Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

APPMBGI Matangkan Struktur di Jawa Barat, Target Nasional


Duta Nusantara Merdeka | Bandung 
Penguatan organisasi APPMBGI Jawa Barat menjadi fokus utama dalam agenda konsolidasi nasional yang digelar di Bandung. Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum Abdul Rivai Ras bersama jajaran pengurus pusat dan daerah.

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pengembangan ekosistem program makanan bergizi gratis (MBG) agar lebih terstruktur dan menjangkau masyarakat luas, khususnya di wilayah Jawa Barat yang dinilai strategis.

Konsolidasi dan Ekspansi Struktur Daerah

Agenda silaturahmi tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh organisasi, termasuk Siti Nur Azizah Ma’ruf Amin dan Margaretha Hanita, yang menegaskan komitmen penguatan struktur hingga level daerah.

Dari pihak tuan rumah, Ketua DPD I Jawa Barat, Yanuar Ady Saputra, menyambut langsung rombongan pusat dalam suasana kolaboratif dan penuh koordinasi.

Momentum ini dimanfaatkan untuk memperluas jaringan organisasi melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada sejumlah pengurus DPD II di kabupaten dan kota.

Distribusi Kepengurusan dan Strategi Implementasi

Penyerahan SK dilakukan kepada perwakilan daerah seperti Kabupaten Garut, Kota Depok, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kota Bogor, Kabupaten Kuningan, hingga Kabupaten Bandung.

Langkah ini dinilai krusial dalam mempercepat implementasi program MBG di tingkat akar rumput, sekaligus memastikan operasional berjalan sesuai standar nasional yang telah ditetapkan organisasi.

Dalam arahannya, Abdul Rivai Ras menekankan pentingnya struktur organisasi yang solid sebagai fondasi utama keberhasilan program.

“Jawa Barat memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekosistem makanan bergizi. Dengan terbentuknya DPD II, akselerasi program diharapkan lebih terukur dan menjangkau masyarakat luas,” ujarnya.

Penguatan Ekosistem dan Kolaborasi Nasional

Menurut dia, APPMBGI tidak sekadar organisasi profesi, tetapi platform nasional yang mengintegrasikan pelaku usaha, pengelola dapur, serta pemangku kepentingan lainnya dalam satu ekosistem.

Model kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program makanan bergizi gratis, baik dari sisi distribusi, kualitas layanan, maupun dampak ekonomi di daerah.

Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang memperkuat relasi antar pengurus pusat dan daerah. Suasana tersebut mencerminkan soliditas organisasi dalam menghadapi tantangan implementasi di lapangan.

Dampak dan Proyeksi ke Depan

Dengan penguatan organisasi APPMBGI Jawa Barat, program MBG diharapkan semakin terintegrasi, profesional, dan berstandar tinggi.

Konsolidasi yang berkelanjutan diyakini mampu mempercepat distribusi manfaat program sekaligus memperkuat peran daerah dalam mendukung agenda nasional peningkatan gizi masyarakat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Gerakan Al Ma'un PDA Kota Padangsidimpuan Wujud Nyata Kepedulian Sosial


Duta Nusantara Merdeka | Padangsidimpuan 
Gerakan Al-Ma’un yang dilaksanakan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Padangsidimpuan menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Berlandaskan nilai-nilai yang diajarkan dalam Surah Al-Ma'un, kegiatan ini menghadirkan kepedulian yang tulus kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya keluarga Aisyiyah di tingkat ranting yang terdampak musibah banjir bandang pada bulan November 2025 yang lalu.

Melalui program ini, jajaran pengurus Aisyiyah baik level daerah dan cabang serta ranting turun langsung mengunjungi ranting yang terdampak. Kehadiran mereka bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan semangat, doa, dan penguatan bagi para anggota serta masyarakat sekitar. Dalam kesempatan tersebut, Aisyiyah membagikan Paket Cinta Ramadhan dan Lebaran, sebagai bentuk perhatian dan solidaritas kepada saudara-saudara yang sedang menghadapi kesulitan.

Paket yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga menjelang datangnya Hari Raya Idulfitri. Lebih dari sekadar bantuan materi, kegiatan ini menjadi simbol kasih sayang, ukhuwah, dan kepedulian sosial yang terus ditumbuhkan dalam gerakan Aisyiyah.


Gerakan Al-Ma’un ini juga mengingatkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Semoga langkah kecil ini menjadi amal jariyah dan memperkuat semangat kebersamaan dalam menebar kebaikan.

Dengan semangat Al-Ma’un, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Padangsidimpuan terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, menolong yang membutuhkan, serta menebarkan cinta, kepedulian, dan harapan bagi masa depan yang lebih baik.

Terima kasih untuk Majlis Kesejahteraan Sosial PDA Kota Padangsidimpuan yang sudah jadi ujung tombak pelaksanaan kegiatan, PCA Padangsidimpuan Utara yang turut serta dan PRA pasar Siborang yang turut serta juga.. teristimewa semua jajaran Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Padangsidimpuan..
Share:

Kapolri Resmikan Jembatan Presisi di Kampar, Akses Makin Mudah


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi Kampar dilakukan langsung oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Desa Gobah, Kabupaten Kampar, Selasa (17/3/2025). Infrastruktur ini diharapkan mempercepat konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pejabat pusat dan daerah, termasuk unsur DPR RI, kementerian, serta Forkopimda Provinsi Riau. Momentum ini menandai percepatan pembangunan infrastruktur berbasis kolaborasi lintas institusi.

Peresmian dan Tahap Lanjutan Pembangunan

Rangkaian acara diawali penyambutan rombongan, dilanjutkan peresmian jembatan serta peletakan batu pertama pembangunan tahap kedua. Agenda juga mencakup dialog interaktif dan peninjauan langsung lokasi proyek.

Kapolri menekankan pembangunan jembatan tidak sekadar mengutamakan kekuatan struktur, tetapi juga estetika dan kenyamanan pengguna. “Pembangunan ini harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya.

Jembatan sepanjang sekitar 27,5 meter dan lebar 4 meter itu dinilai strategis dalam membuka akses antarwilayah, terutama untuk pendidikan dan kegiatan ekonomi warga desa.

Sinergi TNI-Polri dan Pemerintah

Kepala Staf Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Rudi Hermawan, menyebut pembangunan ini sebagai hasil kolaborasi konkret lintas lembaga.

“Jembatan Merah Putih Presisi ini diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Rudi Hermawan.

Ia menegaskan sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi kunci percepatan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dampak bagi Masyarakat dan Wilayah

Keberadaan jembatan ini diproyeksikan memperkuat konektivitas antar desa di Kabupaten Kampar. Akses transportasi yang lebih baik diyakini akan mempercepat distribusi barang dan mobilitas warga.

Selain itu, pembangunan infrastruktur seperti ini juga membuka peluang peningkatan investasi lokal dan memperluas akses layanan publik di wilayah pedesaan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan mencerminkan komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Tips Cegah Autoimun Usia Muda, Ini Penyebabnya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Fenomena meningkatnya kasus autoimun pada usia muda kini menjadi sorotan. Dalam beberapa tahun terakhir, diagnosis penyakit ini makin sering ditemukan, bahkan pada kelompok usia produktif. 

Kondisi ini memicu kekhawatiran sekaligus pertanyaan besar: apa penyebab utamanya dan bagaimana cara mengatasinya?

Autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh keliru mengenali sel sehat sebagai ancaman. Akibatnya, tubuh justru menyerang dirinya sendiri dan memicu berbagai penyakit kronis. Tren ini dinilai berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup modern.

Pola Makan Modern Picu Peradangan

Salah satu faktor utama adalah konsumsi makanan ultra processed yang semakin dominan. Pola makan tinggi gula, tepung olahan, makanan instan, serta minuman manis berkontribusi terhadap peradangan kronis dalam tubuh.

Kondisi ini berbeda dengan pola makan generasi sebelumnya yang cenderung lebih alami. Perubahan tersebut diduga menjadi salah satu alasan mengapa kasus autoimun kini lebih sering muncul pada usia muda.

Kesehatan Usus Jadi Kunci

Sekitar 70 persen sistem imun manusia berada di usus. Ketika kesehatan usus terganggu, misalnya dalam kondisi yang dikenal sebagai “leaky gut”, zat asing dapat masuk ke aliran darah dan memicu respons imun berlebihan.

Kondisi ini terjadi akibat meningkatnya permeabilitas dinding usus. Akibatnya, bakteri, racun, dan partikel makanan yang tidak tercerna bisa bocor ke dalam tubuh dan memicu inflamasi, alergi, hingga gangguan kronis.

Gaya Hidup Modern Perburuk Risiko

Tekanan hidup modern juga berperan besar. Stres berkepanjangan, kurang tidur, minim aktivitas fisik, serta paparan polusi dan bahan kimia membuat tubuh terus berada dalam kondisi inflamasi.

Kombinasi antara pola makan buruk dan gaya hidup tidak sehat mempercepat munculnya gangguan sistem imun. Hal ini menjadi tantangan utama bagi generasi muda saat ini.

Diet dan Perubahan Gaya Hidup

Meski demikian, autoimun bukan kondisi yang sepenuhnya tidak bisa dikendalikan. Banyak faktor pemicunya berkaitan dengan gaya hidup, sehingga masih bisa dikelola melalui perubahan kebiasaan.

Pola makan yang tepat berperan penting dalam menurunkan inflamasi, menyeimbangkan sistem imun, serta memperbaiki kesehatan usus. Sementara itu, pengobatan medis membantu mengontrol gejala yang muncul.

Perpaduan antara terapi medis dan perbaikan gaya hidup menjadi kunci utama dalam menekan risiko serta memperlambat perkembangan autoimun pada usia muda.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Cara Kenali Tanda Kekurangan Vitamin yang Sering Diabaikan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Tubuh manusia secara alami memberikan sinyal ketika mengalami kekurangan nutrisi tertentu. Memahami cara kenali tanda kekurangan vitamin menjadi penting agar gejala awal tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.

Sejumlah tanda fisik kerap dianggap sepele, padahal dapat menjadi indikator defisiensi vitamin dan mineral. Mulai dari rambut rontok hingga gusi berdarah, kondisi ini berkaitan langsung dengan kebutuhan nutrisi harian yang tidak terpenuhi.

Gejala Umum yang Sering Diabaikan

Beberapa keluhan ringan seperti bunyi pada sendi siku dan lutut saat bergerak dapat dikaitkan dengan kekurangan vitamin D. Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan sendi.

Selain itu, rambut rontok berlebihan, munculnya uban di usia muda, hingga kuku rapuh bisa menjadi tanda tubuh kekurangan biotin, zat besi, dan vitamin B12. Ketiga nutrisi ini berfungsi mendukung pertumbuhan sel dan jaringan tubuh.

Masalah Mulut dan Kulit

Sariawan yang sering kambuh juga dapat menjadi indikator tubuh kekurangan vitamin B dan zinc. Kedua zat ini berperan dalam menjaga kesehatan jaringan mulut serta mempercepat proses penyembuhan luka.

Sementara itu, munculnya bintik putih pada kuku sering dikaitkan dengan defisiensi zinc. Kondisi ini mencerminkan gangguan pada proses regenerasi sel tubuh yang membutuhkan asupan mineral cukup.

Gangguan Gusi dan Area Mata

Gusi yang mudah berdarah saat menyikat gigi dapat menandakan kekurangan vitamin C dan K. Kedua vitamin ini penting dalam menjaga kekuatan jaringan serta proses pembekuan darah.

Di sisi lain, mata yang tampak bengkak atau sembap dapat menjadi tanda kekurangan vitamin B12 atau vitamin K. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan sirkulasi darah yang tidak optimal.

Pentingnya Deteksi Dini

Memahami cara kenali tanda kekurangan vitamin memungkinkan seseorang mengambil langkah pencegahan lebih cepat. Perbaikan pola makan menjadi langkah awal untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Konsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk sayur, buah, dan protein, menjadi kunci menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jika gejala berlanjut, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Jelang Idulfitri, TNI Perketat Pengamanan Wilayah


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Menjelang Idulfitri 2026, imbauan TNI jelang Lebaran jaga keamanan wilayah kembali ditegaskan kepada seluruh prajurit. 

Komandan Korem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Agustatius Sitepu, meminta kewaspadaan tetap dijaga selama masa libur.

Menurutnya, momentum Lebaran identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Kondisi ini berpotensi memicu berbagai kerawanan, baik dari sisi keamanan maupun ketertiban di lingkungan masyarakat.

“Libur Lebaran bukan berarti kita lalai. Justru pada saat seperti ini, kehadiran prajurit di tengah masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Agustatius Sitepu, Selasa (17/3/2026).

Mobilitas Tinggi, Risiko Keamanan Meningkat

Danrem menilai lonjakan aktivitas masyarakat saat mudik dan perayaan Idulfitri perlu diantisipasi secara serius. Karena itu, seluruh jajaran diminta tetap menjalankan pemantauan wilayah secara optimal.

Prajurit TNI di wilayah Korem 031/Wira Bima diminta tetap aktif melakukan pengawasan, meski berada dalam suasana libur. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan.

Perkuat Sinergi dan Deteksi Dini

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi dengan kepolisian, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat. Kolaborasi dinilai menjadi kunci menjaga kondisi tetap terkendali.

Peran Babinsa juga disorot sebagai ujung tombak komunikasi di lapangan. Mereka diminta aktif berinteraksi dengan warga guna mendeteksi potensi gangguan sejak dini.

Disiplin dan Profesionalisme Tetap Prioritas

Dalam arahannya, Agustatius Sitepu juga mengingatkan prajurit untuk menjaga disiplin, kesehatan, serta kesiapsiagaan selama libur Lebaran berlangsung.

Ia menegaskan bahwa profesionalisme sebagai aparat kewilayahan tidak boleh menurun, meskipun berada dalam suasana hari raya.

Dengan langkah tersebut, diharapkan perayaan Idulfitri dapat berjalan aman, nyaman, dan kondusif, khususnya di wilayah Korem 031/Wira Bima.

Komitmen menjaga keamanan ini sekaligus menegaskan peran TNI sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas wilayah, termasuk saat momentum libur nasional seperti Lebaran.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kunjungan Menhan ke Galangan Kapal Batam Dorong Industri


Duta Nusantara Merdeka | Batam
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke Batam, Selasa (17/3/2026), guna mendorong kemandirian industri pertahanan nasional. 

Fokus utama kunjungan menhan ke galangan kapal Batam dorong industri pertahanan dan penguatan sektor maritim.

Kedatangan Sjafrie disambut Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, di Bandara Hang Nadim. Agenda dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah galangan kapal strategis di wilayah tersebut.

Tinjau Produksi dan Modernisasi Kapal TNI AL

Kunjungan pertama dilakukan di PT Palindo Marine Shipyard. Di lokasi ini, Menhan meninjau proses perbaikan kapal patroli TNI AL tipe FPB-57 yang tengah berjalan.

“Refurbishment kapal TNI AL tipe FPB-57 saat ini menunjukkan progres signifikan,” ujar Brigjen TNI Rico Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, dalam keterangannya.

Ia menambahkan, perusahaan tersebut juga terlibat dalam pembangunan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 serta kapal serang ringan untuk mendukung kebutuhan operasional TNI AL.

Selanjutnya, Menhan mengunjungi PT Batamec Shipyard. Di galangan ini, tengah dibangun kapal jenis Offshore Patrol Vessel (OPV-3) yang dirancang dengan teknologi modern.

“Kapal ini dilengkapi radar, sensor, serta combat management system untuk mendukung patroli dan pengawasan wilayah laut nasional,” kata Rico.

Dorong Efek Ekonomi dan Kemandirian Industri

Kementerian Pertahanan menilai kunjungan menhan ke galangan kapal Batam dorong industri pertahanan sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang luas. Program pengadaan alutsista diharapkan memberi efek berlapis bagi perekonomian nasional.

“Kunjungan ini memastikan program alutsista tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga memberi multiplier effect,” ujar Rico.

Dampak tersebut meliputi penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas industri dalam negeri, serta penguatan sektor maritim sebagai kepentingan strategis nasional.

Peresmian Fasilitas Keagamaan

Dalam rangkaian kunjungan, Menhan juga meresmikan Masjid Bintang Amin Angkasa di kawasan Lanud Hang Nadim. Fasilitas ini diharapkan mendukung kebutuhan spiritual personel pertahanan.

Langkah ini menegaskan bahwa pembangunan sektor pertahanan tidak hanya berfokus pada alutsista, tetapi juga aspek kesejahteraan dan pembinaan sumber daya manusia.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Restorative Justice Jadi Kunci Reformasi Hukum Humanis


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Upaya mendorong penegakan hukum yang lebih humanis melalui konsep Restorative Justice (RJ) terus digencarkan di Indonesia. Namun, pemahaman publik terhadap pendekatan ini dinilai masih terbatas, sehingga diperlukan sosialisasi yang lebih masif hingga tingkat masyarakat paling bawah.

Ketua Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung RI (FORSIMEMA RI), Syamsul Bahri, menegaskan bahwa edukasi tentang Restorative Justice menjadi kunci dalam reformasi sistem hukum nasional. Ia menyebut, peran Kelompok Kerja (Pokja) sangat strategis untuk menjembatani pemahaman masyarakat terhadap konsep ini.

Apa Itu Restorative Justice dan Dasar Hukumnya

Restorative Justice merupakan pendekatan penyelesaian perkara pidana yang menitikberatkan pada pemulihan kerugian akibat tindak pidana, bukan sekadar penghukuman pelaku. Prosesnya melibatkan dialog antara korban, pelaku, serta pihak terkait untuk mencapai kesepakatan yang adil.

Di Indonesia, penerapan RJ telah memiliki dasar hukum yang jelas. Di lingkungan peradilan, diatur melalui Perma Nomor 2 Tahun 2012. Sementara di kepolisian, diatur dalam Perpol Nomor 8 Tahun 2021, dan di kejaksaan melalui Perja Nomor 15 Tahun 2020.

Pendekatan ini umumnya diterapkan pada perkara pidana ringan, kasus dengan kerugian terbatas, serta perkara yang memenuhi syarat seperti adanya kesepakatan damai dan tidak menimbulkan keresahan luas.

Menggeser Paradigma: Dari Menghukum ke Memulihkan

Syamsul menilai, masih banyak masyarakat yang memandang hukum sebatas alat penghukuman. Padahal, RJ menawarkan pendekatan berbeda.

“Edukasi ini penting agar masyarakat memahami bahwa hukum tidak hanya menghukum, tetapi juga memulihkan hubungan sosial yang rusak akibat tindak pidana,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026).

Melalui RJ, fokus hukum bergeser dari pertanyaan “siapa yang bersalah” menjadi “bagaimana kerugian dipulihkan”. Dampaknya tidak hanya pada korban dan pelaku, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat serta pengurangan beban lembaga pemasyarakatan.

Peran Media dan Strategi Sosialisasi

FORSIMEMA RI menilai keberhasilan implementasi RJ sangat bergantung pada tingkat literasi hukum masyarakat. Karena itu, Pokja didorong aktif melakukan edukasi melalui media sosial, forum publik, hingga kolaborasi dengan lembaga peradilan.

“Keberhasilan penegakan hukum modern tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga sejauh mana masyarakat memahami konsep keadilan restoratif,” kata Syamsul.

Ia menambahkan, media memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran publik terhadap paradigma baru ini. Dengan sosialisasi yang terstruktur, RJ diharapkan menjadi solusi alternatif yang lebih adil dan berorientasi pada pemulihan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 
Share:

Menko Polkam Tinjau Langsung Kesiapan Arus Mudik 2026


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Pemerintah memastikan kesiapan layanan transportasi menjelang arus mudik Idul Fitri 2026 melalui peninjauan langsung di sejumlah titik strategis. Fokus utama adalah keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan pemudik.

Djamari Chaniago meninjau Pelabuhan Tanjung Priok dan Bandara Soekarno Hatta pada Selasa (17/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pengawasan langsung pemerintah terhadap kesiapan layanan.

“Perencanaan ini sudah dilakukan sejak lama, kami harus memberikan kenyamanan dan keamanan buat masyarakat Indonesia yang akan pulang mudik,” ujar Djamari di lokasi.

Peninjauan Armada dan Antusiasme Pemudik

Di kawasan Kolinlamil Tanjung Priok, Djamari memeriksa kesiapan armada laut yang digunakan untuk angkutan mudik gratis. Ia juga berinteraksi langsung dengan calon penumpang.

Kapal KRI BAC-593 disiapkan untuk mengangkut pemudik menuju Semarang dan Surabaya. Program ini mendapat respons positif dari masyarakat.

“Masyarakat sangat bahagia mendapatkan kesempatan pulang kampung melalui KRI ini,” katanya. Ia memastikan pengaturan arus lalu lintas berjalan lancar selama periode mudik dan arus balik.

Evaluasi Layanan Bandara dan Ketepatan Informasi

Peninjauan dilanjutkan ke Bandara Soekarno-Hatta dengan fokus pada kesiapan layanan di seluruh terminal. Djamari mengunjungi Posko Terpadu Terminal 1B.

Ia menekankan pentingnya akurasi informasi dari petugas kepada penumpang, khususnya terkait jadwal penerbangan yang rawan berubah.

“Jangan sampai frontliner tidak bisa menjawab atau memberikan informasi yang salah. Ini akan mengganggu kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Imbauan Disiplin dan Pelayanan Maksimal

Djamari meminta seluruh petugas menjaga profesionalisme selama masa mudik. Ia menegaskan pelayanan publik merupakan bentuk tanggung jawab negara kepada masyarakat.

“Jangan lengah, jangan bosan, jangan lelah. Sekali lengah, potensi kecelakaan bisa terjadi,” ujarnya mengingatkan petugas di lapangan.

Ia juga meninjau langsung pelayanan di Terminal 3 serta berdialog dengan calon penumpang untuk menyerap aspirasi dan memastikan kenyamanan layanan.

Pengawasan Terpadu untuk Mudik Aman

Peninjauan ini melibatkan jajaran pejabat lintas sektor guna memastikan koordinasi berjalan optimal selama arus mudik Lebaran 2026.

Dengan pengawasan langsung, pemerintah berharap perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh masyarakat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kinerja BUMN Disorot, Pemerintah Perketat Pengawasan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sorotan publik terhadap kinerja BUMN kembali menguat di tengah persaingan usaha yang semakin ketat. Pemerintah merespons dengan mendorong penguatan pengawasan dan tata kelola.

Presiden Prabowo Subianto menggulirkan wacana penunjukan utusan khusus untuk memantau kinerja BUMN. Gagasan ini diarahkan untuk memperkuat kontrol langsung dari level tertinggi pemerintahan.

Langkah tersebut melengkapi kebijakan sebelumnya melalui pembentukan Danantara. Lembaga ini berfungsi mengelola dan mengoptimalkan aset negara, termasuk BUMN.

Fungsi Utusan Khusus dalam Pengawasan BUMN

Utusan khusus Presiden dirancang sebagai instrumen tambahan dalam sistem pengawasan yang sudah berjalan. Perannya bukan menggantikan lembaga formal, melainkan memperkuat efektivitas pengawasan.

Mereka bertugas menjadi penghubung langsung antara Presiden dan dinamika operasional BUMN. Fungsi ini dinilai penting untuk mempercepat aliran informasi strategis.

Selain itu, utusan khusus akan melakukan pemantauan berkala, mengidentifikasi potensi penyimpangan, serta menyusun rekomendasi berbasis data lapangan.

Peran lainnya adalah mendorong transparansi publik terkait kinerja, tantangan, dan penggunaan sumber daya di tubuh BUMN.

Dengan fungsi tersebut, utusan khusus tidak hanya bekerja untuk Presiden, tetapi juga membawa kepentingan publik dalam pengawasan aset negara.

Kandidat Utusan Khusus: Tidak Sekadar Birokrat

Wacana ini memunculkan pertanyaan mengenai figur yang layak mengisi posisi tersebut. Selama ini, pendekatan konvensional cenderung terbatas pada birokrat atau profesional internal.

Namun, dinamika ekonomi modern menuntut keterlibatan pihak eksternal yang lebih independen dan kritis. Pelaku media dinilai memiliki kapasitas tersebut.

Insan pers memiliki pengalaman dalam verifikasi informasi, investigasi, serta penyusunan laporan berbasis data. Hal ini menjadikan mereka relevan sebagai pengawas independen.

Selain itu, figur publik dan influencer juga berpotensi dilibatkan, terutama yang memiliki integritas dan rekam jejak dalam isu kebijakan publik.

Akademisi, aktivis, dan pengamat independen turut menjadi kandidat penting. Mereka dikenal mampu membaca celah kebijakan dan menyuarakan kritik konstruktif.

Skema Evaluasi dan Tantangan Implementasi

Agar efektif, penunjukan utusan khusus perlu disertai sistem evaluasi yang transparan dan terukur. Masa tugas awal selama satu tahun dapat menjadi periode uji coba.

Dalam periode tersebut, para utusan harus menunjukkan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja dan transparansi BUMN.

Jika dinilai berhasil, masa jabatan dapat diperpanjang hingga lima tahun. Sebaliknya, evaluasi menjadi dasar pergantian jika kinerja tidak optimal.

Dengan desain tersebut, utusan khusus diharapkan tidak sekadar simbol kebijakan, melainkan agen perubahan yang mendorong pengawasan BUMN lebih akuntabel.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Konflik Hukum APKOMINDO 15 Tahun Belum Selesai


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Konflik internal di Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) yang berlangsung sejak 2011 hingga kini belum menunjukkan tanda berakhir. 

Sengketa organisasi tersebut telah memasuki tahun ke-15 dan masih bergulir di berbagai lembaga peradilan, termasuk hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Perselisihan bermula dari keputusan Dewan Pertimbangan Asosiasi (DPA) pada 2011 yang membekukan kepengurusan pusat saat itu. 

Keputusan tersebut kemudian memicu rangkaian gugatan hukum yang terus berkembang dan melibatkan banyak pihak dalam kurun waktu panjang.

Puluhan Perkara di Berbagai Pengadilan

Dokumen perkara menunjukkan sengketa ini telah melahirkan sedikitnya 37 kasus hukum, baik perdata, pidana, niaga, hingga tata usaha negara. Perkara tersebut tersebar di sejumlah pengadilan, mulai dari Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, hingga Mahkamah Agung.

Selain itu, tercatat pula sejumlah laporan kepolisian yang diajukan dalam periode 2015 hingga 2017. Salah satu perkara bahkan sempat berujung pada penahanan Ir. Soegiharto Santoso selama 43 hari, sebelum akhirnya dinyatakan tidak bersalah.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bantul, muncul keterangan saksi terkait dugaan adanya pihak yang menyiapkan dana untuk proses hukum tersebut. Fakta itu menjadi salah satu poin yang memperpanjang polemik di internal organisasi.

Potensi Rekor Sengketa Terpanjang

Dengan jumlah perkara yang terus bertambah dan rentang waktu yang panjang, konflik ini dinilai berpotensi mencatat rekor sebagai sengketa organisasi profesi terlama di Indonesia.

Pada 2026, proses hukum kembali berlanjut melalui pengajuan kasasi atas perkara yang berasal dari Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta. Permohonan tersebut diajukan oleh Rudy Dermawan Muliadi, yang mengklaim sebagai Ketua Umum APKOMINDO dalam perkara sebelumnya.

Sementara itu, pihak termohon adalah kepengurusan APKOMINDO yang dipimpin oleh Soegiharto Santoso, didampingi Sekretaris Jenderal Puguh Kuswanto, serta melibatkan Kementerian Hukum Republik Indonesia sebagai pihak terkait.

Penelusuran Dokumen dan Somasi

Dalam keterangan pers, Soegiharto Santoso menyebut pihaknya menemukan dugaan ketidaksesuaian dalam Akta Pendirian APKOMINDO DKI Jakarta tahun 2015. Dokumen tersebut sebelumnya digunakan sebagai bukti dalam persidangan.

Pihaknya telah melayangkan somasi kepada sejumlah nama yang tercantum dalam akta tersebut. Sebagian pihak menyatakan siap memberikan klarifikasi, sementara lainnya belum memberikan tanggapan hingga batas waktu yang ditentukan.

“Kami percaya bahwa kebenaran pada akhirnya akan terungkap, meski membutuhkan waktu panjang,” ujar Soegiharto dalam keterangannya, Senin (17/3/2026).

Ia menambahkan, proses hukum yang panjang, termasuk gugatan dan laporan pidana, telah menjadi bagian dari perjalanan sengketa ini. Meski demikian, pihaknya menilai langkah tersebut penting untuk memperoleh kepastian hukum.

Konflik hukum APKOMINDO 15 tahun belum selesai ini diharapkan dapat menemukan titik terang, seiring berlanjutnya proses yang masih berjalan hingga saat ini.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Tips Aman Kelola Energi dari Orang Toxic, Kenali 7 Tipe Ini


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Interaksi sosial yang tidak sehat dapat berdampak besar pada kesehatan mental. Dalam kajian psikologi sosial, sejumlah tipe kepribadian diketahui berpotensi menguras energi emosional orang di sekitarnya. 

Dalam psikologi, hubungan yang dipenuhi emosi negatif dapat memicu emotional exhaustion atau kelelahan mental akibat tekanan sosial.

Memahami karakter tersebut menjadi bagian penting dari tips aman kelola energi dari orang toxic, agar seseorang mampu menjaga stabilitas psikologis di tengah tekanan lingkungan.

Fenomena ini kerap muncul di lingkungan kerja, pertemanan, bahkan keluarga. Tanpa disadari, hubungan yang tidak seimbang atau dipenuhi emosi negatif dapat memicu kelelahan mental berkepanjangan.

Tipe Kepribadian yang Menguras Energi Mental

1. Pengeluh Kronis

Tipe ini hampir selalu memiliki alasan untuk mengeluh. Situasi kerja, cuaca, atau orang lain sering menjadi sasaran keluhan tanpa upaya mencari solusi. 

Dalam psikologi, pola ini sering dikaitkan dengan konsep learned helplessness, yakni kondisi ketika seseorang merasa tidak memiliki kendali atas masalah yang dihadapi.

2. Pengkritik Tanpa Henti

Individu dengan pola komunikasi ini lebih sering menyoroti kekurangan dibanding memberikan apresiasi. 

Para psikolog menyebutnya sebagai negative bias communication, yaitu kecenderungan fokus pada sisi negatif dalam interaksi.

3. Pembuat Drama

Masalah kecil kerap diperbesar hingga menimbulkan konflik emosional yang berlebihan. Lingkungan di sekitarnya pun mudah terseret ke dalam situasi penuh ketegangan.

4. Pengontrol Kehidupan Orang Lain

Karakter ini biasanya muncul dalam hubungan dekat, seperti keluarga atau pasangan. Mereka merasa berhak mengatur pilihan hidup orang lain, mulai dari keputusan pribadi hingga urusan sehari-hari.

Relasi Sosial yang Berpotensi Menguras Emosi

5. Korban Abadi

Orang dengan pola ini selalu menempatkan dirinya sebagai pihak yang dirugikan. Mereka jarang mengakui peran pribadi dalam konflik yang terjadi sehingga membutuhkan empati terus-menerus dari orang lain.

6. Pengambil Energi

Dalam relasi ini, hubungan sering berjalan satu arah. Mereka hadir ketika membutuhkan bantuan, tetapi tidak memberikan dukungan yang sama saat orang lain memerlukannya.

7. Penyebar Emosi Negatif

Tipe ini kerap menyebarkan gosip, sinisme, atau kecurigaan terhadap orang lain. Lingkungan sosial pun menjadi penuh ketidakpercayaan dan konflik.

Cara Menjaga Energi Mental dari Relasi Toxic

Para pakar psikologi menilai penting bagi seseorang untuk menetapkan batasan emosional dalam berinteraksi. Menjaga jarak dari pola komunikasi yang negatif bukanlah bentuk keegoisan, melainkan langkah untuk melindungi kesehatan mental.

Dengan mengenali karakter yang berpotensi menguras energi, masyarakat dapat menerapkan tips aman kelola energi dari orang toxic secara lebih bijak. 

Langkah ini membantu menjaga keseimbangan emosional sekaligus membangun relasi sosial yang lebih sehat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto   

Share:

Jelang Mudik Lebaran, Astra Life Bagikan Tips Kelola THR agar Aman


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Perusahaan asuransi jiwa Astra Life mengingatkan masyarakat di Indonesia agar mengelola Tunjangan Hari Raya secara bijak menjelang mudik Lebaran 1447 H.

Menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 H, banyak keluarga mulai mengalokasikan dana perjalanan dari Tunjangan Hari Raya (THR). Namun, tidak sedikit yang kesulitan menyisihkan dana tersebut untuk kebutuhan jangka panjang.

Dalam tradisi umat Muslim, rezeki yang diterima—termasuk THR—tidak sepenuhnya menjadi milik pribadi. Sebagian di antaranya terdapat hak orang lain yang perlu ditunaikan melalui zakat, sedekah, maupun bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

Bagi generasi muda Muslim yang sudah memiliki penghasilan, momen menerima THR juga dapat dimanfaatkan sebagai langkah awal menyiapkan tabungan ibadah. Misalnya untuk rencana menunaikan ibadah haji atau berkurban pada masa mendatang.

Marketing, Corporate Communication, Literacy & Inclusion Department Head Astra Life, Kurniasari S. Pranoto CFP®, mengatakan pengelolaan THR yang tepat dapat membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga setelah Lebaran.

“Sebelum membelanjakan THR, menunaikan kewajiban zakat dan sedekah merupakan bentuk syukur sekaligus kepedulian sosial yang ditekankan selama Ramadan,” ujar Kurniasari dalam keterangan tertulis, Senin (16/3).

Lebih lanjut, Ia menambahkan, THR juga seharusnya menjadi momentum memperbaiki arus kas keluarga, bukan justru memicu pengeluaran berlebihan. 

Menurut dia, masyarakat sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan secara matang dan menghindari penambahan utang untuk hal yang tidak mendesak.

Strategi Mengelola THR agar Tidak Habis Saat Lebaran

Astra Life membagikan sejumlah langkah sederhana agar dana THR tidak habis hanya untuk kebutuhan musiman. Langkah pertama adalah membedakan kebutuhan dan keinginan dalam pengeluaran Lebaran.

Kebutuhan merupakan hal mendasar yang harus dipenuhi agar keluarga dapat hidup aman dan sehat. Sebaliknya, keinginan bersifat pelengkap dan tidak wajib dipenuhi meski dapat meningkatkan kenyamanan.

Menjelang Lebaran, masyarakat juga perlu mewaspadai inflasi musiman. Lonjakan permintaan biasanya menyebabkan kenaikan harga bahan pokok seperti daging, telur, cabai, beras, hingga minyak goreng.

Kenaikan harga juga kerap terjadi pada kebutuhan sandang seperti baju muslim, sepatu, sandal, mukena, hingga berbagai aksesori Lebaran.

Selain itu, perilaku konsumtif juga sering meningkat pada masa mudik. Tekanan sosial, diskon belanja, hingga keinginan tampil mengikuti tren sering kali mendorong pengeluaran di luar rencana.

Perencanaan Keuangan Penting untuk Perjalanan Mudik

Perencanaan biaya mudik menjadi bagian penting dalam pengelolaan THR. Harga tiket transportasi biasanya meningkat menjelang Lebaran, sehingga masyarakat disarankan memantau harga sejak lebih awal.

Program diskon transportasi yang disediakan pemerintah juga dapat dimanfaatkan untuk menekan biaya perjalanan. Jika menggunakan kendaraan pribadi, pemudik disarankan menyiapkan anggaran bahan bakar serta memastikan kondisi kendaraan sebelum berangkat.

Selain pengeluaran mudik, masyarakat juga disarankan tetap menyisihkan dana untuk kebutuhan setelah Lebaran. Terlebih pada bulan berikutnya umat Muslim akan kembali menghadapi pengeluaran untuk perayaan Idul Adha.

Sebagai gambaran, pengelolaan gaji bulanan dapat dialokasikan sekitar 50 persen untuk kebutuhan hidup, 30 persen untuk cicilan, 12,5 persen untuk tabungan atau investasi, 2,5 persen zakat, dan 5 persen untuk perlindungan.

Sementara untuk dana THR, sebagian dapat dialokasikan untuk kebutuhan Ramadan, tabungan ibadah, perlindungan finansial, hingga dana sosial seperti zakat dan sedekah.

Pengelolaan yang terencana diharapkan membantu keluarga menjalani momen Lebaran dengan lebih tenang sekaligus menjaga stabilitas keuangan setelah perayaan usai.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kasasi Google Ditolak, MA Tegaskan Denda Rp202,5 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Mahkamah Agung menolak kasasi Google LLC dalam perkara monopoli Google Play Billing System setelah sebelumnya diputus oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Senin (16/3/2026).

Putusan tersebut membuat sanksi denda sebesar Rp202,5 miliar terhadap perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu berkekuatan hukum tetap.

Dalam amar singkat yang dipublikasikan melalui laman resmi MA disebutkan permohonan kasasi Google ditolak. Putusan tersebut diketok majelis hakim pada 10 Maret 2026.

Perkara ini diperiksa oleh majelis hakim yang dipimpin Hakim Agung Syamsul Maarif PhD dengan anggota Dr Nurul Elmiyah dan Dr Nani Indrawati. Adapun panitera pengganti dalam perkara tersebut adalah Sri Endang Teguh Asmarani.

Perkara Google Play Billing System

Kasus ini bermula dari dugaan praktik monopoli dan penyalahgunaan posisi dominan dalam penerapan Google Play Billing System pada distribusi aplikasi digital melalui Google Play Store.

Google LLC yang beralamat di 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, California, Amerika Serikat, merupakan perusahaan teknologi yang dimiliki oleh Alphabet Inc. Perusahaan tersebut dikenal sebagai penyedia mesin pencarian serta pengembang ekosistem digital berbasis Android.

KPPU sebelumnya menilai Google melanggar ketentuan Pasal 25 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Pasal tersebut melarang pelaku usaha menggunakan posisi dominan untuk membatasi pasar maupun pengembangan teknologi.

Dalam putusannya, KPPU memerintahkan Google menghentikan kewajiban penggunaan Google Play Billing System bagi pengembang aplikasi yang mendistribusikan produk melalui Google Play Store.

Posisi Dominan dan Dampak bagi Developer

Selain kewajiban menghentikan sistem pembayaran tersebut, KPPU juga menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp202,5 miliar kepada Google. Denda itu harus disetor ke kas negara sebagai pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha.

Majelis Komisi KPPU menilai Google memiliki posisi dominan dalam ekosistem distribusi aplikasi berbasis Android. Hal itu terlihat dari penguasaan pasar Google Play Store yang menjadi toko aplikasi utama yang terpasang pada sebagian besar perangkat Android.

Kondisi tersebut membuat perusahaan memiliki keleluasaan dalam menetapkan kebijakan service fee terhadap penjualan aplikasi dan konten digital.

Developer dengan penjualan hingga 1 juta dolar AS per tahun dikenakan biaya layanan sebesar 15 persen, sementara pengembang dengan penjualan di atas nilai tersebut dikenakan tarif 30 persen.

KPPU juga menilai penerapan kewajiban Google Play Billing System membatasi developer menggunakan metode pembayaran lain di dalam aplikasi. Kebijakan itu dinilai menghambat kompetisi di sektor pemrosesan pembayaran digital.

Sebelumnya Google sempat mengajukan upaya hukum keberatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Namun permohonan tersebut tidak mengubah putusan KPPU, dan upaya kasasi ke Mahkamah Agung akhirnya juga ditolak.

Dengan putusan kasasi ini, kewajiban Google melaksanakan perintah KPPU serta membayar denda dinyatakan berlaku secara final dan mengikat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Picu Tawuran, DPRD DKI Soroti Tramadol Dijual Bebas


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Anggota DPRD DKI Jakarta Kevin Wu menyoroti maraknya penjualan bebas obat keras tramadol di sejumlah wilayah Jakarta, Minggu (15/3/2026). 

Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia, Kevin Wu, menyampaikan keprihatinan atas maraknya peredaran obat keras jenis tramadol yang dijual bebas di berbagai wilayah ibu kota.

Menurut Kevin, kondisi tersebut tidak hanya melanggar aturan kesehatan, tetapi juga berpotensi memicu berbagai persoalan sosial di kalangan remaja. Penyalahgunaan obat keras dinilai menjadi salah satu faktor yang memperparah tawuran, kriminalitas jalanan, hingga kenakalan remaja.

Kevin menegaskan bahwa tramadol merupakan obat keras yang secara hukum hanya boleh diperoleh melalui resep dokter. Namun dalam praktik di lapangan, obat tersebut justru diperjualbelikan secara bebas oleh sejumlah pedagang tanpa pengawasan yang memadai.

Ia menilai penyalahgunaan tramadol sering digunakan sebagian anak muda untuk memunculkan efek euforia dan rasa “berani”, yang kemudian mendorong perilaku agresif.

“Jika tramadol terus dijual bebas seperti ini, kita sedang membiarkan generasi muda Jakarta diracuni secara perlahan. Ini bukan sekadar pelanggaran, tetapi ancaman serius bagi masa depan anak-anak kita,” ujar Kevin Wu dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3/2026).

Desakan Penindakan dan Langkah Pengawasan

Keresahan masyarakat terhadap peredaran obat keras tersebut belakangan bahkan memicu reaksi warga di sejumlah wilayah. Dalam beberapa kasus, warga dilaporkan membubarkan para penjual dengan menembakkan kembang api sebagai bentuk protes.

Kevin menilai tindakan tersebut sebagai sinyal kuat bahwa masyarakat sudah merasa lingkungan mereka terancam oleh praktik penjualan obat keras ilegal.

“Ketika warga sampai turun tangan sendiri karena merasa lingkungannya dirusak oleh peredaran obat keras, itu berarti negara dan aparat tidak boleh terlambat hadir. Penegakan hukum harus bergerak lebih cepat dari kemarahan masyarakat,” kata Kevin.

Ia mendesak aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta instansi terkait, untuk segera bertindak tegas terhadap para pedagang yang menjual obat keras tanpa izin.

Kevin menilai, jika tidak segera ditangani secara serius, peredaran obat keras ilegal dapat memperburuk kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Jangan sampai kita sibuk menangani tawuran remaja di hilir, tetapi membiarkan sumber masalahnya tetap beredar bebas di hulu,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, Kevin mendorong pemerintah melakukan operasi penertiban terpadu bersama aparat penegak hukum, memperkuat penindakan terhadap pelaku penjualan ilegal, memetakan wilayah rawan peredaran obat keras, serta meningkatkan edukasi kepada remaja, orang tua, dan sekolah.

Ia juga menilai pentingnya menyediakan kanal pengaduan yang cepat dan responsif agar masyarakat dapat melaporkan praktik penjualan obat keras ilegal di lingkungan mereka.

“Jakarta tidak boleh kalah oleh para pedagang obat keras ilegal. Negara mesti hadir, aparat perlu bertindak tegas, dan kita semua harus menjaga agar masa depan generasi muda tidak dihancurkan oleh obat yang merusak ini,” ujar Kevin Wu.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Diabetes Melitus Dijuluki Ibu Segala Penyakit, Ini Alasannya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Diabetes melitus (Kencing manis) menjadi perhatian serius dunia medis karena penyakit ini dapat merusak berbagai organ tubuh jika tidak dikendalikan sejak dini.

Diabetes melitus kerap dijuluki sebagai “ibu dari segala penyakit”. Istilah tersebut muncul karena penyakit ini dapat memicu berbagai komplikasi serius yang berdampak pada banyak organ vital dalam tubuh.

Dalam dunia kedokteran, diabetes bukan hanya persoalan kadar gula darah yang tinggi. Penyakit ini berkaitan dengan gangguan metabolisme yang dapat memengaruhi sistem pembuluh darah, saraf, hingga fungsi organ penting.

Kondisi tersebut membuat penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit lain seperti gangguan jantung, kerusakan ginjal, gangguan penglihatan, hingga kerusakan saraf.

Mengapa Diabetes Memicu Banyak Penyakit

Para ahli menjelaskan bahwa kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah kecil maupun besar. Kerusakan ini kemudian mengganggu aliran darah ke berbagai organ tubuh.

Ketika aliran darah terganggu, organ-organ seperti jantung, ginjal, mata, dan otak menjadi rentan mengalami penurunan fungsi. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi komplikasi serius.

Di bidang kesehatan, komplikasi diabetes yang paling sering terjadi antara lain penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal, neuropati atau kerusakan saraf, serta retinopati yang dapat menyebabkan kebutaan.

Karena itulah banyak dokter menyebut diabetes sebagai penyakit yang membuka pintu bagi berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Pentingnya Pengendalian Sejak Dini

Meski berisiko menimbulkan komplikasi, diabetes sebenarnya dapat dikendalikan dengan penanganan yang tepat. Pengaturan pola makan, aktivitas fisik rutin, serta pemantauan kadar gula darah menjadi langkah utama yang disarankan.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan komplikasi sejak dini. Dengan pengelolaan yang baik, penderita diabetes tetap dapat menjalani kehidupan yang produktif.

Kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini menjadi kunci penting dalam upaya pencegahan. Deteksi dini dan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu menekan risiko kerusakan organ akibat diabetes.

Karena itu, pemahaman bahwa diabetes bukan sekadar penyakit gula darah, melainkan gangguan metabolik yang berpotensi merusak banyak organ tubuh, perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Dokter Ungkap 7 Cara Alami Kurangi Retensi Cairan Tubuh


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dokter Thalia F menjelaskan sejumlah langkah alami yang dapat membantu mengurangi retensi cairan atau Edema (penumpukan cairan) pada pasien gagal jantung dan penyakit ginjal kronis.

Edema (penumpukan cairan) dalam tubuh kerap terjadi pada pasien dengan gangguan jantung maupun ginjal. Kondisi ini membuat tubuh menahan air berlebih sehingga memicu pembengkakan, terutama di kaki dan pergelangan.

Secara medis, pasien biasanya mendapatkan obat diuretik untuk membantu mengeluarkan kelebihan cairan melalui urine. Namun, dokter juga kerap menyarankan beberapa langkah alami sebagai pendamping terapi agar keseimbangan cairan tubuh tetap terjaga.

Pendekatan ini tidak menggantikan pengobatan utama, tetapi dapat membantu meringankan gejala jika dilakukan secara konsisten dan sesuai anjuran tenaga medis.

Mengurangi Penumpukan Cairan

Salah satu langkah paling penting adalah membatasi konsumsi garam. Natrium dalam garam dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan, sehingga pembengkakan lebih mudah terjadi.

Karena itu, pasien umumnya dianjurkan mengurangi makanan olahan, makanan instan, serta penggunaan saus atau kecap yang tinggi natrium. Sebagai alternatif, bumbu alami seperti bawang dan rempah dapat digunakan untuk memberi rasa pada makanan.

Sebagian dokter menyarankan asupan natrium harian sekitar 1.500 hingga 2.000 miligram, meski jumlahnya dapat berbeda pada tiap pasien.

Cara lain yang sering disarankan adalah mengangkat posisi kaki lebih tinggi dari jantung selama 15 hingga 30 menit. Posisi ini membantu cairan yang menumpuk di kaki kembali masuk ke sirkulasi darah.

Aktivitas fisik ringan juga dapat membantu memperbaiki aliran cairan tubuh. Jalan santai selama 20 hingga 30 menit atau peregangan ringan dapat merangsang kontraksi otot yang membantu memompa cairan kembali ke pembuluh darah. Namun intensitas olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi jantung pasien.

Membantu Sirkulasi dan Deteksi Dini

Pada beberapa kasus, dokter juga merekomendasikan penggunaan stoking kompresi. Alat ini membantu meningkatkan sirkulasi vena dan mencegah cairan menumpuk di jaringan kaki.

Selain itu, pengaturan asupan cairan juga menjadi bagian penting dalam penanganan. Sebagian pasien mungkin diminta membatasi jumlah cairan yang diminum agar tubuh tidak kelebihan cairan. Namun keputusan ini harus mengikuti arahan dokter karena kebutuhan setiap pasien berbeda.

Pemantauan berat badan harian juga menjadi langkah sederhana untuk mendeteksi retensi cairan lebih awal. Pada pasien gagal jantung, kenaikan berat badan sekitar satu hingga dua kilogram dalam beberapa hari dapat menjadi tanda adanya penumpukan cairan.

Pasien juga dianjurkan menghindari duduk atau berdiri terlalu lama. Menggerakkan kaki secara berkala, berjalan singkat setiap 30 hingga 60 menit, atau melakukan gerakan pergelangan kaki dapat membantu memperlancar sirkulasi.

Para dokter mengingatkan bahwa langkah-langkah tersebut hanya berfungsi sebagai pendamping terapi medis, bukan pengganti pengobatan utama.

Jika pembengkakan semakin berat, muncul sesak napas, atau berat badan meningkat cepat, pasien disarankan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Tanpa Franchise, Solaria Ekspansi 200 Cabang di 55 Kota


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Restoran keluarga Solaria berhasil mengembangkan lebih dari 200 cabang di 55 kota di Indonesia sejak 1991 tanpa menggunakan sistem waralaba.

Jaringan restoran keluarga Solaria menjadi salah satu contoh ekspansi bisnis kuliner yang berkembang pesat di Indonesia. Sejak berdiri pada 1991, perusahaan ini membangun lebih dari 200 outlet yang tersebar di 55 kota tanpa menggunakan skema franchise.

Model ekspansi tersebut relatif berbeda dengan banyak jaringan restoran lain yang mengandalkan kemitraan waralaba untuk mempercepat pertumbuhan cabang. Solaria memilih pendekatan lain dengan mengelola seluruh gerai secara langsung di bawah manajemen perusahaan.

Strategi ini membuat pengelolaan operasional, standar pelayanan, hingga kualitas makanan tetap berada dalam kendali satu sistem terpusat. Dengan model tersebut, perbedaan standar antar cabang dapat ditekan.

Sistem Operasional Jadi Fondasi Ekspansi

Salah satu kunci ekspansi Solaria terletak pada konsep menu yang relatif sederhana dan mudah direplikasi. Menu yang disajikan umumnya merupakan hidangan populer seperti nasi goreng, mie goreng, kwetiau, dan cap cay.

Pilihan menu tersebut membuat proses operasional dapur lebih efisien. Pelatihan karyawan menjadi lebih singkat, bahan baku lebih mudah dikendalikan, serta kualitas makanan dapat dijaga tetap seragam di berbagai lokasi.

Selain itu, perusahaan menempatkan standar operasional prosedur (SOP) dapur sebagai fondasi utama. Pendekatan ini berbeda dengan restoran yang mengandalkan keterampilan chef tertentu.

Dengan sistem yang terstandarisasi, setiap cabang dapat menghasilkan menu dengan rasa yang relatif konsisten meski dikelola oleh tim dapur yang berbeda.

Lokasi Strategis dan Manajemen Terpusat

Ekspansi Solaria juga didukung oleh strategi pemilihan lokasi yang cenderung stabil secara trafik pengunjung. Banyak outlet ditempatkan di pusat perbelanjaan besar, rest area jalan tol, serta kawasan yang menjadi pusat aktivitas keluarga.

Lokasi dengan arus pengunjung yang konsisten dinilai membantu menjaga performa gerai dalam jangka panjang. Pendekatan ini membuat bisnis tidak bergantung pada tren lokasi yang bersifat sementara.

Seluruh cabang Solaria juga berada di bawah manajemen perusahaan. Model ini memungkinkan pengambilan keputusan operasional dilakukan secara terpusat sehingga kebijakan dapat diterapkan seragam di seluruh jaringan.

Pendekatan tersebut memperkuat kontrol terhadap kualitas layanan dan pengalaman pelanggan di berbagai kota.

Pengalaman ekspansi Solaria menunjukkan bahwa pertumbuhan jaringan usaha tidak semata ditentukan oleh kecepatan membuka cabang. Faktor yang tak kalah penting adalah kesiapan sistem bisnis yang mampu direplikasi secara konsisten di berbagai lokasi.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Jelang Idul Fitri, Kanwil Ditjenpas Riau Perketat Pengamanan Lapas


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau Maizar menginstruksikan peningkatan pengamanan Lapas dan Rutan di Riau menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (15/3/2026).

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau Maizar mengimbau seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan memperkuat langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan di Lapas, Rumah Tahanan Negara (Rutan), maupun Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan situasi di lingkungan pemasyarakatan tetap kondusif selama momentum perayaan Idul Fitri, yang biasanya diikuti peningkatan aktivitas kunjungan keluarga warga binaan.

Pengamanan Diperketat di Seluruh UPT

Dalam arahannya, Maizar menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh jajaran pemasyarakatan untuk menjaga stabilitas keamanan di dalam Lapas dan Rutan.

Menurut dia, optimalisasi pengamanan harus dilakukan melalui peningkatan pengawasan, koordinasi antarpetugas, serta penerapan prosedur pengamanan secara konsisten.

“Seluruh Kepala UPT diminta memastikan sistem pengamanan berjalan maksimal sehingga potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini,” kata Maizar.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan intensif selama periode libur Idul Fitri yang kerap disertai lonjakan aktivitas di lingkungan pemasyarakatan.

Pelayanan Publik Tetap Humanis

Selain memperkuat pengamanan, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Riau juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Maizar meminta seluruh jajaran pemasyarakatan tetap memberikan layanan yang optimal, khususnya pada layanan kunjungan keluarga warga binaan serta berbagai layanan publik lainnya.

Hal tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen pemasyarakatan untuk menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, dan berintegritas.

Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar menjalankan tugas kedinasan dengan penuh tanggung jawab selama periode perayaan Idul Fitri.

Momentum bertugas saat hari raya, lanjutnya, dapat dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjadi bagian dari nilai ibadah.

Pada kesempatan yang sama, Maizar bersama jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin, minal aidin wal faizin,” ujarnya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

APTIKNAS Dorong Enam Program Strategis Perkuat Ekosistem Digital

Ketua Umum DPP APTIKNAS Soegiharto Santoso menerima cinderamata dari Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya usai audiensi bersama sejumlah asosiasi industri digital di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, 12 Maret 2026.

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ketua Umum APTIKNAS Soegiharto Santoso memaparkan enam program strategis digital dalam audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Jakarta, 12 Maret 2026.

Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) mendorong penguatan ekosistem digital Indonesia melalui enam program strategis yang dipaparkan dalam audiensi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, itu dipimpin langsung Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan dihadiri sejumlah asosiasi industri digital nasional.

Selain APTIKNAS, hadir pula Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI), Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), serta Badan Ekosistem Digital Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Ketua Umum APTIKNAS Ir. Soegiharto Santoso, SH atau Hoky, memaparkan sejumlah program prioritas yang dirancang untuk memperkuat ekosistem teknologi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan talenta digital dan inovasi industri.

Enam Program Strategis Ekosistem Digital

Menurut Hoky, transformasi digital membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional, namun juga menghadirkan tantangan baru yang perlu diantisipasi.

“Digitalisasi memberikan peluang ekonomi yang besar, tetapi juga menghadirkan risiko seperti penipuan digital dan serangan siber. Karena itu penguatan keamanan siber dan kepercayaan digital menjadi kunci,” ujarnya.

Program pertama yang dipaparkan adalah National Cybersecurity Connect 2026, forum nasional untuk memperkuat kolaborasi menghadapi ancaman keamanan siber. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Hotel Bidakara Jakarta.

Program kedua adalah ASOCIO Digital AI Summit 2026 dan ASOCIO Digital AI Award yang akan digelar pada 29–31 Juli 2026 di Raffles Hotel Jakarta.

Forum internasional tersebut diperkirakan menghadirkan sekitar 800 delegasi dari 24 negara anggota Asian-Oceanian Computing Industry Organization (ASOCIO).

Program ketiga adalah Indonesia Game Experience, sebuah inisiatif untuk mendorong pertumbuhan industri gim nasional melalui penyelenggaraan kegiatan di lima kota besar.

APTIKNAS juga mendirikan Asosiasi Games dan Konten Digital Indonesia (AGKDI) guna memperkuat ekosistem industri konten digital berbasis kearifan lokal.

Kolaborasi Industri dan Pemerintah

Program keempat adalah Warkop Digital atau Warung Kopi Digital, sebuah ruang kolaborasi komunitas berbasis teknologi yang bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat.

Konsep tersebut memanfaatkan budaya warung kopi sebagai ruang diskusi yang ditransformasikan menjadi tempat pembelajaran teknologi dan pengembangan inovasi digital.

Program kelima adalah Roadshow Teknologi di 10 Kota yang menargetkan edukasi bagi para pemimpin transformasi digital terkait keamanan data serta pemanfaatan teknologi berbasis cloud dan kecerdasan buatan.

Program keenam adalah pengembangan Mall APTIKNAS, platform digital marketplace yang dirancang sebagai pusat kolaborasi industri teknologi, startup, UMKM digital, dan pelaku ekonomi kreatif.

Dalam audiensi tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan apresiasi atas berbagai inisiatif yang disampaikan asosiasi industri digital.

“Kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat ekosistem teknologi, baik dalam pengembangan talenta digital, akses pasar, maupun pembiayaan,” kata Riefky.

Ia juga memaparkan program strategis pemerintah melalui delapan inisiatif ASTA EKRAF yang mencakup penguatan data, talenta, infrastruktur, pasar, hingga pembiayaan ekonomi kreatif.

Audiensi yang berlangsung konstruktif itu turut dihadiri Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam serta sejumlah pejabat terkait.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi industri dalam mendorong pengembangan talenta digital serta memperkuat ekosistem inovasi teknologi nasional.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini