Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

PHI Group Kembali Sabet Penghargaan Bisnis 2026


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Pelangi Hotel Internasional (PHI Group) kembali mengukuhkan posisinya di industri hospitality nasional usai menerima penghargaan kategori Honored Class di Grand Ballroom Santika Premier, Jakarta, Sabtu malam (14/2/2026).

Penghargaan yang diberikan oleh PenghargaanIndonesia.com ini menjadi sinyalemen kuat bagi PHI Group di awal tahun.

Pasalnya, ini bukan sekadar piala seremonial. Bagi korporasi, momentum ini menegaskan keberhasilan strategi ekspansi agresif yang mereka terapkan sepanjang 2025.

Suasana malam penganugerahan terasa berbeda. Di tengah sorotan lampu dan karpet merah, hadir pula perwakilan korporasi raksasa seperti PLN dan PGN, serta delegasi bisnis dari Malaysia dan Singapura.

Kehadiran para pemain besar ini menempatkan PHI Group dalam radar kompetisi yang semakin serius di tingkat regional.

Raihan ini sekaligus mencatatkan hattrick prestasi bagi PHI. Secara konsisten, grup usaha ini berhasil mempertahankan tren penghargaan serupa sejak 2024, 2025, dan kini 2026.

Sebuah capaian yang merefleksikan stabilitas kinerja di tengah dinamika industri pariwisata yang fluktuatif.

Fokus penilaian juri kali ini menyoroti pergerakan PHI yang dinilai visioner. Mulai dari pengembangan destinasi wisata baru, revitalisasi aset mangkrak, hingga keberanian mengambil proyek hospitality skala besar.

Ketika banyak pemain lain memilih wait and see, PHI justru menekan pedal gas untuk memperluas portofolio bisnisnya.

Arsitektur Strategi dan Transformasi

Di balik agresivitas ekspansi tersebut, peran kepemimpinan menjadi faktor determinan. Sorotan utama tertuju pada Presiden Komisaris PHI Group, Made Hariyantha.

Sosoknya dianggap sebagai arsitek utama transformasi perusahaan. Made tidak hanya duduk di balik meja; ia terlibat aktif dari perencanaan strategis hingga eksekusi lapangan.

Keterlibatannya memastikan setiap akuisisi dan pengembangan aset berjalan sesuai blue print jangka panjang perusahaan.

"Penghargaan ini bukan soal capaian individu, melainkan tentang perjalanan kolektif," ujar Made saat ditemui usai acara.

Ia menegaskan bahwa PHI sedang berada dalam fase krusial. Bukan sekadar mengejar keuntungan jangka pendek, melainkan membangun ekosistem bisnis yang tahan uji.

"Kami membangun bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk 10 hingga 20 tahun ke depan. Fondasi yang kuat, tata kelola yang rapi, dan kualitas layanan adalah kuncinya," tambahnya.

Menurut Made, transformasi yang ia dorong melampaui sekadar fisik bangunan hotel. Ia fokus pada revolusi kultur kerja dan sistem manajemen agar setara dengan standar pemain global.

Soliditas Tim dan Visi 2026

Senada dengan Made, Presiden Direktur PHI Group, Donny Pur, menyebut penghargaan ini sebagai validasi atas kerja keras tim operasional di lapangan.

Alumnus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto ini menekankan bahwa strategi di atas kertas tidak akan berarti tanpa eksekusi yang presisi.

"Ini adalah titik puncak dari kerja keras manajemen dan tim operasional yang sangat solid. Kami berharap ini menjadi trigger untuk mencetak lebih banyak prestasi di tahun 2026," ungkap Donny.

Acara yang digelar secara hybrid tersebut juga disaksikan secara daring oleh staf dan manajemen PHI di berbagai daerah. Bagi Donny, soliditas dari front office hingga level direksi adalah aset terbesar perusahaan.

Kini, PHI Group menatap 2026 dengan optimisme terukur. Jika 2025 adalah tahun akselerasi dan ekspansi, maka tahun ini diproyeksikan sebagai fase konsolidasi dan penguatan brand.

Mereka tidak lagi sekadar ingin menjadi pemain pelengkap, tetapi membidik posisi sebagai grup wisata berskala nasional yang diperhitungkan.

Langkah PHI Group jelas: mereka tidak hanya sedang berbisnis, tetapi sedang membangun legacy di industri pariwisata Indonesia.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


 
Share:

BSSN Ingatkan Ancaman Siber di Roadshow AI Surabaya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kolaborasi sektor industri dan pemerintah dalam forum teknologi di Surabaya memunculkan peringatan serius soal ancaman siber yang kini tak lagi sekadar risiko data, melainkan juga keselamatan manusia.

Terkait hal tersebut, Yorindo Communication bersama APKOMINDO dan APTIKNAS menggelar roadshow teknologi di Surabaya pada 10–11 Februari 2026.

Peringatan Serius Keamanan Siber

Forum dua hari di Hotel Grand Inna Surabaya itu menghadirkan partisipasi penuh Badan Siber dan Sandi Negara yang menyoroti meningkatnya kompleksitas ancaman digital lintas sektor.

Deputi BSSN Slamet Aji Pamungkas menegaskan risiko siber kini melampaui kebocoran data. Serangan terhadap perangkat medis terhubung jaringan bisa berdampak langsung pada keselamatan pasien.

Ia memaparkan, sepanjang 2024 tercatat 351,7 juta anomali trafik siber di Indonesia. Aktivitas malware mendominasi dengan porsi 66,59 persen—indikator ancaman nyata bagi infrastruktur digital nasional.

Standar keamanan seperti ISO 27001 dan kerangka proteksi khusus Internet of Medical Things terus didorong agar fasilitas kesehatan tidak membangun sistem canggih di atas fondasi rapuh.

Infrastruktur Jadi Kunci Transformasi

Ketua umum APTIKNAS dan APKOMINDO, Soegiharto Santoso, menekankan transformasi digital sektor kesehatan tak cukup berhenti pada rekam medis elektronik.

Menurutnya, konsep Hospital 5.0 menuntut jaringan berlatensi nyaris nol melalui fiber optik khusus, private 5G, serta integrasi perangkat medis yang aman dan redundan.

“Telesurgery membuat konektivitas menjadi faktor keselamatan. Gangguan jaringan bukan soal teknis, melainkan potensi nyawa manusia,” ujarnya dalam sesi pembuka.

Sesi hari pertama juga menghadirkan Maxy Academy yang mendorong rumah sakit menyiapkan SDM “AI Talent Ready” agar tenaga medis mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara operasional.

Ketua komisariat Surabaya PERSI menilai transformasi smart hospital harus dimulai dari peta jalan digital terintegrasi, termasuk kesiapan telesurgery dan robotik medis.

Memasuki hari kedua, fokus bergeser ke sektor industri luas—manufaktur, perbankan, logistik, hingga pendidikan—dengan tema transformasi digital aman dan efisien.

Soegiharto kembali mengingatkan bahwa adopsi AI tanpa fondasi infrastruktur berdaulat berisiko menjerumuskan perusahaan pada solusi “kotak hitam” yang tak transparan.

Ia menyoroti pilihan strategis antara cloud publik dan sistem AI mandiri, terutama bagi sektor dengan data sensitif seperti kesehatan dan keuangan.

Praktisi AI dan IoT Agus Dedi Supriyadi menutup forum dengan demonstrasi otomatisasi workflow menggunakan platform n8n yang langsung dipraktikkan peserta.

Penyelenggara menilai antusiasme tinggi peserta menjadi sinyal bahwa kolaborasi pemerintah, asosiasi, dan industri kian penting menghadapi percepatan transformasi digital nasional.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Tomsi Tohir: APDESI Harus Fokus Dampak untuk Desa


Duta Nusantara Merdeka |  Jakarta 
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir menegaskan pengurus APDESI harus memprioritaskan kepentingan masyarakat saat pelantikan di Jakarta, Senin 16 Februari 2026.

Suasana Auditorium Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal pagi itu terasa formal namun hangat. Para kepala desa dari berbagai daerah menghadiri pelantikan pengurus pusat APDESI periode 2026–2031.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri itu menekankan satu pesan utama: orientasi kerja organisasi harus jelas berpihak pada masyarakat desa.

Menurut Tomsi, kepengurusan baru memikul tanggung jawab besar. Ia berharap mereka mampu menjaga amanah sekaligus memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain.

Ia mengingatkan agar energi organisasi tidak habis pada dinamika komunikasi yang kurang produktif. Fokus utama, katanya, harus pada program yang benar-benar memberi manfaat nyata.

“Hal-hal yang tidak substansial sebaiknya ditinggalkan. Kita harus betul-betul memberi kontribusi bagi masyarakat,” ujar Tomsi di hadapan peserta.

Dorongan Sinergi dan Dukungan Pemerintah

Tomsi juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan pemerintah siap mendukung kerja organisasi sepanjang berorientasi pada kepentingan warga desa.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto, serta Wakil Menteri Desa dan PDT Ahmad Riza Patria.

Hadir pula Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid dan Ketua Umum DPP APDESI Junaedhi Mulyono bersama jajaran pengurus baru.

Kehadiran lintas kementerian dinilai menjadi sinyal kuat bahwa sinergi pusat dan desa tetap menjadi prioritas pembangunan nasional.

Tomsi menekankan, keberhasilan organisasi desa bukan diukur dari aktivitas internal, melainkan dari dampak yang dirasakan masyarakat di lapangan.

Ia mengingatkan bahwa desa merupakan fondasi pembangunan nasional. Karena itu, arah kebijakan dan program harus selaras dengan kebutuhan riil warga.

Rakernas ini sekaligus menjadi titik awal konsolidasi kepengurusan baru. Pemerintah berharap APDESI mampu menjadi mitra strategis negara dalam mempercepat pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Chef Keluarga Rothschild Ungkap Pola Makan Usia 40+


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Chef pribadi keluarga Rothschild membagikan pola makan yang mulai dihindari setelah usia 40 demi menjaga kesehatan hingga usia lanjut.

Memasuki usia 40 tahun, tubuh tak lagi bekerja seefisien dua dekade sebelumnya. Metabolisme melambat, massa otot berkurang, dan risiko penyakit kronis meningkat perlahan.

Dalam fase ini, pola makan bukan lagi sekadar soal selera. Ia menjadi bagian dari strategi menjaga kualitas hidup jangka panjang.

Chef pribadi keluarga Rothschild menyebut ada sejumlah jenis makanan yang mulai dikurangi setelah usia 40. Bukan untuk mengekang kenikmatan, melainkan sebagai langkah preventif.

Menurutnya, kesadaran memilih asupan jauh lebih penting dibanding diet ekstrem. Tubuh membutuhkan nutrisi yang tepat, bukan sekadar pembatasan kalori.

Investasi Kesehatan Jangka Panjang

Pendekatan yang diterapkan berfokus pada keseimbangan. Mengurangi makanan tinggi gula tambahan, lemak trans, dan olahan berlebih menjadi langkah awal.

Sebaliknya, konsumsi protein berkualitas, sayuran segar, lemak sehat, serta asupan serat diperbanyak. Tujuannya menjaga stabilitas gula darah, kesehatan jantung, dan fungsi metabolik.

Chef tersebut menekankan bahwa perubahan kecil yang konsisten lebih efektif dibanding transformasi drastis yang sulit dipertahankan.

Di usia 40 ke atas, tubuh juga membutuhkan perhatian pada inflamasi dan kesehatan pencernaan. Pilihan makanan berperan besar dalam dua aspek ini.

Filosofi yang dipegang sederhana: makan untuk energi dan keberlanjutan, bukan sekadar kenyang.

Bagi keluarga dengan tradisi panjang seperti Rothschild, disiplin pola makan dipandang sebagai investasi lintas generasi.

Pada akhirnya, hidup sehat hingga 90 tahun bukan ditentukan oleh satu menu ajaib, melainkan keputusan harian yang dijaga konsisten.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 




Share:

Tom Lembong: Ekonomi Indonesia di Titik Kritis


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Tom Lembong menilai ekonomi Indonesia menghadapi risiko serius akibat kredibilitas data, likuiditas pasar, dan penurunan bobot di indeks global.

Secara resmi, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bertengger di kisaran 5 persen. Namun, menurut Tom, angka itu belum tentu mencerminkan realitas di lapangan.

Penjualan sepeda motor hanya tumbuh tipis, sekitar 0,6–1,3 persen. Penjualan mobil justru turun 7–9 persen. Dalam lima tahun terakhir, proporsi kelas menengah menyusut dari 22 persen menjadi 17 persen.

Bagi Tom, indikator tersebut mengisyaratkan pelemahan daya beli riil. Ketika data makro tampak stabil tetapi konsumsi melemah, kredibilitas statistik ekonomi menjadi sorotan.

Tekanan Global dan Risiko Likuiditas

Tom juga menyinggung pengurangan bobot Indonesia dalam indeks MSCI. Indeks ini menjadi acuan utama investor global dalam menentukan alokasi dana.

Perubahan bobot sekecil apa pun dapat memicu arus modal keluar dengan cepat. Jika fondasi pasar rapuh, dampaknya bisa berlipat.

Pasar obligasi dan pasar uang domestik dinilai relatif kecil dan kurang likuid. Porsi kepemilikan asing turun tajam, dari kisaran 30–40 persen menjadi 13–15 persen.

Akibatnya, pemerintah makin bergantung pada investor domestik dengan biaya pinjaman lebih tinggi. Risiko terburuk, kata Tom, adalah krisis likuiditas ketika investor asing melepas obligasi secara besar-besaran.

Ia membandingkan dengan Amerika Serikat yang pernah menghadapi gelembung saham teknologi. Negeri itu mampu meredam gejolak karena pasar likuid, data kredibel, dan dolar sebagai mata uang cadangan global.

Indonesia, menurutnya, tidak memiliki privilese tersebut. Daya tahan terhadap guncangan lebih bergantung pada tata kelola dan infrastruktur pasar yang solid.

Reformasi Struktural dan Strategi Bertahan

Tom menilai pergantian pejabat bursa belum cukup. Reformasi struktural diperlukan, mulai dari tata kelola pasar modal hingga kredibilitas data makro dan disiplin fiskal.

Melobi lembaga pemeringkat, katanya, bukan solusi jangka panjang. Tanpa pembenahan mendasar, risiko krisis hanya menunggu momentum.

Di level personal, ia menyarankan diversifikasi aset, termasuk mata uang asing, serta gaya hidup konservatif. Sektor padat karya dan ekspor jasa digital dinilai potensial memperkuat devisa.

Dalam jangka panjang, stabilitas ekonomi bergantung pada kualitas sumber daya manusia, prinsip demokrasi yang konsisten, dan generasi muda yang kritis.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 





Share:

Ducati Formula 73 Edisi Terbatas 873 Unit Resmi Diperkenalkan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ducati memperkenalkan Formula 73 di Borgo Panigale, Bologna, 12 Februari 2025, sebagai edisi terbatas 873 unit penghormatan 750 Super Sport Desmo.

Di tahun perayaan seabad, pabrikan asal Italia itu menengok kembali salah satu fondasi terpenting dalam sejarahnya. Formula 73 lahir sebagai interpretasi modern atas 750 Super Sport Desmo 1973—motor jalan raya pertama Ducati dengan sistem katup desmodromic.

Produksi dibatasi 873 unit bernomor seri. Angka itu bukan sekadar simbol, melainkan penanda eksklusivitas bagi kolektor dan penggemar yang memahami jejak historisnya.

Warisan Balap dan Sentuhan Kontemporer

Model Super Sport sendiri berakar pada 750 Imola Desmo yang mengantar Paul Smart dan Bruno Spaggiari menjuarai 200 Miglia Imola 1972. Kemenangan tersebut menjadi titik awal dominasi Ducati di balap motor berbasis produksi.

Sejak saat itu, Ducati mengoleksi lebih dari 400 kemenangan dunia, belasan gelar pembalap, dan 21 gelar konstruktor. Formula 73 membawa kembali memori era tersebut—masa 1970-an yang sarat perubahan sosial dan ledakan kreativitas budaya.

Secara desain, motor ini tampil ramping dengan estetika minimalis khas café racer. Corak perak dan hijau aqua diambil dari riset arsip historis oleh Ducati Style Centre. Garis emas vertikal pada tangki merujuk pada detail 750 Imola Desmo.

Setang clip-on, spion bar-end, fairing pendek, serta komponen aluminium billet mempertegas identitas urban café racer. Setiap unit dilengkapi pelat nomor seri dan sertifikat keaslian.

Formula 73 juga tampil dalam film pendek A Piece of Timeless yang dibintangi Stefano Accorsi, penggemar Ducati yang membagikan pengalaman pertamanya menunggangi motor ini.

Teknologi Modern dalam Bingkai Klasik

Di balik tampilannya yang retro, Formula 73 mengusung mesin Desmodue L-Twin 803 cc berpendingin udara, standar Euro5. Tenaganya mencapai 73 hp pada 8.250 rpm.

Sistem knalpot dikembangkan bersama Termignoni, menghadirkan karakter suara khas Ducati. Throttle ride-by-wire memastikan respons halus dan progresif.

Rangka baja trellis dicat hijau aqua, dipadukan roda jari-jari 17 inci dan ban Pirelli Diablo Rosso IV. Motor ini juga dibekali Ducati Traction Control, Cornering ABS, Ducati Quick Shift, serta dua mode berkendara.

Distribusi dimulai di Eropa pada musim semi 2026 dan berlanjut global hingga akhir musim panas.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 





Share:

Mahasiswa Indonesia Raih Juara III Tilawah IPT Malaysia 2026


Duta Nusantara Merdeka | Trengganu 
Mahasiswa Universiti Islam Antarabangsa Tuanku Syed Sirajuddin (UniSIRAJ), Ahmad Zaky AlBaihaqi, meraih Juara III Tilawah IPT di Universiti Sultan Zainal Abidin (UNISZA), Terengganu, 12–15 Februari 2026.

Prestasi itu menjadi catatan penting, bukan hanya bagi kampusnya di Malaysia, tetapi juga bagi Indonesia.

Ahmad Zaky tampil dalam Majlis Tilawah dan Hafazan Al-Qur’an Peringkat Institusi Pendidikan Tinggi (IPT), ajang tahunan yang mempertemukan mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi se-Malaysia.

Di tengah persaingan ketat cabang tilawah dan hafazan, ia berhasil menempatkan diri di posisi tiga besar. Capaian tersebut menegaskan kapasitasnya sebagai qari muda yang matang secara teknik maupun penguasaan tajwid.

Fondasi Pesantren dan Tradisi Keilmuan

Ahmad Zaky merupakan alumni . Ia juga cucu dari pendiri pesantren tersebut.
Latar pendidikan pesantren yang kuat menjadi fondasi penting dalam perjalanan akademiknya. 

Tradisi talaqqi, disiplin hafalan, serta pembinaan adab terhadap Al-Qur’an membentuk karakter dan ketekunannya sejak dini.

Keberhasilan di panggung IPT Malaysia ini sekaligus menunjukkan bahwa tradisi keilmuan pesantren Indonesia mampu bersaing di level internasional.

Kompetisi yang digelar di Terengganu itu bukan sekadar perlombaan, melainkan ruang silaturahmi intelektual dan spiritual antar-mahasiswa. Ajang tersebut memperkuat budaya cinta Al-Qur’an di kalangan generasi muda terdidik.

Pihak kampus melalui Jabatan Pembangunan Pelajar dan Jaringan Komuniti (JPPJK) menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. 

Mereka berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat mahasiswa lain untuk terus berprestasi.

Keberhasilan Ahmad Zaky diharapkan memberi energi baru bagi santri dan mahasiswa Indonesia, agar terus menjaga tradisi keilmuan Al-Qur’an dan membawa nilai-nilai Islam di kancah global.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 
 

 
Share:

Mahakarya Pictures Rilis Trailer Pelangi di Mars


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Mahakarya Pictures merilis trailer resmi film anak fiksi ilmiah Pelangi di Mars dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/2).

Film ini mengisahkan perjalanan seorang anak Indonesia di Planet Mars yang mengemban misi penting untuk mengatasi krisis air di Bumi. 

Proyek tersebut dikembangkan selama lima tahun dengan dukungan teknologi Extended Reality (XR).

Sejak awal, rumah produksi Mahakarya Pictures menyebut film ini sebagai upaya menghadirkan alternatif tontonan keluarga yang masih terbatas di layar lebar nasional.

Anak Indonesia sebagai Pusat Cerita

Produser Dendi Reynando mengatakan, gagasan Pelangi di Mars berangkat dari kegelisahannya melihat minimnya pilihan film anak di Indonesia.

Menurut dia, anak-anak Indonesia perlu memiliki cerita yang dekat dengan identitas dan imajinasi mereka sendiri.

Tokoh utama Pelangi, diperankan Messi Gusti, digambarkan sebagai sosok aktif dan problem solver. Ia bukan sekadar karakter pendamping, melainkan penggerak utama narasi.

Sutradara Upie Guava mengaku terinspirasi dari film fiksi ilmiah yang ia tonton sejak kecil. Ia ingin menghadirkan ruang imajinasi tanpa batas bagi generasi muda.

Dalam cerita, Pelangi adalah manusia pertama yang lahir di Mars setelah terdampar bersama ibunya, Pratiwi. Bersama robot-robot sahabatnya, ia melanjutkan misi menemukan mineral Zeolith Omega sebagai solusi krisis air bersih di Bumi.

Teknologi XR dan Nuansa Petualangan

Produksi film dilakukan di Studio DossGuavaXR dengan melibatkan animasi 3D dan robot interaktif. Namun teknologi tersebut, menurut tim produksi, hanya alat untuk memperkuat emosi dan pesan cerita.

Nilai keberanian menjadi benang merah film ini. Narasi tentang pahlawan yang lahir dari keberanian terasa sejak cuplikan trailer resminya.

Konferensi pers juga dihadiri pengisi suara robot, antara lain Kristo Immanuel dan Gilang Dirga. Lima robot dari film tersebut bahkan tampil langsung menyapa media.

Pelangi di Mars dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen Lebaran.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Josh Groban Tiba di Jakarta, Siap Gelar GEMS World Tour 2026


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Penyanyi peraih nominasi Tony, Emmy, dan lima kali Grammy, Josh Groban, tiba di Jakarta dan siap menggelar konser solo GEMS World Tour 2026, Minggu (15/2).

Kedatangan Josh Groban sore ini disambut antusias penggemar. Melalui pesan singkat, ia mengaku senang kembali ke Indonesia dan tak sabar menyapa penonton pada malam Valentine.

Konser bertajuk “Panin Bank Presents Josh Groban – GEMS World Tour 2026” akan berlangsung di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place. 

Pertunjukan ini dipromotori Color Asia Live dan menjadi konser solo pertamanya di Jakarta dalam satu dekade terakhir.

Jakarta termasuk dalam rangkaian 21 kota tur dunia sebelum penutupannya di Amsterdam. Momentum Valentine membuat konser satu malam ini dikemas intim dan hangat.

Deretan Lagu Ikonis dan Album Terbaru

Penonton akan diajak menelusuri perjalanan karier Groban lewat lagu-lagu seperti “You Raise Me Up”, “To Where You Are”, “Broken Vow”, hingga “The Prayer”.

Materi konser juga merujuk pada album Gems serta rilisan terbaru Hidden Gems di bawah label Reprise Records.

Album Hidden Gems memuat lagu-lagu langka dan sejumlah materi yang sebelumnya belum tersedia di platform streaming. Rilisan ini disebut sebagai bentuk apresiasi bagi penggemar setianya.

Sementara Gems dan edisi deluksnya merangkum lebih dari dua dekade perjalanan musikal Groban. Di dalamnya terdapat hit 3x platinum “You Raise Me Up” dan lagu nomor satu Billboard Adult Contemporary “To Where You Are”.

Ia juga memasukkan interpretasi lagu populer seperti “Over The Rainbow” dan “Bridge Over Troubled Water”.

Tur Global dan Kegiatan Filantropi

Tahun lalu, Groban menggelar pertunjukan eksklusif di The Colosseum at Caesars Palace, Las Vegas, yang terjual habis. Ia juga tampil di Hollywood Bowl bersama Thomas Wilkins dan LA Philharmonic.

Selain panggung musik, ia aktif melalui Find Your Light Foundation yang menggalang dana pendidikan seni hingga 1,5 juta dolar AS.

Pada 2026, ia dijadwalkan tampil dalam film konser Stonehenge: The Final Finale. Semua rangkaian ini mempertegas posisi Groban sebagai penyanyi lintas generasi dengan basis penggemar global.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Pelajaran Sukses dari Ahok hingga Dahlan Iskan: Integritas, Fokus, dan Ketekunan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sejumlah tokoh bisnis dan publik Indonesia membagikan pandangan tentang integritas, fokus, dan ketekunan sebagai fondasi kesuksesan dalam berbagai kesempatan diskusi.

Percakapan dan pertemuan informal dengan para tokoh ini menghadirkan satu benang merah: keberhasilan jarang lahir dari jalan pintas. Ia dibangun oleh karakter, konsistensi, dan keberanian mengambil sikap.

Integritas dan Dampak Sosial

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pernah menyampaikan, kepemimpinan bertumpu pada kelurusan karakter. “Kalau kepalanya lurus, bawahnya juga lurus,” ujarnya.

Pesan itu menekankan integritas, keteladanan, dan autentisitas. Kepintaran atau gelar, menurutnya, tak cukup tanpa kejujuran dan konsistensi dalam bertindak.

Pengusaha Andrew Susanto juga berbagi sudut pandang berbeda soal negosiasi. Dalam setiap kesepakatan, kata dia, jangan takut menawar ekstrem hingga diprotes. Dari situlah peluang “good deal” terbuka.

Sementara itu, Grace Tahir dari Mayapada Group menegaskan, kekayaan bukan tujuan akhir. Dampak sosial justru menjadi orientasi utama.

Baginya, uang hanyalah alat. Pendidikan, kesehatan, dan perubahan sosial adalah tujuan yang lebih besar. Ketika dampak dibangun, nilai ekonomi akan mengikuti.

Fokus dan Turun ke Lapangan

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, mengingatkan pentingnya fokus jangka panjang. Ia menyarankan konsistensi minimal sepuluh tahun di satu bidang.

“Jangan lompat pagar,” pesannya. Berpindah-pindah terlalu cepat hanya akan menghambat kedalaman kompetensi.

Pelajaran lain datang dari Sigit Djokosoetono, Deputi CEO Bluebird Group. Ia pernah turun langsung menjadi sopir taksi untuk memahami realitas lapangan.

Langkah itu bukan pencitraan. Ia ingin mendengar langsung suara pekerja yang sering tak sampai ke meja manajemen.

Ada pula pesan sederhana tentang daya tahan. Kegagalan, selama tidak membuat seseorang menyerah, bukanlah akhir perjalanan.

Dari beragam kisah itu, satu pelajaran terasa relevan: teori penting, tetapi pemahaman nyata terhadap operasional dan karakter pribadi jauh lebih menentukan arah sukses seseorang.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Strategi Branding: Kekuatan Psikologi Warna


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sejumlah riset pemasaran menunjukkan pilihan warna pada brand memengaruhi persepsi dan keputusan beli konsumen melalui pendekatan psikologi warna.

Pernah bertanya mengapa banyak merek makanan cepat saji identik dengan merah? Lihat saja gerai KFC, Mixue, atau Pizza Hut. Warna itu bukan kebetulan.

Dalam kajian pemasaran, fenomena tersebut dikenal sebagai psikologi warna. Warna dinilai mampu memengaruhi emosi, perhatian, hingga dorongan bertindak konsumen saat berhadapan dengan produk.

Merah hingga Kuning: Membangun Impuls dan Energi

Merah kerap diasosiasikan dengan energi, panas, dan urgensi. Warna ini cepat menarik perhatian dan sering digunakan pada produk yang menuntut keputusan spontan.

Di industri makanan, merah lazim dipadukan dengan kuning. Kombinasi ini memberi kesan hangat, ramah, sekaligus menggugah selera. Tak heran pola tersebut banyak dipakai restoran cepat saji global.

Selain sektor kuliner, merah juga identik dengan brand minuman seperti Coca-Cola yang menekankan kesan dinamis dan mudah diingat.

Kuning, di sisi lain, merepresentasikan optimisme dan keceriaan. Warna ini dekat dengan segmen anak muda serta produk keluarga.

Produk seperti Tolak Angin, Chitato, hingga karakter populer Pokémon memanfaatkan kuning untuk membangun kesan ceria dan mudah dikenali.

Biru, Hitam, Hijau: Kepercayaan hingga Keberlanjutan

Biru banyak digunakan sektor perbankan dan teknologi karena identik dengan stabilitas dan rasa aman. Di Indonesia, warna ini dominan pada identitas Bank BCA, Bank BRI, serta Bank Mandiri.

Platform digital global seperti Facebook juga memanfaatkan biru untuk membangun kepercayaan dan kesan profesional.

Hitam menawarkan citra berbeda. Warna ini lekat dengan kemewahan, formalitas, dan eksklusivitas. Industri fesyen premium, seperti Chanel dan Louis Vuitton, menjadikannya identitas utama.

Sementara itu, hijau sering diasosiasikan dengan kesehatan dan keberlanjutan. Perusahaan teknologi dan layanan digital seperti Tokopedia, Gojek, serta Grab menggunakannya untuk menegaskan citra ramah lingkungan dan pertumbuhan.

Putih pun tak kalah penting. Warna ini menampilkan kesan bersih dan sederhana, sebagaimana terlihat pada identitas Apple yang menonjolkan minimalisme.

Sejumlah laporan pemasaran, termasuk kajian Color Psychology, menyebut pemilihan warna tepat dapat meningkatkan pengenalan merek hingga 80 persen dan memengaruhi ketertarikan beli hingga 85 persen.

Artinya, warna bukan sekadar estetika. Ia bekerja secara emosional, membentuk persepsi, lalu mendorong keputusan. Bagi pelaku UMKM, bisnis daring, hingga perusahaan besar, strategi warna menjadi bagian penting dalam membangun identitas sekaligus kepercayaan pasar.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Menko Polkam Djamari: Guru Penentu Arah Masa Depan Bangsa


Duta Nusantara Merdeka | Surabaya 
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan peran guru sebagai kunci pembangunan bangsa di Surabaya, Sabtu (14/2/2026).

Pernyataan itu disampaikan dalam pembukaan Silaturahmi Alim Ulama dan Rapat Kerja Nasional Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) bersama Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) di Surabaya, Jawa Timur.

Di hadapan para ulama, kiai, dan pendidik, Djamari berbicara lugas. Pendidikan, katanya, bukan sekadar urusan kurikulum atau ruang kelas. Ia menentukan arah masa depan bangsa.

“Pendidikan sangat menentukan. Guru harus hebat, karena akan menciptakan dan mencetak manusia yang hebat untuk membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Warisan Ulama dan Santri NU

Dalam forum itu, Djamari juga menyinggung sejarah kemerdekaan Indonesia. Ia menilai perjuangan bangsa tidak bisa dilepaskan dari peran ulama, guru, dan santri Nahdlatul Ulama.

Menurut dia, semangat yang diwariskan generasi terdahulu tidak boleh berhenti sebagai cerita sejarah. Nilai itu harus hidup dalam tindakan sehari-hari.

“Kemerdekaan Indonesia salah satunya karena jerih payah para ulama, guru, dan santri NU. Mari kita warisi semangat mereka dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Profesi Strategis dan Terhormat

Djamari turut membagikan pengalaman pribadi. Ia menyebut keberhasilannya hari ini tidak lepas dari peran guru yang membimbingnya sejak dini.

Bagi dia, hal itu menjadi bukti nyata betapa strategis dan terhormatnya profesi guru dalam pembangunan nasional.

“Saya bisa seperti ini karena guru. Profesi guru sangat penting dan menjadi kunci utama dalam pembangunan bangsa ke depan,” ucapnya.

Ia menutup pernyataan dengan penegasan bahwa guru memiliki peran kuat dan dominan dalam menjawab harapan besar bangsa. Komitmen bersama, katanya, menjadi keharusan.

JKSN Disebut Peneduh di Tengah Masyarakat

Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menilai JKSN berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika masyarakat.

Menurut Khofifah, para kiai dan santri memiliki kapasitas memberikan rujukan yang menenangkan serta menjaga harmoni sosial.

“Semua bisa memberikan referensi yang tepat dengan penuh kebaikan demi kebaikan. Para santri perlu memiliki komitmen menjadikan ini rumah besar yang menyejukkan kita semua,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan karakter bangsa memerlukan keseimbangan antara wawasan global dan kearifan lokal.

“Dari sisi mindset harus memiliki wawasan global, tetapi dari sisi kebijakan berbasis local wisdom. Dengan local wisdom dan global mindset, dapat terbangun karakter akhlakul karimah,” kata Khofifah.

Pesantren sebagai Benteng Kebangsaan

Ketua Umum PERGUNU dan JKSN, K.H. Asep Saifuddin Chalim, menyampaikan pandangan senada. Ia menilai pondok pesantren memiliki peran sentral dalam sejarah perjuangan bangsa.

Menurut Asep, pesantren bukan hanya pusat pendidikan keagamaan, melainkan juga benteng kebangsaan yang menjaga persatuan.

“Pondok pesantren harus mengembangkan paham Ahlussunnah wal Jama’ah, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud,” ujarnya.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

Muhammadiyah Tegaskan Merokok Haram dan Batal Puasa


Duta Nusantara Merdeka | Yogyakarta 
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menegaskan hukum haram merokok serta menyatakan aktivitas itu membatalkan puasa Ramadan.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Fatwa Nomor 6/SM/MTT/III/2010 tentang Hukum Merokok yang dikeluarkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dalam amar fatwanya, merokok dikategorikan sebagai perbuatan khabā’its atau perbuatan buruk yang dilarang syariat.

Rokok dinilai mengandung unsur menjatuhkan diri pada kebinasaan sebagaimana larangan dalam Al-Baqarah ayat 195 dan An-Nisa ayat 29.

Fatwa itu juga menegaskan rokok sebagai zat adiktif dan beracun yang bertentangan dengan prinsip lā ḍarar wa lā ḍirār—tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Selain membahayakan jiwa, kebiasaan merokok dinilai merusak tujuan syariat (maqāṣid asy-syarī‘ah), terutama perlindungan jiwa (ḥifẓ an-nafs) dan harta (ḥifẓ al-māl).

Dampak pada Ibadah Puasa

Dengan posisi keagamaan yang jelas, persoalan merokok tidak berhenti pada status haram semata.

Praktiknya juga berdampak pada keabsahan ibadah, termasuk puasa Ramadan.

Dalam Pengajian Tarjih yang disampaikan Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Asep Shalahudin, dijelaskan sejumlah hal yang membatalkan puasa.

Selain makan, minum, dan hubungan suami istri, mengeluarkan sperma dengan sengaja juga termasuk pembatal puasa.

Adapun mimpi basah yang terjadi tanpa kesengajaan tidak membatalkan.

“Yang keenam yaitu merokok,” tegas Asep, dikutip dari Muhammadiyah.or.id, Rabu (11/2).

Menurutnya, Muhammadiyah memandang aktivitas merokok pada siang hari Ramadan membatalkan puasa.

Perspektif Fikih

Secara fikih, merokok dipandang sebagai aktivitas memasukkan zat ke dalam tubuh melalui rongga terbuka, yakni mulut.

Substansi rokok yang masuk secara sengaja pada siang hari Ramadan dipersamakan dengan makan atau minum.

Karena itu, merokok tidak dapat dianggap netral dalam konteks ibadah puasa.

Sesuatu yang telah dinyatakan haram karena membahayakan jiwa dan bertentangan dengan tujuan syariat, tidak mungkin diposisikan berbeda saat Ramadan.

Momentum Pengendalian Diri

Bulan Ramadan justru menjadi momentum memperkuat pengendalian diri dan penyucian jiwa.

Amar fatwa juga mewajibkan perokok berupaya berhenti sesuai kemampuan masing-masing.

Dengan demikian, dalam pandangan Muhammadiyah, merokok tidak hanya haram secara hukum.

Jika dilakukan pada siang hari Ramadan, aktivitas tersebut juga membatalkan puasa.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

IAPPI Rilis Peta Jalan 2026, BPOM: Kesehatan Fondasi Daya Saing Bangsa


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menegaskan Peta Jalan Strategis IAPPI di Jakarta, Sabtu (14/2/2026), sebagai arah kolaborasi konkret lintas sektor.

Taruna menyatakan peluncuran Peta Jalan Strategis Akselerasi Indonesia Berdaya Saing Global oleh Ikatan Alumni Perhimpunan Pelajar Indonesia (IAPPI) bukan sekadar seremoni.

Dokumen yang didukung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu, kata dia, adalah arah kolaborasi konkret antar-sektor untuk memperkuat posisi Indonesia di panggung global.

Dalam forum di Jakarta Pusat itu, Taruna menempatkan kesehatan masyarakat sebagai variabel kunci daya saing.

Fondasinya sederhana namun mendasar: manusia yang sehat dan produktif.

Ia menilai Indonesia perlu mengejar ketertinggalan angka harapan hidup hingga setara negara maju.

“Ada selisih sekitar 10 tahun yang harus kita kejar,” ujarnya di hadapan alumni luar negeri.

Target tersebut, lanjutnya, menuntut kebijakan tegas dalam menekan faktor risiko penyakit tidak menular.

Pengendalian rokok, pembatasan gula dan garam berlebih menjadi prioritas.

“Gaya hidup sehat harus menjadi pilihan yang mudah, bukan mahal,” tegasnya.

Selain pencegahan, penguatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan layanan primer menjadi benteng penting.

Tanpa sistem kesehatan yang kokoh, daya saing akan rapuh.

Realitas Indeks Global

Taruna memaparkan posisi Indonesia di sejumlah indeks dunia.

Pada Global Competitiveness Index, Indonesia berada di peringkat 40 dari 69 negara yang diukur.

Global Health Security menempatkan Indonesia di kisaran 45.

Sementara Global Food Security menunjukkan posisi 63 dari 113 negara.

Rata-rata itu menggambarkan Indonesia masih berada di papan tengah.

Padahal, secara demografis Indonesia adalah negara dengan populasi terbesar keempat di dunia.

“Potensi kita besar, tapi posisinya belum seimbang,” ujarnya.

Dalam inovasi, peringkat 55 dari 139 negara menjadi alarm bahwa pendekatan biasa tidak cukup.

Tanpa lompatan strategis, target masuk 10 besar dunia sulit tercapai.

Kampus dan Reformasi

Indonesia memiliki 4.416 perguruan tinggi—jumlah yang melampaui China maupun Amerika Serikat.

Taruna menyebut kampus sebagai “kolam inovasi” yang belum dimaksimalkan.

Ia mencontohkan transformasi di BPOM sebagai bukti lompatan bisa dilakukan.

Dalam setahun, tingkat maturitas lembaga itu naik dari level 3 ke level 4 dan diakui sebagai WHO Listed Authority.

Proses registrasi obat yang dulu 300 hari kerja kini dipangkas maksimal 90 hari.

Sertifikasi pangan dipercepat menjadi satu bulan, kosmetik dua pekan.

“Regulator bukan tukang stempel. Kami terlibat sejak awal riset,” ujarnya.

Peluncuran peta jalan IAPPI ini, menurut Taruna, mengingatkan bahwa kedaulatan farmasi dan keamanan pangan adalah isu strategis.

Tanpa inovasi dan tata kelola bersih, Indonesia berisiko terjebak dalam middle income trap.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

IAPPI Luncurkan Peta Jalan Strategis Daya Saing Global


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ikatan Alumni Perhimpunan Pelajar Indonesia (IAPPI) meluncurkan Peta Jalan Strategis Akselerasi Indonesia Berdaya Saing Global di Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026).

IAPPI secara resmi memperkenalkan blueprint strategis yang diklaim sebagai kontribusi konkret alumni diaspora bagi arah pembangunan nasional.

Peluncuran ini mendapat dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memperkuat sinergi antara riset, inovasi, dan kebijakan publik.

Ketua Harian IAPPI, Yuliandre Darwis, menyebut dokumen tersebut bukan sekadar produk administratif. Menurutnya, peta jalan ini adalah ruang kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara yang disusun hampir satu tahun.

“Ini bukan seremoni. Ini kontribusi nyata,” ujarnya.

Blueprint tersebut dipersembahkan untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, dengan harapan dapat menjadi referensi strategis lintas kementerian.

Sejumlah tokoh yang turut disebut dalam proses awal pendirian organisasi, seperti Rosan Roeslani dan Erick Thohir, dinilai menjadi bagian dari ekosistem kolaborasi tersebut.

Secara substansi, IAPPI menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi daya saing nasional. Kesehatan, pendidikan, serta sosial budaya dianggap sebagai prasyarat sebelum berbicara tentang ekspansi ekonomi global.

Kualitas manusia dan tata kelola adaptif menjadi kunci. Tanpa governance yang transparan dan responsif, daya saing sulit tumbuh berkelanjutan.

Forum ini juga menyoroti gerakan komunikasi publik bertajuk “Indonesia Punya Kamu”. 

Program tersebut diwujudkan melalui kunjungan ke sejumlah kampus, antara lain Institut Pertanian Bogor, Universitas Sebelas Maret, Universitas Airlangga, dan Universitas Diponegoro.

Formatnya kuliah umum yang melibatkan kementerian serta BUMN, dengan fokus membangun optimisme generasi muda di tengah dinamika sosial politik.

Di sisi lain, CEO Garuda TV, Fahmi Anwari menyatakan kesiapan mendukung penyebarluasan gagasan tersebut. Stasiun berita nasional yang mengudara sejak 8 Agustus 2023 itu menegaskan komitmen pada prinsip independensi.

Dukungan terhadap kebijakan pemerintah, menurut manajemen, tetap berjalan seiring fungsi kritik dan kontrol publik.

Bagi IAPPI, peluncuran peta jalan ini menjadi titik awal. Bukan akhir. Sebuah ajakan kolaborasi agar diaspora dan pemangku kepentingan bergerak bersama memperkuat daya saing Indonesia di panggung global.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

PT TUN Jakarta Kuatkan Kepengurusan Sah APKOMINDO


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta menguatkan putusan PTUN Jakarta yang menolak gugatan kepemimpinan sepihak atas DPP APKOMINDO.

Putusan banding Nomor 342/B/2025/PT.TUN.JKT secara tegas memperkuat Putusan PTUN Jakarta Nomor 212/G/2025/PTUN.JKT tertanggal 6 November 2025.

Majelis Hakim Banding menyatakan menguatkan putusan sebelumnya serta menghukum pihak pembanding membayar biaya perkara di dua tingkat peradilan.

Dengan demikian, gugatan yang diajukan Rudy Dermawan Muliadi dan Suwandi Sutikno resmi ditolak.

Kepengurusan sah DPP Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) periode 2022–2027 di bawah Ir. Soegiharto Santoso (Hoky) sebagai Ketua Umum dan Puguh Kuswanto sebagai Sekretaris Jenderal kembali memperoleh penguatan hukum.

Dari 9 Kekalahan ke 13 Kemenangan

Perjalanan sengketa ini tidak singkat.

Sebelumnya, pihak yang sama sempat memenangkan sembilan perkara beruntun hingga tingkat Peninjauan Kembali.

Namun, sejak perkara Nomor 212/G/2025/PTUN.JKT diputus, arah berbalik.

Hingga tingkat banding, kepengurusan sah APKOMINDO mencatat 13 kemenangan berturut-turut di berbagai tingkat peradilan.

Menurut Hoky, fakta ini menunjukkan proses hukum yang berjalan transparan dan independen akan mengantarkan pada kebenaran materiil.

Langkah Pengawasan ke Lembaga Peradilan

Sebelum putusan banding dibacakan, Hoky mengirimkan Surat Nomor 116/DPP-APKOMINDO/XII/2025 tertanggal 22 Desember 2025.

Surat itu ditujukan kepada Ketua Mahkamah Agung RI, Ketua Komisi Yudisial RI, Kepala Badan Pengawasan MA RI, serta Ketua PT TUN Jakarta.

Ia memohon pengawasan terpadu terhadap proses banding.

Hoky menegaskan langkah tersebut bukan bentuk intervensi.

“Pengawasan adalah mekanisme konstitusional untuk menjaga kualitas keadilan,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman sembilan putusan sebelumnya menjadi pelajaran penting agar proses berjalan objektif.

Proses banding pun berlangsung terbuka dan profesional.

Apresiasi kepada Hakim dan Mitra

Atas putusan tersebut, Hoky menyampaikan apresiasi kepada Majelis Hakim PT TUN Jakarta yang dinilai bekerja dengan integritas dan keberanian moral.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan Badan Pengawasan MA atas respons terhadap permohonan pengawasan.

Penghargaan turut diberikan kepada Menteri Hukum RI melalui Tim Advokasi Keperdataan yang menyusun kontra memori kasasi.

Tak lupa, ia menyebut peran insan pers yang memberitakan proses hukum secara berimbang.

Para saksi kunci, termasuk Dr. Rudi Rusdiah, juga disebut berkontribusi melalui keterangan di bawah sumpah.

Fokus Kembali ke Industri TI Nasional

Hoky menilai putusan ini bukan sekadar kemenangan administratif.

Ia menyebutnya sebagai pemulihan fokus organisasi untuk membina anggota dan memperkuat industri komputer serta teknologi informasi nasional.

Program strategis yang sempat tertunda kini akan kembali dijalankan.

Penguatan ekosistem teknologi informasi, kolaborasi transformasi digital, perlindungan pelaku usaha IT, serta peningkatan kapasitas anggota menjadi prioritas.

“Saatnya kita bersatu dan bekerja nyata,” kata Hoky.

Dengan selesainya proses banding, babak baru organisasi resmi dimulai.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

APINDO dan Sucor Salurkan Bantuan ke Aceh Tamiang


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta  
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama Sucor Asset Management menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (12/2).

Penyaluran ini menjadi gelombang keempat bantuan yang dihimpun APINDO sejak bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Sucor Asset Management menyerahkan bantuan senilai Rp2 miliar. Dana tersebut didistribusikan ke tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan Logistik hingga Peralatan Kerja

Bantuan yang disalurkan mencakup perlengkapan tidur seperti kasur dan selimut. Ada pula peralatan memasak serta perlengkapan pembersihan rumah dan pekarangan, termasuk gerobak dorong dan cangkul.

Direktur Eksekutif DPN APINDO, Rudolf Saut Butarbutar, mengatakan bantuan dirancang bukan hanya untuk kebutuhan mendesak, tetapi juga untuk mendukung pemulihan aktivitas warga.

“Dunia usaha tidak hanya berperan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kami juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Rudolf.

Ia menegaskan, kolaborasi dengan Sucor Asset Management dan Palang Merah Indonesia (PMI) dilakukan agar distribusi bantuan tepat sasaran.

Rangkaian Bantuan Sebelumnya

Sebelum gelombang keempat ini, APINDO telah menyalurkan sejumlah bantuan.

Pada tahap pertama, bersama PMI, organisasi tersebut mendistribusikan 2.400 unit kompor gas lengkap dengan selang dan regulator.

Selanjutnya, APINDO menggalang donasi tunai sebesar Rp500 juta yang disalurkan melalui DPP APINDO di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan difokuskan pada kebutuhan pangan dan perlengkapan pribadi.

Di gelombang ketiga, APINDO bekerja sama dengan PT Coca-Cola Euro Pacific Partners Indonesia memberikan beasiswa senilai €50.000 atau sekitar Rp974 juta.

Beasiswa itu ditujukan bagi mahasiswa terdampak di Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Andalas.

Komitmen Dunia Usaha dan Pemulihan Ekonomi

Rudolf menyatakan, paket bantuan mencakup kompor, kasur, selimut, hingga alat kerja seperti sekop dan gerobak dorong.

“Bantuan ini membantu masyarakat kembali beraktivitas dan memulihkan ekonomi secara bertahap,” katanya.

Ia juga menyinggung arahan Presiden Prabowo Subianto saat bertemu jajaran APINDO di Hambalang pada 9 Februari lalu.

Menurut Rudolf, dunia usaha diminta terus membuka lapangan kerja, termasuk di Aceh, guna mempercepat pemulihan pascabencana.

Sementara itu, Ketua DPP APINDO Provinsi Aceh, H. Ramli, menegaskan kehadiran APINDO di lokasi bencana sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Aceh Tamiang.

“Kami bersama masyarakat. Ini bentuk komitmen untuk membantu mereka bangkit, apalagi menjelang Ramadan,” ujarnya.

Di tengah situasi sulit, dukungan logistik dan penguatan ekonomi menjadi dua sisi yang berjalan beriringan.

Bagi APINDO, solidaritas dunia usaha tak berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga pada upaya memastikan masyarakat kembali berdiri dan melanjutkan kehidupan.

Penulis Lakalim Adalin 
Editor Arianto 


Share:

Imlek 2026, Astra Life Soroti Strategi Finansial


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Astra Life membagikan panduan pengelolaan keuangan keluarga menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa (17/2/2026).

Tahun ini dikenal sebagai Tahun Kuda Api. Simbol energi, keberanian, dan respons cepat membaca peluang.

Namun ritme cepat itu, menurut perusahaan asuransi jiwa ini, tetap perlu diimbangi kesiapan dan perhitungan matang.

Kurniasari S. Pranoto, CFP®, Marketing, Corporate Communication, Literacy & Inclusion Department Head Astra Life, mengingatkan keluarga Indonesia untuk tidak larut dalam euforia momentum.

“Energi besar harus diiringi disiplin. Diversifikasi penghasilan dan hindari keputusan impulsif, terutama saat gaya hidup meningkat,” ujarnya dalam keterangan pers, Jum'at (13/2).

Menurut dia, pertumbuhan finansial jangka panjang hanya bisa dicapai lewat perencanaan, pengelolaan risiko, dan konsistensi.

Lima Strategi Finansial Keluarga 2026

Sejalan dengan semangat Tahun Kuda Api, Astra Life merangkum lima langkah praktis bagi kepala keluarga.

1. Memulai Bisnis dengan Pondasi Sehat

Memulai usaha adalah langkah berani. Tetapi keberanian saja tidak cukup.

Modal, pemahaman pasar, serta manajemen arus kas harus dipersiapkan sejak awal. Tantangan umum, seperti keuangan tercampur, minim riset, dan lemahnya pencatatan, kerap menjadi titik rawan.

Astra Life menyarankan pemisahan rekening pribadi dan bisnis, penetapan “gaji” pemilik usaha, serta pembukuan sederhana yang konsisten.

2. Investasi Leher ke Atas

Investasi terbaik sering kali berasal dari diri sendiri.

Melanjutkan studi, mengikuti kursus, bootcamp, atau seminar menjadi bagian dari “investasi leher ke atas”. Dampaknya tidak selalu instan, tetapi membuka peluang karier lebih luas.

Komitmen jangka panjang dan kesiapan biaya menjadi faktor penting sebelum memulai.

3. KPR Rumah dengan Perhitungan Detail

Memiliki rumah tetap menjadi impian banyak keluarga.

Namun keputusan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) perlu disertai perhitungan menyeluruh: uang muka, biaya notaris, pajak, asuransi, hingga pengeluaran pasca-huni.

Perlindungan jiwa bagi pencari nafkah juga menjadi bagian dari mitigasi risiko agar keluarga tidak terbebani di kemudian hari.

4. Memenuhi Inner Child secara Terukur

Kebutuhan psikologis tetap penting. Mengikuti kelas olahraga seperti padel atau hyrox, menekuni hobi tenis, badminton, atau gym, bisa menjadi bentuk self-reward.

Namun pengeluaran tetap perlu disesuaikan prioritas. Dana darurat dan rencana jangka panjang tidak boleh terganggu.

5. Perencanaan Warisan Sejak Dini

Perencanaan warisan sering ditunda karena dianggap sensitif.

Padahal, langkah dini justru memberi ketenangan. Asuransi jiwa menjadi salah satu instrumen proteksi yang relatif praktis dibanding aset fisik.

Astra Life menawarkan produk ASLI Ultimate Protection dengan masa pertanggungan hingga usia 99 tahun, serta Flexi Life melalui ilovelife.co.id dengan uang pertanggungan hingga Rp5 miliar tanpa cek medis.

Disiplin dan Proteksi Jadi Kunci

Di tengah optimisme Tahun Kuda Api, Astra Life menekankan satu hal: keberanian harus dibarengi perhitungan.

Momentum boleh cepat. Tetapi kesehatan finansial keluarga tetap bertumpu pada disiplin, perencanaan matang, dan proteksi yang terukur.

Dengan fondasi itu, mimpi dapat tumbuh tanpa mengorbankan stabilitas.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Nina Nugroho: Leadership in Fashion Bukan Soal Baju

Nina Nugroho CEO Nina Nugroho International

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Nina Nugroho memaparkan konsep Leadership in Fashion dalam workshop kepemimpinan yang digelar Netralnews.com di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

CEO Nina Nugroho International itu membuka sesi dengan satu pernyataan tegas: brand yang kuat tidak lahir dari pakaian bagus semata, tetapi dari pemimpin yang berani melihat lebih tinggi.

Berbekal pengalaman sejak 2010 di industri fashion dan riset doktoral bidang Leadership in Communication Strategy, Nina menekankan bahwa industri ini sedang tidak baik-baik saja.

“Fashion itu dinamis, cepat, dan penuh turbulensi. Kalau pemimpinnya tidak adaptif, brand hanya akan berjalan di landasan,” ujarnya.

Industri Fashion: Cepat Berubah, Ketat Bersaing

Nina memetakan tiga tantangan besar industri fashion hari ini.

Pertama, perubahan tren yang bergerak sangat cepat. Media sosial mempercepat siklus mode hingga hitungan detik. Apa yang tampil di New York bisa langsung memengaruhi preferensi pasar di Indonesia.

Kedua, kompetisi yang semakin agresif. Bukan lagi soal brand besar melawan kecil, melainkan brand gesit melawan brand lambat.

Ia mengutip data riset internal: dari 100 persen konsumen fashion, sekitar 70 persen akan “berbelanja” melihat brand lain sebelum memutuskan membeli kembali. Peluang repurchase hanya 30 persen.

Ketiga, tekanan harga dan algoritma. Produk global murah, barang bekas, hingga thrift dan reuse ikut menggerus pasar. Algoritma media sosial mempercepat perbandingan harga dan visual, membuat loyalitas mudah goyah.


Boss atau Leader?

Di tengah lanskap itu, Nina membedakan tipis antara “boss” dan “leader”.

Model kepemimpinan berbasis senioritas dan instruksi satu arah, menurutnya, tak lagi relevan. Industri kreatif seperti fashion membutuhkan pendekatan berbeda.

Generasi muda tidak sekadar ingin disuruh. Mereka ingin tahu arah akhir.

“Anak sekarang perlu tahu ujungnya apa. Kenapa mereka melakukan sesuatu,” kata Nina.

Ia menyebut peran pemimpin seperti pilot: menentukan arah terbang, membaca cuaca, dan menenangkan penumpang saat turbulensi datang.

Dalam konteks bisnis, turbulensi itu bisa berupa penjualan turun, produk ditiru kompetitor, atau pasar dibanjiri barang impor murah.

Transparansi menjadi kunci. Tim perlu memahami risiko, skenario, dan langkah mitigasi.

Big Picture dan Berani Beda

Menurut Nina, brand fashion bukan menjual baju, melainkan identitas.

Karena itu, pemimpin harus berpikir dalam kerangka tiga hingga lima tahun ke depan, bukan sekadar mengikuti tren sesaat.

Ia mencontohkan langkah Nina Nugroho pada 2016 yang fokus pada busana kerja perempuan profesional. Saat itu, segmen tersebut belum tergarap spesifik.

“Itu create the trend, bukan follow the trend,” ujarnya.

Keberanian mengambil posisi unik memang berisiko. Namun tanpa diferensiasi, brand akan tenggelam di tengah arus.

Tiga Model Kepemimpinan Relevan

Nina menggarisbawahi tiga pendekatan kepemimpinan yang dinilai relevan saat ini.

Pertama, Agile Leadership: cepat beradaptasi, berani bereksperimen, dan melakukan evaluasi bertahap.

Kedua, Empowering Leadership: memberi ruang pada tim, termasuk desainer muda dan intern, untuk berpendapat dan memegang tanggung jawab koleksi.

Ketiga, Authentic Leadership: jujur, konsisten, dan berani mengakui kesalahan.

“Kepemimpinan bukan jabatan. Itu tindakan,” katanya.

Ia menutup sesi dengan penegasan bahwa produk terbaik sekalipun tidak akan terbang tanpa kepemimpinan yang tepat.

Tanpa visi, keberanian, dan empati, brand hanya akan berhenti di landasan.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Netralnews Gelar Workshop Kepemimpinan Lintas Generasi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Netral Kontinental Media (Netralnews) menggelar talkshow dan workshop kepemimpinan bertema lintas generasi di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Acara bertajuk “Bagaimana Jadi Pemimpin Sukses Bawa Perusahaan Terbang Tinggi dan Disegani Karyawan” ini menyoroti dua kelompok usia produktif: generasi sandwich dan generasi stroberi.

Pemimpin Redaksi Netralnews.com, Sulha Handayani, mewakili CEO Netral News Haryo Kusworo, menekankan bahwa kepemimpinan hari ini tak lagi sebatas jabatan atau target bisnis.

“Leadership adalah ketangguhan mental, kecerdasan emosional, dan keberanian mengambil keputusan di bawah tekanan,” ujarnya di hadapan peserta.

Generasi sandwich, yakni kelompok usia sekitar 35–50 tahun yang menanggung orang tua sekaligus anak, dinilai menghadapi tekanan finansial dan psikologis berlapis.

Sementara generasi stroberi—usia di bawah 35 tahun—dipandang kreatif dan adaptif, namun kerap diuji daya tahannya menghadapi tekanan.

Mental Tangguh dan Empati Jadi Kunci

Sulha menegaskan, dua generasi ini membutuhkan pendekatan berbeda namun berakar pada nilai yang sama: disiplin, empati, dan karakter.

Seminar ini menghadirkan Neneng Herbawati, CEO Igico Advisory dan Co-Founder Briefler, sebagai pembicara utama.

Berpengalaman lebih dari 25 tahun di bisnis manajemen dan jurnalisme, Neneng berbagi refleksi personal tentang daya juang dan reputasi.

Ia menekankan, reputasi jauh lebih mahal dibanding jabatan. Jabatan bisa hilang, tetapi integritas dan jaringan akan bertahan.

Menurutnya, disiplin adalah fondasi karier. Ia mengisahkan kebiasaan datang paling pagi dan pulang paling akhir saat menjadi jurnalis.

“Modal utama bukan cuma uang, tapi isi kepala, konsep, dan networking,” katanya.

Networking, Attitude, dan Integritas

Dalam sesi diskusi, Neneng mengingatkan pentingnya membangun jejaring bukan semata demi keuntungan, melainkan relasi jangka panjang.

Networking tanpa nilai, katanya, hanya akan membuat seseorang cepat naik dan cepat jatuh.

Ia juga menegaskan, attitude adalah pembeda. Perusahaan, menurutnya, lebih memilih individu dengan etika kerja baik dibanding sekadar pintar namun sulit bekerja sama.

“Skill bisa diasah. Tapi integritas dan karakter menentukan panjangnya karier,” ujarnya.

Acara ditutup dengan ajakan agar generasi muda berani berwirausaha, disiplin mengelola keuangan, serta memanfaatkan media sosial secara bijak.

Workshop ini turut didukung sejumlah sponsor, antara lain Astra International, Bank BTN, PT Telkom Indonesia, Minanugroho Fashion, Toko Kopi Tugu, Sapulidi Resort Bandung, dan Alfamart.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini