Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

APINDO Soroti Wacana Hentikan Restitusi Pajak, Risiko Likuiditas Mengintai


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) merespons wacana penghentian restitusi pajak yang tengah dibahas sebagai bagian dari optimalisasi kebijakan fiskal nasional. Pernyataan ini disampaikan di tengah tekanan global yang belum sepenuhnya reda.

Restitusi Pajak dan Nafas Dunia Usaha

Bagi pelaku usaha, restitusi pajak bukan sekadar prosedur administratif. Ini soal arus kas yang menentukan hidup-mati operasional harian. APINDO melihat wacana penghentian restitusi pajak berpotensi menekan likuiditas perusahaan.

Ketua Komite Perpajakan APINDO, Siddhi Widyaprathama, menegaskan dunia usaha pada prinsipnya mendukung langkah pemerintah menjaga stabilitas fiskal. Namun, kebijakan perlu disusun dengan mempertimbangkan kondisi sektor riil.

“Sinkronisasi kebijakan fiskal dengan kebutuhan dunia usaha menjadi kunci untuk menjaga resiliensi ekonomi nasional,” ujar Siddhi dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4).

Saya teringat obrolan singkat dengan seorang pelaku industri manufaktur di kawasan Bekasi beberapa waktu lalu. Ia menyebut keterlambatan restitusi saja sudah cukup membuat perusahaannya menahan ekspansi. Apalagi jika dihentikan sepenuhnya.

Restitusi, dalam praktiknya, membantu perusahaan menjaga kelancaran produksi hingga memenuhi kewajiban terhadap karyawan. Tanpa itu, tekanan likuiditas bisa cepat menjalar ke aspek lain.

Antara Penerimaan Negara dan Iklim Investasi

APINDO juga menyoroti pentingnya kepastian hukum dalam kebijakan perpajakan. Dunia usaha membutuhkan kepastian, bukan sekadar perubahan kebijakan yang cepat.

Sebagai kontributor besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan pencipta lapangan kerja, sektor usaha melihat pajak bukan hanya sumber penerimaan negara. Pajak juga instrumen untuk menjaga daya saing.

Di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok, ruang gerak dunia usaha sudah cukup sempit. Kebijakan fiskal yang tidak sinkron berpotensi memperburuk situasi.

Meski demikian, APINDO mendukung penguatan pengawasan dan audit perpajakan. Siddhi menilai pengawasan yang profesional dan pelayanan yang efisien bisa berjalan beriringan tanpa menghambat aktivitas usaha.

“Koordinasi yang harmonis antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan operasional dunia usaha merupakan kunci stabilitas ekonomi,” katanya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

IDD PIK2 Bawa Ekosistem Desain RI ke Salone Milan


Duta Nusantara Merdeka | Tangerang  
Indonesia Design District (IDD) PIK2 membawa desain Indonesia ke ajang internasional Salone del Mobile 2026 di Milan, Italia, pada 21–26 April. Melalui IDD Pavilion, Indonesia tampil dengan konsep ekosistem desain terintegrasi.

Partisipasi ini menjadi langkah konkret sektor swasta dalam mendorong desain Indonesia di Salone del Mobile Milan agar lebih dikenal dan terhubung dengan industri global.

IDD Pavilion Tampilkan Ekosistem Desain Indonesia

Salone del Mobile dikenal sebagai salah satu pameran desain terbesar di dunia. Setiap tahun, ajang ini jadi titik temu desainer, brand, dan pelaku industri kreatif dari berbagai negara.

Di tengah persaingan itu, IDD PIK2 menghadirkan IDD Pavilion bertema “House of Indonesia”. Konsepnya tidak sekadar memamerkan produk, tetapi menunjukkan ekosistem desain yang saling terhubung, dari ide hingga produksi.

Karya yang ditampilkan dikurasi oleh Alvin Tjitrowirjo, dengan pendekatan desain kontemporer yang tetap membawa identitas lokal.

“Partisipasi ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan desain khas Indonesia… siap bersaing di panggung global,” ujar Alvin Tjitrowirjo di Tangerang, Kamis (9/4/2026).

Kalau melihat tren beberapa tahun terakhir, karya desainer Indonesia memang mulai dilirik. Tapi sering kali berhenti di eksposur, belum sampai ke jejaring bisnis. Di sinilah peran platform seperti ini jadi krusial.

Kolaborasi Desainer dan Dukungan Global

Desain interior booth IDD Pavilion dirancang oleh Santi Alaysius dari Domisilium Studio. Ia mengangkat pendekatan ruang yang menonjolkan material dan narasi visual yang kuat.

Selain itu, sejumlah desainer Indonesia juga tampil di SaloneSatellite, seperti Studio Banda, Zulyo Kumara, dan Cynthia Margaret. Platform ini dikenal sebagai pintu masuk desainer muda ke industri global.

Menariknya, IDD tidak hanya tampil, tetapi juga membantu proses pengiriman karya ke Milan. Detail seperti ini sering jadi tantangan tersendiri bagi desainer yang ingin tampil di luar negeri.

Dukungan datang dari Kementerian Ekonomi Kreatif (EKRAF), Kementerian Perdagangan RI, Indonesia Design Development Centre (IDDC), ITPC Milan, hingga KBRI Roma.

“IDD Pavilion menjadi cara kami memperkenalkan Indonesia sebagai ekosistem desain yang terintegrasi,” jelas Ipeng Widjojo, CEO IDD PIK2.

Dorong Posisi Indonesia di Industri Desain Global

Keikutsertaan ini bukan sekadar tampil di pameran, tetapi bagian dari upaya memperkuat posisi desain Indonesia di pasar global.

Selama ini, Indonesia dikenal kuat di material dan kerajinan. Tantangannya ada pada konsistensi desain dan akses pasar internasional.

Dengan hadir di Salone del Mobile, peluang kolaborasi terbuka lebih luas. Tidak hanya soal eksposur, tetapi juga potensi kerja sama bisnis yang lebih konkret.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pangdam XIX Genjot Operasi Terpadu Karhutla Riau-Kepri


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, memimpin rapat darurat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis (9/4/2026). Fokusnya jelas: mempercepat respons dan menyatukan komando di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

Rapat di Ruang Yudha Makodam XIX itu menyoroti ancaman karhutla yang meningkat akibat cuaca ekstrem, terutama di kawasan gambut yang rawan terbakar.

Operasi Terpadu Jadi Kunci

Dalam arahannya, Agus Hadi Waluyo menegaskan penanganan karhutla tidak bisa lagi sporadis. Semua harus berjalan dalam satu konsep operasi terpadu dengan komando yang tegas dan pembagian wilayah berbasis klaster.

Ia menekankan peran satuan kewilayahan, dari Korem hingga Babinsa, sebagai garda depan. Mereka bertugas mendeteksi titik api sejak dini, memverifikasi, lalu langsung turun menangani.

Saya teringat obrolan dengan seorang Babinsa di Riau tahun lalu. Ia bilang, kadang api kecil yang terlambat ditangani bisa berubah jadi bencana dalam hitungan jam. Pola pikir itulah yang kini coba dipangkas lewat sistem yang lebih terintegrasi.

Respons 3 Jam dan Dukungan Udara

Kecepatan menjadi kata kunci. Pangdam meminta seluruh jajaran mampu bergerak maksimal dalam waktu tiga jam sejak hotspot terdeteksi.

Langkah ini didukung kekuatan darat dan operasi udara seperti water bombing. Selain itu, pengelolaan sumber air di lahan gambut juga disorot karena sering jadi kendala saat pemadaman.

Menurutnya, tanpa kesiapan logistik air, operasi di lapangan akan selalu tertinggal satu langkah.

Pendekatan Preventif dan Kolaborasi

Selain penanganan cepat, pendekatan pencegahan juga diperkuat. Patroli rutin, deteksi dini, dan pembinaan masyarakat menjadi bagian penting dari strategi.

Sinergi lintas sektor turut ditekankan, melibatkan Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga pemerintah daerah.

Pengalaman liputan beberapa musim kemarau lalu menunjukkan, koordinasi yang buruk sering membuat penanganan karhutla tersendat. Karena itu, integrasi antarinstansi kini jadi prioritas utama.

Siaga 24 Jam dan Tim Reaksi Cepat

Pangdam juga memerintahkan Danrem dan Dandim mengaktifkan posko siaga 24 jam. Mereka diminta membentuk Quick Reaction Force (QRF) yang siap bergerak kapan pun dibutuhkan.

Satuan tempur dan bantuan tempur pun disiapkan untuk memperkuat operasi di lapangan jika situasi memburuk.

Dengan skema ini, Kodam XIX berharap mampu menekan dampak karhutla sekaligus menjaga lingkungan tetap aman sepanjang musim rawan kebakaran.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kritik Formappi Soal Kealpaan Pemerintahan Prabowo Menguat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta  
Diskusi publik yang digelar Barisan Oposisi Indonesia (Formappi) di Jakarta, Kamis (9/4/2026), menyoroti kritik Formappi soal kealpaan pemerintahan Prabowo setelah 1 tahun 7 bulan berjalan.

Dalam forum itu, Pengamat Ray Rangkuti memaparkan delapan poin yang dinilai sebagai kelemahan mendasar dalam tata kelola pemerintahan saat ini.

Kritik Formappi soal Kealpaan Pemerintahan Prabowo

Ray Rangkuti membuka dengan isu sensitif: dugaan pelanggaran konstitusi sejak awal pencalonan presiden dan wakil presiden. Ia menyebutnya sebagai titik awal persoalan yang terus berlanjut.

Isu lain yang disorot adalah tata kelola program MBG yang dinilai semrawut. Konflik kepentingan, keterlibatan aparat, hingga kasus keracunan disebut terjadi berulang.

Saya jadi teringat obrolan dengan seorang dosen kebijakan publik beberapa waktu lalu. Ia bilang, program bagus bisa runtuh kalau tata kelolanya lemah. Di sini, kritik itu terasa relevan.

Selain itu, Formappi juga menyinggung krisis fiskal. Mulai dari pembentukan Danantara hingga pemotongan Transfer Keuangan Daerah yang berdampak pada tenaga P3K di berbagai wilayah.

Koperasi Merah Putih ikut jadi sorotan. Pembentukan yang terpusat dan penggunaan dana desa dinilai belum transparan, terutama dalam pengadaan barang.

Dampak Politik dan Kekhawatiran Publik

Formappi juga mengangkat isu yang lebih luas, yakni dugaan menguatnya kembali peran militer di ranah sipil. Di saat yang sama, hasil reformasi kepolisian dinilai belum jelas arahnya.

Poin lain yang cukup tajam adalah meningkatnya tekanan terhadap aktivis dan akademisi. Sejumlah demonstran masih berproses hukum, sementara kritik akademik disebut mulai dipersempit.

Saya pernah menghadiri diskusi serupa di kampus beberapa tahun lalu. Saat itu, ruang kritik masih terasa lebih longgar. Kini, suasananya disebut mulai berubah.

Tak berhenti di situ, isu korupsi juga masuk daftar. Indeks persepsi korupsi disebut berada di angka 34, yang dianggap menunjukkan penurunan integritas lembaga penegak hukum.

Terakhir, kebijakan luar negeri juga disinggung. Formappi menilai arah politik yang diambil berpotensi menyimpang dari prinsip bebas aktif dan bisa merugikan kepentingan nasional.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Taman Impian Ancol Rilis Paket Hemat Liburan Keluarga


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Program promo paket hemat Ancol 2026 resmi diluncurkan Ancol Taman Impian untuk menarik wisatawan keluarga dan rombongan. Promo ini berlaku untuk kunjungan mulai 6 April hingga 31 Mei 2026.

Lewat paket ini, pengunjung bisa menikmati berbagai wahana favorit seperti Dunia Fantasi hingga Sea World Ancol dengan harga lebih ringan, lengkap dengan bonus voucher makan.

Paket Hemat Ancol 2026: Harga Lebih Ringan, Wahana Tetap Lengkap

Salah satu yang paling menarik adalah Paket Bertiga di Dufan. Harga tiket turun cukup jauh, dari Rp275.000 menjadi Rp170.000 per orang.

Selain itu, pengunjung juga mendapat voucher makan Rp20.000 yang bisa digunakan di restoran dalam area Dufan. Syaratnya, pembelian minimal tiga tiket atau kelipatannya.

Saya sempat mencoba datang ke Dufan saat musim promo seperti ini beberapa tahun lalu. Antreannya memang lebih ramai, tapi suasananya justru terasa lebih hidup, terutama saat datang bersama teman.

Sementara itu, Paket Berlima tersedia di beberapa destinasi lain. Di Sea World Ancol, harga tiket menjadi Rp95.000 per orang dari normal Rp120.000, ditambah voucher makan Rp15.000.

Di Samudra Ancol dan Atlantis Ancol, harga promo sama-sama mulai Rp90.000 per orang, juga dengan tambahan voucher makan.

Adapun Jakarta Bird Land menawarkan harga lebih terjangkau, mulai Rp55.000 per orang dari harga normal Rp60.000.

Strategi Tarik Wisatawan dan Momentum Libur Panjang

Program ini berlaku untuk pembelian tiket mulai 1 April hingga 30 Mei 2026, dengan ketentuan minimal pembelian tiga atau lima tiket sesuai paket.

Dari sisi strategi, promo seperti ini bukan hal baru. Namun, timing-nya cukup pas karena berdekatan dengan periode libur panjang dan musim wisata keluarga.

Saya ingat obrolan dengan seorang pengunjung di Ancol beberapa waktu lalu. Ia bilang, faktor harga sering jadi penentu utama, terutama bagi keluarga dengan anak lebih dari dua.

Di titik ini, paket bundling seperti yang ditawarkan Ancol jadi solusi praktis. Harga lebih terkendali, pengalaman tetap maksimal.

Dengan kombinasi harga khusus dan fasilitas tambahan, Ancol tampaknya ingin menjaga daya tariknya sebagai destinasi wisata keluarga yang ramah kantong.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

466 Lulusan Siap Perkuat Pertahanan Wisuda Unhan RI 2026, 466 Perwira Resmi Dikukuhkan


Duta Nusantara Merdeka | Sentul 
Sebanyak 466 wisudawan resmi dikukuhkan dalam Wisuda Universitas Pertahanan RI 2026 yang digelar di Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis (9/4/2026). Prosesi ini dipimpin langsung Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin.

Momentum ini bukan sekadar seremoni. Para lulusan dari program sarjana hingga doktor itu kini resmi menyandang status baru sebagai insan akademik yang siap terjun menghadapi dinamika pertahanan nasional.

Wisuda Unhan 2026: Transisi dari Kampus ke Lapangan

Prosesi berlangsung khidmat di Aula Merah Putih Kampus Unhan RI. Para wisudawan sebelumnya telah menuntaskan Tahap Pendidikan (Tupdik), sebelum akhirnya dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka.

Saya pernah meliput wisuda militer beberapa tahun lalu. Atmosfernya selalu berbeda—lebih hening, lebih disiplin, tapi terasa penuh beban tanggung jawab. Kali ini pun kesannya sama.

Di antara ratusan lulusan, satu nama yang mencuri perhatian adalah Letkol Arm M. Dastin Meta Swandana. Alumni Akademi Militer 2008 itu kini menjabat sebagai Kapen Seskoad.

Ia berhasil meraih gelar Magister Pertahanan (M.Han) dari Program Studi Strategi Pertahanan Darat, menambah deretan gelarnya menjadi SE, SH, MH, dan M.Han.

“Alhamdulillah, terima kasih atas support dan doa dari keluarga maupun sahabat selama proses perkuliahan,” ujarnya.

Peran Strategis Lulusan dalam Pertahanan Negara

Wisuda ini menjadi titik penting. Bukan hanya penutup masa studi, tapi juga gerbang masuk ke tantangan yang lebih kompleks di lapangan.

Para lulusan diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat, terutama dalam memperkuat sistem pertahanan negara, khususnya pada matra darat.

Dalam beberapa diskusi dengan perwira aktif, saya sering mendengar satu hal yang sama: teori di kampus itu penting, tapi tekanan nyata justru datang saat di lapangan.

Di sinilah peran Unhan diuji—apakah mampu mencetak lulusan yang bukan hanya paham konsep, tapi juga adaptif dalam situasi tak terduga.

Dengan latar belakang pendidikan strategis, para lulusan diharapkan bisa menjadi penghubung antara kebijakan dan implementasi di lapangan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Danrem 031/WB Dorong Kolaborasi Forkopimda Dumai


Duta Nusantara Merdeka | Dumai 
Upaya memperkuat sinergi Forkopimda Dumai dilakukan Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu lewat kunjungan resmi, Rabu (8/4/2026). Pertemuan ini fokus pada komunikasi terbuka dan kerja sama lintas instansi.

Sinergi Forkopimda Dumai Jadi Fokus Utama

Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu datang bukan sekadar menjalankan agenda formal. Ia ingin memastikan hubungan antar pimpinan daerah di Dumai benar-benar solid dan saling memahami.

Dalam pertemuan itu, ia menekankan pentingnya komunikasi yang cair. “Dengan komunikasi yang baik dan hubungan yang hangat, kita bisa lebih mudah bekerja sama menghadapi berbagai tantangan di Kota Dumai,” ujarnya.

Suasana pertemuan terasa akrab, bahkan cenderung santai. Tidak kaku seperti rapat resmi pada umumnya. Para pejabat terlihat aktif bertukar pandangan soal kondisi daerah.

Saya jadi teringat satu momen liputan di daerah lain, ketika forum serupa justru terasa dingin dan formal. Hasilnya, koordinasi di lapangan sering tersendat. Di Dumai, nuansanya berbeda.

Forkopimda Kota Dumai menyambut baik kunjungan tersebut. Mereka sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor jadi kunci menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.

Kolaborasi Jadi Fondasi Stabilitas Daerah

Dalam diskusi, isu yang dibahas tidak hanya soal keamanan. Tapi juga menyangkut kenyamanan masyarakat dan langkah strategis ke depan.

Para pimpinan daerah saling berbagi pengalaman, termasuk tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Dari situ muncul ide-ide baru untuk memperkuat kerja sama.

Obrolan santai di sela pertemuan justru jadi ruang paling produktif. Di situ, sekat birokrasi terasa lebih cair, dan komunikasi berjalan lebih jujur.

Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menutup pertemuan dengan pesan sederhana tapi kuat. Ia menegaskan bahwa kebersamaan bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama menghadapi tantangan.

Menurutnya, hubungan antarinstansi tidak boleh berhenti di meja pertemuan. Harus berlanjut dalam aksi nyata yang berdampak langsung ke masyarakat.

Kunjungan ini sekaligus jadi pengingat bahwa sinergi bukan cuma soal strategi. Ada unsur kepercayaan, komunikasi, dan hubungan manusia yang perlu terus dijaga.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

First Look Badut Gendong Dirilis, Teror Baru Semesta Qodrat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Film Badut Gendong karya sutradara Charles Gozali resmi diperkenalkan lewat cuplikan perdana oleh MAGMA Entertainment. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 27 Mei 2026, bertepatan dengan momen Lebaran Idul Adha.

Cuplikan awal langsung menegaskan arah baru dalam semesta Qodrat, dengan menghadirkan sosok teror yang terasa lebih personal dan tidak biasa.

Teror Personal dari Sosok Badut Gendong

Atmosfer sunyi dan menekan jadi pembuka yang kuat. Sosok Darso, diperankan Marthino Lio, terlihat menyiapkan topeng dengan gestur yang terasa ganjil, seolah benda itu punya “nyawa”.

Adegan itu mengingatkan saya pada pengalaman nonton film horor sendirian di kamar kos—bukan karena jumpscare, tapi rasa tidak nyaman yang pelan-pelan menempel di kepala.

Relasi Darso dengan Badut Gendong juga terasa tidak wajar. Ada keterikatan emosional yang cenderung obsesif, bahkan sampai digambarkan tidur berdampingan dalam satu ruang.

Ketegangan memuncak saat keduanya terbangun bersamaan di tengah gelap. Gerak tubuh yang kaku dan aura ancaman memunculkan satu pertanyaan: siapa sebenarnya yang mengendalikan?

Ekspansi Semesta Qodrat dan Ambisi Baru

Film Badut Gendong menjadi bagian dari pengembangan semesta Qodrat yang sebelumnya mencatat lebih dari 3,9 juta penonton.

Charles Gozali menegaskan pendekatan berbeda dalam proyek ini. “Kami ingin menghadirkan sesuatu yang baru dan unik. Ada detail yang dirancang khusus untuk masuk ke mimpi buruk penonton,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4).

Pendekatan ini terasa menarik, karena horor Indonesia belakangan sering terjebak pola serupa. Badut Gendong tampaknya mencoba keluar dari zona itu.

Selain Marthino Lio, film ini juga diperkuat Derby Romero dan Clara Bernadeth. Kehadiran Dayinta Melira, Iskak Khivano, dan Vonny Anggraeni ikut menambah dinamika cerita.

Buat penonton yang mengikuti Qodrat dari awal, film ini seperti bab lanjutan dengan rasa yang lebih intim—tidak sekadar menakutkan, tapi juga mengganggu secara psikologis.

Dengan pendekatan visual dan karakter yang kuat, film Badut Gendong Charles Gozali 2026 berpotensi jadi salah satu horor yang menonjol tahun ini.

Film ini dijadwalkan tayang mulai 27 Mei 2026 dan diprediksi akan menarik perhatian penonton saat musim libur Lebaran.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Polri Bahas Tantangan Hukum AI, Soroti Keamanan Digital


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Divisi Humas Polri menggelar dialog publik soal penguatan internal Polri dan tantangan hukum di era kecerdasan artifisial (AI) di Jakarta, Selasa (7/4/2026). Forum ini melibatkan lintas sektor untuk merespons cepat dinamika teknologi digital.

Kolaborasi Lintas Sektor Hadapi Era AI

Karopenmas Divhumas Polri Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, dialog ini dirancang sebagai ruang kolaboratif antara kepolisian, kementerian, lembaga, akademisi, hingga masyarakat umum.

“Divisi Humas Polri melakukan kegiatan dialog publik yang sifatnya kolaboratif dan terintegrasi dengan kementerian serta lembaga dalam menghadapi khususnya tantangan-tantangan di era digital,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Acara dibuka Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir. Sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya Irma Handayani dari Kementerian Komunikasi dan Digital, Kombes Pol Andrian Pramudianto dari Bareskrim Polri, serta Brilliant Faryandi selaku CEO dan Founder E-Magic Group.

Forum ini juga diikuti mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat. Diskusi berlangsung cukup cair, tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menggali persoalan yang mulai terasa dekat dalam kehidupan sehari-hari.

Saya sempat menghadiri forum serupa beberapa tahun lalu. Bedanya, waktu itu AI masih dianggap “barang masa depan”. Kini, obrolannya jauh lebih konkret—mulai dari penipuan digital hingga manipulasi data yang makin sulit dilacak.

Kejahatan Digital Makin Kompleks

Menurut Trunoyudo, perkembangan teknologi berbasis AI memunculkan pola kejahatan baru yang bersifat ekosistem. Artinya, tidak berdiri sendiri, tetapi saling terhubung dalam jaringan digital yang kompleks.

“Perkembangan kejahatan yang bersifat ekosistem di dalam ruang digital perlu dijaga keamanannya dan tentu juga dilakukan literasi serta penegakan hukum apabila mengganggu stabilitas dan keteraturan sosial,” jelasnya.

Isu ini makin relevan karena aktivitas masyarakat sudah bergeser ke ruang digital. Dari transaksi keuangan sampai interaksi sosial, semua berpotensi menjadi celah jika tidak diimbangi literasi dan pengawasan.

Dalam obrolan ringan dengan beberapa peserta, kekhawatiran yang muncul ternyata mirip: bukan lagi soal “apakah kejahatan digital ada”, tapi “seberapa cepat kita bisa mengantisipasinya”.

Melalui dialog ini, Polri berharap kolaborasi lintas sektor bisa terus diperkuat. Target besarnya jelas, menciptakan ruang digital yang aman sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Pangdam XIX Buka Pelatihan Jurnalistik, Soroti Era Digital


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kodam XIX/Tuanku Tambusai menggelar pelatihan jurnalistik dan publikasi berita di Pekanbaru, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini dibuka langsung Pangdam XIX/TT Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo di Aula Kaharuddin Nasution.

Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan Kodam, termasuk Kasdam Brigjen TNI Rudi Hermawan dan Kapoksahli Brigjen TNI M. Yahya, bersama peserta dari berbagai satuan, baik luring maupun daring.

Pelatihan Jurnalistik Jadi Kebutuhan Mendesak

Dalam sambutannya, Pangdam menegaskan bahwa arus informasi saat ini bergerak sangat cepat. Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, pesan institusi bisa kalah oleh narasi yang belum tentu akurat.

Ia menyebut pelatihan jurnalistik ini sebagai langkah strategis. Tujuannya bukan sekadar menulis berita, tetapi memastikan informasi yang keluar dari satuan tetap akurat, cepat, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Saya jadi teringat obrolan dengan seorang Babinsa beberapa waktu lalu. Ia mengaku sering kebingungan saat harus menjelaskan kegiatan di lapangan ke publik karena belum terbiasa menulis. Di situ terasa, pelatihan seperti ini memang bukan lagi pelengkap.

Pangdam juga menyoroti pentingnya memanfaatkan media sosial satuan secara optimal. Menurutnya, kanal digital harus aktif dan mampu membangun persepsi positif tentang TNI AD.

Perkuat Kemampuan Hadapi Opini Publik

Peserta pelatihan berasal dari unsur intelijen, teritorial, hingga perwakilan satuan. Mereka diharapkan menjadi ujung tombak publikasi di unit masing-masing.

Selain kemampuan teknis, Pangdam menekankan pentingnya kepekaan terhadap dinamika informasi. “Personel harus mampu mengelola dan meng-counter opini negatif secara profesional,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan Ketua JMSI Riau H. Deni Kurnia serta narasumber Yefrizal. Ia memaparkan dasar jurnalistik, mulai dari pengumpulan data hingga penyajian berita yang objektif dan menarik.

Menariknya, sesi tidak berhenti di teori. Peserta langsung diajak praktik dan berdiskusi. Format seperti ini biasanya lebih cepat “nempel”, apalagi bagi yang baru pertama kali terjun ke dunia penulisan berita.

Seluruh rangkaian kegiatan pembukaan berlangsung tertib dan lancar, sekaligus menandai keseriusan Kodam XIX dalam beradaptasi dengan tuntutan komunikasi modern.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Peringatan Dr. Robert Lustig Soal Bahaya Gula bagi Tubuh


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dokter dan pakar kesehatan metabolik, Dr. Robert Lustig, kembali mengingatkan bahaya konsumsi gula berlebih bagi kesehatan. Ia menyoroti bagaimana gula, terutama fruktosa, berkontribusi pada penyakit kronis yang kini makin sering ditemukan di berbagai negara.

Pernyataan ini relevan di tengah meningkatnya kasus diabetes tipe 2, obesitas, hingga gangguan hati, yang sebagian besar dipicu pola makan tinggi gula dan makanan olahan.

Konsumsi Gula Berlebih dan Gangguan Metabolisme

Dr. Robert Lustig menilai anggapan “semua kalori itu sama” tidak sepenuhnya tepat. Ia menjelaskan, fruktosa diproses berbeda dalam tubuh dan cenderung membebani organ hati.

Menurutnya, konsumsi gula berlebih dapat memicu gangguan metabolisme yang berujung pada penyakit seperti diabetes tipe 2 dan perlemakan hati.

Saya sempat berbincang dengan seorang dokter umum di Jakarta beberapa waktu lalu. Ia menyebut pasien usia 30-an dengan fatty liver kini bukan hal langka, sesuatu yang dulu lebih identik dengan usia lanjut.

Selain itu, paparan gula berlebih juga dikaitkan dengan resistensi insulin. Kondisi ini membuat tubuh kurang responsif terhadap hormon insulin, sehingga kadar gula darah sulit dikendalikan.

Peran Makanan Olahan dan Dampaknya

Dr. Robert Lustig juga menyoroti tingginya kandungan gula tersembunyi dalam makanan ultra-proses. Banyak produk kemasan mengandung gula dengan berbagai istilah yang tidak selalu disadari konsumen.

Kondisi ini membuat asupan gula harian sering kali melampaui batas tanpa disadari. Dampaknya terasa perlahan, mulai dari kelelahan, peningkatan berat badan, hingga risiko penyakit kronis.

Pengalaman pribadi saat meliput isu kesehatan beberapa tahun lalu juga menunjukkan hal serupa. Banyak keluarga baru menyadari pola makan tidak sehat setelah muncul diagnosis penyakit serius.

Ia menekankan pentingnya pendekatan pencegahan, bukan sekadar pengobatan. Edukasi publik dinilai masih kurang kuat dibanding promosi produk makanan tinggi gula.

“Masalah ini bukan hanya soal individu, tetapi juga sistem yang membentuk pola konsumsi masyarakat,” ujar Dr. Robert Lustig dalam berbagai kesempatan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto


Share:

Sanksi PPSU Dinilai Tak Cukup, Kevin Wu Desak Evaluasi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu, menilai sanksi SP1 terhadap petugas PPSU yang memakai foto AI untuk merespons aduan warga belum menyentuh akar masalah. Kasus ini terjadi di Jakarta Timur dan memicu sorotan soal kualitas layanan publik.

Evaluasi Menyeluruh, Bukan Sekadar Sanksi

Kevin menegaskan, persoalan parkir liar sejak awal bukan tanggung jawab PPSU. Penanganannya seharusnya berada di tangan Satpol PP dan Dinas Perhubungan yang memang punya kewenangan.

“Sedari awal, masalah parkir liar ini harusnya ditangani oleh petugas-petugas Satpol PP atau Dishub. Dan bukan oleh petugas PPSU,” ujarnya d

Menurut dia, langkah memberi SP1 justru terkesan seperti mencari kambing hitam. Padahal, persoalan ini mencerminkan kegagalan sistem yang lebih luas di tubuh birokrasi.

Saya teringat obrolan dengan seorang warga di Jakarta Timur beberapa bulan lalu. Ia bilang, laporan soal parkir liar sering direspons cepat, tapi hasilnya tidak bertahan lama. Keluhan itu rupanya bukan kasus tunggal.

Kevin juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap Satpol PP, Dishub, hingga pihak kelurahan. “Ini jangan dianggap enteng karena merusak kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik kita,” katanya.

Dampak dan Indikasi Masalah Sistemik

Lebih jauh, Kevin menyebut kasus penggunaan foto AI ini sebagai tanda ada yang tidak beres dalam mekanisme kerja di lapangan. Ketika aduan ditangani pihak yang bukan berwenang, potensi penyimpangan makin besar.

“Permasalahan ini sistemik. Harus ada upaya serius memperbaiki pelayanan publik di Jakarta,” tegasnya.

Ia bahkan menerima laporan bahwa penindakan parkir liar kerap hanya formalitas. Kendaraan dipindahkan sementara, difoto sebagai bukti, lalu dikembalikan lagi ke lokasi semula.

Pola seperti ini, kata Kevin, menunjukkan mentalitas kerja yang keliru. Bukan hanya soal prosedur, tapi juga integritas.

Pengalaman pribadi saya saat meliput di kawasan padat Jakarta juga menunjukkan hal serupa. Dalam hitungan jam, titik yang sudah “ditertibkan” bisa kembali penuh kendaraan.

“Ini mentalitas curang. Tidak heran kemudian ada kejadian seperti kemarin,” kata Kevin.

Ia menekankan pentingnya pembenahan sistem, mulai dari alur laporan warga hingga pengawasan di lapangan, agar kasus serupa tidak berulang.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Panduan Kesehatan Pria Lansia, Pulihkan Fungsi Ereksi Alami


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Isu disfungsi ereksi pada pria usia di atas 60 tahun kembali jadi perhatian, seiring munculnya metode alami berbasis stimulasi titik tubuh untuk membantu memperbaiki respons seksual tanpa obat.

Metode ini diperkenalkan lewat edukasi kesehatan lansia yang menekankan pentingnya sirkulasi darah, sinyal saraf, dan gaya hidup sederhana dalam menjaga fungsi vital tubuh.

Pendekatan Alami untuk Disfungsi Ereksi Pria Lansia

Sejumlah pendekatan alternatif menyebutkan, stimulasi pada tiga titik tubuh tertentu dapat membantu melancarkan aliran darah dan merangsang saraf yang berkaitan dengan fungsi ereksi.

Berikut adalah letak ketiga titik tersebut:

1. Area Perut Bawah (Lower Abdomen)

Letak: Tepat di bawah pusar, sekitar 2-4 jari di bawah pusar atau di area tulang kemaluan (pubis) bagian atas.

Fungsi: Area ini (sering dikaitkan dengan titik Qihai atau Guanyuan dalam akupunktur) diyakini sebagai pusat energi dan vitalitas pria yang membantu meningkatkan aliran darah ke panggul.

2. Area Perineum (Perineal Area)

Letak: Area kulit yang terletak di antara pangkal skrotum (buah zakar) dan anus.

Fungsi: Ini adalah area pijat prostat dari luar. Pijatan lembut di sini membantu merilekskan otot dasar panggul dan meningkatkan sirkulasi darah di sekitar kelenjar prostat dan organ reproduksi.

3. Area Lipatan Paha Dalam / Selangkangan (Groin/Inner Thigh)

Letak: Area lipatan antara paha atas dan perut bawah. Area ini merupakan jalur bagi arteri femoralis dan pembuluh darah penting lainnya yang menyuplai darah ke alat vital.

Fungsi: Pemijatan di area ini dapat membantu melancarkan peredaran darah ke arah organ reproduksi, yang krusial untuk stamina dan fungsi ereksi. 
 
Ketiganya dianggap sebagai jalur penting dalam sistem peredaran darah menuju organ reproduksi pria.

Pendekatan ini menekankan bahwa penurunan fungsi ereksi tidak semata faktor usia. Lebih sering, kondisi ini dipicu menurunnya kualitas aliran darah dan respons sinyal tubuh.

Bukan soal usia, tapi tubuh yang terasa “lambat merespons” setelah pola hidup berubah drastis.

Gaya Hidup Jadi Penentu Pemulihan

Selain teknik pemijatan, ada empat kebiasaan sederhana yang dinilai mendukung pemulihan fungsi vital. Mulai dari latihan napas dalam, konsumsi air hangat, hingga jalan kaki ringan di malam hari.

Mengurangi asupan gula, terutama sebelum tidur, juga disebut berpengaruh terhadap stabilitas metabolisme dan kualitas sirkulasi darah.

Kebiasaan ini mungkin terdengar sepele, tapi dampaknya cukup terasa jika dilakukan konsisten. Dalam pengalaman pribadi, berjalan kaki 15 menit sebelum tidur saja bisa membuat tubuh terasa lebih ringan keesokan harinya.

Pendekatan ini menempatkan kesehatan seksual sebagai bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan, bukan sekadar fungsi organ tertentu.

Mengembalikan Kepercayaan Diri Lansia

Bagi sebagian pria lansia, penurunan fungsi ereksi kerap berdampak pada kepercayaan diri. Padahal, kondisi ini umum terjadi dan bisa dikelola dengan pendekatan yang tepat.

Ereksi dalam konteks medis sering dipandang sebagai indikator kesehatan pembuluh darah dan sistem saraf. Artinya, ketika fungsi ini menurun, tubuh sedang memberi sinyal untuk berbenah.

Pendekatan alami seperti ini menjadi alternatif, meski tetap perlu diimbangi konsultasi medis agar penanganannya lebih komprehensif.

Di tengah meningkatnya kesadaran kesehatan lansia, pendekatan sederhana berbasis gaya hidup dan stimulasi tubuh mulai dilirik sebagai solusi pendukung. Intinya bukan sekadar fungsi, tapi menjaga kualitas hidup tetap optimal.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

HUT BSSN ke-80 Soroti Kedaulatan Siber Nasional Makin Krusial


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Peringatan HUT ke-80 Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada Senin, 6 April 2026 di Depok menegaskan pentingnya kedaulatan siber nasional sebagai fondasi menjaga stabilitas negara di era digital yang kian kompleks.

Ketua Umum APTIKNAS dan APKOMINDO, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky), hadir langsung dan menyoroti urgensi kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.

Kolaborasi Jadi Kunci Keamanan Siber

Kepala BSSN, Letjen TNI (Purn.) Drs. Nugroho Sulistyo Budi, menegaskan keamanan siber tidak bisa ditangani satu pihak saja. Menurutnya, ekosistem ini melibatkan pemerintah, industri, akademisi, komunitas, hingga media.

“Keamanan siber adalah ekosistem kompleks yang membutuhkan kerja bersama,” ujarnya dalam sambutan resmi.

Pernyataan itu terasa relevan. Saya sendiri pernah mendengar keluhan pelaku usaha kecil yang sistemnya lumpuh hanya karena serangan sederhana—tanpa kesiapan, dampaknya bisa langsung ke operasional harian.

Hoky menilai langkah BSSN membangun ekosistem kolaboratif sudah berada di jalur tepat. “Kolaborasi menjadi kunci utama dalam menciptakan kedaulatan siber yang tangguh,” ujarnya.

Dorongan Regulasi dan Peran Media

Dalam forum yang sama, Hoky juga mendorong percepatan pengesahan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber. Ia menilai regulasi ini penting untuk memperjelas koordinasi antar lembaga dan melindungi infrastruktur kritis.

“Keamanan siber bukan lagi isu teknis, tapi sudah strategis nasional,” tegasnya.

BSSN juga memberi penghargaan kepada sejumlah media nasional seperti Tribunnews.com, Kompas.com, Antaranews, Detik.com, dan CNN Indonesia atas kontribusi dalam edukasi publik.

Langkah ini dinilai penting. Dalam pengalaman saya di redaksi, isu keamanan siber sering dianggap “terlalu teknis” oleh pembaca. Padahal dampaknya nyata—dari kebocoran data hingga penipuan digital.

Transformasi Digital dan Tantangan Baru

APTIKNAS bersama mitra, termasuk BSSN, juga mendorong program “AI Secure & Efficient” di 10 kota. Fokusnya memperkuat kesiapan industri menghadapi risiko siber di tengah percepatan adopsi kecerdasan buatan.

Program ini menyasar sektor strategis seperti manufaktur, kesehatan, dan perbankan.

Selain itu, forum National Cybersecurity Conference (NCC) terus digelar sejak 2022 dan akan kembali berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Jakarta.

Hoky menegaskan, ke depan kedaulatan digital akan sangat menentukan kekuatan ekonomi suatu negara.

Momentum HUT ke-80 BSSN menegaskan satu hal: tanpa keamanan siber yang kuat, transformasi digital berisiko rapuh. Kolaborasi, regulasi, dan literasi publik menjadi fondasi utama menjaga kedaulatan siber nasional.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Lodewijk Paulus Soroti Strategi Keamanan Nasional Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus menegaskan pentingnya penguatan ketahanan nasional di tengah perubahan global yang makin sulit diprediksi.

Pernyataan itu disampaikan saat ia mewakili Menko Polkam dalam kuliah umum di Lemhannas RI, Selasa (7/4/2026), di hadapan peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) P4N LXIX dan P3N XXVII Tahun Anggaran 2026.

Ketahanan Nasional di Tengah Tekanan Global

Dalam paparannya, Lodewijk menyoroti perubahan besar di bidang geopolitik, geoekonomi, hingga teknologi yang memunculkan ancaman baru. Bukan hanya militer, tapi juga non-militer yang dampaknya sering kali lebih halus namun luas.

Ia menekankan, konsep ketahanan nasional tetap menjadi fondasi utama Indonesia. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas, memastikan hukum berjalan, dan pada saat yang sama mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam konsepsi ketahanan nasional sebagai instrumen utama untuk menjamin tegaknya hukum dan ketertiban,” ujar Lodewijk dalam forum tersebut.

Kalau ditarik ke kehidupan sehari-hari, konsep ini sebenarnya terasa dekat. Saya pernah berbincang dengan seorang pelaku UMKM yang bilang, tantangan sekarang bukan cuma soal modal, tapi juga ketidakpastian pasar global. Di situ terlihat bagaimana isu global bisa langsung menyentuh level paling bawah.

Diplomasi Adaptif dan Peran Calon Pemimpin

Sebagai negara kepulauan yang strategis, Indonesia disebut perlu menjaga keseimbangan dalam kebijakan luar negeri. Lodewijk menegaskan bahwa prinsip politik bebas aktif tetap menjadi pegangan utama.

Ia juga mengingatkan pentingnya pendekatan “good neighbor policy” dalam membangun hubungan internasional. Prinsip ini, menurutnya, sejalan dengan pesan Presiden Prabowo bahwa memperbanyak kawan jauh lebih penting daripada mencari lawan.

Di sisi lain, arah geopolitik Indonesia disebut sudah jelas tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Ini menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan, termasuk di sektor politik dan keamanan.

Menutup paparannya, Lodewijk mengajak peserta Lemhannas untuk tidak hanya menjadi pengamat. Ia berharap para peserta bisa aktif menawarkan solusi konkret terhadap persoalan bangsa.

Ajakan itu terasa relevan. Dalam beberapa forum diskusi yang pernah saya ikuti, sering kali ide bagus berhenti di ruang seminar. Tantangannya memang bukan sekadar memahami masalah, tapi berani mengeksekusi solusi.

Dalam kesempatan yang sama, Lodewijk diterima oleh Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily, didampingi sejumlah pejabat tinggi, termasuk Irjen Pol. Desman Sujaya Tarigan dan Marsda TNI Eko Dono Indarto.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Rakernis Kodam XIX 2026 Bahas Ancaman Siber dan Informasi


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kodam XIX/Tuanku Tambusai menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) bidang intelijen, sandi, siber, dan penerangan Tahun Anggaran 2026 di Makodam XIX/Tuanku Tambusai, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan dipimpin Asisten Intelijen Kasdam XIX/Tuanku Tambusai, Kolonel Inf Deki Rayusyah Putra, serta diikuti jajaran terkait guna menyelaraskan program kerja dan anggaran tahun berjalan.

Rakernis Kodam XIX: Evaluasi dan Sinkronisasi Program

Rakernis ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian program kerja tahun sebelumnya sekaligus merumuskan langkah operasional yang lebih terarah pada 2026.

Fokus utama diarahkan pada peningkatan efektivitas, adaptasi terhadap perubahan, serta ketepatan sasaran dalam pelaksanaan tugas di bidang intelijen dan komunikasi informasi.

Kolonel Inf Deki Rayusyah Putra menegaskan pentingnya koordinasi lintas bidang agar setiap program berjalan selaras dan saling mendukung di lingkungan Kodam XIX/Tuanku Tambusai.

“Kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan global, termasuk ancaman di ruang siber dan arus informasi yang sangat cepat,” ujarnya dalam arahan resmi.

Sorotan Ancaman Siber dan Pengelolaan Informasi

Dalam pembahasan teknis, perhatian besar diberikan pada dinamika ancaman siber yang semakin kompleks dan memerlukan respons cepat serta terukur dari satuan terkait.

Selain itu, pengelolaan informasi publik dinilai krusial dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan masyarakat, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.

Sejumlah pemaparan disampaikan oleh masing-masing bidang, mencakup penerangan, sandi, dan siber, yang memuat rencana kerja serta strategi implementasi di lapangan.

Forum diskusi interaktif turut digelar untuk menampung masukan peserta, sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi serta merumuskan solusi yang aplikatif.

Melalui Rakernis ini, seluruh jajaran diharapkan memiliki kesamaan visi, persepsi, dan langkah dalam mendukung optimalisasi tugas Kodam XIX/Tuanku Tambusai sepanjang tahun anggaran 2026.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Karhutla di Bengkalis Capai 70 Hektare, Operasi Udara Dikerahkan


Duta Nusantara Merdeka | Bengkalis 
Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau, terus digencarkan hingga Senin (6/4/2026). Luas lahan terbakar tercatat sekitar 70 hektare, didominasi gambut kering yang menyulitkan penanganan.

Tim gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait dikerahkan untuk mengendalikan api yang masih membara, terutama di lapisan bawah permukaan tanah.

Operasi Terpadu Darat dan Udara Dikerahkan

Pemadaman dipimpin Asops Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf. Rendra Dwi Ardhani sebagai Koordinator Lapangan, didampingi Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa sebagai Wakil Koordinator.

Sejumlah pejabat turut terlibat langsung, antara lain Karoops Polda Riau Kombes Pol. Ino Harianto, Sekda Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, dan Dandim Bengkalis Letkol Inf. Haris.

Pemadaman darat melibatkan Satgas gabungan dari TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api dan relawan.

Selain itu, operasi udara dilakukan melalui water bombing oleh Satgas Udara yang dipimpin Capt. Pilot Arif Budiarto guna menjangkau titik api sulit.

Lahan Gambut dan Cuaca Jadi Tantangan Utama

Kondisi lahan gambut kering dengan kedalaman cukup dalam menjadi hambatan utama pemadaman. Api kerap bertahan di bawah permukaan dan sulit dipadamkan secara tuntas.

Keterbatasan sumber air serta perubahan arah angin juga mempercepat penyebaran api di area terdampak.

Meski menghadapi kendala, tim gabungan melaporkan adanya perkembangan signifikan dalam upaya pengendalian kebakaran.

Satgas mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

Partisipasi masyarakat dinilai krusial untuk mencegah kebakaran meluas di wilayah rawan seperti Provinsi Riau.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Disfungsi Ereksi Tanda Awal Penyakit Jantung, Ini Faktanya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Studi dari American Heart Association mengungkap disfungsi ereksi dapat menjadi tanda awal penyakit jantung yang kerap muncul tanpa gejala. Temuan ini diperkuat riset dalam jurnal Circulation yang menyoroti risiko kardiovaskular pada pria.

Penelitian tersebut menunjukkan pria dengan disfungsi ereksi memiliki kemungkinan lebih dari dua kali lipat mengalami serangan jantung, stroke, hingga kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Disfungsi Ereksi Indikator Gangguan Pembuluh Darah

Secara medis, ereksi bergantung pada kelancaran aliran darah. Ketika pembuluh darah menyempit atau kehilangan elastisitas, fungsi tersebut akan terganggu secara langsung.

Kondisi ini tidak berdiri sendiri. Kerusakan pembuluh darah bersifat sistemik, sehingga gangguan di satu organ dapat mencerminkan masalah pada organ vital lain, termasuk jantung.

Ukuran pembuluh darah di penis yang lebih kecil membuat gejala muncul lebih cepat dibandingkan pembuluh darah jantung. Hal ini menjadikan disfungsi ereksi sebagai indikator awal yang sering terdeteksi lebih dini.

Data penelitian menunjukkan hampir separuh partisipan mengalami kondisi ini. Dalam periode sekitar empat tahun, kelompok tersebut mencatat kejadian kardiovaskular lebih tinggi secara signifikan.

Risiko Tetap Tinggi Meski Faktor Lain Dikendalikan

Menariknya, peningkatan risiko tetap terjadi meski faktor lain seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol telah diperhitungkan dalam analisis.

Hal ini menegaskan bahwa disfungsi ereksi bukan sekadar efek samping, melainkan sinyal independen yang menunjukkan adanya gangguan serius pada sistem pembuluh darah.

Namun, banyak pria cenderung mengabaikan gejala ini. Faktor stigma, rasa malu, hingga anggapan sebagai bagian normal dari penuaan membuat kondisi ini jarang dikonsultasikan.

Para ahli menilai disfungsi ereksi seharusnya menjadi pintu masuk untuk pemeriksaan kesehatan lebih luas, terutama dalam mendeteksi dini penyakit jantung.

Kesamaan faktor risiko seperti merokok, obesitas, gaya hidup tidak aktif, tekanan darah tinggi, dan diabetes memperkuat hubungan antara kedua kondisi tersebut.

Disfungsi ereksi pada akhirnya bukan hanya persoalan kualitas hidup, tetapi juga peringatan dini dari tubuh terhadap potensi penyakit yang lebih serius.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kevin PSI Kritik Penyalahgunaan AI JAKI oleh Petugas


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Insiden penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan dalam aplikasi JAKI mendapat sorotan dari Anggota Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kevin. 

Ia meminta Pemprov DKI Jakarta bertindak tegas atas dugaan manipulasi laporan tersebut.

DPRD Soroti Penyalahgunaan AI dalam Aplikasi JAKI

Kevin menyatakan keprihatinannya atas dugaan penggunaan foto berbasis AI dalam penyelesaian aduan warga. 

Menurutnya, praktik tersebut mencerminkan penyalahgunaan teknologi yang seharusnya mendukung kinerja pelayanan publik.

“Yang pertama, saya merasa prihatin ya bahwa ketika dugaan ini benar, maka sangat disayangkan ada penggunaan aplikasi teknologi yang harusnya bisa produktif bagi pekerjaan tetapi disalahgunakan seperti ini,” tegas Kevin dalam keterangan tertulis, Senin (6/4).

Ia menilai tindakan oknum petugas tersebut berpotensi menciptakan budaya kerja tidak sehat. Praktik ‘asal bapak senang’ dinilai berbahaya karena mengaburkan fakta di lapangan.

“Tentu ini menjadi suatu peringatan, suatu hal yang sangat kita sayangkan jikalau para petugas di lapangan menggunakan cara-cara seperti itu. Bukannya menyelesaikan pekerjaan, tetapi AI malah digunakan untuk laporan yang sifatnya asal bapak senang,” lanjutnya.

Desakan Sanksi dan Evaluasi Sistem Pelayanan

Kevin mendesak Pemprov DKI Jakarta tidak mengabaikan kasus ini. Ia menilai perlu ada sanksi tegas untuk mencegah terulangnya praktik serupa di kemudian hari.

“Tentu hal ini tidak bisa kita biarkan. Maka perlu ada sanksi keras bagi aparat yang seperti itu,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pelayan publik harus menjaga integritas dalam setiap laporan kerja. 

Manipulasi data dinilai berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

“Para pelayan masyarakat jangan sampai bersifat manipulatif, menggunakan laporan bohong, laporan kosong, padahal kenyataannya belum dikerjakan,” tambahnya.

Kevin menegaskan bahwa teknologi AI seharusnya dimanfaatkan secara produktif untuk membantu warga, bukan sebaliknya. Insiden ini dinilai sebagai pembelajaran penting bagi seluruh aparatur.

Sebagai anggota Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta, ia memastikan kasus ini akan menjadi perhatian dalam rapat evaluasi bersama Pemprov DKI Jakarta.

“Kepercayaan masyarakat itu sangat penting. Kalau dibiarkan terus, maka itu akan menggerus reputasi dan integritas para pelayan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto

Share:

Usai Ziarah Sultan Syarif Kasim II, Danrem 031 Tegaskan Integritas


Duta Nusantara Merdeka | Siak
Komandan Korem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han menegaskan pentingnya meneladani nilai kepemimpinan Sultan Syarif Kasim II usai ziarah di Kabupaten Siak, Senin (6/4/2026). Pesan ini ditujukan sebagai penguatan karakter prajurit dalam menjalankan tugas.

Ziarah Jadi Sarana Menyerap Nilai Perjuangan

Danrem 031/Wira Bima menekankan bahwa ziarah makam Sultan Syarif Kasim II bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi untuk memahami makna perjuangan para pahlawan bangsa.

Menurutnya, nilai keikhlasan, keberanian, dan kecintaan terhadap tanah air merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap prajurit TNI dalam pengabdian kepada negara.

“Dari sosok Sultan Syarif Kasim II, kita belajar tentang keikhlasan, keberanian, dan kecintaan terhadap bangsa. Nilai-nilai ini harus kita implementasikan dalam setiap pengabdian sebagai prajurit,” ujar Danrem.

Ia menambahkan, internalisasi nilai perjuangan tersebut penting agar prajurit tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki integritas dan moralitas yang kokoh.

Tanggung Jawab Moral TNI Lanjutkan Perjuangan

Lebih lanjut, Danrem menegaskan bahwa TNI memikul tanggung jawab moral untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan. Tugas tersebut tidak terbatas pada menjaga kedaulatan negara, tetapi juga mencakup peran sosial di tengah masyarakat.

Ia mengajak seluruh prajurit menjadikan momen ziarah sebagai pengingat pentingnya loyalitas, dedikasi, serta integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Kita harus memastikan bahwa semangat perjuangan para pahlawan tetap hidup dalam setiap langkah pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Danrem di wilayah Siak. Selain itu, ziarah juga memperkuat jati diri prajurit TNI sebagai bagian integral dari rakyat Indonesia.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini