Momentum Halalbihalal Idulfitri 1447 H di kediaman Airlangga Hartarto menegaskan peran tradisi ini sebagai forum strategis konsolidasi kebijakan ekonomi nasional. Acara berlangsung di Jakarta dengan melibatkan lintas sektor, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang koordinasi untuk merespons dinamika global, termasuk tekanan geopolitik dan percepatan transformasi digital.
Halalbihalal Jadi Ruang Konsolidasi Lintas Sektor
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Anindya Novyan Bakrie, Ilham Akbar Habibie, serta I Gusti Putu Suryawirawan.
Selain itu, hadir pula Soegiharto Santoso bersama Vincent Suriadinata yang aktif berinteraksi dengan para pemangku kepentingan.
Dalam keterangannya, Soegiharto Santoso menilai Halalbihalal telah berkembang menjadi platform strategis untuk menyelaraskan kepentingan nasional.
“Halalbihalal hari ini harus diposisikan sebagai ruang strategis untuk memperkuat komunikasi lintas sektor,” ujarnya.
Ia menambahkan, forum ini penting untuk sinkronisasi kebijakan dalam menghadapi disrupsi teknologi dan tekanan global.
Dorongan Transformasi Digital dan Ekonomi
Soegiharto Santoso juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas teknologi dalam mempercepat transformasi digital nasional.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan orkestrasi kebijakan yang terintegrasi agar mampu bersaing dalam ekonomi digital global.
Sejalan dengan itu, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendukung penyelenggaraan ASOCIO Digital AI Summit 2026 sebagai langkah strategis.
Deputi III Bidang Perniagaan dan Ekonomi Digital, Ali Murtopo Simbolon, menyatakan forum ini akan memperkuat kerja sama regional di bidang teknologi.
“Indonesia terus mendorong pemanfaatan AI yang inovatif namun tetap bertanggung jawab,” ujarnya dalam konferensi pers.
Forum internasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Juli 2026 dan akan menghadirkan ratusan delegasi dari berbagai negara Asia-Oseania.
Halalbihalal sebagai Instrumen Stabilitas Nasional
Fenomena Halalbihalal yang berlangsung di berbagai pusat kekuasaan menunjukkan pendekatan budaya tetap menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas nasional.
Selain mempererat hubungan sosial, kegiatan ini dinilai berfungsi sebagai sarana diplomasi lunak dalam menghadapi tantangan global.
Pendekatan dialog dan silaturahmi menjadi fondasi dalam membangun konsensus kebijakan, termasuk dalam sektor ekonomi dan teknologi.
Halalbihalal kini tidak sekadar tradisi, tetapi berkembang menjadi mekanisme strategis dalam memperkuat konsolidasi nasional, menjaga stabilitas ekonomi, serta mempercepat transformasi digital Indonesia.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto

































