Kasus dugaan pelecehan seksual di keluarga pemilik Grup Bir Singha mengguncang publik Thailand setelah seorang pewaris keluarga, Hiso Psi, mengunggah pengakuan emosional di media sosial, Sabtu, 9 Mei 2026.
Perempuan berusia 30 tahun itu menuding kakak kandungnya, Hiso Pi, melakukan pelecehan seksual berulang sejak dirinya masih di bawah umur. Tuduhan tersebut langsung viral karena menyeret salah satu keluarga konglomerat paling dikenal di Thailand.
Pengakuan Video Viral Mengubah Wajah Keluarga Elite
Dalam video yang beredar luas, Hiso Psi tampak menangis sambil menceritakan pengalaman yang disebutnya berlangsung selama 12 tahun. Ia membantah kabar lama yang menyebut pelaku berasal dari lingkungan pengasuh rumah tangga.
Sebaliknya, ia secara terbuka menunjuk kakaknya sendiri sebagai pelaku utama. Pengakuan itu membuat publik Thailand tersentak karena Hiso Pi baru menikah dengan aktris Mild pada akhir tahun lalu.
Beberapa pengguna media sosial Thailand menyebut kasus ini sebagai salah satu skandal keluarga elite paling mengerikan dalam beberapa tahun terakhir. Reaksi publik membesar karena keluarga tersebut selama ini dikenal menjaga citra tertutup dan konservatif.
Seorang jurnalis lokal bahkan menulis, kasus seperti ini sering kali terkubur di balik tembok keluarga kaya. “Di luar terlihat sempurna, tapi di dalamnya bisa sangat rapuh,” tulisnya dalam kolom opini yang ramai dibagikan ulang.
Rekaman Pengakuan dan Konflik Warisan
Hiso Psi mengaku memiliki rekaman suara yang disebut berisi pengakuan langsung kakaknya terkait dugaan pelecehan tersebut. Rekaman itu, menurut dia, sudah diperdengarkan kepada ibu dan para sesepuh keluarga.
Namun, alih-alih mendapat dukungan, ia mengaku justru diabaikan. “Saya berkali-kali meminta bantuan keluarga, tetapi tidak ada yang membela,” ujar Hiso Psi dalam video tersebut.
Konflik semakin rumit setelah ibunya disebut menggugat dirinya dengan tuduhan merusak nama baik keluarga dan tidak tahu berterima kasih. Gugatan itu juga disertai tuntutan pengembalian warisan bernilai ratusan juta baht dari sang kakek.
Di media sosial, reaksi publik terus bermunculan. Banyak netizen mempertanyakan sikap keluarga besar yang dinilai memilih menjaga reputasi dibanding mendengar pengakuan korban.
Kasus ini kini menjadi sorotan luas di Thailand, bukan hanya soal dugaan kekerasan seksual dalam keluarga elite, tetapi juga tentang budaya diam yang kerap melindungi pelaku di lingkaran berkuasa.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto































