pohon itu tumbuh dan dirawat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini