Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Cerpen ~ Kesenduan Tanpa Tetesan Air Mata





CERPEN

KESENDUAN TANPA TETESAN AIR MATA

          Desiran air laut memecah tepian Celincing berkesan bak diriku, seperti engkau ketahui Celincing adalah sebuah pantai yang indah, terletak di teluk Jakarta yang penuh dengan deburan ombak bergumpal gumpal menghempas pantai bagaikan salju putih. Jauh dari teluk Jakarta itu nun jauh ditengah laut kelihatan beribu pulau bersama nyiur melambai disertai perahu-perahu. Layar nelayan laju ditiup angin senja, suatu perpaduan alam yang cukup harmonis.

          Disenja itu, aku dan putri duduk santai dibawah sebatang pohon nyiur yang daunnya rindang dan condong kelaut dihembus angin bergemercik berirama serta melambai-lambai laksana melukiskan kerinduan bersama burung-burung camar terbang bebas diatas angkasa, sekali-sekali burung camar itu menukik-nukik menyambar anak-anak ikan dipermukaan laut, pandangan kami terus tertuju ke perahu-perahu layar nelayan yang dipermainkan gelombang bagai sabut kelapa di tengah samudera. Kekasih ku Putri yang duduk membisu disampingku masih menggores-gores pasir dengan jari-jarinya sendiri akibat dipermainkan angin.

          Putri terus saja membisu, akupun begitu juga, belum bisa mengutarakan tujuan yang sudah kugariskan sebelum aku tadi menjemputnya tiga jam yang lalu. Ku bawa dia ke pantaiitu setelah aku minta izin kepada orang tuanya. Orang tuanya tak keberatan karena kami sudah lama menjalin hubungan, kemudian dengan sepeda motor, sepeda motor tua yang layak dijual kepada tukang loak. Kami berboncengan dengan mesra, bagaikan sepasang suami istri.

          Kami begitu asyik memandang jauh ketengah laut, masih membisu. Suara tape recorder orang yang duduk tak jauh dari tempat kami hanyut dibuai alunan suara Hetti Koes Endang yang sendu menyanyikan lagu “sebelum berkembang” membuat ingatanku melayang ke 40 tahun yang lalu, dimana untuk yang pertama kalinya aku mengenal Putri yang sekarang kepalanya bersandar di bahuku dengan manja. Waktu itu aku baru saja turun dari kapal Tampomas yang membawaku dari Belawan Medan, Kapal yang aku tumpangi itu sudah terkubur akibat kemajuan teknologi, sudah dilebur menjadi besi tua.

Itulah suatu kenangan manis yang tak mudah untuk dilupakan. Supaya engkau ketahui ketika itu Putri kulihat berdiri sendirian dibawah tangga memperhatikan setiap orang yang turun dari kapal, diwajahnya terbayang rasa kecewa, entah siapa yang dia tunggu aku tak tahu. Entah bisikan dari siapa, begitu aku turun mencecahkan kaki di pelataran terminal lantas saja aku berdiri disampingnya...... **(MARTIAS MK)
Share:

Related Posts:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

1757460

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini