PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) melaporkan pencapaian pendapatan yang signifikan pada tahun 2024, dengan total pendapatan mencapai Rp748,19 miliar hingga periode 31 Desember 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan pendapatan Rp575,67 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Meskipun pendapatan meningkat, beban pokok pendapatan juga mengalami kenaikan yang signifikan. Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp539,17 miliar dari Rp338,72 miliar, sehingga laba kotor kami turun menjadi Rp209,02 miliar dari laba kotor Rp236,95 miliar," ungkap Direktur Utama HATM, Andrew Kam saat Public Expose Tahunan yang diadakan di Jakarta, Selasa (18/03/2025).
Adapun, Kenaikan beban usaha juga menjadi faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan. Beban usaha meningkat menjadi Rp46,15 miliar dari Rp27,54 miliar, yang menyebabkan laba usaha turun menjadi Rp162,87 miliar dari laba usaha Rp209,40 miliar pada tahun sebelumnya. "Kami menyadari bahwa peningkatan beban ini perlu dikelola dengan baik untuk menjaga profitabilitas perusahaan," tambahnya.
Laba sebelum pajak HATM juga mengalami penurunan, tercatat sebesar Rp141,53 miliar, turun dari Rp198,17 miliar pada tahun sebelumnya. Akibatnya, laba bersih perusahaan juga turun menjadi Rp141,53 miliar dari laba bersih Rp198,17 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menjaga kinerja keuangan di tengah meningkatnya biaya operasional.
Di sisi lain, jumlah liabilitas HATM mengalami lonjakan tajam menjadi Rp402,34 miliar hingga periode 31 Desember 2024, meningkat dari Rp176,74 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun demikian, jumlah aset perusahaan juga meningkat menjadi Rp1,37 triliun, naik dari Rp1,04 triliun hingga 31 Desember 2023. "Peningkatan aset ini menunjukkan bahwa kami terus berinvestasi untuk pertumbuhan jangka panjang," jelas Andrew.
HATM berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi operasional dan mengelola biaya dengan lebih baik untuk memaksimalkan laba di masa depan. "Kami percaya bahwa dengan strategi yang tepat, kami dapat mengatasi tantangan ini dan kembali ke jalur pertumbuhan yang positif," tutup Andrew.
Dengan pencapaian ini, HATM menunjukkan potensi yang kuat untuk berkembang di industri maritim, meskipun harus menghadapi tantangan dalam pengelolaan biaya dan profitabilitas.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar