Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Danrem 031/WB Instruksikan Aksi Bersih Lingkungan Serentak di Riau



Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Danrem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Agustatius Sitepu, menginstruksikan aksi peduli lingkungan serentak. Gerakan masif ini menyasar hingga wilayah pedesaan untuk membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat akan kebersihan.

Langkah ini merupakan komitmen nyata TNI Angkatan Darat dalam menciptakan lingkungan sehat dan berkelanjutan. TNI ingin memastikan kenyamanan hidup masyarakat terjaga melalui sinergi yang kuat dan konsisten di lapangan.

Aksi tersebut digelar Rabu (5/2/2026) di kawasan Bundaran Keris, Jalan Pattimura. Kasrem 031/WB Kolonel Inf Tri Aji Sartono memimpin langsung kegiatan didampingi Kasiter Kasrem 031/WB Kolonel Inf N. Wahyu Nugroho.

Sebanyak 300 peserta lintas unsur terlibat dalam gotong royong ini. Personel TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga pelajar bahu-membahu membersihkan saluran air dan titik-titik rawan penumpukan sampah di pusat kota.

Danrem menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian TNI AD terhadap kualitas hidup warga. Selain aspek kesehatan, aksi ini mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta memperkuat sinergi lintas sektor.

"Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama," tegas Kasrem Tri Aji. Beliau berharap aksi nyata ini mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat agar terus peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

Korem 031/Wira Bima optimis lingkungan yang bersih akan menjadi fondasi kesejahteraan. Kehidupan yang lebih nyaman di masa depan hanya bisa terwujud jika kelestarian alam dijaga secara bersama-sama mulai saat ini.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

Pemerintah Luncurkan Logo Imlek 2026, Irene Umar: Ini Identitas Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pemerintah resmi memperkenalkan logo "Imlek Nasional 2026: Harmoni Imlek Nusantara". Simbol ini bukan sekadar identitas visual, melainkan pernyataan sikap tentang perayaan yang inklusif dan mengayomi semangat kebangsaan.

Ketua Umum Panitia, Irene Umar, menegaskan bahwa logo ini adalah representasi keberagaman Indonesia. Lewat elemen Merah Putih dan simbol Kuda Api, jati diri bangsa dibingkai kuat dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Filosofinya pun mendalam. Rambut kuda berwarna Merah Putih melambangkan mahkota identitas, sementara mata api menjadi simbol energi perubahan. Ada juga motif batik pada kaki yang menyiratkan langkah maju yang tetap membumi.

Elemen menarik lainnya terlihat pada buntut kuda yang terbelah. Bagian ini menggambarkan titik temu tradisi dan modernitas. Ditambah motif banji, logo ini membawa pesan tentang keseimbangan spiritual sekaligus kebahagiaan hidup yang berkelanjutan.

Tema besar ini nantinya akan mewujud dalam "Imlek Festival 2026". Rangkaian acara publik ini bakal memadukan seni, kuliner, hingga kewirausahaan, menjadikannya perhelatan yang bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dukungan pun mengalir dari berbagai tokoh bangsa. Veronica Tan, Mari Elka Pangestu, hingga Muhammad Qodari sepakat bahwa perayaan ini adalah momentum krusial untuk mempererat toleransi dan menjaga komitmen persatuan nasional.

Imlek Nasional 2026 bukan sekadar pesta tahunan. Ini adalah ruang refleksi yang menghangatkan sekaligus mempersatukan seluruh elemen bangsa dalam satu harmoni yang sama.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

REKOR BARU: Agregasi Dugong Terbesar Indonesia Ditemukan di Maluku Barat Daya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sejarah baru konservasi laut Indonesia baru saja tertulis. Tim ekspedisi WWF mendokumentasikan fenomena langka di perairan Maluku Barat Daya (MBD) yang mengubah peta biodiversitas nasional.

Survei ekologi di Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Romang dan Damer mengungkap fakta mencengangkan. Peneliti menemukan lebih dari 30 ekor dugong berkumpul dalam satu area terbatas.

Fenomena yang berlangsung pada periode Oktober hingga November 2025 ini mencatat konsentrasi dugong di area seluas 25,7 hektare. Ini adalah agregasi terbesar yang pernah terekam di Indonesia.

Catatan ini bahkan melampaui rekor di Thailand yang hanya mendokumentasikan 23 individu. Kini, MBD resmi menjadi habitat kunci sekaligus jalur migrasi paling vital di Indonesia Timur.

Tak hanya dugong, perairan ini tampak sangat hidup. Tim mencatat kemunculan ratusan lumba-lumba pemintal dan paus kepala melon yang berenang bebas di sekitar Kepulauan Romang.

Kejutan tak berhenti di sana. Empat ekor orca atau paus pembunuh terlihat melintas, mempertegas status wilayah ini sebagai "rest area" raksasa bagi mamalia laut dunia.

Kesehatan ekosistem bawah laut MBD juga berada di atas rata-rata. Tutupan karang di Pulau Damer mencapai 51,4 persen, masuk dalam kategori sangat baik untuk standar nasional.

Analisis teknologi fotogrametri menunjukkan fakta yang lebih dalam. Sebagian koloni karang di sini telah tumbuh secara berkelanjutan selama lebih dari dua abad, bertahan dari krisis iklim.

Ketangguhan alam ini ditopang oleh padang lamun yang luas. Sembilan dari 14 spesies lamun Indonesia tumbuh subur di sini, menjadi sumber pangan utama bagi koloni dugong.

Di garis pantai, ekosistem mangrove di Damer dan Romang menunjukkan regenerasi alami yang sangat aktif. Akar-akarnya menjadi benteng alami yang menjaga stabilitas pesisir dari abrasi.

Namun, ancaman nyata tetap mengintai di balik keindahan ini. Data sosial ekonomi mengungkap tingginya angka tangkapan sampingan atau bycatch yang mengkhawatirkan pada perikanan lokal.

Diperkirakan ratusan hiu dan penyu terjaring secara tidak sengaja setiap tahunnya. Sirip hiu sering kali menjadi komoditas ekonomi yang sulit dibendung karena permintaan pasar luar pulau.

Untungnya, hukum adat Sasi masih menjadi perisai terakhir. Masyarakat adat di Romang secara tegas melarang perburuan dugong, sebuah kearifan lokal yang menjaga populasi tetap stabil.

Temuan masif ini diharapkan menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat proteksi. MBD bukan sekadar titik koordinat, melainkan benteng terakhir ketahanan iklim masa depan Indonesia.

Reporter Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

Cegah Kanker Sejak Dini, Korem 031/WB Gandeng YPKI Gelar Edukasi


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru  
Korem 031/Wira Bima mengambil langkah proaktif dalam isu kesehatan internal dengan menggandeng Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia (YPKI) menggelar edukasi mendalam soal kanker dan tumor di Aula Makorem, Selasa (4/2/2026).

Agenda krusial ini dihadiri langsung oleh Kasiper Kasrem 031/WB, Kolonel Inf Ferdinand, yang mewakili Danrem. Tampak hadir pula Wakil Ketua Persit KCK Koorcabrem 031 PD XIX/Tuanku Tambusai.

Antusiasme terlihat dari penuhnya kursi peserta. Edukasi ini diikuti oleh jajaran prajurit aktif, anggota Persit, hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di lingkungan Korem 031/Wira Bima.

Dalam arahannya, Kolonel Ferdinand menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah bagian vital pembinaan personel untuk menjaga derajat kesehatan prajurit beserta keluarga agar tetap prima.

Ia menyoroti betapa pentingnya deteksi dini. Menurutnya, pemahaman yang benar soal gejala dan penerapan pola hidup sehat adalah benteng pertahanan terbaik untuk mencegah serangan kanker maupun tumor.

Sesi inti diisi oleh pakar dari YPKI yang membedah tuntas seluk-beluk penyakit ini. Materi mencakup jenis-jenis kanker, faktor risiko pemicu, tanda-tanda awal, hingga langkah medis yang tepat.

Interaksi berjalan hidup. Peserta aktif menggali informasi seputar upaya pencegahan dalam sesi tanya jawab. Hal ini menunjukkan tingginya kepedulian prajurit terhadap ancaman kesehatan modern.

Lewat kolaborasi ini, kesadaran kolektif diharapkan tumbuh. Prajurit yang sehat dan tangguh secara fisik merupakan aset mutlak dalam mendukung keberhasilan setiap tugas operasional di lapangan.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

Menko Polkam Djamari Chaniago: Kritik Takkan Membuat Negara Runtuh


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, mengajak media massa mempererat sinergi. Langkah ini dinilai krusial guna menjaga stabilitas sekaligus memacu kemajuan bangsa di tengah tantangan global.

Dalam Silaturahmi Media Nasional di Jakarta, Rabu (4/2/2026), Djamari menyoroti tajam persebaran fitnah. Berita bohong alias hoaks dianggap sebagai ancaman nyata yang mampu memecah belah soliditas masyarakat saat ini.

"Jika kita bersinergi, membangun bangsa akan jauh lebih mudah," ujar purnawirawan jenderal tersebut. Ia menegaskan, jangan ada ruang bagi pihak mana pun yang berniat melemahkan ketahanan nasional lewat narasi negatif.

Menariknya, di tengah seruan persatuan, Djamari menjamin pemerintah tidak anti-kritik. Baginya, kritik bukan musuh, melainkan instrumen penting untuk mengevaluasi kinerja pemerintah sekaligus menjadi pilar penguat napas demokrasi kita.

Djamari menekankan bahwa tidak ada negara yang runtuh hanya karena menerima kritik. Sebaliknya, bangsa akan tumbuh kuat saat berani mendengar. Kritik adalah bentuk kepedulian publik agar kekuasaan tetap pada koridornya.

Gayung bersambut, sejumlah Pemimpin Redaksi (Pemred) media nasional mengapresiasi dialog ini. Komunikasi dua arah dianggap sebagai kunci utama dalam menjaga stabilitas politik serta keamanan nasional yang tetap kondusif.

Pertemuan lintas sektor ini pun melahirkan komitmen baru. Kedua belah pihak sepakat menjalin komunikasi rutin demi memastikan ruang publik tetap sehat dan terbebas dari polusi informasi yang menyesatkan.

Hadir dalam agenda ini para pucuk pimpinan media besar mulai dari LKBN Antara, Kompas, hingga Detik.com. Djamari didampingi Wamenko Polkam Lodewijk F. Paulus dan Sesmenko Polkam Mochammad Hasan.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 

Share:

Natal Nasional 2025: Maruarar Sirait Tegaskan Fokus Dampak Nyata


Duta Nusantara Merdeka | Karawaci 
Universitas Pelita Harapan (UPH) menjadi ruang dialektika yang mempertemukan nilai spiritualitas, pendidikan, dan visi kebangsaan. Lewat Seminar Nasional bertajuk “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga,” Selasa (03/02/2026), pesan mendalam tentang pemulihan bergema di Karawaci.

Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan, James T. Riady, membuka sesi dengan refleksi yang menyentuh sisi eksistensial manusia. Mengutip kisah Alkitab tentang penyembuhan orang lumpuh, ia mengingatkan agar manusia tidak terjebak pada solusi fisik semata.

"Yesus melihat sesuatu yang jauh lebih dalam. Ia memberikan pengampunan dosa sebelum menyembuhkan tubuh," ujar James. Baginya, pemulihan hubungan manusia dengan Allah adalah mukjizat yang bersifat kekal.

James menegaskan bahwa realitas sejati terletak pada aspek rohani. Sektor kesehatan dan pendidikan yang dikelola yayasannya dipandang sebagai jembatan untuk membawa manusia pada pengharapan yang lebih besar.

Di sisi lain, nuansa kebangsaan hadir lewat paparan Menteri PKP, Maruarar Sirait. Ia membawa pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai urgensi penguatan sains, teknologi, dan hilirisasi sumber daya alam.

"Kita tidak boleh lagi menjual kekayaan alam secara mentah. Hilirisasi harus berjalan agar Indonesia menjadi negara yang super kuat dan tidak didikte pihak asing," tegas Maruarar di hadapan sivitas akademika.

Maruarar meyakini, di bawah nakhoda Menteri Pendidikan Tinggi Prof. Brian Yuliarto, riset nasional akan semakin taji. Ia juga menyinggung pentingnya integritas dan keberanian moral bagi generasi muda lulusan UPH.

Menariknya, Maruarar berbagi testimoni personal sebagai orang tua siswa di Sekolah Pelita Harapan (SPH). Ia menyoroti kuatnya ikatan *brotherhood* dan nilai-nilai karakter yang dibentuk sejak masa sekolah.

"Banyak orang tahu hal benar, tapi sedikit yang berani melakukannya. UPH harus mencetak generasi dengan toleransi nol terhadap kompromi nilai," tambahnya dengan nada persuasif.

Terkait agenda Natal Nasional 2025, Maruarar yang menjabat sebagai Ketua Panitia menekankan konsep kesederhanaan. Mengikuti arahan Presiden, perayaan tahun ini meninggalkan kemewahan demi dampak langsung bagi masyarakat luas.

Aksi nyata tersebut mewujud dalam renovasi 100 gereja, pembangunan dua jembatan di Papua, hingga distribusi 30.000 Alkitab. "Tidak ada artis nasional. Kami melibatkan UMKM dan seniman daerah agar Natal ini benar-benar terasa manfaatnya," jelasnya.

Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, menyambut hangat sinergi ini. Ia merasa terhormat UPH menjadi tuan rumah penutup rangkaian seminar Natal Nasional yang berfokus pada penguatan institusi keluarga.

"Pendidikan harus dimulai dari keluarga. Kami berkomitmen menjadikan UPH sebagai alat untuk memajukan bangsa lewat integrasi iman dan intelektualitas," ungkap Rektor Parapak dengan penuh syukur.

Seminar ini ditutup dengan kehadiran tokoh lintas perspektif, termasuk Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar dan Prof. Brian Yuliarto. Sebuah momentum yang mempertegas bahwa masa depan bangsa berakar pada keluarga yang kuat dan pendidikan yang berintegritas.

Reporter Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

Bahaya Memencet Jerawat, Pria di China Alami Pneumonia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kebiasaan memencet jerawat kerap dianggap sepele. Namun sebuah kasus di China timur menunjukkan, tindakan kecil itu dapat berujung pada kondisi medis yang serius.

Seorang pria bernama Chen, warga Provinsi Jiangsu, dilaporkan mengalami demam tinggi dan pembengkakan di area mulut setelah memencet bintik merah yang tampak seperti jerawat.

Gejala tersebut muncul tak lama setelah jerawat di dagunya dipencet. Awalnya, Chen mengira kondisi itu tidak berbahaya dan akan membaik dengan sendirinya.

Namun kondisinya justru memburuk. Infeksi yang bermula di sekitar mulut dilaporkan menjalar dan mulai memengaruhi fungsi paru-parunya.

Media lokal menyebutkan, Chen kemudian didiagnosis menderita pneumonia ganda. Kondisinya dinilai kritis dan membutuhkan penanganan medis intensif.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah dilaporkan oleh Jiangsu Television pada Selasa, 12 Januari 2021, dan kemudian dikutip oleh sejumlah media internasional.

Chen diketahui tinggal di Kota Changzhou, Jiangsu. Gejala awal berupa demam dan kesulitan bernapas muncul pada awal Desember, tak lama setelah insiden memencet jerawat itu.

Selain demam, bagian mulut Chen dilaporkan mengalami pembengkakan dan kemerahan yang cukup parah. Kondisi tersebut membuat keluarganya panik.

Istri Chen, Tian, mengatakan dirinya sempat memperingatkan suaminya agar tidak memencet jerawat tersebut. Ia mengingat pengalaman serupa yang pernah terjadi sebelumnya.

“Dia memiliki jerawat di dagu. Saya sudah melarangnya memencet, karena dia pernah melakukan hal serupa,” ujar Tian kepada media setempat.

Melihat kondisi Chen yang terus memburuk, Tian akhirnya membawa suaminya ke First People’s Hospital di Changzhou untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasus ini kembali mengingatkan risiko infeksi serius akibat luka terbuka di area wajah. Para tenaga medis kerap mengimbau masyarakat agar tidak memencet jerawat secara sembarangan.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 



Share:

Dilema Transisi Energi: Nasib Bisnis dan HAM pada Rantai Pasok Timah


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Indonesia kini berdiri di episentrum rantai pasok mineral kritis dunia. Ambisi menjadi pemain utama ekonomi hijau lewat kendaraan listrik kian nyata, namun di baliknya tersimpan ironi yang mengusik rasa keadilan.

Di tengah deru mesin pertambangan, masyarakat lokal di kawasan kaya mineral justru sering kali terjerat krisis sosial-ekologis. Fenomena ini memicu kemiskinan di daerah yang secara administratif seharusnya kaya.

Direktur Eksekutif The PRAKARSA, Ah Maftuchan, dalam dialog di Jakarta, Rabu (4/2), menyoroti munculnya istilah *green extractivism*. Menurutnya, ini adalah praktik lama dengan kemasan baru yang sangat eksploitatif.

"Indonesia merupakan penghasil timah terbesar kedua dunia setelah China. Namun, eksploitasi timah demi teknologi energi bersih ini justru menciptakan *sacrifice zones* di tingkat lokal," ujar Maftuchan.

Praktik ini, lanjut Maftuchan, kerap mengabaikan prinsip Bisnis dan Hak Asasi Manusia (HAM). Kelompok rentan menjadi pihak yang paling terdampak oleh kerusakan lingkungan dan hilangnya ruang hidup warga.

Guna memotret kondisi tersebut, The PRAKARSA bersama WALHI Bangka Belitung melakukan riset berbasis komunitas yang dikenal sebagai *Community-Based Human Rights Assessment* (COBHRA) di Desa Mapur, Bangka.

"COBHRA berbeda dari uji tuntas HAM biasa. Kami tidak menggunakan penilaian mandiri dari perusahaan, melainkan mendengar langsung asesmen dari sudut pandang masyarakat terdampak," tegas Maftuchan.

Desa Mapur dipilih sebagai mikrokosmos karena kompleksitasnya. Di sana, aktivitas BUMN, swasta, hingga tambang rakyat bersinggungan langsung dengan hak-hak masyarakat adat yang sudah ada sejak lama.

Maftuchan mengibaratkan kekayaan alam Indonesia sebagai "gadis cantik" yang diperebutkan banyak pihak internasional. Jika negara tidak mengambil langkah tepat, Indonesia berisiko jatuh ke tangan investor yang tidak bertanggung jawab.

"Analogi kasarnya, kita khawatir gadis ini mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau *abuse*. Kita butuh langkah preventif yang lebih kuat, bukan sekadar menangani kasus setelah terjadi," tambahnya.

Hadirnya Kementerian HAM dipandang sebagai peluang besar untuk memperkuat perlindungan pada sisi hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (Ekosob). Selama ini, perhatian publik lebih banyak terserap pada isu sipil politik.

The PRAKARSA mendesak agar porsi kerja Kementerian HAM ditambah untuk mengawasi sektor bisnis. Hal ini krusial agar nilai-nilai HAM terinstitusi dalam regulasi dan praktik bisnis di seluruh Indonesia.

"Berdirinya Kementerian HAM saat ini ibarat gelas yang baru terisi setengah. Tugas kita adalah memastikan gelas itu penuh melalui kolaborasi intens antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat sipil," tutup Maftuchan.

Reporter Lakalim Adalin 
Editor Arianto 




Share:

Menakar Keadilan Transisi Energi dalam Rantai Pasok Timah Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Indonesia memainkan peran penting dalam rantai pasok global mineral kritis. Timah menjadi komoditas strategis, seiring meningkatnya kebutuhan industri teknologi dan transisi energi dunia.

Namun di balik posisi strategis tersebut, masyarakat di wilayah tambang justru menghadapi tekanan sosial dan ekologis. Kemiskinan, kerusakan lingkungan, dan konflik ruang hidup masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan.

Fenomena ini disorot melalui riset berbasis komunitas yang dilakukan The PRAKARSA bersama WALHI Bangka Belitung. Penelitian dilakukan di Desa Mapur, Bangka, dengan pendekatan Community-Based Human Rights Impact Assessment.

Hasil riset dipaparkan dalam Dialog Kebijakan di Jakarta, Rabu (4/2). Forum ini menempatkan suara warga sebagai bagian penting dalam menilai praktik bisnis dan kepatuhan HAM di sektor pertambangan timah.

Direktur Eksekutif WALHI Bangka Belitung, Ahmad Subhan Hafiz, menyampaikan bahwa uji tuntas rantai pasok selama ini lebih menekankan aspek administratif. Padahal, dampak nyata di lapangan masih terus terjadi.

Ia menjelaskan, meningkatnya permintaan global terhadap mineral kritis mendorong laju eksploitasi timah di Bangka Belitung. Namun peningkatan produksi tidak berkorelasi positif dengan kesejahteraan masyarakat setempat.

Riset menemukan praktik green extractivism, di mana agenda ekonomi hijau justru menciptakan zona pengorbanan. Wilayah yang dulu memiliki hutan dan sumber air kini menghadapi pencemaran dan degradasi ekologis.

Dalam rantai pasok, keterkaitan antara tambang legal dan ilegal masih sulit dipisahkan. Timah dari tambang rakyat bercampur dalam jalur industri, sementara pelacakan asal bahan baku masih terbatas.

Audit perusahaan global kerap menyatakan rantai pasok patuh standar. Namun di tingkat komunitas, pelanggaran HAM, kecelakaan kerja, dan hilangnya ruang hidup terus berulang.

Desa Mapur menjadi contoh tekanan berlapis. Selain tambang timah, wilayah ini dikepung konsesi sawit, pasir kuarsa, dan tambak udang, sementara status masyarakat adat belum diakui secara hukum.

Dampak ekologis meluas hingga pesisir. Kerusakan mangrove, pendangkalan muara, dan terganggunya habitat satwa memicu konflik ekologis baru yang mengancam keselamatan warga.

Riset juga mencatat kerentanan perempuan dalam sektor informal tambang. Minim perlindungan kerja dan tidak adanya akses pengaduan memperparah ketidakadilan yang dialami kelompok rentan.

The PRAKARSA dan WALHI mendorong penguatan uji tuntas HAM yang partisipatif. Masyarakat dinilai perlu dilibatkan sebagai subjek dalam pengawasan rantai pasok mineral.

Transisi energi, menurut Hafiz, seharusnya berjalan seiring dengan keadilan sosial dan pemulihan lingkungan. Tanpa itu, agenda hijau berisiko meninggalkan luka baru di wilayah tambang.

Reporter Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

Prabowo Dorong Gerakan Gentengisasi Nasional Ganti Atap Seng


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Presiden Prabowo Subianto menyerukan gerakan nasional penggantian atap rumah berbahan seng menjadi genteng tanah liat. Program gentengisasi ini diproyeksikan memperindah permukiman sekaligus menciptakan lingkungan hunian yang lebih sejuk.

Gagasan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2). Forum ini dihadiri kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Kepala Negara menilai atap seng masih mendominasi rumah-rumah warga, baik di perkotaan maupun perdesaan. Kondisi itu, menurutnya, sudah berlangsung lama dan menjadi pemandangan umum di banyak wilayah.

Prabowo menyoroti dampak penggunaan atap seng terhadap kualitas lingkungan. Selain dinilai kurang menarik secara visual, seng mudah menyerap panas dan rentan berkarat, sehingga mengurangi kenyamanan penghuni rumah.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Gerakannya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” ujar Prabowo dalam pidato yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kementerian Dalam Negeri.

Dalam konsepnya, proyek gentengisasi nasional akan melibatkan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai ujung tombak produksi. Prabowo menilai industri genteng relatif mudah dikembangkan di tingkat lokal.

Ia menjelaskan, koperasi akan dilengkapi pabrik genteng skala desa atau kelurahan. Bahan bakunya berasal dari tanah lokal yang bisa dipadukan dengan material lain untuk meningkatkan kualitas produk.

“Genteng itu bahan bakunya dari tanah, dicampur beberapa zat limbah lain, bisa menjadi ringan dan kuat,” kata Prabowo, menekankan potensi inovasi berbasis sumber daya dalam negeri.

Presiden juga mengungkap hasil kajian akademisi terkait pemanfaatan limbah abu batu bara sebagai campuran bahan genteng. Menurutnya, riset tersebut menunjukkan hasil yang menjanjikan.

“Saya dapat laporan dari profesor-profesor kita, limbah abu batu bara bisa dicampur dengan tanah dan menjadi bahan genteng yang baik,” ungkap Prabowo di hadapan peserta Rakornas.

Ia menilai inovasi tersebut bukan hanya menghasilkan genteng berkualitas, tetapi juga menawarkan solusi atas persoalan limbah industri yang selama ini membebani lingkungan.

Prabowo menegaskan pemerintah akan memberikan dukungan penuh terhadap program gentengisasi, baik sebelum maupun setelah pelaksanaan. Peran aktif kepala daerah dinilai krusial dalam merealisasikannya.

“Kita akan bantu sebelum dan sesudah gentengisasi. Ini serius. Yang mau kotanya indah, ayo bersama kita,” ujar Prabowo, memberi penekanan pada komitmen daerah.

Presiden berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, wajah Indonesia berubah lebih indah dan terbebas dari atap seng berkarat yang ia anggap sebagai simbol kemunduran lingkungan.

“Turis dari luar datang bukan untuk melihat seng berkarat. Karat itu lambang degenerasi,” pungkas Prabowo.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 
 




Share:

Deninteldam Bongkar Peredaran Sabu di Gudang BBM Bengkalis


Duta Nusantara Merdeka | Bengkalis 
Personel Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) XIX/Tuanku Tambusai mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis sabu di sebuah gudang penampungan BBM solar di Jalan Harapan Jaya, Mandau, Bengkalis, Senin malam (2/2/2025).

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan warga yang mencurigai adanya aktivitas penyalahgunaan narkotika di lokasi gudang. Informasi itu juga menyebut dugaan keterlibatan oknum berlatar belakang militer, sehingga memicu perhatian aparat intelijen teritorial.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Komandan Deninteldam XIX/Tuanku Tambusai memerintahkan penyelidikan mendalam. Langkah itu dilakukan secara profesional, hati-hati, dan terukur guna memastikan akurasi informasi sebelum operasi penindakan dilakukan.

Sekitar pukul 23.30 WIB, tim Deninteldam tiba di lokasi dan langsung melaksanakan penggeledahan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan enam paket sabu siap edar beserta sejumlah perlengkapan yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

Barang bukti yang diamankan meliputi puluhan plastik klip kosong, timbangan digital aktif, alat hisap, pipet, serta uang tunai dalam berbagai mata uang. Petugas juga menemukan identitas dan perlengkapan pribadi yang diduga terkait jaringan peredaran ilegal.

Dalam pemeriksaan awal di tempat kejadian, dua orang berhasil diamankan, masing-masing diduga sebagai pemilik dan penjaga gudang. Keduanya kemudian diserahkan bersama barang bukti kepada Polsek Mandau untuk proses hukum lanjutan.

Hasil pendalaman awal menunjukkan salah satu pihak yang diamankan merupakan oknum pecatan TNI. Status tersebut menegaskan bahwa yang bersangkutan tidak lagi memiliki keterkaitan kelembagaan dengan institusi militer.

Kodam XIX/Tuanku Tambusai menegaskan dukungan penuh terhadap penegakan hukum yang dilakukan kepolisian. Institusi tersebut juga menegaskan komitmen transparansi dan konsistensi dalam mendukung upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah teritorialnya.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

Peringati Hari Kanker Sedunia, Golkar Dorong Pencegahan dan Edukasi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, Ikatan Istri Fraksi Partai Golkar menggelar seminar “Bersama Melawan Kanker Menuju Masa Depan Lebih Sehat” di Jakarta, Rabu (4/2/2026), menekankan pentingnya kesadaran kolektif pencegahan kanker.

Sri Suparni Bahlil, menyampaikan tema tersebut menjadi ajakan untuk memperkuat kepedulian masyarakat. Ia menilai peningkatan literasi kesehatan harus berjalan seiring dengan gerakan nyata pencegahan kanker sejak dini.

Sri mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan oleh Ikatan Istri Fraksi Partai Golkar. Menurutnya, forum seperti ini membuka ruang edukasi yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas, khususnya kalangan perempuan sebagai penjaga kesehatan keluarga.

Ia menyinggung data Kementerian Kesehatan yang memproyeksikan peningkatan kasus kanker menuju 2050. Sri menyebut setiap individu memiliki potensi mengalami pertumbuhan sel abnormal, sehingga upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama.

Berdasarkan data kesehatan nasional, sekitar 400.000 kasus baru kanker terdeteksi setiap tahun di Indonesia. Angka kematian diperkirakan mencapai 240.000 kasus, menegaskan urgensi penguatan strategi deteksi dan penanganan sejak dini.

Sri menekankan pentingnya pemahaman ilmiah mengenai perkembangan sel kanker. Dalam kondisi normal, sistem kekebalan tubuh dapat memperbaiki kerusakan DNA atau mematikan sel bermasalah melalui mekanisme alami yang dikenal sebagai apoptosis.

Ia menilai pemahaman tersebut penting agar masyarakat tidak hidup dalam ketakutan berlebihan. Sebaliknya, kesadaran ilmiah diharapkan mendorong masyarakat lebih disiplin menjalankan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan utama.

Sri menegaskan prinsip pencegahan lebih efektif dibandingkan pengobatan. Menurutnya, menjaga kesehatan melalui gaya hidup aktif, asupan gizi seimbang, pengelolaan stres, dan pemeriksaan rutin menjadi investasi kesehatan jangka panjang.

Ia juga menyoroti kegiatan olahraga rutin yang dilakukan anggota Ikatan Istri Fraksi Partai Golkar. Aktivitas tersebut dinilai mampu menjaga kesehatan fisik sekaligus membantu pengelolaan stres, yang menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan tubuh.

Sri berharap meningkatnya prediksi kasus kanker dapat direspons dengan peningkatan kesadaran masyarakat. Ia menilai pengetahuan harus diterjemahkan menjadi gerakan kolektif yang melibatkan keluarga dan lingkungan sekitar.

Dalam seminar tersebut, peserta juga mendapat paparan dari sejumlah narasumber. Salah satunya Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, yang memaparkan strategi nasional pencegahan kanker.

Selain itu, hadir perwakilan Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia, Yani Nirmalasari, serta Ketua Divisi Onkologi Ginekologi RSCM, dr. Fitriyadi Kusuma. Keduanya memberikan perspektif medis dan pengalaman pendampingan pasien kanker.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji, menyoroti kompleksitas deteksi kanker. Ia menyebut sejumlah jenis kanker sulit terdeteksi karena gejala awalnya sering menyerupai penyakit lain.

Sarmuji membagikan pengalaman pribadi terkait putranya yang pernah didiagnosis kanker darah. Ia menuturkan proses diagnosis berlangsung panjang karena hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan peningkatan leukosit secara signifikan.

Menurutnya, diagnosis baru ditegakkan setelah pemeriksaan lanjutan melalui pengambilan sampel sumsum tulang. Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya ketelitian medis dalam menilai gejala yang memiliki kemiripan antarpenyakit.

Ia menilai kesiapan tenaga medis menjadi faktor krusial dalam mendeteksi kanker. Dokter diharapkan membuka berbagai kemungkinan diagnosis agar kesalahan penanganan dapat diminimalkan sejak tahap awal pemeriksaan.

Sarmuji menambahkan keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Ia menyebut sebagian pasien kanker terlambat mendapatkan penanganan karena kurangnya deteksi dini dan keterbatasan akses pemeriksaan lanjutan.

Ia menegaskan bahwa kanker dapat menyerang siapa saja, termasuk individu dengan gaya hidup sehat. Karena itu, deteksi dini menjadi kunci agar peluang penanganan lebih efektif dan angka kesembuhan meningkat.

Sarmuji juga menekankan pentingnya dukungan keluarga bagi pasien kanker. Ia menyebut keberadaan sistem pendukung menjadi faktor psikologis yang berperan dalam proses pengobatan dan pemulihan pasien.

Seminar tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat solidaritas masyarakat terhadap pasien kanker. Para pembicara menilai perjuangan melawan kanker membutuhkan kolaborasi antara tenaga medis, keluarga, dan komunitas.

Melalui forum edukasi tersebut, peserta diajak menjadikan Hari Kanker Sedunia sebagai titik awal meningkatkan kepedulian kesehatan. Upaya kecil yang dilakukan secara konsisten diyakini mampu membangun masa depan kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Reporter Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

Breaking News: Vonis Suap Migor Djuyamto Naik Jadi 12 Tahun


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pengadilan Tinggi Jakarta memperberat hukuman mantan hakim nonaktif Djuyamto dalam perkara suap vonis lepas kasus minyak goreng. Hukuman penjara dinaikkan dari 11 tahun menjadi 12 tahun setelah proses banding.

Putusan banding dibacakan pada Senin, 2 Januari 2026. Majelis hakim menyatakan Djuyamto tetap terbukti menerima suap terkait putusan perkara minyak goreng yang sebelumnya menimbulkan sorotan publik.

Majelis hakim banding dipimpin Albertina Ho dengan anggota Budi Susilo dan Bragung Iswanto. Mereka menilai unsur tindak pidana korupsi dalam perkara ini terbukti secara sah dan meyakinkan.

Selain pidana penjara, Djuyamto dijatuhi denda Rp500 juta. Jika denda tidak dibayar, jaksa berwenang menyita dan melelang harta terpidana atau menggantinya dengan kurungan selama 140 hari.

Pengadilan juga mewajibkan Djuyamto membayar uang pengganti sebesar Rp9,2 miliar. Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, hukuman tambahan berupa lima tahun penjara akan diberlakukan.

Dalam putusan sebelumnya di tingkat pertama, Djuyamto dinyatakan menerima suap Rp9,21 miliar. Dana tersebut diduga berkaitan dengan vonis lepas perkara minyak goreng.

Sementara itu, dua terdakwa lain, Agam Syarief Baharudin dan Ali Muhtarom, tidak mengalami perubahan hukuman. Pengadilan Tinggi Jakarta menguatkan putusan sebelumnya, yakni 11 tahun penjara serta denda dan uang pengganti.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 




Share:

PP 42/2025 Berlaku, Penghasilan Hakim Naik Signifikan Awal 2026


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Awal Februari 2026 menjadi momen yang dinilai melegakan bagi dunia peradilan nasional. Kenaikan tunjangan hakim akhirnya resmi direalisasikan setelah bertahun-tahun menjadi wacana.

Ketua Umum FORSIMEMA-RI, Syamsul Bahri, menyebut palu hakim kini terasa lebih mantap, seiring peningkatan kesejahteraan yang mulai diterima hakim di seluruh wilayah Indonesia.

"Realisasi tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2025 yang mulai efektif pada awal tahun ini, dengan kenaikan tunjangan disebut mencapai hingga 280 persen," ujar Syamsul di Jakarta, Selasa (03/01).

Lonjakan tertinggi terutama dirasakan hakim karier tingkat pertama dan hakim junior, kelompok yang selama lebih dari satu dekade memiliki tunjangan relatif terbatas.

Berdasarkan estimasi terbaru, Ketua Pengadilan Tinggi kini berpotensi menerima tunjangan jabatan hingga sekitar Rp110,5 juta per bulan.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Kelas IA Khusus diperkirakan memperoleh tunjangan hingga Rp87,2 juta per bulan, menyesuaikan beban tugas dan tanggung jawab kelembagaan.

Untuk hakim anggota di level terendah atau Kelas II, tunjangan baru diperkirakan mulai dari Rp46,7 juta per bulan, angka yang jauh melampaui skema sebelumnya.

Kenaikan ini mendorong total penghasilan hakim meningkat tajam dibandingkan kondisi belasan tahun lalu, terutama bagi mereka yang bertugas di daerah dengan keterbatasan fasilitas.

Di balik kebijakan tersebut, pemerintah menegaskan komitmen menjaga integritas peradilan, sejalan dengan janji Presiden Prabowo Subianto pada pertengahan 2025 lalu.

Saat itu, Presiden menekankan pentingnya memastikan hakim bekerja tanpa tekanan ekonomi agar tidak mudah dipengaruhi atau disogok.

Selain tunjangan jabatan, hakim yang bertugas di wilayah terpencil seperti Wamena atau Halmahera juga menerima tunjangan kemahalan hingga Rp10 juta.

Skema ini dimaksudkan untuk mengimbangi tingginya biaya hidup dan tantangan logistik di daerah-daerah tersebut.

Pemerintah juga disebut tengah memfinalisasi aturan serupa bagi hakim ad hoc agar kesenjangan kesejahteraan dapat ditekan.

Harapannya, dengan kebutuhan dasar yang lebih terjamin, kualitas putusan dan profesionalisme hakim semakin menguat, termasuk bagi mereka yang bertugas jauh dari pusat pemerintahan.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 



Share:

Seminar Natal di UPH Soroti Keluarga dan Kepemimpinan Berintegritas


Duta Nusantara Merdeka | Tangerang
Panitia Natal Nasional 2025 bersama Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Universitas Pelita Harapan menggelar Seminar Nasional 2026 di Tangerang, Selasa (3/1).

Seminar ini mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, dengan penekanan pada peran keluarga sebagai fondasi kehidupan sosial dan ketahanan bangsa.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa rangkaian Natal Nasional tahun ini tidak berhenti pada seremoni keagamaan semata.

Ia menyoroti sejumlah diskusi yang telah digelar di berbagai daerah, mulai dari Bandung, Sumatera Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua.

Menurut Maruarar, besarnya dukungan publik, termasuk dari kalangan non-Kristiani, membuat distribusi bantuan sosial Natal Nasional masih terus berjalan hingga saat ini.

Kondisi tersebut mendorong panitia menambah satu agenda seminar lanjutan sebelum laporan akhir disusun, agar seluruh bantuan dapat tersalurkan secara tuntas.

Maruarar menegaskan, konsep Natal Nasional 2025 berangkat dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kesederhanaan dan dampak nyata bagi masyarakat.

Arahan tersebut menolak perayaan mewah tanpa manfaat langsung, dan mendorong fokus pada pendidikan, kesehatan, serta penguatan kelompok rentan.

Panitia sempat mempertimbangkan acara berskala besar, namun akhirnya memilih Tennis Indoor Senayan dengan kapasitas terbatas demi menjaga konsistensi nilai tersebut.

Sebagian besar undangan diisi oleh anak yatim piatu, pelayan gereja, guru agama, serta penyandang disabilitas, dengan ruang terbatas bagi tamu lainnya.

Konsep kesederhanaan juga tercermin dari konsumsi acara yang seluruhnya menggunakan produk UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.

Tak ada penampilan artis nasional. Panitia justru menghadirkan penyanyi gerejawi dari Papua, NTT, dan Tapanuli sebagai representasi keberagaman.

Simbol Natal pun dibuat berbeda. Pohon Natal disusun dari buah-buahan lokal yang dapat dinikmati peserta setelah acara, sekaligus mendukung petani daerah.

Dalam pesannya, Maruarar menekankan pentingnya integritas dan keberanian memegang prinsip, baik dalam kepemimpinan publik maupun kehidupan pribadi.

Ia juga menyoroti keluarga sebagai institusi paling dasar negara, tempat perbedaan diselesaikan melalui dialog dan saling menghormati.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan ambulans secara simbolis kepada perwakilan lintas agama sebagai wujud aksi sosial bersama.

Bantuan tersebut diserahkan oleh perwakilan Astra dan ditujukan untuk memperkuat layanan sosial masyarakat lintas iman.

Seminar dibuka oleh Prof. Binsar Pakpahan dan menghadirkan sejumlah pembicara, termasuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto.

Rangkaian ini menegaskan Natal Nasional sebagai ruang refleksi iman sekaligus panggilan untuk menghadirkan dampak sosial yang nyata.

Reporter Lakalim Adalin 
Editor Arianto 



 
Share:

Otak Dipengaruhi Usus: Peran Mikrobiota dalam Mood dan Fokus


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Selama ini, otak kerap dianggap pusat tunggal pikiran dan emosi. Namun riset modern menunjukkan, kendali itu tidak berdiri sendiri. Ada jalur komunikasi aktif yang menghubungkan otak dengan usus.

Hubungan tersebut dikenal sebagai gut-brain axis, sistem dua arah yang mengaitkan saraf, hormon, dan sinyal imun. Lewat jalur ini, kondisi usus dapat memengaruhi cara otak bekerja dan merespons stres.

Di dalam usus manusia hidup triliunan mikroorganisme yang disebut mikrobiota usus. Mereka bukan sekadar membantu mencerna makanan, tetapi juga berperan dalam regulasi suasana hati dan fungsi kognitif.

Salah satu peran penting mikrobiota adalah keterlibatannya dalam produksi serotonin. Lebih dari 90 persen hormon ini justru diproduksi di usus, bukan di jaringan otak.

Serotonin dikenal sebagai penopang rasa tenang dan bahagia. Ketika keseimbangan mikrobiota terjaga, produksi serotonin cenderung stabil, membantu menjaga emosi tetap terkendali dalam aktivitas sehari-hari.

Mikrobiota usus juga berpengaruh terhadap respons tubuh terhadap stres. Komposisi mikroba yang sehat dapat menekan pelepasan kortisol, hormon stres, sekaligus meningkatkan sinyal relaksasi ke otak.

Dalam konteks fungsi kognitif, keseimbangan mikrobiota dikaitkan dengan memori, fokus, serta kejernihan berpikir. Gangguan pada ekosistem usus sering dihubungkan dengan penurunan konsentrasi.

Sebaliknya, ketidakseimbangan mikrobiota atau dysbiosis dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, depresi, hingga munculnya kabut otak yang mengganggu produktivitas.

Faktor gaya hidup memegang peran besar dalam menjaga hubungan usus dan otak. Pola makan, kualitas tidur, serta cara mengelola stres ikut menentukan komposisi mikrobiota.

Temuan ini menggeser cara pandang lama tentang kesehatan mental. Otak tidak bekerja sendirian. Apa yang terjadi di usus turut menentukan kejernihan pikiran dan kestabilan emosi.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 




Share:

Danrem 031 Tinjau Pembangunan Koperasi Merah Putih


Duta Nusantara Merdeka | Pelalawan 
Komandan Korem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu meninjau langsung progres pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Pelalawan, Riau, Sabtu (31/1/2026).

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan daerah serta penguatan perekonomian masyarakat berbasis desa dan kelurahan.

Dalam kegiatan tersebut, Danrem memastikan seluruh tahapan pembangunan koperasi berjalan sesuai perencanaan, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Menurut Danrem, keberadaan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi sarana penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan wilayah melalui pemberdayaan masyarakat.

Peninjauan lapangan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesiapan fisik bangunan hingga kesiapan unsur pendukung yang terlibat dalam pengelolaan koperasi ke depan.

Selain meninjau progres pembangunan, Brigjen TNI Agustatius Sitepu juga berdialog langsung dengan unsur pelaksana di lapangan serta masyarakat setempat.

Dialog tersebut bertujuan menyerap aspirasi warga sekaligus mengetahui perkembangan dan kendala yang dihadapi selama proses pembangunan koperasi berlangsung.

Danrem menekankan pentingnya pelaksanaan pembangunan yang tertib, transparan, dan akuntabel agar hasilnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Ia menyampaikan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan program pembangunan berbasis kerakyatan.

Menurutnya, keterlibatan aktif seluruh pihak akan memastikan koperasi tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Korem 031/Wira Bima, lanjut Danrem, berkomitmen untuk terus mengawal dan mendukung berbagai program pembangunan pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Pelalawan.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pendampingan, pengawasan, serta koordinasi lintas sektor guna memastikan program berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

Pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dipandang sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Melalui program ini, diharapkan tercipta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya pembangunan nasional.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 

Share:

Wamen ATR/BPN Minta Daerah Kawal Pemutakhiran Data Pertanahan


Duta Nusantara Merdeka | Pasuruan 
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus melakukan pemutakhiran data terhadap sertipikat lama yang belum terintegrasi secara sistematis dalam basis data digital nasional.

Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan mengimbau jajaran kantor pertanahan daerah agar mengawal proses pemutakhiran data secara berkelanjutan dan terkoordinasi.

Imbauan tersebut disampaikan saat Wamen Ossy mengunjungi Kantor Pertanahan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (1/2/2026), dalam rangka evaluasi dan penguatan kinerja pelayanan pertanahan.

Menurut Ossy, penyelesaian persoalan pertanahan harus diawali dengan pemahaman metodologi kerja yang jelas, termasuk mekanisme pelaporan jika diperlukan dukungan tambahan dari tingkat wilayah maupun pusat.

Secara nasional, masih terdapat sekitar 12 juta bidang tanah yang masuk kategori Kualitas Data Bidang Tanah atau KW 4, 5, dan 6 yang memerlukan pemutakhiran.

Kategori KW 4 mencakup bidang tanah dengan data fisik dan yuridis lengkap, namun belum terpetakan secara spasial dalam sistem kadastral digital.

Sementara itu, bidang tanah kategori KW 5 telah memiliki data yuridis, tetapi data fisik dan peta spasialnya masih memerlukan peningkatan kualitas.

Adapun kategori KW 6 meliputi bidang tanah yang data fisik, data yuridis, serta peta spasialnya masih membutuhkan perbaikan secara menyeluruh.

Di hadapan jajaran Kantah Kabupaten Pasuruan, Wamen Ossy menyampaikan harapannya agar Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu wilayah paling progresif dalam percepatan pemutakhiran data pertanahan nasional.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya sikap realistis dalam proses pemetaan, dengan memilah bidang tanah yang dapat segera diselesaikan dan yang membutuhkan penanganan khusus.

Menurutnya, kolaborasi internal maupun dukungan eksternal perlu dimaksimalkan agar target pemutakhiran data dapat tercapai secara optimal.

Dalam kunjungan tersebut, Wamen Ossy juga menyerahkan sertipikat tanah secara langsung kepada enam warga di Kabupaten dan Kota Pasuruan.

Penyerahan sertipikat tersebut menjadi simbol kehadiran negara dalam memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat.

Wamen Ossy turut memberikan apresiasi kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Pasuruan atas lingkungan kerja yang tertib, bersih, dan didukung semangat pegawai yang tinggi.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur Asep Heri, serta jajaran Kantah Kabupaten dan Kota Pasuruan.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

Presiden Prabowo Buka Rakornas 2026, Tekankan Sinergi Pusat-Daerah


Duta Nusantara Merdeka | Sentul 
Presiden Prabowo Subianto membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional.

Dalam arahannya, Presiden menyampaikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian beserta jajaran atas terselenggaranya forum koordinasi nasional tersebut.

Presiden mengaku terkesan dengan semangat para kepala daerah dan pimpinan instansi yang hadir dari berbagai wilayah Indonesia.

Ia menilai forum tersebut menjadi momentum penting untuk mempertemukan seluruh unsur pemerintahan, mulai dari jajaran Kabinet Merah Putih hingga aparat daerah dan institusi terkait.

Rakornas ini dihadiri kepala daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pimpinan DPRD, unsur TNI dan Polri, serta pejabat kementerian dan lembaga pemerintah lainnya.

Presiden menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun Indonesia secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan pentingnya setiap pejabat memahami peran, tugas, dan tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat.

Menurut Presiden, rakyat mendambakan pemimpin yang adil, jujur, dan bekerja sepenuhnya untuk kepentingan publik, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Selain itu, Presiden mengajak seluruh jajaran pemerintahan meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika global yang terus berkembang dan berpotensi memengaruhi kondisi nasional.

Ia menilai pemahaman terhadap sejarah bangsa dan tantangan internasional menjadi bekal penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat dan responsif.

Presiden juga menekankan pentingnya persatuan lintas politik dalam upaya mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, mandat kepemimpinan yang diemban merupakan amanah untuk bekerja bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa pengecualian.

Dalam arahannya, Presiden turut menyoroti kemandirian pangan sebagai pilar utama kemerdekaan dan kesejahteraan nasional.

Ia menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan syarat mutlak agar seluruh rakyat Indonesia dapat hidup layak dan sejahtera.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 
 


Share:

Mengenal Aladdin, Sistem Analitik di Balik Keuangan Global


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Bukan presiden, bukan pula organisasi rahasia. Pengaruh besar dalam sistem keuangan global saat ini justru datang dari teknologi analitik bernama Aladdin, platform yang digunakan untuk membaca dan mengelola risiko ekonomi dunia.

Dalam konteks sederhana, sistem keuangan global membutuhkan “mesin pengendali” layaknya komputer yang memerlukan sistem operasi agar dapat berjalan. Di dunia investasi, peran itu dijalankan oleh Aladdin.

Aladdin merupakan singkatan dari Asset, Liability, Debt, and Derivative Investment Network, sebuah sistem komputasi milik BlackRock yang dirancang untuk mengelola dan menganalisis aset dalam skala sangat besar.

Platform ini bukan sekadar perangkat lunak akuntansi. Aladdin berfungsi sebagai sistem analitik terintegrasi yang mengelola portofolio investasi global dengan nilai lebih dari 21 triliun dolar AS.

Nilai tersebut setara dengan gabungan produk domestik bruto sebagian besar negara di dunia. Skala inilah yang membuat peran Aladdin menjadi signifikan dalam dinamika pasar keuangan global.

Menyerap Data dalam Skala Global

Cara kerja Aladdin dimulai dari pengumpulan data dalam jumlah masif. Sistem ini memproses data pasar keuangan, indikator makroekonomi, rantai pasok, hingga dinamika politik internasional secara real-time.

Informasi yang dianalisis tidak terbatas pada harga saham. Aladdin juga memantau inflasi di berbagai negara, kondisi pasokan industri strategis, serta perkembangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi.

Tujuan utama proses ini adalah membentuk peta risiko keuangan global yang terus diperbarui, sehingga perubahan kecil di satu wilayah dapat segera terbaca dampaknya di sektor lain.

Membaca Risiko, Bukan Sekadar Nama Perusahaan

Keunggulan Aladdin terletak pada kemampuannya melihat keterkaitan risiko lintas sektor. Sistem ini tidak menilai perusahaan berdasarkan merek, melainkan berdasarkan faktor-faktor yang memengaruhi kinerjanya.

Sebagai contoh, ketika menilai saham perusahaan minuman, Aladdin memperhitungkan harga bahan baku, biaya energi, hingga ongkos distribusi. Perubahan satu variabel dapat memengaruhi banyak sektor sekaligus.

Pendekatan ini memungkinkan sistem membaca dampak kenaikan harga komoditas terhadap industri yang tampak tidak saling terkait, seperti penerbangan, otomotif, dan barang konsumsi.

Simulasi Skenario Ekonomi

Aladdin juga menggunakan simulasi matematis untuk menguji berbagai kemungkinan kondisi ekonomi di masa depan. Sistem ini tidak memprediksi satu hasil, melainkan mensimulasikan ribuan skenario berbeda.

Skenario tersebut mencakup potensi konflik geopolitik, krisis kesehatan global, hingga guncangan ekonomi besar. Setiap skenario diuji terhadap portofolio investasi untuk mengukur tingkat ketahanannya.

Hasil simulasi ini digunakan sebagai dasar peringatan risiko, membantu manajer investasi mengambil keputusan sebelum kerugian besar terjadi.

Pengendali Risiko dan Eksekusi Transaksi

Dalam praktiknya, Aladdin berfungsi sebagai alat pengendali risiko. Setiap keputusan investasi harus sesuai dengan parameter yang telah ditetapkan sistem, termasuk batas risiko dan kepatuhan regulasi.

Selain itu, Aladdin mengoptimalkan proses transaksi besar dengan memecahnya menjadi banyak transaksi kecil. Pendekatan ini bertujuan menjaga stabilitas harga pasar dan meningkatkan efisiensi perdagangan.

Tantangan Ketergantungan Global

Di balik keunggulannya, penggunaan Aladdin secara luas memunculkan risiko keseragaman keputusan. Ketika banyak institusi besar mengandalkan sistem yang sama, respons pasar bisa terjadi secara serentak.

Kondisi tersebut berpotensi mempercepat gejolak pasar jika sinyal risiko yang sama direspons secara bersamaan oleh pelaku besar. Inilah yang dikenal sebagai efek herding dalam sistem keuangan.

Ketergantungan pada satu platform teknologi juga menimbulkan kekhawatiran risiko sistemik. Gangguan teknis atau masalah keamanan dapat berdampak luas, melampaui satu institusi.

Teknologi dan Stabilitas Keuangan

Perkembangan teknologi analitik seperti Aladdin menunjukkan bagaimana sistem keuangan global semakin terhubung dengan perangkat digital berskala besar.

Di sisi lain, pengawasan, transparansi, dan diversifikasi sistem menjadi faktor penting untuk memastikan stabilitas keuangan tetap terjaga di tengah ketergantungan pada teknologi tunggal.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini