Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Sabotase Siber Iran Jadi Alarm, RUU KKS Harus Dipercepat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dugaan sabotase siber terhadap infrastruktur internet Iran menjadi peringatan serius bagi Indonesia. Serangan yang disorot CNN Indonesia pada Minggu, 26 April 2026 itu dinilai menunjukkan bahwa perang digital kini bukan lagi gangguan teknis biasa, melainkan instrumen geopolitik yang bisa melumpuhkan negara.

Direktur The Indonesia Intelligence Institute, Ridlwan Habib, menilai pola serangan seperti backdoor dan botnet dapat tertanam sejak rantai pasok perangkat jaringan. Risiko serupa, kata dia, sangat mungkin terjadi di Indonesia yang masih bergantung pada Produk dengan Elemen Digital (PDED) impor.

Modus Senyap, Ancaman Besar

Saya pernah berbincang dengan seorang praktisi keamanan jaringan yang berkata sederhana: “Kadang ancaman paling berbahaya justru yang tidak berbunyi.” Kalimat itu terasa relevan ketika melihat kasus Iran.

Ridlwan Habib menjelaskan, serangan bisa disisipkan melalui perangkat jaringan sejak awal distribusi, lalu diaktifkan pada saat paling kritis.

Kerentanan ini menjadi alarm karena Indonesia masih memakai banyak perangkat impor yang belum sepenuhnya lolos audit keamanan nasional.

Ia menegaskan, audit menyeluruh dan deteksi anomali wajib dilakukan sebelum ancaman berubah menjadi krisis nasional.

Menanggapi hal itu, Ir. Soegiharto Santoso, SH (Hoky), Ketua Umum APKOMINDO dan APTIKNAS serta Sekretaris Jenderal PERATIN, menyebut insiden Iran sebagai wake-up call nyata.

“Apa yang terjadi di Iran benar merupakan wake-up call bagi kita semua. Ketergantungan terhadap perangkat impor tanpa pengawasan dan audit yang memadai dapat membuka celah serius terhadap keamanan nasional. Ini bukan sekadar isu teknis, melainkan menyangkut kedaulatan digital bangsa,” tegas Hoky.

RUU KKS Jadi Fondasi Pertahanan Siber Nasional

Ancaman siber kini tak lagi berhenti pada phishing atau ransomware. Serangan berbasis kecerdasan artifisial mulai menyasar Infrastruktur Informasi Kritikal (IIK).

Sektor energi, transportasi, telekomunikasi, kesehatan, hingga sistem keuangan menjadi target utama karena menyangkut hajat hidup masyarakat.

Gangguan pada sektor ini bisa memicu efek berantai terhadap stabilitas nasional. Karena itu, urgensi RUU KKS untuk keamanan siber nasional semakin sulit ditunda.

“Tanpa landasan hukum yang kuat, akselerasi ekonomi digital Indonesia akan terus dibayangi risiko asimetris yang besar. Kehadiran RUU KKS adalah kebutuhan strategis yang tidak bisa ditawar,” ujar Hoky.

RUU Keamanan dan Ketahanan Siber diproyeksikan melindungi transaksi digital masyarakat, memperkuat IIK, menumbuhkan kepercayaan investor, serta mendorong standar keamanan nasional bagi PDED.

Pemerintah telah mengirimkan Surpres ke DPR RI. APKOMINDO, APTIKNAS, dan PERATIN menyambut langkah itu sebagai prioritas nasional.

Dari Reaktif ke Antisipatif

Indonesia, kata Hoky, harus berhenti hanya bereaksi setelah serangan terjadi.

Langkah yang dibutuhkan adalah audit keamanan menyeluruh, penguatan deteksi dini, sinergi antar-lembaga seperti BSSN, Komdigi, BIN, TNI, dan aparat hukum, serta pengembangan teknologi dalam negeri.

“RUU KKS akan menjadi perisai utama dalam memastikan bahwa kedaulatan digital Indonesia tidak dapat disandera oleh dinamika global,” kata Hoky.

Di tengah transformasi digital yang terus melaju, regulasi ini bukan sekadar dokumen hukum. Ia adalah pagar pertama agar ruang digital Indonesia tetap aman dan berdaulat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Baru Tiga Hari Menikah, Istri Kabur Karena Gaji Suami Rp3,9 Juta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pernikahan yang baru seumur jagung antara Duong Gia Minh dan Truong Le justru berujung pahit. Baru tiga hari setelah resmi menikah, sang istri memilih meninggalkan rumah setelah mengetahui penghasilan suaminya hanya 1.800 Yuan atau sekitar Rp3,9 juta per bulan.

Kisah ini menjadi sorotan publik karena pasangan tersebut sebenarnya sudah menjalin hubungan selama tiga tahun. Namun, keduanya ternyata belum benar-benar saling mengenal, bahkan hanya empat kali bertemu sebelum akhirnya memutuskan menikah.

Pernikahan Cepat karena Desakan Keluarga

Duong Gia Minh dan Truong Le sepakat menikah bukan semata karena hubungan yang matang, melainkan karena tekanan keluarga. Truong Le disebut mulai didesak untuk segera memiliki pasangan hidup.

Situasi serupa juga dialami Duong. Ia merasa mereka bisa langsung membangun rumah tangga meski cinta belum sepenuhnya tumbuh. Dalam banyak kasus, keputusan seperti ini memang sering terlihat sederhana di awal, tetapi rumit saat dijalani.

Saya pernah mendengar cerita serupa dari seorang teman lama. Ia bilang, urusan menikah sering kali bukan soal pesta atau foto prewedding, melainkan soal kesiapan menghadapi kenyataan setelah tamu pulang.

Truong Le akhirnya setuju. Pernikahan pun berlangsung, tetapi masalah justru muncul pada malam pertama.

Penghasilan Jadi Titik Balik Rumah Tangga

Pada malam pernikahan, Truong Le baru menanyakan berapa penghasilan suaminya. Pertanyaan yang seharusnya dibicarakan jauh sebelum akad itu justru muncul saat semuanya sudah terlambat.
Duong mengaku sempat ragu menjawab. Namun akhirnya ia berkata jujur.

“Aku adalah pekerja musiman di perusahaan, gajiku 1.800 Yuan (Rp3,9 juta) sebulan,” katanya.

Jawaban itu membuat istrinya terkejut. Ia tidak menyangka penghasilan suaminya jauh di bawah ekspektasi. Malam itu, Truong Le menolak melayani suaminya dengan alasan sedang tidak enak badan.

Tiga hari kemudian, ia mulai mengemas barang-barangnya. Awalnya, ia mengaku hanya ingin pulang menemui orang tuanya. Namun, ia tak pernah kembali.

Rumah Jadi Syarat untuk Bertahan

Duong terus membujuk istrinya agar pulang. Sebulan berlalu, ia meminta agar mereka tidak terus hidup terpisah. Namun jawaban yang diterimanya justru lebih menyakitkan.
“Kamu bahkan tidak bisa membelikanku rumah. Di mana aku akan tinggal?” kata Truong.

Kalimat itu menjadi titik sadar bagi Duong. Ia mulai berpikir untuk memiliki rumah demi mempertahankan pernikahan mereka.

Ia bahkan memutuskan tinggal di rumah keluarga mertuanya. Namun upaya itu tak berhasil. Sang istri kembali pergi dan memilih tinggal di rumah pamannya.

Situasi itu terus berlangsung hingga setahun kemudian. Pernikahan yang dibangun dengan tergesa akhirnya berjalan tanpa arah.

Kadang, masalah rumah tangga bukan datang dari kurangnya cinta, melainkan dari percakapan penting yang terlambat dilakukan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Daycare Little Aresha Jogja Digerebek, Dugaan Kekerasan Anak Diusut Polisi

Duta Nusantara Merdeka | Yogyakarta 
Tempat penitipan anak semestinya menjadi ruang paling aman setelah rumah. Namun di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, kepercayaan itu justru retak.

Pada Jumat sore, 24 April 2026, aparat kepolisian menggerebek daycare tersebut setelah muncul dugaan penganiayaan terhadap balita yang dititipkan di sana. Garis polisi dipasang. Sejumlah pengelola, termasuk pengurus dan pengasuh, dibawa untuk dimintai keterangan.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Namun bagi para orang tua, luka kepercayaan itu sudah telanjur terbuka.

Menitipkan anak ke daycare bukan sekadar urusan administrasi harian. Itu soal menyerahkan rasa aman kepada orang lain. Banyak orang tua berangkat kerja setiap pagi dengan satu harapan sederhana: anak mereka pulang dalam keadaan baik.

Karena itu, ketika kabar penggerebekan menyebar, kepanikan datang lebih cepat daripada penjelasan resmi.

Noorman, salah satu orang tua sekaligus saksi, mengaku pertama kali mengetahui kabar itu dari rekan istrinya yang juga menitipkan anak di tempat yang sama.

“Sekitar jam 2 siang ke atas, istri saya dihubungi rekannya yang sama-sama penitipan anak di sana, menginfokan bahwa ada penggerebekan,” kata Noorman.

Setelah menerima informasi itu, istrinya langsung menjemput anak mereka. Saat Noorman tiba pada sore hari, lokasi sudah dipenuhi orang tua dan polisi.

Ia bahkan mengaku sempat diperlihatkan video oleh pihak kepolisian saat proses penggerebekan berlangsung.

“Ternyata anak-anak itu diperlakukan tidak manusiawi selama dititipkan di sana,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi titik paling mengganggu dalam kasus ini. Sebab kekerasan terhadap anak sering kali tidak datang dalam bentuk yang langsung terlihat. Ia bersembunyi di balik rutinitas, senyum pengasuh, dan asumsi orang tua bahwa semua baik-baik saja.

Aldewa, orang tua lain asal Mergangsan, mengaku anaknya yang berusia tiga tahun sudah lebih dari enam bulan dititipkan di daycare tersebut.

Sekitar sepekan lalu, ia melihat lebam di lutut kanan anaknya. Saat itu ia mengira sang anak hanya terjatuh saat bermain.

“Kalau pagi mau berangkat itu selalu nangis. Saya kira biasa, anak kecil memang kadang takut,” katanya.

Kalimat itu terdengar biasa, bahkan lazim dalam kehidupan orang tua. Tetapi dalam banyak kasus kekerasan pada anak, tanda-tanda awal memang sering dianggap normal: tangisan saat berangkat, perubahan perilaku, tubuh yang mendadak mudah memar.

Yang paling menyayat datang dari pengakuan Sri, warga Kotagede. Ia mengatakan cucunya yang berusia empat tahun pernah bercerita dikunci di kamar mandi oleh pengasuh.

“Terus dia katanya dimasukkan ke kamar mandi, dikunci di kamar mandi,” ujar Sri.

Ia juga pernah melihat pipi cucunya memerah saat dijemput. Namun sang cucu enggan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

“Kalau ketemu baik sekali, tidak kelihatan ada apa-apa. Tapi ya saya kesel sekali kalau itu benar,” katanya.

Di sinilah persoalan menjadi lebih besar dari sekadar satu daycare. Ini menyentuh lemahnya pengawasan terhadap lembaga penitipan anak yang tumbuh cepat di tengah kebutuhan keluarga urban.

Daycare bukan sekadar bisnis jasa. Ia adalah ruang pengasuhan. Dan ketika ruang itu gagal menjaga martabat anak, maka yang runtuh bukan hanya reputasi satu tempat, tetapi kepercayaan publik secara keseluruhan.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, membenarkan penggerebekan tersebut.

“Benar, Satuan Reserse Polresta Jogja tadi sore baru saja melakukan penggerebekan sebuah tempat penitipan anak di daerah Umbulharjo,” katanya.

Menurut Adrian, polisi menduga ada oknum pengelola daycare yang melakukan perlakuan salah, penelantaran, hingga kekerasan terhadap anak.

Frasa “oknum” memang sering dipakai dalam setiap kasus serupa. Namun publik berhak menuntut lebih dari sekadar istilah itu. Sebab jika pengawasan internal lemah, jika prosedur perlindungan anak tidak berjalan, maka masalahnya bukan hanya pada satu orang, melainkan pada sistem yang membiarkan itu terjadi.

Hari ini para orang tua menunggu satu hal: kejelasan.

Mereka tidak hanya ingin pelaku diproses hukum, tetapi juga memastikan ruang aman bagi anak tidak berubah menjadi tempat paling menakutkan.

Sebab bagi orang tua, meninggalkan anak di daycare seharusnya tidak pernah menjadi keputusan yang harus disertai rasa curiga.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

APTIKNAS Dorong Perusahaan TIK Go Public Lewat Workshop BEI


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) dan Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) bersama Bursa Efek Indonesia menggelar workshop go public untuk mendorong perusahaan TIK masuk pasar modal.

Kegiatan bertajuk “Go Big with Go Public: From Technology Excellence to Public Markets” itu berlangsung di Main Hall BEI Jakarta, Rabu (15/04/2026), dan diikuti sekitar 100 anggota APTIKNAS serta APKOMINDO.

Di tengah geliat ekonomi digital, banyak perusahaan teknologi tumbuh cepat, tetapi sering tersendat saat bicara tata kelola. Produk bagus belum tentu siap masuk bursa.

Saya pernah berbincang dengan pelaku startup yang mengaku lebih pusing mengurus audit dibanding mencari pelanggan baru. Di situlah tantangan sebenarnya dimulai.

Ketua Umum APTIKNAS sekaligus APKOMINDO, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. atau Hoky, menegaskan bahwa go public bukan sekadar mencari pendanaan.

“Go public adalah lompatan strategis dari keunggulan teknologi menuju kredibilitas global. Ini bukan hanya tentang memperoleh pendanaan, tetapi juga tentang membangun tata kelola yang baik,” ujar Hoky.

Bursa Efek Indonesia Nilai Sektor Teknologi Siap IPO

Wakil Direktur Bursa Efek Indonesia, Listyorini Dian Pratiwi, mengatakan sektor teknologi menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan pasar modal Indonesia ke depan.

Menurut dia, banyak perusahaan TIK lokal sebenarnya sudah layak melantai di bursa, tetapi masih membutuhkan pendampingan dalam proses menuju IPO.

“Perusahaan teknologi memiliki peluang besar untuk berkembang melalui pasar modal. BEI berkomitmen mendampingi perusahaan dalam setiap tahapan,” kata Listyorini.

Yan Hendrick Simorangkir dari Bursa Efek Indonesia menambahkan, tantangan terbesar sering muncul pada aspek administrasi dan pelaporan keuangan.

Banyak perusahaan unggul dari sisi produk, namun belum siap dalam transparansi dan akuntabilitas yang menjadi syarat utama perusahaan terbuka.

Enam Agenda Strategis APTIKNAS 2026 Jadi Penguat

Selain workshop IPO, APTIKNAS juga memaparkan enam agenda strategis nasional 2026 yang sebelumnya telah disampaikan kepada Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.

Agenda itu mencakup National Cybersecurity Connect 2026, ASOCIO Digital AI Summit 2026, Indonesia Game Experience, Warkop Digital, Roadshow Teknologi 10 Kota, dan Mall APTIKNAS.

Hoky menilai transformasi digital Indonesia tidak boleh berjalan setengah-setengah. Talenta, keamanan siber, teknologi, hingga akses pasar harus bergerak bersamaan.

“Digitalisasi membuka peluang ekonomi yang sangat besar, namun juga menghadirkan risiko seperti serangan siber dan kejahatan digital,” ujarnya.

Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk, Patrick Dannacher, yang telah membawa perusahaannya go public, mengatakan perubahan budaya organisasi menjadi tantangan terbesar.

Namun manfaatnya jauh lebih besar, mulai dari akses pendanaan yang luas hingga meningkatnya kredibilitas perusahaan di mata investor.

Lewat sinergi APTIKNAS, APKOMINDO, dan Bursa Efek Indonesia, perusahaan TIK Indonesia didorong tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh sebagai pemain global yang kompetitif.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Camping Kebangsaan Mahasiswa Riau Soroti Karhutla dan Narkoba


Duta Nusantara Merdeka | Kampar
Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Riau kembali digerakkan lewat jalur mahasiswa. Tumbuh Institute menggelar Camping Kebangsaan Mahasiswa Riau di kawasan Rimbang Baling pada 25–26 April 2026.

Sekitar 150 mahasiswa dari BEM dan organisasi Cipayung Plus se-Provinsi Riau hadir dalam kegiatan bertema “Bersama Wujudkan Green Policing, Green Generation, dan Cegah Karhutla”.

Bagi warga Riau, karhutla bukan sekadar berita musiman. Banyak orang masih ingat pekatnya asap yang membuat sekolah diliburkan dan anak-anak memakai masker bahkan sebelum pandemi datang.

Karena itu, isu karhutla selalu terasa personal. Bukan hanya soal hutan terbakar, tapi juga soal napas, ekonomi, dan masa depan daerah.

Head of Tumbuh Foundation, Azairus Adlu, mengatakan forum ini sengaja dibuat sebagai ruang diskusi yang jujur dan reflektif antara mahasiswa, aparat, dan masyarakat sipil.

“Karhutla bukan hanya soal lingkungan, ini soal kesehatan, ekonomi, dan kepercayaan publik terhadap tata kelola negara. Karena itu, kami ingin menghadirkan ruang di mana semua pihak bisa duduk bersama,” ujar Azairus.

Karhutla dan Narkoba Dinilai Berasal dari Akar yang Sama

Azairus menilai ancaman besar bagi masa depan Riau bukan hanya karhutla, tetapi juga narkoba yang merusak generasi muda dari dalam.

“Narkoba menghancurkan manusia, karhutla menghancurkan ruang hidup manusia. Keduanya lahir dari akar yang sama, yaitu keserakahan dan pembiaran,” katanya.

Menurut dia, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan karena punya daya kritis, pengaruh sosial, dan akses pengetahuan yang luas.

Karena itu, keterlibatan mahasiswa tidak bisa lagi sekadar musiman. Gerakan pencegahan karhutla dan pemberantasan narkoba harus dibangun secara terorganisir dan berkelanjutan.

Kapolda Riau Ingatkan Siklus Karhutla Besar

Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu malam melalui api unggun kebangsaan yang menghadirkan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung, dan aktivis HAM Hurriah.

Kapolda Riau mengingatkan daerah itu berpotensi menghadapi siklus karhutla besar seperti yang pernah terjadi pada 1997. Karena itu, kesiapan semua pihak menjadi hal mendesak.

“Masalah seperti karhutla dan narkoba tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah atau kepolisian. Harus ada kolaborasi, mulai dari hulu melalui edukasi hingga hilir melalui penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tidak ada toleransi bagi anggota kepolisian yang terlibat jaringan narkoba.

Sementara itu, Rocky Gerung menyebut karhutla sebagai bagian dari krisis ekologis global. Menurut dia, persoalan lingkungan tak bisa lagi dilihat secara sempit.

“Kita tidak sedang hanya membicarakan Riau atau Indonesia, tetapi masa depan bumi. Bumi ini satu-satunya kapal yang kita miliki,” ujarnya.

Hurriah menambahkan, karhutla juga merupakan persoalan hak asasi manusia karena berkaitan langsung dengan hak masyarakat atas udara bersih dan lingkungan sehat.

Ia meminta mahasiswa memperkuat gerakan lewat riset dan advokasi kebijakan. “Tanpa data, gerakan akan mudah dipatahkan,” katanya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Panglima TNI Hadiri Silaturahmi Purnawirawan, Fokus Kedaulatan RI


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri acara Silaturahmi Purnawirawan TNI yang dipimpin Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta Pusat, Jumat (24/04/2026).

Dalam forum itu, hadir pula Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, serta Kasau Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

Pertemuan ini bukan sekadar agenda seremonial. Di tengah dinamika geopolitik yang makin rumit, ruang dialog antara TNI aktif dan para purnawirawan menjadi penting untuk menjaga arah pertahanan nasional tetap konsisten.

Saya pernah mendengar seorang purnawirawan mengatakan, ancaman negara sering kali datang bukan saat perang terlihat jelas, tetapi ketika kewaspadaan mulai longgar. Kalimat itu terasa relevan dalam forum seperti ini.

Karena itu, kehadiran para sesepuh TNI dari berbagai matra dipandang sebagai upaya menjaga kesinambungan pemikiran strategis, bukan sekadar nostalgia institusi.

Menhan Sjafrie Tekankan Strategi Defensif Aktif

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa kebijakan pertahanan Indonesia tetap berlandaskan konstitusi dan kepentingan nasional.

Menurut dia, strategi yang dijalankan adalah defensif aktif, yakni menjaga kedaulatan negara tanpa mengabaikan stabilitas kawasan regional.

Pendekatan ini dinilai penting karena Indonesia berada di tengah dinamika global yang cepat berubah, mulai dari ketegangan geopolitik hingga ancaman nonmiliter yang semakin kompleks.

Dalam forum tersebut, berbagai masukan dari para purnawirawan TNI juga menjadi perhatian serius pemerintah.

Masukan itu disebut sebagai bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan pertahanan ke depan agar tetap adaptif terhadap tantangan zaman.

Sinergi TNI Aktif dan Purnawirawan Dinilai Krusial

Hubungan antara TNI aktif dan purnawirawan selalu memiliki dimensi yang khas. Ada pengalaman lapangan, memori sejarah, dan pembelajaran panjang yang tidak selalu tertulis di dokumen resmi.

Itulah sebabnya forum silaturahmi seperti ini sering menjadi ruang penting untuk membaca situasi dari perspektif yang lebih luas.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama jajaran kepala staf matra menunjukkan bahwa komunikasi lintas generasi tetap menjadi prioritas.

Tujuannya sederhana, tetapi mendasar: menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap terbangun komunikasi yang harmonis serta sinergi yang semakin kuat antara TNI aktif dan purnawirawan dalam menghadapi berbagai tantangan nasional ke depan.

Di tengah perubahan dunia yang serba cepat, pertahanan negara memang tidak hanya soal alutsista, tetapi juga soal kesinambungan cara berpikir dan keteguhan menjaga republik.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Pemindahan Warga Binaan High Risk ke Nusakambangan Tembus 2.554 Orang


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan kembali memindahkan 263 warga binaan kategori high risk ke Nusakambangan sebagai bagian dari upaya pembersihan lapas dan rumah tahanan dari peredaran narkoba.

Pemindahan itu melibatkan warga binaan dari enam provinsi, yakni Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, dan Jakarta. Mereka tiba di sejumlah lapas Nusakambangan pada Rabu malam, 23 April, sekitar pukul 21.50 WIB.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menegaskan langkah ini menjadi bagian serius dari kebijakan zero narkoba dan HP yang terus didorong Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

“Kami tegaskan kembali, tidak boleh ada ruang atau celah sedikit pun untuk narkoba. Kami cegah dan tangkal; apabila ditemukan, pasti kami berantas,” ujar Mashudi di Jakarta, Rabu (23/04/2026).

Bagi petugas lapas, urusan narkoba memang bukan cerita baru. Seorang petugas senior pernah bercerita, telepon genggam kecil yang lolos masuk bisa menjadi pintu bagi jaringan besar di luar tembok penjara. Dari sana, peredaran bisa hidup lagi.

Karena itu, pemindahan napi high risk ke Nusakambangan dipilih sebagai langkah tegas sekaligus pencegahan.

Nusakambangan Jadi Titik Pengamanan Maksimum

Mashudi menyebutkan total warga binaan high risk yang sudah dipindahkan ke Nusakambangan kini mencapai 2.554 orang.

Menurut dia, pemindahan ini bukan semata tindakan represif, tetapi juga langkah rehabilitatif agar lapas dan rutan tidak menjadi pusat penyebaran perilaku melanggar hukum.

“Pemindahan ini dilakukan agar lapas dan rutan seoptimal mungkin terlindungi dari penyebaran perilaku melanggar. Salah satu fokus utama kami adalah memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” katanya.

Sebagian warga binaan yang dipindahkan memang terkait kasus narkoba. Namun, ada pula yang masuk kategori high risk karena pelanggaran keamanan dan ketertiban lain di dalam lapas.

“Intinya, semua perilaku yang mengganggu keamanan dan ketertiban dalam kategori high risk, salah satu tindakan tegas yang kami ambil adalah pemindahan ke Nusakambangan,” ujar Mashudi.

Evaluasi Enam Bulan dan Peluang Turun Risiko

Riau menjadi daerah dengan jumlah warga binaan terbanyak yang dipindahkan, yakni 103 orang. Disusul Jakarta 45 orang, Sumatera Utara 44 orang, Jambi 42 orang, Lampung 18 orang, dan Sumatera Selatan 11 orang.

Setelah tiba, mereka akan ditempatkan dalam sistem pengamanan maksimum hingga super maksimum sesuai prosedur operasional standar.

Namun Nusakambangan, kata Mashudi, bukan akhir dari segalanya. Setelah enam bulan, seluruh warga binaan akan menjalani asesmen perilaku.

Jika menunjukkan perubahan positif, mereka dapat dipindahkan ke lapas dengan tingkat pengamanan lebih rendah.

Ia bahkan menyebut sudah ada warga binaan yang sebelumnya masuk kategori high risk berhasil turun hingga ke level minimum security di Lapas Terbuka Nusakambangan.

Langkah ini dijalankan melalui kolaborasi Direktorat Pengamanan dan Intelijen, Direktorat Kepatuhan Internal Ditjenpas, aparat kepolisian, serta petugas pemasyarakatan di berbagai wilayah. 

Di balik tembok tinggi itu, pertaruhannya sederhana: apakah penjara benar-benar bisa menjadi tempat pembinaan, bukan sekadar ruang pengulangan kejahatan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Dokter Swedia Ungkap Cara Ampuh Cegah Stroke Sejak Dini


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dokter di Swedia mengungkap fakta mengejutkan: 80% kasus stroke sebenarnya dapat dicegah jika masyarakat lebih sadar sejak dini. Menurut mereka, langkah sederhana seperti mengenali tanda FAST dan menjaga aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu, bisa menurunkan risiko stroke secara signifikan.

Saya teringat ketika seorang tetangga, yang semula sehat, tiba-tiba mengalami stroke di usia 45 tahun. Ketidaktahuannya tentang gejala awal membuatnya terlambat mendapat pertolongan. Ini menunjukkan, pengetahuan menjadi benteng paling kuat.

Tanda FAST: Cara Cepat Selamatkan Nyawa

FAST adalah singkatan dari empat tanda stroke yang perlu dikenali: wajah, lengan, bicara, dan waktu. Dokter di Stockholm menegaskan, jika kita bisa mengenali satu tanda saja, maka tindakan cepat ke IGD bisa menyelamatkan nyawa. Misalnya, jika seseorang tiba-tiba wajahnya miring, lengan jatuh, atau bicaranya cadel, waktu berharga tak boleh ditunda.

Selain itu, stroke terjadi saat suplai darah ke otak terhenti. Dokter dari American Stroke Association menjelaskan, ada dua jenis utama: iskemik (ketika pembuluh darah tersumbat) dan hemoragik (pembuluh pecah). Hal ini terjadi lebih cepat dari yang kita sadari, dan setiap menitnya, sel otak bisa mati.

Hidroterapi dan Gaya Hidup Aktif untuk Pemulihan

Bagi mereka yang sudah sembuh dari stroke, hidroterapi menawarkan harapan. Dalam air, beban tubuh berkurang hingga 60%, sehingga otot bisa dilatih tanpa tekanan berlebih. Saya ingat, saat meliput rehabilitasi di sebuah pusat terapi, saya melihat seorang ibu yang semula lumpuh, kini mulai bisa berjalan lagi berkat latihan di kolam.

Dokter Swedia juga menekankan tiga perubahan paling efektif untuk mencegah stroke: rutin cek tekanan darah dengan target sistolik di bawah 130 mmHg, berhenti merokok, dan gerak aktif minimal 30 menit, lima hari dalam seminggu. Ini bukan sekadar saran, melainkan langkah nyata yang sudah terbukti memperpanjang usia dan kualitas hidup.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Menkeu Warning, Ekonomi RI Survival Mode dan Pajak Jadi Penentu


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal keras soal kondisi ekonomi nasional. Ia menyebut ekonomi RI kini berada dalam fase “survival mode” atau mode bertahan di tengah tekanan global yang belum mereda.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam media briefing di Jakarta, Jumat (24/04/2026). Menurut dia, konflik geopolitik dunia membuat ruang gerak pemerintah semakin sempit, sehingga tidak ada lagi tempat untuk kebijakan yang setengah matang.

Ekonomi RI Masuk Survival Mode

Purbaya menegaskan, situasi saat ini bukan fase biasa. Pemerintah, kata dia, harus bekerja dengan presisi karena kesalahan kecil bisa berdampak besar terhadap stabilitas nasional.

“Kalau pajaknya main-main, hancur kita,” ujar Purbaya.

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi pesannya jelas: penerimaan negara adalah benteng utama. Tanpa fondasi fiskal yang kuat, tekanan dari luar bisa cepat menggoyang ekonomi dalam negeri.

Saya teringat obrolan dengan seorang pelaku UMKM di Pasar Tanah Abang beberapa waktu lalu. Ia bilang, yang paling menakutkan bukan sepinya pembeli, melainkan ketidakpastian. Saat biaya naik dan pasar tak menentu, semua orang memilih bertahan lebih dulu.

Situasi serupa kini sedang dihadapi negara. Pemerintah bukan hanya menjaga pertumbuhan, tetapi juga memastikan mesin ekonomi tetap hidup.

Pajak Jadi Penopang Utama Ketahanan Fiskal

Dalam kondisi survival mode, sektor perpajakan menjadi penyangga paling penting. Pajak bukan sekadar target angka dalam APBN, melainkan instrumen utama agar belanja negara tetap berjalan dan perlindungan sosial tidak terganggu.

Purbaya mengingatkan, tanpa implementasi kebijakan yang tepat dan maksimal, Indonesia bisa tertinggal dari negara lain yang bergerak lebih cepat menghadapi krisis global.

Negara-negara lain sudah berlari dengan strategi baru: efisiensi anggaran, perlindungan industri domestik, hingga reformasi fiskal yang agresif. Jika Indonesia lambat merespons, biaya yang harus dibayar bisa jauh lebih mahal.

Di ruang redaksi, ada satu prinsip lama yang sering dipakai: berita buruk tidak pernah datang dengan suara keras, tetapi lewat angka-angka kecil yang diabaikan. Inflasi, perlambatan konsumsi, hingga penurunan penerimaan pajak sering terlihat sepele—sampai akhirnya terlambat.

Karena itu, peringatan Purbaya layak dibaca sebagai alarm dini. Bukan untuk menakut-nakuti, melainkan mengingatkan bahwa disiplin fiskal, koordinasi kebijakan, dan eksekusi yang konsisten kini bukan pilihan, melainkan keharusan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 
Share:

Gerakan 1.000 Pendonor Darah, Sugeng Prananto Tekankan Solidaritas Nyata


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Perkumpulan Marga Yap Indonesia Bersatu berkolaborasi dengan Perhimpunan Hakka Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar donor darah massal bertajuk “Memberikan Darah, Memberikan Kehidupan” di Jakarta, Minggu (26/04/2026).

Kegiatan ini menargetkan 1.000 pendonor darah dan menjadi bagian dari rangkaian event kesehatan masyarakat yang juga diisi seminar kesehatan, pemeriksaan gratis, hingga lucky draw. Ketua Umum Perkumpulan Marga Yap Indonesia Bersatu, Sugeng Prananto, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian sosial lintas komunitas.

Donor Darah Bukan Sekadar Seremoni

Pagi itu, suasana aula sudah ramai bahkan sebelum acara resmi dimulai. Saya sempat melihat antrean peserta yang rela datang lebih awal hanya untuk memastikan mereka bisa ikut donor. Tidak ada wajah terpaksa, justru yang terlihat adalah semangat membantu sesama.

Sugeng Prananto mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat yang hadir tanpa paksaan dan tanpa imbalan.

“Saya sangat terharu melihat bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir dengan semangat membuat kebaikan, kebajikan, dan kegunaan untuk menyumbang darah yang suatu saat akan berguna bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, donor darah adalah bentuk sederhana tetapi sangat penting dalam menjaga kehidupan orang lain. Ia menegaskan, setetes darah bisa menjadi penentu keselamatan seseorang di ruang perawatan.

“Teman-teman hadir ini tanpa paksaan, tanpa pembayaran apa-apa, tapi dengan semangat hati nurani ikut membantu menyukseskan kegiatan ini,” katanya.


Kolaborasi Sosial dan Pesan Kebangsaan

Ketua Umum AREBI, Lukas, menilai kegiatan ini menunjukkan bahwa solidaritas sosial masih hidup kuat di tengah masyarakat. Ia mengatakan tidak ada sekat antara pengusaha, komunitas, maupun warga biasa ketika tujuannya adalah membantu bangsa.

“Kita bergandengan tangan satu sama lain. Tidak ada pembedaan, semuanya satu, karena kita mau memberikan amal bakti kepada bangsa Indonesia,” ujar Lukas.

Sementara itu, Ketua Panitia Harti Hardijah menambahkan, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pengabdian kepada bangsa tidak cukup hanya lewat pidato, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata.

Saya teringat satu pengalaman lama saat meliput PMI beberapa tahun lalu. Seorang ibu menangis hanya karena stok darah yang dibutuhkan anaknya akhirnya tersedia. Sejak itu saya paham, donor darah bukan soal acara besar, tetapi soal kesempatan hidup yang datang tepat waktu.

“Setetes darah yang Bapak dan Ibu berikan sangat berarti dan membantu banyak orang yang membutuhkan,” kata Harti.

Pemeriksaan Gratis hingga Hadiah Menarik

Selain donor darah, panitia juga menyediakan cek gula darah, kolesterol, asam urat, kadar oksigen darah, breast scanner, akupuntur, acupressure, hingga stress analyzer.

Acara juga diisi senam bersama Andrie Wongso, seminar kanker, peluncuran buku “9 Konstitusi Tubuh”, serta edukasi hidup sehat.

Untuk menarik partisipasi, panitia menyiapkan hadiah lucky draw seperti sepeda motor listrik, televisi 32 inci, smartwatch, speaker bluetooth, hingga perangkat edukasi digital.

Setiap pendonor yang berhasil mendonorkan darah juga memperoleh beras 5 kilogram untuk 1.000 peserta pertama. Pendekatan ini dinilai efektif memperluas partisipasi publik sekaligus memperkuat pesan bahwa berbagi tidak selalu harus menunggu kaya.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Ketum FORSIMEMA Kritik Data Desil, Bansos Dinilai Tak Tepat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ketua Umum FORSIMEMA Syamsul Bahri menyoroti ketidakakuratan data desil atau peringkat kesejahteraan yang digunakan Kementerian Sosial dalam penyaluran bantuan sosial. Dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 April 2026, ia menilai persoalan ini menjadi akar utama bansos yang kerap salah sasaran.

Menurut Syamsul, masalahnya bukan sekadar soal angka di layar komputer. Banyak warga yang sebenarnya masuk kategori miskin justru tercecer dari Desil 1 sampai 4, sementara nama penerima bantuan masih diisi pihak yang secara ekonomi sudah jauh lebih mapan.

Rapuhnya Validitas Data Desil Bansos

Saya pernah menemui kasus serupa di sebuah kelurahan, ketika seorang janda lansia mengaku tak lagi menerima bantuan karena namanya “hilang” dari sistem. Di sisi lain, tetangganya yang memiliki usaha stabil justru masih tercatat sebagai penerima. Situasi seperti ini bukan cerita baru.

Syamsul menyebut persoalan pertama terletak pada lambatnya pembaruan data atau lag time. Data desil sering bersifat statis, sementara kondisi ekonomi masyarakat berubah sangat cepat, terutama setelah pandemi dan tekanan inflasi yang belum benar-benar reda.

Akibatnya, muncul dua masalah klasik: exclusion error, yakni warga miskin tidak terdata, dan inclusion error, yaitu warga yang sebenarnya mampu justru tetap menerima bantuan.

“Data yang tidak diperbarui tepat waktu akan melahirkan ketidakadilan yang berulang,” ujar Syamsul dalam keterangannya.

Verifikasi Lapangan dan Audit DTKS Jadi Sorotan

Masalah kedua, kata dia, adalah lemahnya verifikasi lapangan. Ketergantungan pada sistem digital tanpa verifikasi faktual dari tingkat kelurahan hingga desa membuat data sosial mudah menjadi usang, bahkan menyesatkan.

Ia menegaskan, algoritma tidak bisa sepenuhnya menggantikan empati petugas lapangan. Sebab, realitas sosial tidak selalu terbaca lewat formulir administratif.

Di sinilah masalah integritas muncul. Data sosial seharusnya menjadi alat utama keadilan negara. Jika instrumennya rusak, maka kebijakan bantuan sosial berubah menjadi ketidakadilan yang sistematis.

FORSIMEMA mendesak audit independen terhadap proses pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sekaligus meminta transparansi metodologi penetapan desil oleh Kementerian Sosial.

Syamsul juga mendorong model kerja berbasis data terbuka dan partisipatif. Masyarakat perlu diberi ruang untuk memverifikasi data secara mandiri melalui kanal resmi, termasuk mekanisme pelaporan sederhana jika ditemukan ketidaksesuaian.

Pendekatan ini dinilai lebih sehat daripada sekadar menunggu pembaruan administratif yang sering terlambat. Negara, menurutnya, harus hadir dengan data yang jujur, bukan data yang hanya rapi di atas kertas.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Satgas Anti Narkoba Riau Dibentuk, Sindikat Lintas Negara Diburu


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Pemerintah Provinsi Riau menggelar Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba di halaman Kantor Gubernur Riau, Sabtu (25/4/2026) pukul 08.13 WIB. Apel ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat perang terhadap jaringan narkotika yang semakin terorganisir dan lintas batas.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF. Haryanto, memimpin langsung apel bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, Kepala BNNP Riau Brigjen Pol. Christ Reinhard Pusung, serta Kajati Riau Dr. Sutikno.

Sindikat Narkoba Tidak Lagi Bergerak Sendiri

Pemerintah menilai kejahatan narkotika kini bukan lagi kasus kecil yang berdiri sendiri. Jaringannya bergerak lintas kabupaten, lintas provinsi, bahkan lintas negara, dengan pola yang semakin sulit dideteksi.

Karena itu, pembentukan Satgas Anti Narkoba Riau diarahkan bukan sekadar seremoni. Fokus utamanya adalah penindakan tanpa kompromi, pemetaan jalur rawan, pemutusan rantai distribusi, dan penguatan pencegahan berbasis masyarakat.

Komandan apel dijabat AKBP Lilik Surianto. Pasukan gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Bea Cukai, Lapas, Avsec, hingga organisasi masyarakat Granat ikut dikerahkan.

Pemandangan itu mengingatkan pada satu kenyataan sederhana: narkoba tidak memilih korban. Ia bisa masuk dari pelabuhan, bandara, lingkungan sekolah, bahkan dari lingkaran pertemanan yang paling dekat.

Saya pernah mendengar cerita seorang orang tua di Pekanbaru yang tak percaya anaknya terjerat narkoba hanya karena “sekadar ikut teman nongkrong.” Saat sadar, semuanya sudah terlambat. Cerita seperti ini tidak pernah benar-benar jauh dari kita.

Pangdam: Jangan Diam, Ini Ancaman Generasi

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menegaskan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan narkoba di Provinsi Riau.

“Kejahatan narkoba adalah ancaman serius bagi seluruh masyarakat karena dapat memusnahkan generasi bangsa,” tegas Agus Hadi Waluyo.

Ia menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat. Masyarakat harus ikut bergerak karena jaringan narkotika tumbuh subur saat lingkungan memilih diam.

“Diperlukan kesadaran kolektif serta gerakan bersama di tengah masyarakat dalam memberantas narkoba,” lanjutnya.

Apel kemudian dilanjutkan dengan pemasangan rompi simbolis kepada perwakilan pasukan dan pembacaan serta penandatanganan Deklarasi “Riau Tangguh, Bersih dari Narkoba”.

Kegiatan berakhir pukul 09.00 WIB dalam keadaan aman dan tertib. Namun pesan yang ditinggalkan jauh lebih besar: perang terhadap narkoba tidak selesai di lapangan apel, melainkan dimulai dari sana.

Langkah terpadu ini menegaskan komitmen seluruh elemen di Riau untuk mempersempit ruang gerak sindikat narkotika dan melindungi masa depan generasi muda.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Roadshow Transformasi Digital Batam Soroti Risiko AI Tanpa Fondasi


Duta Nusantara Merdeka | Batam
Roadshow nasional bertajuk AI Driven Secure & Efficient: Engineering Digital Transformation Blueprint kembali digelar, kali ini singgah di Batam, Kepulauan Riau. Lebih dari 100 peserta dari sektor manufaktur, logistik, kesehatan, hingga praktisi teknologi berkumpul di Harmoni One Hotel Batam untuk membahas satu isu yang kini tak bisa ditunda: bagaimana mengadopsi kecerdasan buatan tanpa membuka celah risiko baru.

Acara ini merupakan kolaborasi Yorindo Communication bersama APTIKNAS dan APKOMINDO, didukung Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI serta bersinergi dengan KADIN Batam. Fokusnya bukan sekadar bicara tren AI, tetapi menyusun fondasi transformasi digital yang aman, terukur, dan berkelanjutan.

Fondasi Digital Tak Bisa Dilewati

Direktur Yorindo Communication, Yolanda Roring, menegaskan Batam dipilih bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai menjadi simpul penting industri dan perdagangan internasional, sehingga menjadi laboratorium nyata untuk penguatan transformasi digital nasional.

“Kami menghadirkan ekosistem lengkap, mulai dari kebijakan keamanan siber, infrastruktur digital, hingga implementasi AI yang aplikatif. Batam menjadi titik penting karena merupakan hub industri dan perdagangan internasional,” ujar Yolanda.

Pernyataan itu terasa relevan. Dalam banyak forum teknologi, AI sering diperlakukan seperti obat mujarab. Padahal di lapangan, banyak perusahaan masih berjuang dengan persoalan dasar—server yang belum stabil, backup data yang berantakan, hingga keamanan siber yang dianggap urusan belakang. Ibarat membangun gedung tinggi di atas tanah labil, hasilnya hanya menunggu waktu untuk runtuh.

Ketua Umum APTIKNAS dan APKOMINDO, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. atau Hoky, mengingatkan adopsi AI tanpa fondasi digital yang kokoh justru berbahaya.

“Adopsi AI tanpa infrastruktur digital yang kuat berisiko menimbulkan Black Box Syndrome, yaitu kondisi ketika sistem berjalan tanpa transparansi dan kontrol,” kata Hoky.

Menurut dia, Indonesia perlu membangun digital backbone yang mandiri dan berdaulat, baik melalui sistem on-premise maupun cloud lokal agar kontrol data tetap terjaga.

Keamanan Siber Jadi Garis Pertahanan

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN RI, Drs. Slamet Aji Pamungkas, M.Eng., menekankan keamanan siber harus menjadi fondasi utama transformasi digital.

Dalam paparannya, ia menjelaskan konsep Autonomous Cyber Defense, yakni sistem pertahanan siber yang adaptif dan mampu merespons ancaman secara otomatis.

Pendekatan ini dinilai penting, terutama untuk melindungi infrastruktur kritis seperti manufaktur dan layanan kesehatan. Serangan siber kini bergerak lebih cepat dari prosedur birokrasi biasa. Jika pertahanan masih manual, perusahaan hanya akan sibuk memadamkan api.

Ketua APTIKNAS Kepulauan Riau, Robert Liandro, menambahkan pihaknya siap menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan solusi teknologi yang tepat.

“APTIKNAS Kepri siap memastikan transformasi digital berjalan secara terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.

Workshop interaktif yang dipandu Agus Dedi Supriyadi juga menjadi sorotan. Peserta mempraktikkan langsung otomasi proses bisnis menggunakan platform n8n serta integrasi AI dan IoT. Ini bukan seminar yang berhenti di slide presentasi—peserta diajak menyentuh langsung cara kerja transformasi digital.

Roadshow ini akan berlanjut ke Purwakarta, Tangerang, Solo, Jakarta, Semarang, hingga Balikpapan-Samarinda sebagai bagian dari target pemerataan transformasi digital di 10 kota strategis Indonesia.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pangdam XIX Tinjau Yon TP 952, Soroti Kesiapan Prajurit


Duta Nusantara Merdeka | Bengkalis 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP meninjau langsung Marshalling Area (MA) Yon TP 952/Imam Bulqin di Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Jumat (24/4/2026).

Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan prajurit menghadapi berbagai spektrum tugas, mulai dari operasi tempur hingga tugas teritorial. Peninjauan juga menjadi bagian dari evaluasi langsung terhadap kondisi personel dan fasilitas satuan.

Setibanya sekitar pukul 14.55 WIB, Pangdam disambut hormat jajar, yel-yel prajurit, hingga atraksi pencak silat yang menunjukkan kesiapan fisik dan mental pasukan.

Rombongan pejabat utama Kodam XIX turut mendampingi peninjauan di dua titik, yakni di Jalan Lintas Duri–Dumai Simpang Bangko, Desa Kasumbo Ampai, serta Jalan Lingkar Simpang 5, Desa Petani.

Pangdam Tekankan Mental Juang dan Disiplin

Dalam arahannya, Mayjen Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa prajurit tidak cukup hanya hadir secara fisik. Mental juang, disiplin, dan rasa syukur, menurut dia, menjadi fondasi utama dalam pengabdian seorang tentara.

Ia mengingatkan bahwa setiap personel wajib memiliki kemampuan dasar yang kuat, mulai dari ketahanan fisik, kemampuan menembak, hingga bela diri yang harus terus diasah melalui latihan berkelanjutan.

Saya pernah mendengar seorang perwira senior mengatakan, latihan bukan sekadar rutinitas, melainkan cara paling jujur untuk mengukur kesiapan. Saat kondisi lapangan berubah cepat, hanya disiplin yang biasanya tetap bertahan.

Pesan itu terasa relevan dengan situasi saat ini. Tugas prajurit semakin kompleks, bukan hanya menjaga pertahanan, tetapi juga dituntut adaptif menghadapi persoalan sosial di wilayah binaan.

Marshalling Area Jadi Titik Strategis Pembinaan

Menurut Pangdam, Marshalling Area Yon TP 952/Imam Bulqin memegang peran penting sebagai pusat pembinaan dan penguatan kesiapan prajurit.

“Tidak boleh ada prajurit yang lemah, seluruh personel harus siap dalam kondisi apa pun,” tegasnya dalam pengarahan di Bengkalis.

Selain kemampuan tempur, ia juga mendorong penguatan keterampilan teritorial seperti pertanian, konstruksi, peternakan, dan perikanan untuk mendukung kemandirian prajurit.

Pendekatan ini menarik. Di banyak wilayah, prajurit bukan hanya simbol pertahanan, tetapi juga bagian dari denyut ekonomi masyarakat sekitar. Ketika kemampuan teritorial kuat, hubungan dengan warga biasanya ikut menguat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan Komandan Batalyon mengenai kondisi dan kesiapan satuan sebelum rombongan melaksanakan Sholat Ashar berjamaah di Masjid MA Yon TP 952/IB sekitar pukul 15.40 WIB.

Kunjungan Pangdam XIX Tuanku Tambusai ini menegaskan bahwa kesiapan prajurit bukan sekadar soal senjata, tetapi juga karakter, daya tahan, dan kemampuan beradaptasi menghadapi dinamika tugas yang terus berubah.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Asam Urat Usia 20-an Meningkat, Ginjal Jadi Taruhan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kasus asam urat pada usia muda kini makin sering ditemukan. Bukan hanya pada laki-laki, perempuan usia 20-an juga mulai banyak mengeluhkan nyeri sendi mendadak yang ternyata berujung pada gangguan ginjal.

Masalahnya sering dianggap sepele. Banyak orang mengira nyeri pada kaki atau jempol hanya akibat kelelahan biasa. Padahal, itu bisa menjadi sinyal awal kadar asam urat yang sudah terlalu tinggi dan mulai membebani ginjal.

Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Memicu

Pola makan menjadi pemicu paling sering. Konsumsi jeroan, seafood, daging merah, hingga makanan instan berlebihan membuat kadar purin meningkat dan memicu penumpukan asam urat dalam tubuh.

Saya pernah menemui seorang pekerja kantoran berusia 27 tahun yang mengaku hampir setiap malam makan mi instan dan gorengan karena praktis. Saat nyeri menyerang, ia baru sadar biaya berobat jauh lebih mahal daripada menjaga pola makan.

Kurang minum air putih juga memperburuk kondisi. Saat tubuh kekurangan cairan, ginjal lebih sulit membuang asam urat melalui urin. Akibatnya, kristal menumpuk dan berpotensi memicu batu ginjal.

Minuman bersoda dan tinggi gula juga tak kalah berbahaya. Kandungan fruktosa tinggi dapat meningkatkan kadar asam urat sekaligus mempercepat kerusakan fungsi ginjal.

Gaya hidup minim gerak ikut memperparah. Duduk terlalu lama, jarang olahraga, dan berat badan berlebih membuat metabolisme melambat sehingga peradangan lebih mudah muncul.

Belum lagi stres yang sering dianggap hal biasa. Saat hormon tubuh tidak stabil, respons peradangan meningkat dan serangan nyeri sendi menjadi lebih mudah kambuh.

Gejala Awal yang Sering Diabaikan

Tanda paling umum adalah nyeri mendadak pada malam hari. Biasanya muncul di area jempol kaki, lutut, atau pergelangan dengan rasa sakit yang tajam.

Sendi juga terasa panas, merah, dan bengkak. Pada beberapa kasus, rasa nyerinya sangat hebat sampai penderita sulit berjalan.

Banyak orang menunda pemeriksaan karena merasa masih muda. Padahal, justru di fase awal inilah pengendalian paling efektif bisa dilakukan.

Saya teringat keluhan seorang ibu muda yang mengira kakinya terkilir biasa. Setelah diperiksa, ternyata kadar asam uratnya tinggi dan sudah memicu gangguan pada saluran kemih.

Jika Dibiarkan, Dampaknya Lebih Serius

Serangan nyeri bisa berulang dan makin sering. Kaki menjadi bengkak, sulit digerakkan, bahkan muncul benjolan keras atau tophi akibat penumpukan kristal asam urat.

Komplikasi paling berat terjadi pada ginjal, mulai dari batu ginjal hingga gagal ginjal. Risiko penyakit jantung, hipertensi, diabetes, stroke, dan sindrom metabolik juga ikut meningkat.

Karena itu, pencegahan harus dimulai lebih cepat.

Kurangi makanan tinggi purin, minum air putih minimal dua liter per hari, rutin bergerak, menjaga berat badan ideal, serta menghindari alkohol dan minuman tinggi gula menjadi langkah paling sederhana namun paling efektif.

Kesehatan memang investasi mahal. Banyak orang baru sadar setelah tubuh mulai memberi tagihan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Dorong Sinergi Pembangunan Dumai


Duta Nusantara Merdeka | Dumai 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP menghadiri ramah tamah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Dumai di Gedung Sri Bunga Tanjung, Jalan Putri Tujuh, Jumat (24/4/2026) pukul 09.10 WIB.

Kunjungan kerja itu bukan sekadar seremoni. Dalam forum tersebut, Pangdam menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di Kota Dumai.

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tekankan Kolaborasi Daerah

Setibanya di lokasi, Pangdam bersama rombongan disambut Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, Wali Kota Dumai H. Paisal, serta unsur TNI-Polri dan para pemangku kepentingan daerah.

Suasana pertemuan berlangsung hangat, tetapi substansinya serius. Pemerintah Kota Dumai memaparkan potensi ekonomi daerah yang selama ini ditopang sektor crude palm oil (CPO), termasuk agenda besar pengembangan pelabuhan yang ditargetkan mulai berjalan pada 2028.

Bagi daerah seperti Dumai, pelabuhan bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah urat nadi ekonomi. Saya pernah melihat sendiri bagaimana kota pelabuhan bisa hidup hanya karena arus logistik lancar. Ketika akses tersendat, ekonomi lokal ikut tersendat.

Wali Kota Dumai H. Paisal menegaskan percepatan pembangunan membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk TNI.

“Kami berharap arahan dan dukungan Pangdam, karena sinergi ini menjadi kunci percepatan pembangunan Kota Dumai,” ujarnya.

Dukungan TNI untuk Stabilitas dan Infrastruktur Dumai

Menanggapi hal itu, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menegaskan TNI memiliki peran penting, bukan hanya dalam konteks pertahanan, tetapi juga operasi selain perang.

“TNI memiliki dua fungsi utama, yakni operasi militer untuk perang dan operasi selain perang. Di wilayah seperti Dumai, peran kami lebih banyak pada penanganan bencana, karhutla, serta menjaga stabilitas keamanan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pembangunan daerah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ego sektoral, menurutnya, justru sering menjadi penghambat paling nyata.

Kalimat itu terasa sederhana, tapi sangat relevan. Banyak proyek daerah tersendat bukan karena anggaran kurang, melainkan karena koordinasi yang lemah. Di lapangan, persoalannya sering klasik: masing-masing berjalan dengan peta sendiri.

“Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Diperlukan visi dan tujuan bersama demi kemajuan daerah. Saya siap mendukung, termasuk membantu percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Pertemuan kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata, makan siang bersama, dan foto bersama.

Namun yang paling penting bukan sesi formal itu, melainkan pesan bahwa Pangdam XIX Tuanku Tambusai dukung pembangunan Kota Dumai melalui penguatan sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah agar pertumbuhan berjalan stabil dan berkelanjutan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Film Umamusume Pretty Derby Tayang 1 Mei 2026 di Bioskop


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Komunitas anime dan gaming Indonesia akan menyambut penayangan film Umamusume: Pretty Derby – Beginning of a New Era yang resmi tayang eksklusif di bioskop mulai 1 Mei 2026. Film adaptasi franchise global milik Cygames ini didistribusikan di Indonesia oleh Moxienotion.

Kehadiran film ini menjadi momen penting bagi penggemar anime dan gamer mobile karena untuk pertama kalinya fenomena Umamusume hadir dalam format layar lebar. Balapan penuh adrenalin, drama emosional, dan unsur idol performance kini dikemas lebih sinematik dan imersif.

Dari Game Mobile ke Layar Bioskop

Selama beberapa tahun terakhir, Umamusume tumbuh menjadi franchise dengan basis penggemar kuat di berbagai negara. Mulai dari pemain game mobile, penonton anime, hingga komunitas niche pecinta pacuan kuda ikut membentuk fandom yang solid.

Bagi banyak penggemar, pengalaman ini terasa personal. Saya pernah melihat sendiri antrean panjang di sebuah festival anime Jakarta saat booth gacha bertema balapan dibuka. Antusiasmenya mirip konser idol—ramai, riuh, dan penuh emosi.

Film ini hadir bukan hanya untuk penggemar lama. Beginning of a New Era juga dirancang sebagai pintu masuk bagi penonton baru, dengan cerita yang berdiri sendiri dan tema universal seperti persahabatan, perjuangan, serta semangat pantang menyerah.

Sejak rilis perdana di Jepang pada 2024, film ini mendapat respons positif secara global, termasuk saat masuk pasar Amerika Utara. Di Rotten Tomatoes, film ini meraih 98 persen Popcornmeter dari penonton.

Banyak ulasan menyoroti kualitas animasi balapan yang intens, cerita yang emosional, serta kemampuan film ini menjaga keseimbangan antara fan service dan pengalaman yang ramah bagi penonton baru.

Perjalanan Jungle Pocket dan Jadwal Fan Screening

Cerita film berpusat pada Jungle Pocket, atau “Pokke”, seorang Umamusume muda yang berusaha membuktikan dirinya di tengah rivalitas keras dan bayang-bayang legenda masa lalu.

Terinspirasi oleh penampilan luar biasa Fuji Kiseki dalam balapan Twinkle Series, Pokke memutuskan bergabung dengan Akademi Tracen untuk mengejar mimpi menjadi pelari terbaik.

Di bawah bimbingan pelatih veteran Tanabe, ia menargetkan kemenangan di Triple Crown—gelar prestisius yang menjadi impian semua Umamusume. Namun jalan menuju puncak tidak pernah sederhana.

Untuk penggemar inti, fan screening terbatas digelar pada 30 April 2026 di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Harga tiket Jakarta Rp150 ribu, sedangkan Bandung dan Surabaya Rp125 ribu.

Tiket sudah termasuk mini poster dan dua postcard eksklusif. Penjualan dibuka sejak 23 April 2026 melalui jaringan bioskop CGV dan Cinepolis.

Dengan budaya cosplay, komunitas gacha, dan fandom anime yang terus tumbuh, film ini diprediksi menjadi salah satu tayangan komunitas paling ramai tahun ini.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

AIPI Soroti Bahaya UPF pada Anak, Desak Kebijakan Tegas


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) menyoroti bahaya konsumsi makanan ultra-proses (UPF) pada anak dan remaja dalam webinar internasional, Kamis (23/4/2026). Forum ini mempertemukan ilmuwan, pemerintah, dan lembaga global untuk merumuskan respons kebijakan berbasis bukti ilmiah.

Lonjakan konsumsi UPF—tinggi gula, garam, dan lemak—dinilai berkorelasi kuat dengan obesitas anak, gangguan metabolik, hingga penyakit tidak menular sejak usia dini. AIPI menilai situasi ini mendesak ditangani lewat reformasi sistem pangan nasional.

Ancaman Nyata UPF pada Anak dan Remaja

Ketua AIPI, Daniel Murdiyarso, menegaskan perubahan sistem pangan global telah menggeser pola konsumsi masyarakat. Produk ultra-proses kini makin mudah diakses, murah, dan agresif dipasarkan, termasuk ke anak-anak.

“Lingkungan pangan global telah berubah dengan cepat. Makanan ultra-olahan kini semakin mudah tersedia, terjangkau, dan dipasarkan secara luas,” ujar Daniel.

Fenomena ini bukan sekadar tren konsumsi. Sejumlah studi global menunjukkan, paparan UPF sejak dini memperbesar risiko malnutrisi ganda—kelebihan kalori tetapi miskin zat gizi.

Saya teringat obrolan ringan dengan seorang orang tua di ruang tunggu klinik beberapa waktu lalu. Ia mengaku anaknya sulit lepas dari camilan kemasan karena dianggap praktis. Cerita seperti ini kini jadi potret umum di kota-kota besar.

Dorongan Kebijakan: Dari Label Gizi hingga Cukai

Pemerintah melalui Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dan Deputi Bappenas Pungkas Bahjuri Ali menegaskan dukungan terhadap transformasi kebijakan pangan berbasis riset.

Salah satu momentum penting adalah implementasi PP No. 28/2024. Regulasi ini membuka peluang penguatan label gizi di kemasan depan serta pengendalian konsumsi gula, garam, dan lemak.

Diskusi juga menyoroti perlindungan anak dari pemasaran agresif, terutama di ruang digital dan lingkungan sekolah. Selain itu, kebijakan fiskal seperti cukai minuman berpemanis kembali didorong untuk menekan konsumsi.

Rina Agustina dari AIPI menekankan, kualitas diet kini tak cukup dinilai dari kandungan gizi. Tingkat pemrosesan makanan harus jadi indikator utama.

“Pengetahuan saja tidak cukup. Anak hidup di lingkungan yang justru mempermudah akses ke makanan ultra-proses,” ujarnya.

Arah Baru: Kembali ke Makanan Asli

Forum ini juga mendorong kampanye konsumsi makanan segar berbasis bahan lokal, sejalan dengan panduan “Isi Piringku” dan konsep Planetary Health Diet.

Di tingkat praktis, pendekatan ini bukan hal baru. Banyak keluarga sebenarnya paham pentingnya makanan rumahan, tetapi kalah oleh faktor harga dan kemudahan akses produk kemasan.

Sebagai tindak lanjut, AIPI akan menyusun policy brief dan peta jalan kebijakan jangka pendek hingga panjang. Targetnya jelas: memperbaiki kualitas diet anak Indonesia.

“Jika kita mampu menciptakan lingkungan pangan yang lebih sehat, anak-anak akan tumbuh optimal,” ujar Ketua KIK AIPI, Herawati Sudoyo.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pecah Kongsi Bunaaca Jogja, Saat Cinta dan Bisnis Tabrakan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kisah pecah kongsi Bunaaca Jogja menjadi sorotan setelah brand donat yang sempat naik pesat itu retak akibat konflik personal dan legal pada 2024. Bisnis yang dirintis pasangan kekasih sejak 2019 ini berakhir dengan perpisahan, menyisakan sengketa kepemilikan merek dan arah usaha.

Konflik mencuat saat isu perselingkuhan muncul, diikuti fakta bahwa merek Bunaaca telah didaftarkan secara legal oleh pihak laki-laki tanpa sepengetahuan pasangannya. Sejak itu, keduanya memilih jalan berbeda dalam mengelola bisnis.

Kronologi Pecah Kongsi Bunaaca Jogja

Bunaaca berawal dari usaha rumahan pada 2019. Pihak perempuan mengembangkan resep donat secara mandiri, sementara pasangannya masuk sebagai pemodal.

Memasuki 2020, brand ini mulai dikenal luas di Yogyakarta. Popularitasnya melonjak, terutama di kalangan pencinta dessert.

Pada 2023, bisnis ini disebut mendapat suntikan investasi penuh dari pihak laki-laki. Ekspansi dilakukan dengan membuka toko offline, meski diakui sempat merugi dalam empat bulan awal operasional.

Namun, justru di puncak pertumbuhan pada 2024, konflik personal muncul. Merek Bunaaca diketahui telah dipatenkan atas nama pihak laki-laki, memicu ketegangan yang berujung perpisahan.

Saya teringat obrolan dengan seorang pelaku UMKM di Jakarta. Ia bilang, konflik bisnis paling sering justru datang dari orang terdekat—karena kepercayaan sering menggantikan sistem.

Dampak dan Pelajaran Bisnis dari Konflik Bunaaca

Setelah berpisah pada September 2024, pihak perempuan memilih keluar dan memulai usaha baru di Bali dengan brand Bibblebake. Sementara pihak laki-laki tetap menjalankan Bunaaca, dengan alasan menjaga operasional dan karyawan.

Kasus ini menyoroti tiga kelemahan klasik bisnis pemula. Pertama, terlalu mengandalkan kepercayaan tanpa sistem kontrol yang jelas.

Kedua, aspek legal yang kerap diabaikan. Kepemilikan merek yang tidak disepakati sejak awal menjadi sumber konflik serius.

Ketiga, ketergantungan pada satu individu, terutama dalam hal resep dan kualitas produk.

Dalam pengalaman pribadi, saya pernah melihat sebuah kafe kecil kehilangan pelanggan hanya dalam dua bulan setelah chef utamanya keluar. Rasa berubah, konsumen pun perlahan hilang.

Fenomena serupa terlihat di Bunaaca. Sejumlah pelanggan mengaku kualitas produk berubah setelah perpisahan terjadi.

Pada akhirnya, kisah pecah kongsi Bunaaca Jogja menegaskan satu hal: pertumbuhan bisnis tidak cukup ditopang oleh omzet dan popularitas. Sistem yang kuat dan transparansi sejak awal justru menjadi fondasi utama keberlanjutan usaha.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kebiasaan Sepele Pemicu Serangan Jantung yang Sering Diabaikan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Serangan jantung kerap dipersepsikan sebagai peristiwa mendadak. Padahal, kondisi ini terbentuk perlahan akibat kebiasaan kecil yang diulang setiap hari. Pola hidup sederhana—dari kurang minum hingga begadang—diam-diam memperberat kerja jantung dan merusak pembuluh darah.

Di berbagai kota besar, pola hidup serba cepat makin memperparah situasi. Banyak orang mengabaikan sinyal tubuh karena merasa masih “baik-baik saja”, hingga akhirnya risiko menumpuk tanpa disadari.

Kebiasaan Sepele yang Memicu Risiko Jantung

Kurang minum air putih jadi salah satu pemicu paling sering diabaikan. Tubuh yang kekurangan cairan membuat darah lebih kental, sehingga jantung harus bekerja ekstra memompanya.

Saya pernah menemui rekan kerja yang hanya minum saat benar-benar haus. Ia menganggap sepele, sampai akhirnya mengalami tekanan darah tinggi di usia relatif muda.

Begadang juga tak kalah berbahaya. Meski durasi tidur cukup, tidur lewat tengah malam mengganggu ritme biologis tubuh. Dampaknya menjalar ke metabolisme hingga fungsi jantung.

Paparan asap rokok, baik aktif maupun pasif, tetap menjadi ancaman serius. Zat beracun dalam asap rokok merusak pembuluh darah dan mempercepat proses penyumbatan.

Kebiasaan ngemil tanpa kontrol—terutama saat bekerja atau scrolling—menambah asupan gula, garam, dan lemak tanpa disadari. Pola ini mempercepat pembentukan plak di pembuluh darah.

Dampak dan Cara Mengendalikannya

Stres yang tidak dikelola membuat tubuh terus berada dalam kondisi siaga. Denyut jantung dan tekanan darah meningkat, bahkan saat tubuh seharusnya beristirahat.

Kurang tidur memperburuk kondisi ini. Jantung kehilangan waktu pemulihan optimal, sementara hormon stres meningkat.

Gaya hidup minim gerak atau “mager” memperlambat aliran darah. Lemak lebih mudah menumpuk dan mempersempit pembuluh.

Solusinya relatif sederhana, namun butuh konsistensi. Mulai dari minum air secara rutin, tidur lebih awal secara bertahap, hingga aktif bergerak setiap 30–60 menit.

Pengalaman pribadi lain, mencoba berjalan kaki singkat setiap satu jam kerja terasa sepele. Namun setelah beberapa minggu, tubuh terasa lebih ringan dan fokus meningkat.

Intinya, serangan jantung bukan hasil dari satu kesalahan besar, melainkan akumulasi kebiasaan kecil yang dianggap wajar. Yang berbahaya bukan yang sesekali, tapi yang terus diulang tanpa kontrol.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini