Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Cara Aman Jalani Diet Diabetes Harian Tanpa Ribet


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Mengatur pola makan jadi kunci utama dalam menjalani diet diabetes harian. Dengan jadwal terstruktur dari pagi hingga malam, penderita bisa menjaga kadar gula darah tetap stabil tanpa harus merasa tersiksa oleh pantangan ketat.

Pola Diet Diabetes Harian yang Terukur

Pagi hari dimulai dengan asupan tinggi protein dan lemak sehat. Telur rebus atau orak-arik dipadukan roti gandum dan alpukat jadi pilihan aman. Alternatif lain seperti oatmeal tanpa gula dengan chia seed dan blueberry juga efektif menjaga energi.

Konsultan Thalia Febiola pernah mencoba pola ini saat mendampingi keluarga yang didiagnosis pradiabetes. Hasilnya cukup terasa, rasa lapar lebih terkontrol hingga siang.

Menjelang siang, camilan ringan seperti kacang almond atau seledri dengan selai kacang membantu menjaga kadar gula tidak turun drastis. Porsi kecil tapi konsisten jadi kunci.

Masuk waktu makan siang, komposisi ideal terdiri dari protein tanpa lemak, serat tinggi, dan karbohidrat kompleks. Salad ayam panggang, quinoa dengan sayuran, atau wrap gandum isi kalkun jadi contoh menu seimbang.

Minuman juga tak kalah penting. Air putih atau sparkling water tanpa gula jauh lebih aman dibanding minuman kemasan.

Detail Menu dan Dampaknya bagi Gula Darah

Sore hari sering jadi waktu rawan ngemil. Pilihan seperti yogurt tanpa gula, apel dengan almond butter, atau wortel dengan hummus bisa jadi solusi sehat.

Menariknya, pola makan seperti ini bukan sekadar soal angka gula darah. Ini juga membentuk kebiasaan baru yang lebih stabil. Tubuh terasa lebih ringan, energi lebih konsisten.

Malam hari, jika masih lapar, camilan ringan seperti kacang campur, telur rebus, atau potongan mentimun cukup membantu tanpa memicu lonjakan gula.

Sebaliknya, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari. Minuman manis seperti soda dan teh kemasan, roti putih, nasi putih berlebih, hingga makanan cepat saji terbukti mempercepat lonjakan gula darah.

Saya pernah melihat sendiri bagaimana perubahan kecil—seperti mengganti nasi putih dengan quinoa—bisa berdampak besar dalam beberapa minggu.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

APINDO Gandeng Buruh Susun RUU Ketenagakerjaan Lebih Inklusif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama serikat pekerja sepakat membahas RUU Ketenagakerjaan lebih dulu sebelum masuk ke pemerintah. Kesepakatan itu muncul dalam forum Halal Bihalal di Jakarta, Kamis (9/4), yang juga dihadiri DPR RI dan pemerintah.

Langkah ini ditempuh untuk meredam potensi konflik lama sekaligus memastikan regulasi yang lahir lebih realistis dan bisa dijalankan di lapangan. Pendekatan kolaboratif mulai dilihat sebagai kebutuhan, bukan sekadar opsi.

Dialog Awal Jadi Kunci Bahas RUU Ketenagakerjaan

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai forum ini sebagai sinyal positif. Menurut dia, penyusunan kebijakan ketenagakerjaan harus melibatkan banyak pihak sejak awal, bukan setelah draft jadi.

“Dialog sosial yang inklusif penting agar tidak mengulang polemik lama,” ujar Dasco dalam forum tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani menegaskan, kesepahaman antara pengusaha dan pekerja menjadi fondasi utama. Tanpa itu, regulasi berisiko mandek di implementasi.

Ia menyebut tekanan global—mulai dari biaya bahan baku hingga logistik—membuat dunia usaha tidak punya banyak ruang untuk salah langkah. Di titik ini, kompromi menjadi kebutuhan praktis.

Saya pernah berbincang dengan seorang manajer pabrik di Bekasi. Ia bilang, perubahan aturan mendadak seringkali lebih mahal dampaknya dibanding kenaikan upah itu sendiri. Ketidakpastian itulah yang coba ditekan lewat dialog awal.

Dampak dan Tantangan: Upah hingga Disrupsi Teknologi

Dari sisi pekerja, Ketua Umum KSPSI Moh. Jumhur Hidayat menyoroti perlunya komunikasi yang setara. Ia menilai selama ini dialog kerap tidak seimbang.

“Reformasi pengupahan, pengawasan ketenagakerjaan, dan peningkatan skill tenaga kerja harus jadi fokus,” kata Jumhur.

Isu disrupsi teknologi juga mulai mengemuka. Otomatisasi dan digitalisasi tak lagi jadi wacana, melainkan realitas yang langsung memengaruhi pasar kerja.

Di lapangan, banyak pekerja yang mulai merasa tertinggal. Seorang teknisi yang saya temui di Karawang pernah bercerita, mesin baru datang lebih cepat daripada pelatihan yang dijanjikan. Gap seperti ini yang dikhawatirkan makin lebar jika regulasi tidak adaptif.

APINDO menilai, dialog intensif bisa menghasilkan RUU Ketenagakerjaan yang tidak hanya adil, tetapi juga mendorong produktivitas. Targetnya sederhana: hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

IKA ITS Angkat Budaya di Funfest Lebaran 2026 Jakarta


Duta Nusantara Merdeka |  Jakarta 
MPP IKA ITS berkolaborasi dengan PW dan KOMJUR menggelar Idul Fitri Funfest 2026 bertema “Berbagi Beraksi Berkolaborasi” di Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang halal bihalal sekaligus ruang kolaborasi alumni, komunitas, dan masyarakat.

Acara tahunan ini tak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menggabungkan aksi sosial, pemberdayaan UMKM, dan penguatan identitas budaya dalam satu panggung.

Kolaborasi Alumni IKA ITS Dorong Aksi Nyata

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IKA ITS, Ir. Wiluyo Kusdwiharto, menegaskan bahwa Funfest bukan sekadar temu kangen.

“Acara ini adalah bukti nyata rasa syukur sekaligus kepedulian kita terhadap masyarakat sekitar,” ujar Wiluyo dalam sambutannya, Sabtu (11/4/2026).

Salah satu sorotan adalah keterlibatan Yayasan Anak Berkebutuhan Khusus (YABK), mulai dari penampilan tari hingga partisipasi dalam bazar kuliner.

Di sela acara, saya sempat mencicipi kopi dari booth YABK. Rasanya tidak kalah dengan kedai profesional. Momen seperti ini terasa sederhana, tapi memberi perspektif baru soal inklusi.

Selain itu, panitia juga menyalurkan donasi simbolis sebagai bagian dari program “Charity in Diversity” serta menggelar donor darah “Red Heroes Day”.

Dari Budaya hingga Ekonomi, Dampak Diperluas

Mengusung nuansa “Nusantara Tradisional”, acara ini memadukan unsur budaya dengan inovasi. Ada cosplay adat, pertunjukan seni, hingga live painting dari anak berkebutuhan khusus.

Di sisi lain, bazar UMKM menjadi magnet tersendiri. Kuliner khas seperti rawon dan bakso Malang ramai diserbu pengunjung.

Keterlibatan sponsor seperti PT Pertamina, PT BNI, PT PLN Persero, dan PT Dua-Dua Indonesia menunjukkan kuatnya jejaring alumni dalam menggerakkan kegiatan sosial-ekonomi.

Wiluyo menyebut, kolaborasi ini bukan hal baru. Sebelumnya, IKA ITS telah menjalankan berbagai program, mulai dari kebun buah alumni hingga bantuan kemanusiaan di Aceh dan Sumatera Utara.

Saya teringat beberapa tahun lalu, konsep event alumni masih cenderung formal dan terbatas. Kini, formatnya berubah lebih cair—menggabungkan hiburan, bisnis, dan filantropi dalam satu ruang.

Momentum Lebaran untuk Perkuat Jejaring

Funfest juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif seperti games, doorprize, hingga layanan mini health check dari BNI Life.

Menurut panitia, pendekatan ini sengaja dirancang agar acara tidak hanya inklusif, tetapi juga relevan bagi generasi alumni yang semakin beragam.

“Sinergi ini membuktikan jejaring alumni tetap solid dan mampu memberi dampak positif,” kata Wiluyo.

Ke depan, IKA ITS berkomitmen memperkuat konektivitas alumni melalui program strategis, termasuk beasiswa dan dana abadi bagi mahasiswa kurang mampu.

Reporter: Thalia Febiola 
Editor: Arianto 


Share:

Tito Kawal Program 3 Juta Rumah, Soroti Gratis PBG untuk MBR


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Program 3 juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kembali ditegaskan sebagai prioritas nasional. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung implementasinya di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Kamis (9/4/2026), bersama Menteri PKP Maruarar Sirait dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Pemerintah ingin memastikan proyek berjalan di lapangan, sekaligus mengukur respons masyarakat terhadap skema rumah subsidi yang kini dipermudah lewat kebijakan baru.

Dorong Daerah Percepat Program 3 Juta Rumah

Peninjauan dilakukan di Perumahan Grazia Residence 2 Tomohon. Di lokasi itu, Tito berdialog langsung dengan penghuni, termasuk pengembang yang diketahui atlet bulu tangkis nasional Greysia Polii.

“Program ini prioritas Presiden. Kita ingin benar-benar jalan di daerah,” ujar Tito dalam dialog santai bersama warga.

Ia menyebut, pemerintah pusat sudah berkeliling ke berbagai daerah untuk mendorong percepatan program. Namun kunci utama tetap ada di pemerintah daerah. Tanpa dukungan mereka, target ambisius sulit tercapai.

Saya teringat obrolan dengan seorang pengembang kecil di pinggiran Bekasi tahun lalu. Keluhannya sederhana: proses izin lama dan mahal. Kalau sekarang benar-benar digratiskan, ini bisa jadi game changer.

Perizinan Digratiskan, Efek Ekonomi Diharapkan Mengganda

Dari sisi kebijakan, Kemendagri telah menerbitkan aturan penting: pembebasan biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk MBR.

“Dulu IMB, sekarang PBG. Itu kita nolkan biayanya untuk MBR,” kata Tito.

Langkah ini dirancang untuk menekan biaya produksi rumah sekaligus mempercepat proses pembangunan. Pemerintah daerah diminta mengoptimalkan Mal Pelayanan Publik agar proses perizinan lebih ringkas dan transparan.

Efeknya tak hanya ke sektor perumahan. Tito meyakini program ini akan menciptakan multiplier effect—dari sektor konstruksi, bahan bangunan, hingga tenaga kerja lokal. Pada akhirnya, aktivitas ekonomi meningkat dan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pengalaman sederhana terlihat di banyak kota berkembang: satu proyek perumahan bisa menghidupkan warung, transportasi lokal, hingga jasa tukang. Skala nasional tentu jauh lebih besar.

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Usai meninjau perumahan, rombongan melanjutkan pengecekan calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Pemerintah ingin memastikan bantuan benar-benar menyasar warga yang membutuhkan.

“Ini terobosan kreatif, win-win. Semua diuntungkan,” ujar Tito.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pilih Bebanmu: Cara Aman Hadapi Risiko Karier Era AI


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Fenomena pergeseran dunia kerja di era digital 2026 kembali menegaskan satu hal: pilihan antara belajar atau tertinggal semakin nyata. Di tengah percepatan teknologi dan kecerdasan buatan, beban hidup tidak hilang—hanya berubah bentuk. Pertanyaannya sederhana, tapi konsekuensinya panjang: mau menanggung beban belajar sekarang, atau risiko keterpaksaan di kemudian hari?

Pilih Bebanmu: Antara Belajar atau Tertinggal

Pepatah lama Tiongkok, “kalau malas angkat buku, kelak harus kuat angkat batu,” terasa makin relevan. Dalam konteks hari ini, “buku” bukan sekadar bacaan, melainkan simbol literasi, keterampilan, dan kemampuan berpikir.

Saya pernah berbincang dengan seorang teman lama yang dulu enggan meningkatkan skill. Kini, ia mengaku sulit keluar dari pekerjaan repetitif dengan upah stagnan. “Bukan capeknya yang berat, tapi nggak punya pilihan,” katanya.

Di sisi lain, mereka yang terus belajar cenderung punya daya tawar lebih tinggi. Mereka bisa memilih pekerjaan, menentukan harga jasa, bahkan berpindah industri saat dibutuhkan. Di sinilah letak perbedaan mendasar: bukan sekadar bekerja, tapi memiliki kendali.

Era AI: “Batu” Tidak Lagi Fisik

Masalahnya, definisi “angkat batu” sudah berubah. Bukan lagi soal kerja fisik semata, melainkan pekerjaan repetitif yang mudah digantikan teknologi.

Pekerjaan administratif sederhana, input data, hingga tugas rutin kini mulai diambil alih sistem otomatis. Tanpa peningkatan keterampilan, banyak pekerja terjebak dalam pekerjaan dengan nilai tambah rendah—yang persaingannya ketat dan upahnya cenderung turun.

Belajar memang terasa berat. Di tengah gempuran konten cepat seperti video pendek, fokus membaca atau menguasai skill baru sering kalah menarik. Saya sendiri pernah terjebak—niat belajar satu jam, berakhir scrolling tanpa sadar.

Namun perbedaannya jelas. Lelah karena belajar adalah investasi. Lelah karena terjebak tanpa pilihan adalah konsekuensi.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

 



Share:

Film Shaka Oh Shaka Tayang 7 Mei 2026, Kisah Cinta Fans-Idola


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Film Shaka Oh Shaka produksi Starvision dijadwalkan tayang di bioskop mulai 7 Mei 2026. Disutradarai Dinna Jasanti dan ditulis Rino Sarjono, film ini mengangkat kisah cinta antara penggemar dan idolanya, lengkap dengan konflik karier dan realitas industri hiburan.

Kisah Fans dan Idola yang Tak Sesederhana Mimpi

Cerita berpusat pada Ocel (Arla Ailani), mahasiswi sederhana yang mengidolakan Shaka (Kiesha Alvaro), penyanyi populer. Pertemuan mereka di sebuah konser menjadi titik balik, dari sekadar kagum menjadi hubungan yang lebih dalam.

Namun, relasi itu tidak berjalan mulus. Status hubungan yang harus dirahasiakan demi menjaga citra Shaka menjadi sumber tekanan. Ocel, di sisi lain, mulai mempertanyakan arah hidupnya sendiri yang sempat tertunda.

Kalau ditarik ke pengalaman sehari-hari, dinamika ini terasa dekat. Banyak orang pernah berada di posisi harus “mengalah” demi mimpi orang lain—atau sebaliknya. Di situlah film ini terasa relevan, tidak sekadar romantis.

Realita Industri Hiburan dan Harga Sebuah Popularitas

Trailer resmi memperlihatkan sisi lain dunia musik: naik-turun popularitas, tekanan publik, hingga kompromi personal. Produser Chand Parwez Servia menilai tema ini dekat dengan penonton.

“Bagaimana kita pernah memiliki khayalan untuk bisa dekat dengan idola, dan mengetahui apa yang terjadi di belakang panggung,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Dinna Jasanti menambahkan, cerita ini bukan hanya soal cinta. “Ini tentang impian, kenyataan, dan keberanian untuk tetap berkembang,” katanya.

Menariknya, film ini diadaptasi dari novel karya Jocelyn Suherman. Prosesnya panjang—dari ekspresi personal menjadi karya layar lebar. Ada lapisan emosi yang terasa lebih jujur karena berangkat dari pengalaman.

Balutan Musik dan Ensemble Cast

Film ini juga diperkuat deretan lagu, termasuk “Melompat Lebih Tinggi” yang diaransemen ulang oleh Kiesha Alvaro. Musik menjadi elemen penting yang memperkuat emosi cerita.

Selain Kiesha dan Arla, film ini menghadirkan Artika Sari Devi, Joshua Suherman, hingga Dennis Adishwara. Deretan pemain ini memberi warna pada konflik yang tidak hanya soal dua tokoh utama.

Di tengah tren film romantis remaja, Shaka Oh Shaka mencoba masuk lebih dalam—tidak hanya soal jatuh cinta, tapi juga tentang bertahan dan bertumbuh bersama.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

GIICOMVEC 2026 Jadi Momentum Perbaikan Industri Kendaraan Niaga


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kementerian Perindustrian mendorong penguatan industri kendaraan niaga nasional di tengah tekanan penurunan produksi dan meningkatnya impor. Isu ini mengemuka dalam pembukaan GIICOMVEC 2026 di Jakarta, Rabu (8/4), yang menyoroti peran vital sektor ini dalam sistem logistik nasional.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko S.A. Cahyanto menegaskan, sektor kendaraan niaga tetap menjadi tulang punggung distribusi barang, meski menghadapi sejumlah tantangan struktural.

Industri Kendaraan Niaga Tertekan, Permintaan Tetap Tumbuh

Eko S.A. Cahyanto menyebut kontribusi industri alat transportasi mencapai 1,27 persen terhadap PDB pada 2025. Angka ini menguat jika digabung dengan perdagangan kendaraan dan jasa reparasi yang menyumbang 2,02 persen.

Di sisi lain, permintaan justru meningkat. Sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,78 persen, mencerminkan kebutuhan logistik yang makin tinggi.

Namun, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan produksi kendaraan niaga turun 3,5 persen menjadi 164 ribu unit pada 2025. Dampaknya terasa pada utilisasi industri yang hanya sekitar 58 persen.

Dalam praktiknya, ketimpangan ini terlihat jelas. Seorang pelaku logistik yang pernah saya temui di kawasan industri Bekasi mengeluhkan armada lama yang belum tergantikan. “Order naik, tapi unit baru mahal dan lama datang,” ujarnya.

Fenomena ini sejalan dengan munculnya selisih sekitar 4.000 unit antara produksi domestik dan kebutuhan pasar, yang akhirnya diisi produk impor.

“Ini menunjukkan adanya kesenjangan pasokan domestik yang harus segera direspons,” kata Eko.

Impor, Regulasi, dan Risiko Pembiayaan Jadi Sorotan

Kemenperin juga menyoroti masuknya truk impor yang tidak melalui proses homologasi dan diduga tidak memenuhi standar emisi Euro 4. Kondisi ini dinilai berpotensi menciptakan persaingan tidak sehat.

Selain itu, praktik penjualan kendaraan tanpa dokumen resmi juga menjadi perhatian karena bisa meningkatkan risiko kredit macet (NPL) di sektor pembiayaan.

Untuk merespons hal tersebut, pemerintah mendorong penguatan standar teknis, percepatan sertifikasi, serta integrasi data kendaraan melalui kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (Zero ODOL).

Di tengah tantangan ini, GIICOMVEC 2026 diposisikan sebagai ruang konsolidasi industri. Ajang ini menghadirkan 14 merek kendaraan komersial dan lebih dari 35 industri pendukung.

Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika menegaskan kendaraan komersial adalah penggerak utama distribusi nasional. “Truk dan bus adalah urat nadi yang menghubungkan produksi dan pasar,” ujarnya.

Ia menambahkan, ekspor kendaraan utuh (CBU) Indonesia mencapai 518.212 unit pada 2025, naik 9,75 persen. Dari jumlah itu, kendaraan komersial menyumbang 20.326 unit.

GIICOMVEC 2026 ditargetkan menarik lebih dari 11 ribu pengunjung bisnis, sekaligus membuka peluang ekspor baru di pasar global.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Tes HbA1c, Alat Akurat Cegah Diabetes Sejak Awal


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Tes HbA1c kini makin sering disebut sebagai alat paling akurat untuk mendeteksi diabetes sejak dini. Pemeriksaan ini mengukur rata-rata kadar gula darah selama tiga bulan terakhir tanpa perlu puasa, sehingga dianggap lebih “jujur” dibanding tes biasa.

Konsepnya sederhana. HbA1c adalah hemoglobin yang berikatan dengan glukosa dalam darah. Karena sel darah merah siklus hidup sekitar 90 hari, jejak gula darah dalam periode itu otomatis terekam.

Mengapa HbA1c Disebut Pemantau Paling Jujur

Dalam praktik medis, HbA1c bukan sekadar angka laboratorium. Ia mencerminkan pola hidup seseorang dalam tiga bulan terakhir—mulai dari konsumsi gula, aktivitas fisik, hingga kepatuhan terapi.

Berbeda dengan tes gula darah sewaktu yang bisa melonjak setelah makan, HbA1c relatif stabil. Inilah yang membuatnya sulit dimanipulasi.

Saya pernah menemani kerabat melakukan cek kesehatan rutin. Hasil gula darah hari itu normal, tapi HbA1c-nya tinggi. Dokter langsung menyimpulkan ada pola makan yang bermasalah, bukan sekadar fluktuasi sesaat.

Pemeriksaan ini juga menjadi alat penting bagi dokter untuk mengevaluasi efektivitas pengobatan diabetes. Jika HbA1c tidak turun, biasanya ada yang perlu dikoreksi, entah pola makan atau terapi.

Cara Baca Hasil dan Dampaknya bagi Kesehatan

Hasil HbA1c ditampilkan dalam bentuk persentase yang langsung menggambarkan tingkat risiko seseorang terhadap diabetes.

Nilai di bawah 5,7 persen masih tergolong normal. Namun, rentang 5,7 hingga 6,4 persen sudah masuk kategori prediabetes—fase kritis yang sering diabaikan.

Di atas 6,5 persen, seseorang dikategorikan diabetes. Jika angkanya melewati 8 persen, kondisi biasanya sudah tidak terkontrol dan berisiko memicu komplikasi serius.

Dalam beberapa laporan medis, pasien sering baru sadar setelah angka HbA1c melewati batas aman. Padahal, fase prediabetes memberi ruang intervensi yang jauh lebih mudah.

Di sinilah letak pentingnya pemeriksaan rutin. HbA1c bukan hanya alat diagnosis, tapi juga alarm dini yang memberi kesempatan memperbaiki gaya hidup sebelum terlambat.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 

Share:

Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak Nakes Saat KLB


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan (nakes) setelah BPOM mengizinkan perluasan penggunaan vaksin Measles-Rubella (MR) untuk usia dewasa. Kebijakan ini menyasar daerah dengan kasus tinggi sebagai respons atas kejadian luar biasa (KLB) yang sedang berlangsung.

Langkah ini diumumkan di Jakarta, Rabu (8/4), dengan fokus melindungi nakes sebagai kelompok paling rentan karena intensitas kontak langsung dengan pasien.

Nakes Jadi Prioritas di Tengah Risiko Penularan

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L. Rizka Andalusia, menyebutkan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan menjadi prioritas karena tingginya risiko paparan di fasilitas layanan kesehatan.

Sebanyak 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus tertinggi menjadi target utama. Selain itu, 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani internship juga masuk dalam program ini.

“Potensi penularan kepada kelompok berisiko tinggi, termasuk nakes yang bekerja langsung dengan pasien, sangat besar dalam situasi KLB,” ujar Rizka.

Total kebutuhan vaksin untuk kelompok dewasa ini diperkirakan mencapai 290 ribu dosis. Angka ini relatif kecil dibandingkan kapasitas stok nasional yang tersedia saat ini.

Di lapangan, situasinya memang terasa nyata. Beberapa waktu lalu, saya sempat berbincang dengan seorang dokter jaga di IGD yang mengaku mulai lebih waspada menghadapi pasien dengan gejala ruam dan demam. “Sekarang bukan cuma pasien yang harus dilindungi, tapi kami juga,” katanya singkat.

Stok Aman, Sistem Distribusi Diawasi Real-Time

Kemenkes memastikan stok vaksin dalam kondisi aman. Hingga pekan ke-13 tahun 2026, tersedia 9,8 juta dosis vaksin MR yang diperkirakan cukup untuk kebutuhan 5,5 bulan ke depan.

Rizka menjelaskan distribusi vaksin diawasi melalui sistem digital SMILE yang terintegrasi dengan platform Satu Sehat Logistik. Sistem ini memungkinkan pemantauan stok secara real-time hingga tingkat puskesmas.

“Kami pastikan ketersediaan vaksin terjaga tanpa berlebihan agar tidak berisiko rusak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa izin perluasan indikasi vaksin MR, MMR, dan measles tunggal telah melalui kajian ilmiah ketat.

“Ini bagian dari komitmen memastikan setiap intervensi kesehatan aman dan efektif,” kata Taruna.

Di sisi lain, pemerintah tetap mengingatkan pentingnya imunisasi dasar anak. Rizka mengimbau orang tua melengkapi vaksinasi sesuai jadwal tanpa menunggu wabah meluas.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

HUT 80 TNI AU: Pengabdian Tanpa Batas dan Akselerasi Kekuatan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
TNI Angkatan Udara memasuki usia ke-80 dengan menegaskan arah baru: percepatan pembangunan kekuatan udara nasional. Hal ini disampaikan Kasau, Marsekal TNI M. Tonny Harjono, saat memimpin upacara HUT ke-80 TNI AU di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/4/2026).

Dalam momentum ini, TNI AU tidak hanya merayakan usia panjang, tetapi juga menegaskan posisi strategisnya di tengah dinamika keamanan dan tuntutan global yang makin kompleks.

Akselerasi Jadi Kunci di Usia 80 Tahun

Kasau, Marsekal TNI M. Tonny Harjono, menekankan bahwa TNI AU kini memasuki fase akselerasi yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan integrasi kekuatan.

“Akselerasi ini bukan sekadar peningkatan kapasitas, melainkan memastikan seluruh kekuatan udara bekerja utuh dan berdampak nyata,” ujar Kasau dalam amanatnya.

Ia menyebut pengabdian prajurit TNI AU selama delapan dekade bukan sekadar simbol, tetapi tercermin dari kesiapan hadir di berbagai situasi, mulai dari operasi militer hingga misi kemanusiaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, indikator profesionalisme terlihat dari capaian zero accident selama dua tahun berturut-turut. Capaian ini jarang terjadi dalam operasi udara yang memiliki risiko tinggi.

Saya teringat obrolan singkat dengan seorang teknisi pesawat di sebuah pangkalan udara beberapa waktu lalu. Ia bilang, “Satu baut longgar saja bisa jadi masalah besar.” Kalimat itu sederhana, tapi menjelaskan kenapa zero accident jadi prestasi penting.

Misi Kemanusiaan hingga Reformasi Internal

Selain aspek operasional, TNI AU juga menunjukkan peran global melalui misi kemanusiaan. Salah satunya airdrop bantuan 17,8 ton ke Gaza, serta respons cepat dalam penanganan bencana di Sumatera.

Di sisi internal, peningkatan kualitas sumber daya manusia terus didorong melalui berbagai program pembinaan dan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

TNI AU juga memperkuat tata kelola organisasi dengan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan penghargaan Unit Pelayanan Prima. Ini menjadi indikator bahwa reformasi birokrasi berjalan paralel dengan penguatan militer.

“Capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk menjawab tuntutan lingkungan strategis yang terus berkembang,” ujar Kasau.

Menutup peringatan ini, Kasau menegaskan bahwa delapan dekade pengabdian menjadi titik tolak untuk bergerak lebih cepat dan lebih relevan dalam menjaga stabilitas nasional.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

APINDO Soroti Wacana Hentikan Restitusi Pajak, Risiko Likuiditas Mengintai


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) merespons wacana penghentian restitusi pajak yang tengah dibahas sebagai bagian dari optimalisasi kebijakan fiskal nasional. Pernyataan ini disampaikan di tengah tekanan global yang belum sepenuhnya reda.

Restitusi Pajak dan Nafas Dunia Usaha

Bagi pelaku usaha, restitusi pajak bukan sekadar prosedur administratif. Ini soal arus kas yang menentukan hidup-mati operasional harian. APINDO melihat wacana penghentian restitusi pajak berpotensi menekan likuiditas perusahaan.

Ketua Komite Perpajakan APINDO, Siddhi Widyaprathama, menegaskan dunia usaha pada prinsipnya mendukung langkah pemerintah menjaga stabilitas fiskal. Namun, kebijakan perlu disusun dengan mempertimbangkan kondisi sektor riil.

“Sinkronisasi kebijakan fiskal dengan kebutuhan dunia usaha menjadi kunci untuk menjaga resiliensi ekonomi nasional,” ujar Siddhi dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4).

Saya teringat obrolan singkat dengan seorang pelaku industri manufaktur di kawasan Bekasi beberapa waktu lalu. Ia menyebut keterlambatan restitusi saja sudah cukup membuat perusahaannya menahan ekspansi. Apalagi jika dihentikan sepenuhnya.

Restitusi, dalam praktiknya, membantu perusahaan menjaga kelancaran produksi hingga memenuhi kewajiban terhadap karyawan. Tanpa itu, tekanan likuiditas bisa cepat menjalar ke aspek lain.

Antara Penerimaan Negara dan Iklim Investasi

APINDO juga menyoroti pentingnya kepastian hukum dalam kebijakan perpajakan. Dunia usaha membutuhkan kepastian, bukan sekadar perubahan kebijakan yang cepat.

Sebagai kontributor besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan pencipta lapangan kerja, sektor usaha melihat pajak bukan hanya sumber penerimaan negara. Pajak juga instrumen untuk menjaga daya saing.

Di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok, ruang gerak dunia usaha sudah cukup sempit. Kebijakan fiskal yang tidak sinkron berpotensi memperburuk situasi.

Meski demikian, APINDO mendukung penguatan pengawasan dan audit perpajakan. Siddhi menilai pengawasan yang profesional dan pelayanan yang efisien bisa berjalan beriringan tanpa menghambat aktivitas usaha.

“Koordinasi yang harmonis antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan operasional dunia usaha merupakan kunci stabilitas ekonomi,” katanya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

IDD PIK2 Bawa Ekosistem Desain RI ke Salone Milan


Duta Nusantara Merdeka | Tangerang  
Indonesia Design District (IDD) PIK2 membawa desain Indonesia ke ajang internasional Salone del Mobile 2026 di Milan, Italia, pada 21–26 April. Melalui IDD Pavilion, Indonesia tampil dengan konsep ekosistem desain terintegrasi.

Partisipasi ini menjadi langkah konkret sektor swasta dalam mendorong desain Indonesia di Salone del Mobile Milan agar lebih dikenal dan terhubung dengan industri global.

IDD Pavilion Tampilkan Ekosistem Desain Indonesia

Salone del Mobile dikenal sebagai salah satu pameran desain terbesar di dunia. Setiap tahun, ajang ini jadi titik temu desainer, brand, dan pelaku industri kreatif dari berbagai negara.

Di tengah persaingan itu, IDD PIK2 menghadirkan IDD Pavilion bertema “House of Indonesia”. Konsepnya tidak sekadar memamerkan produk, tetapi menunjukkan ekosistem desain yang saling terhubung, dari ide hingga produksi.

Karya yang ditampilkan dikurasi oleh Alvin Tjitrowirjo, dengan pendekatan desain kontemporer yang tetap membawa identitas lokal.

“Partisipasi ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan desain khas Indonesia… siap bersaing di panggung global,” ujar Alvin Tjitrowirjo di Tangerang, Kamis (9/4/2026).

Kalau melihat tren beberapa tahun terakhir, karya desainer Indonesia memang mulai dilirik. Tapi sering kali berhenti di eksposur, belum sampai ke jejaring bisnis. Di sinilah peran platform seperti ini jadi krusial.

Kolaborasi Desainer dan Dukungan Global

Desain interior booth IDD Pavilion dirancang oleh Santi Alaysius dari Domisilium Studio. Ia mengangkat pendekatan ruang yang menonjolkan material dan narasi visual yang kuat.

Selain itu, sejumlah desainer Indonesia juga tampil di SaloneSatellite, seperti Studio Banda, Zulyo Kumara, dan Cynthia Margaret. Platform ini dikenal sebagai pintu masuk desainer muda ke industri global.

Menariknya, IDD tidak hanya tampil, tetapi juga membantu proses pengiriman karya ke Milan. Detail seperti ini sering jadi tantangan tersendiri bagi desainer yang ingin tampil di luar negeri.

Dukungan datang dari Kementerian Ekonomi Kreatif (EKRAF), Kementerian Perdagangan RI, Indonesia Design Development Centre (IDDC), ITPC Milan, hingga KBRI Roma.

“IDD Pavilion menjadi cara kami memperkenalkan Indonesia sebagai ekosistem desain yang terintegrasi,” jelas Ipeng Widjojo, CEO IDD PIK2.

Dorong Posisi Indonesia di Industri Desain Global

Keikutsertaan ini bukan sekadar tampil di pameran, tetapi bagian dari upaya memperkuat posisi desain Indonesia di pasar global.

Selama ini, Indonesia dikenal kuat di material dan kerajinan. Tantangannya ada pada konsistensi desain dan akses pasar internasional.

Dengan hadir di Salone del Mobile, peluang kolaborasi terbuka lebih luas. Tidak hanya soal eksposur, tetapi juga potensi kerja sama bisnis yang lebih konkret.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pangdam XIX Genjot Operasi Terpadu Karhutla Riau-Kepri


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, memimpin rapat darurat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis (9/4/2026). Fokusnya jelas: mempercepat respons dan menyatukan komando di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

Rapat di Ruang Yudha Makodam XIX itu menyoroti ancaman karhutla yang meningkat akibat cuaca ekstrem, terutama di kawasan gambut yang rawan terbakar.

Operasi Terpadu Jadi Kunci

Dalam arahannya, Agus Hadi Waluyo menegaskan penanganan karhutla tidak bisa lagi sporadis. Semua harus berjalan dalam satu konsep operasi terpadu dengan komando yang tegas dan pembagian wilayah berbasis klaster.

Ia menekankan peran satuan kewilayahan, dari Korem hingga Babinsa, sebagai garda depan. Mereka bertugas mendeteksi titik api sejak dini, memverifikasi, lalu langsung turun menangani.

Saya teringat obrolan dengan seorang Babinsa di Riau tahun lalu. Ia bilang, kadang api kecil yang terlambat ditangani bisa berubah jadi bencana dalam hitungan jam. Pola pikir itulah yang kini coba dipangkas lewat sistem yang lebih terintegrasi.

Respons 3 Jam dan Dukungan Udara

Kecepatan menjadi kata kunci. Pangdam meminta seluruh jajaran mampu bergerak maksimal dalam waktu tiga jam sejak hotspot terdeteksi.

Langkah ini didukung kekuatan darat dan operasi udara seperti water bombing. Selain itu, pengelolaan sumber air di lahan gambut juga disorot karena sering jadi kendala saat pemadaman.

Menurutnya, tanpa kesiapan logistik air, operasi di lapangan akan selalu tertinggal satu langkah.

Pendekatan Preventif dan Kolaborasi

Selain penanganan cepat, pendekatan pencegahan juga diperkuat. Patroli rutin, deteksi dini, dan pembinaan masyarakat menjadi bagian penting dari strategi.

Sinergi lintas sektor turut ditekankan, melibatkan Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga pemerintah daerah.

Pengalaman liputan beberapa musim kemarau lalu menunjukkan, koordinasi yang buruk sering membuat penanganan karhutla tersendat. Karena itu, integrasi antarinstansi kini jadi prioritas utama.

Siaga 24 Jam dan Tim Reaksi Cepat

Pangdam juga memerintahkan Danrem dan Dandim mengaktifkan posko siaga 24 jam. Mereka diminta membentuk Quick Reaction Force (QRF) yang siap bergerak kapan pun dibutuhkan.

Satuan tempur dan bantuan tempur pun disiapkan untuk memperkuat operasi di lapangan jika situasi memburuk.

Dengan skema ini, Kodam XIX berharap mampu menekan dampak karhutla sekaligus menjaga lingkungan tetap aman sepanjang musim rawan kebakaran.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kritik Formappi Soal Kealpaan Pemerintahan Prabowo Menguat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta  
Diskusi publik yang digelar Barisan Oposisi Indonesia (Formappi) di Jakarta, Kamis (9/4/2026), menyoroti kritik Formappi soal kealpaan pemerintahan Prabowo setelah 1 tahun 7 bulan berjalan.

Dalam forum itu, Pengamat Ray Rangkuti memaparkan delapan poin yang dinilai sebagai kelemahan mendasar dalam tata kelola pemerintahan saat ini.

Kritik Formappi soal Kealpaan Pemerintahan Prabowo

Ray Rangkuti membuka dengan isu sensitif: dugaan pelanggaran konstitusi sejak awal pencalonan presiden dan wakil presiden. Ia menyebutnya sebagai titik awal persoalan yang terus berlanjut.

Isu lain yang disorot adalah tata kelola program MBG yang dinilai semrawut. Konflik kepentingan, keterlibatan aparat, hingga kasus keracunan disebut terjadi berulang.

Saya jadi teringat obrolan dengan seorang dosen kebijakan publik beberapa waktu lalu. Ia bilang, program bagus bisa runtuh kalau tata kelolanya lemah. Di sini, kritik itu terasa relevan.

Selain itu, Formappi juga menyinggung krisis fiskal. Mulai dari pembentukan Danantara hingga pemotongan Transfer Keuangan Daerah yang berdampak pada tenaga P3K di berbagai wilayah.

Koperasi Merah Putih ikut jadi sorotan. Pembentukan yang terpusat dan penggunaan dana desa dinilai belum transparan, terutama dalam pengadaan barang.

Dampak Politik dan Kekhawatiran Publik

Formappi juga mengangkat isu yang lebih luas, yakni dugaan menguatnya kembali peran militer di ranah sipil. Di saat yang sama, hasil reformasi kepolisian dinilai belum jelas arahnya.

Poin lain yang cukup tajam adalah meningkatnya tekanan terhadap aktivis dan akademisi. Sejumlah demonstran masih berproses hukum, sementara kritik akademik disebut mulai dipersempit.

Saya pernah menghadiri diskusi serupa di kampus beberapa tahun lalu. Saat itu, ruang kritik masih terasa lebih longgar. Kini, suasananya disebut mulai berubah.

Tak berhenti di situ, isu korupsi juga masuk daftar. Indeks persepsi korupsi disebut berada di angka 34, yang dianggap menunjukkan penurunan integritas lembaga penegak hukum.

Terakhir, kebijakan luar negeri juga disinggung. Formappi menilai arah politik yang diambil berpotensi menyimpang dari prinsip bebas aktif dan bisa merugikan kepentingan nasional.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Taman Impian Ancol Rilis Paket Hemat Liburan Keluarga


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Program promo paket hemat Ancol 2026 resmi diluncurkan Ancol Taman Impian untuk menarik wisatawan keluarga dan rombongan. Promo ini berlaku untuk kunjungan mulai 6 April hingga 31 Mei 2026.

Lewat paket ini, pengunjung bisa menikmati berbagai wahana favorit seperti Dunia Fantasi hingga Sea World Ancol dengan harga lebih ringan, lengkap dengan bonus voucher makan.

Paket Hemat Ancol 2026: Harga Lebih Ringan, Wahana Tetap Lengkap

Salah satu yang paling menarik adalah Paket Bertiga di Dufan. Harga tiket turun cukup jauh, dari Rp275.000 menjadi Rp170.000 per orang.

Selain itu, pengunjung juga mendapat voucher makan Rp20.000 yang bisa digunakan di restoran dalam area Dufan. Syaratnya, pembelian minimal tiga tiket atau kelipatannya.

Saya sempat mencoba datang ke Dufan saat musim promo seperti ini beberapa tahun lalu. Antreannya memang lebih ramai, tapi suasananya justru terasa lebih hidup, terutama saat datang bersama teman.

Sementara itu, Paket Berlima tersedia di beberapa destinasi lain. Di Sea World Ancol, harga tiket menjadi Rp95.000 per orang dari normal Rp120.000, ditambah voucher makan Rp15.000.

Di Samudra Ancol dan Atlantis Ancol, harga promo sama-sama mulai Rp90.000 per orang, juga dengan tambahan voucher makan.

Adapun Jakarta Bird Land menawarkan harga lebih terjangkau, mulai Rp55.000 per orang dari harga normal Rp60.000.

Strategi Tarik Wisatawan dan Momentum Libur Panjang

Program ini berlaku untuk pembelian tiket mulai 1 April hingga 30 Mei 2026, dengan ketentuan minimal pembelian tiga atau lima tiket sesuai paket.

Dari sisi strategi, promo seperti ini bukan hal baru. Namun, timing-nya cukup pas karena berdekatan dengan periode libur panjang dan musim wisata keluarga.

Saya ingat obrolan dengan seorang pengunjung di Ancol beberapa waktu lalu. Ia bilang, faktor harga sering jadi penentu utama, terutama bagi keluarga dengan anak lebih dari dua.

Di titik ini, paket bundling seperti yang ditawarkan Ancol jadi solusi praktis. Harga lebih terkendali, pengalaman tetap maksimal.

Dengan kombinasi harga khusus dan fasilitas tambahan, Ancol tampaknya ingin menjaga daya tariknya sebagai destinasi wisata keluarga yang ramah kantong.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

466 Lulusan Siap Perkuat Pertahanan Wisuda Unhan RI 2026, 466 Perwira Resmi Dikukuhkan


Duta Nusantara Merdeka | Sentul 
Sebanyak 466 wisudawan resmi dikukuhkan dalam Wisuda Universitas Pertahanan RI 2026 yang digelar di Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis (9/4/2026). Prosesi ini dipimpin langsung Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin.

Momentum ini bukan sekadar seremoni. Para lulusan dari program sarjana hingga doktor itu kini resmi menyandang status baru sebagai insan akademik yang siap terjun menghadapi dinamika pertahanan nasional.

Wisuda Unhan 2026: Transisi dari Kampus ke Lapangan

Prosesi berlangsung khidmat di Aula Merah Putih Kampus Unhan RI. Para wisudawan sebelumnya telah menuntaskan Tahap Pendidikan (Tupdik), sebelum akhirnya dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka.

Saya pernah meliput wisuda militer beberapa tahun lalu. Atmosfernya selalu berbeda—lebih hening, lebih disiplin, tapi terasa penuh beban tanggung jawab. Kali ini pun kesannya sama.

Di antara ratusan lulusan, satu nama yang mencuri perhatian adalah Letkol Arm M. Dastin Meta Swandana. Alumni Akademi Militer 2008 itu kini menjabat sebagai Kapen Seskoad.

Ia berhasil meraih gelar Magister Pertahanan (M.Han) dari Program Studi Strategi Pertahanan Darat, menambah deretan gelarnya menjadi SE, SH, MH, dan M.Han.

“Alhamdulillah, terima kasih atas support dan doa dari keluarga maupun sahabat selama proses perkuliahan,” ujarnya.

Peran Strategis Lulusan dalam Pertahanan Negara

Wisuda ini menjadi titik penting. Bukan hanya penutup masa studi, tapi juga gerbang masuk ke tantangan yang lebih kompleks di lapangan.

Para lulusan diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat, terutama dalam memperkuat sistem pertahanan negara, khususnya pada matra darat.

Dalam beberapa diskusi dengan perwira aktif, saya sering mendengar satu hal yang sama: teori di kampus itu penting, tapi tekanan nyata justru datang saat di lapangan.

Di sinilah peran Unhan diuji—apakah mampu mencetak lulusan yang bukan hanya paham konsep, tapi juga adaptif dalam situasi tak terduga.

Dengan latar belakang pendidikan strategis, para lulusan diharapkan bisa menjadi penghubung antara kebijakan dan implementasi di lapangan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Danrem 031/WB Dorong Kolaborasi Forkopimda Dumai


Duta Nusantara Merdeka | Dumai 
Upaya memperkuat sinergi Forkopimda Dumai dilakukan Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu lewat kunjungan resmi, Rabu (8/4/2026). Pertemuan ini fokus pada komunikasi terbuka dan kerja sama lintas instansi.

Sinergi Forkopimda Dumai Jadi Fokus Utama

Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu datang bukan sekadar menjalankan agenda formal. Ia ingin memastikan hubungan antar pimpinan daerah di Dumai benar-benar solid dan saling memahami.

Dalam pertemuan itu, ia menekankan pentingnya komunikasi yang cair. “Dengan komunikasi yang baik dan hubungan yang hangat, kita bisa lebih mudah bekerja sama menghadapi berbagai tantangan di Kota Dumai,” ujarnya.

Suasana pertemuan terasa akrab, bahkan cenderung santai. Tidak kaku seperti rapat resmi pada umumnya. Para pejabat terlihat aktif bertukar pandangan soal kondisi daerah.

Saya jadi teringat satu momen liputan di daerah lain, ketika forum serupa justru terasa dingin dan formal. Hasilnya, koordinasi di lapangan sering tersendat. Di Dumai, nuansanya berbeda.

Forkopimda Kota Dumai menyambut baik kunjungan tersebut. Mereka sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor jadi kunci menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.

Kolaborasi Jadi Fondasi Stabilitas Daerah

Dalam diskusi, isu yang dibahas tidak hanya soal keamanan. Tapi juga menyangkut kenyamanan masyarakat dan langkah strategis ke depan.

Para pimpinan daerah saling berbagi pengalaman, termasuk tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Dari situ muncul ide-ide baru untuk memperkuat kerja sama.

Obrolan santai di sela pertemuan justru jadi ruang paling produktif. Di situ, sekat birokrasi terasa lebih cair, dan komunikasi berjalan lebih jujur.

Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menutup pertemuan dengan pesan sederhana tapi kuat. Ia menegaskan bahwa kebersamaan bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama menghadapi tantangan.

Menurutnya, hubungan antarinstansi tidak boleh berhenti di meja pertemuan. Harus berlanjut dalam aksi nyata yang berdampak langsung ke masyarakat.

Kunjungan ini sekaligus jadi pengingat bahwa sinergi bukan cuma soal strategi. Ada unsur kepercayaan, komunikasi, dan hubungan manusia yang perlu terus dijaga.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

First Look Badut Gendong Dirilis, Teror Baru Semesta Qodrat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Film Badut Gendong karya sutradara Charles Gozali resmi diperkenalkan lewat cuplikan perdana oleh MAGMA Entertainment. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 27 Mei 2026, bertepatan dengan momen Lebaran Idul Adha.

Cuplikan awal langsung menegaskan arah baru dalam semesta Qodrat, dengan menghadirkan sosok teror yang terasa lebih personal dan tidak biasa.

Teror Personal dari Sosok Badut Gendong

Atmosfer sunyi dan menekan jadi pembuka yang kuat. Sosok Darso, diperankan Marthino Lio, terlihat menyiapkan topeng dengan gestur yang terasa ganjil, seolah benda itu punya “nyawa”.

Adegan itu mengingatkan saya pada pengalaman nonton film horor sendirian di kamar kos—bukan karena jumpscare, tapi rasa tidak nyaman yang pelan-pelan menempel di kepala.

Relasi Darso dengan Badut Gendong juga terasa tidak wajar. Ada keterikatan emosional yang cenderung obsesif, bahkan sampai digambarkan tidur berdampingan dalam satu ruang.

Ketegangan memuncak saat keduanya terbangun bersamaan di tengah gelap. Gerak tubuh yang kaku dan aura ancaman memunculkan satu pertanyaan: siapa sebenarnya yang mengendalikan?

Ekspansi Semesta Qodrat dan Ambisi Baru

Film Badut Gendong menjadi bagian dari pengembangan semesta Qodrat yang sebelumnya mencatat lebih dari 3,9 juta penonton.

Charles Gozali menegaskan pendekatan berbeda dalam proyek ini. “Kami ingin menghadirkan sesuatu yang baru dan unik. Ada detail yang dirancang khusus untuk masuk ke mimpi buruk penonton,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4).

Pendekatan ini terasa menarik, karena horor Indonesia belakangan sering terjebak pola serupa. Badut Gendong tampaknya mencoba keluar dari zona itu.

Selain Marthino Lio, film ini juga diperkuat Derby Romero dan Clara Bernadeth. Kehadiran Dayinta Melira, Iskak Khivano, dan Vonny Anggraeni ikut menambah dinamika cerita.

Buat penonton yang mengikuti Qodrat dari awal, film ini seperti bab lanjutan dengan rasa yang lebih intim—tidak sekadar menakutkan, tapi juga mengganggu secara psikologis.

Dengan pendekatan visual dan karakter yang kuat, film Badut Gendong Charles Gozali 2026 berpotensi jadi salah satu horor yang menonjol tahun ini.

Film ini dijadwalkan tayang mulai 27 Mei 2026 dan diprediksi akan menarik perhatian penonton saat musim libur Lebaran.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Polri Bahas Tantangan Hukum AI, Soroti Keamanan Digital


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Divisi Humas Polri menggelar dialog publik soal penguatan internal Polri dan tantangan hukum di era kecerdasan artifisial (AI) di Jakarta, Selasa (7/4/2026). Forum ini melibatkan lintas sektor untuk merespons cepat dinamika teknologi digital.

Kolaborasi Lintas Sektor Hadapi Era AI

Karopenmas Divhumas Polri Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, dialog ini dirancang sebagai ruang kolaboratif antara kepolisian, kementerian, lembaga, akademisi, hingga masyarakat umum.

“Divisi Humas Polri melakukan kegiatan dialog publik yang sifatnya kolaboratif dan terintegrasi dengan kementerian serta lembaga dalam menghadapi khususnya tantangan-tantangan di era digital,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Acara dibuka Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir. Sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya Irma Handayani dari Kementerian Komunikasi dan Digital, Kombes Pol Andrian Pramudianto dari Bareskrim Polri, serta Brilliant Faryandi selaku CEO dan Founder E-Magic Group.

Forum ini juga diikuti mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat. Diskusi berlangsung cukup cair, tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menggali persoalan yang mulai terasa dekat dalam kehidupan sehari-hari.

Saya sempat menghadiri forum serupa beberapa tahun lalu. Bedanya, waktu itu AI masih dianggap “barang masa depan”. Kini, obrolannya jauh lebih konkret—mulai dari penipuan digital hingga manipulasi data yang makin sulit dilacak.

Kejahatan Digital Makin Kompleks

Menurut Trunoyudo, perkembangan teknologi berbasis AI memunculkan pola kejahatan baru yang bersifat ekosistem. Artinya, tidak berdiri sendiri, tetapi saling terhubung dalam jaringan digital yang kompleks.

“Perkembangan kejahatan yang bersifat ekosistem di dalam ruang digital perlu dijaga keamanannya dan tentu juga dilakukan literasi serta penegakan hukum apabila mengganggu stabilitas dan keteraturan sosial,” jelasnya.

Isu ini makin relevan karena aktivitas masyarakat sudah bergeser ke ruang digital. Dari transaksi keuangan sampai interaksi sosial, semua berpotensi menjadi celah jika tidak diimbangi literasi dan pengawasan.

Dalam obrolan ringan dengan beberapa peserta, kekhawatiran yang muncul ternyata mirip: bukan lagi soal “apakah kejahatan digital ada”, tapi “seberapa cepat kita bisa mengantisipasinya”.

Melalui dialog ini, Polri berharap kolaborasi lintas sektor bisa terus diperkuat. Target besarnya jelas, menciptakan ruang digital yang aman sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Pangdam XIX Buka Pelatihan Jurnalistik, Soroti Era Digital


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kodam XIX/Tuanku Tambusai menggelar pelatihan jurnalistik dan publikasi berita di Pekanbaru, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini dibuka langsung Pangdam XIX/TT Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo di Aula Kaharuddin Nasution.

Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan Kodam, termasuk Kasdam Brigjen TNI Rudi Hermawan dan Kapoksahli Brigjen TNI M. Yahya, bersama peserta dari berbagai satuan, baik luring maupun daring.

Pelatihan Jurnalistik Jadi Kebutuhan Mendesak

Dalam sambutannya, Pangdam menegaskan bahwa arus informasi saat ini bergerak sangat cepat. Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, pesan institusi bisa kalah oleh narasi yang belum tentu akurat.

Ia menyebut pelatihan jurnalistik ini sebagai langkah strategis. Tujuannya bukan sekadar menulis berita, tetapi memastikan informasi yang keluar dari satuan tetap akurat, cepat, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Saya jadi teringat obrolan dengan seorang Babinsa beberapa waktu lalu. Ia mengaku sering kebingungan saat harus menjelaskan kegiatan di lapangan ke publik karena belum terbiasa menulis. Di situ terasa, pelatihan seperti ini memang bukan lagi pelengkap.

Pangdam juga menyoroti pentingnya memanfaatkan media sosial satuan secara optimal. Menurutnya, kanal digital harus aktif dan mampu membangun persepsi positif tentang TNI AD.

Perkuat Kemampuan Hadapi Opini Publik

Peserta pelatihan berasal dari unsur intelijen, teritorial, hingga perwakilan satuan. Mereka diharapkan menjadi ujung tombak publikasi di unit masing-masing.

Selain kemampuan teknis, Pangdam menekankan pentingnya kepekaan terhadap dinamika informasi. “Personel harus mampu mengelola dan meng-counter opini negatif secara profesional,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan Ketua JMSI Riau H. Deni Kurnia serta narasumber Yefrizal. Ia memaparkan dasar jurnalistik, mulai dari pengumpulan data hingga penyajian berita yang objektif dan menarik.

Menariknya, sesi tidak berhenti di teori. Peserta langsung diajak praktik dan berdiskusi. Format seperti ini biasanya lebih cepat “nempel”, apalagi bagi yang baru pertama kali terjun ke dunia penulisan berita.

Seluruh rangkaian kegiatan pembukaan berlangsung tertib dan lancar, sekaligus menandai keseriusan Kodam XIX dalam beradaptasi dengan tuntutan komunikasi modern.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini