Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Kasasi Google Ditolak, MA Tegaskan Denda Rp202,5 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Mahkamah Agung menolak kasasi Google LLC dalam perkara monopoli Google Play Billing System setelah sebelumnya diputus oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Senin (16/3/2026).

Putusan tersebut membuat sanksi denda sebesar Rp202,5 miliar terhadap perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu berkekuatan hukum tetap.

Dalam amar singkat yang dipublikasikan melalui laman resmi MA disebutkan permohonan kasasi Google ditolak. Putusan tersebut diketok majelis hakim pada 10 Maret 2026.

Perkara ini diperiksa oleh majelis hakim yang dipimpin Hakim Agung Syamsul Maarif PhD dengan anggota Dr Nurul Elmiyah dan Dr Nani Indrawati. Adapun panitera pengganti dalam perkara tersebut adalah Sri Endang Teguh Asmarani.

Perkara Google Play Billing System

Kasus ini bermula dari dugaan praktik monopoli dan penyalahgunaan posisi dominan dalam penerapan Google Play Billing System pada distribusi aplikasi digital melalui Google Play Store.

Google LLC yang beralamat di 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, California, Amerika Serikat, merupakan perusahaan teknologi yang dimiliki oleh Alphabet Inc. Perusahaan tersebut dikenal sebagai penyedia mesin pencarian serta pengembang ekosistem digital berbasis Android.

KPPU sebelumnya menilai Google melanggar ketentuan Pasal 25 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Pasal tersebut melarang pelaku usaha menggunakan posisi dominan untuk membatasi pasar maupun pengembangan teknologi.

Dalam putusannya, KPPU memerintahkan Google menghentikan kewajiban penggunaan Google Play Billing System bagi pengembang aplikasi yang mendistribusikan produk melalui Google Play Store.

Posisi Dominan dan Dampak bagi Developer

Selain kewajiban menghentikan sistem pembayaran tersebut, KPPU juga menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp202,5 miliar kepada Google. Denda itu harus disetor ke kas negara sebagai pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha.

Majelis Komisi KPPU menilai Google memiliki posisi dominan dalam ekosistem distribusi aplikasi berbasis Android. Hal itu terlihat dari penguasaan pasar Google Play Store yang menjadi toko aplikasi utama yang terpasang pada sebagian besar perangkat Android.

Kondisi tersebut membuat perusahaan memiliki keleluasaan dalam menetapkan kebijakan service fee terhadap penjualan aplikasi dan konten digital.

Developer dengan penjualan hingga 1 juta dolar AS per tahun dikenakan biaya layanan sebesar 15 persen, sementara pengembang dengan penjualan di atas nilai tersebut dikenakan tarif 30 persen.

KPPU juga menilai penerapan kewajiban Google Play Billing System membatasi developer menggunakan metode pembayaran lain di dalam aplikasi. Kebijakan itu dinilai menghambat kompetisi di sektor pemrosesan pembayaran digital.

Sebelumnya Google sempat mengajukan upaya hukum keberatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Namun permohonan tersebut tidak mengubah putusan KPPU, dan upaya kasasi ke Mahkamah Agung akhirnya juga ditolak.

Dengan putusan kasasi ini, kewajiban Google melaksanakan perintah KPPU serta membayar denda dinyatakan berlaku secara final dan mengikat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Picu Tawuran, DPRD DKI Soroti Tramadol Dijual Bebas


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Anggota DPRD DKI Jakarta Kevin Wu menyoroti maraknya penjualan bebas obat keras tramadol di sejumlah wilayah Jakarta, Minggu (15/3/2026). 

Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia, Kevin Wu, menyampaikan keprihatinan atas maraknya peredaran obat keras jenis tramadol yang dijual bebas di berbagai wilayah ibu kota.

Menurut Kevin, kondisi tersebut tidak hanya melanggar aturan kesehatan, tetapi juga berpotensi memicu berbagai persoalan sosial di kalangan remaja. Penyalahgunaan obat keras dinilai menjadi salah satu faktor yang memperparah tawuran, kriminalitas jalanan, hingga kenakalan remaja.

Kevin menegaskan bahwa tramadol merupakan obat keras yang secara hukum hanya boleh diperoleh melalui resep dokter. Namun dalam praktik di lapangan, obat tersebut justru diperjualbelikan secara bebas oleh sejumlah pedagang tanpa pengawasan yang memadai.

Ia menilai penyalahgunaan tramadol sering digunakan sebagian anak muda untuk memunculkan efek euforia dan rasa “berani”, yang kemudian mendorong perilaku agresif.

“Jika tramadol terus dijual bebas seperti ini, kita sedang membiarkan generasi muda Jakarta diracuni secara perlahan. Ini bukan sekadar pelanggaran, tetapi ancaman serius bagi masa depan anak-anak kita,” ujar Kevin Wu dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3/2026).

Desakan Penindakan dan Langkah Pengawasan

Keresahan masyarakat terhadap peredaran obat keras tersebut belakangan bahkan memicu reaksi warga di sejumlah wilayah. Dalam beberapa kasus, warga dilaporkan membubarkan para penjual dengan menembakkan kembang api sebagai bentuk protes.

Kevin menilai tindakan tersebut sebagai sinyal kuat bahwa masyarakat sudah merasa lingkungan mereka terancam oleh praktik penjualan obat keras ilegal.

“Ketika warga sampai turun tangan sendiri karena merasa lingkungannya dirusak oleh peredaran obat keras, itu berarti negara dan aparat tidak boleh terlambat hadir. Penegakan hukum harus bergerak lebih cepat dari kemarahan masyarakat,” kata Kevin.

Ia mendesak aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta instansi terkait, untuk segera bertindak tegas terhadap para pedagang yang menjual obat keras tanpa izin.

Kevin menilai, jika tidak segera ditangani secara serius, peredaran obat keras ilegal dapat memperburuk kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Jangan sampai kita sibuk menangani tawuran remaja di hilir, tetapi membiarkan sumber masalahnya tetap beredar bebas di hulu,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, Kevin mendorong pemerintah melakukan operasi penertiban terpadu bersama aparat penegak hukum, memperkuat penindakan terhadap pelaku penjualan ilegal, memetakan wilayah rawan peredaran obat keras, serta meningkatkan edukasi kepada remaja, orang tua, dan sekolah.

Ia juga menilai pentingnya menyediakan kanal pengaduan yang cepat dan responsif agar masyarakat dapat melaporkan praktik penjualan obat keras ilegal di lingkungan mereka.

“Jakarta tidak boleh kalah oleh para pedagang obat keras ilegal. Negara mesti hadir, aparat perlu bertindak tegas, dan kita semua harus menjaga agar masa depan generasi muda tidak dihancurkan oleh obat yang merusak ini,” ujar Kevin Wu.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Diabetes Melitus Dijuluki Ibu Segala Penyakit, Ini Alasannya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Diabetes melitus (Kencing manis) menjadi perhatian serius dunia medis karena penyakit ini dapat merusak berbagai organ tubuh jika tidak dikendalikan sejak dini.

Diabetes melitus kerap dijuluki sebagai “ibu dari segala penyakit”. Istilah tersebut muncul karena penyakit ini dapat memicu berbagai komplikasi serius yang berdampak pada banyak organ vital dalam tubuh.

Dalam dunia kedokteran, diabetes bukan hanya persoalan kadar gula darah yang tinggi. Penyakit ini berkaitan dengan gangguan metabolisme yang dapat memengaruhi sistem pembuluh darah, saraf, hingga fungsi organ penting.

Kondisi tersebut membuat penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit lain seperti gangguan jantung, kerusakan ginjal, gangguan penglihatan, hingga kerusakan saraf.

Mengapa Diabetes Memicu Banyak Penyakit

Para ahli menjelaskan bahwa kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah kecil maupun besar. Kerusakan ini kemudian mengganggu aliran darah ke berbagai organ tubuh.

Ketika aliran darah terganggu, organ-organ seperti jantung, ginjal, mata, dan otak menjadi rentan mengalami penurunan fungsi. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi komplikasi serius.

Di bidang kesehatan, komplikasi diabetes yang paling sering terjadi antara lain penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal, neuropati atau kerusakan saraf, serta retinopati yang dapat menyebabkan kebutaan.

Karena itulah banyak dokter menyebut diabetes sebagai penyakit yang membuka pintu bagi berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Pentingnya Pengendalian Sejak Dini

Meski berisiko menimbulkan komplikasi, diabetes sebenarnya dapat dikendalikan dengan penanganan yang tepat. Pengaturan pola makan, aktivitas fisik rutin, serta pemantauan kadar gula darah menjadi langkah utama yang disarankan.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan komplikasi sejak dini. Dengan pengelolaan yang baik, penderita diabetes tetap dapat menjalani kehidupan yang produktif.

Kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini menjadi kunci penting dalam upaya pencegahan. Deteksi dini dan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu menekan risiko kerusakan organ akibat diabetes.

Karena itu, pemahaman bahwa diabetes bukan sekadar penyakit gula darah, melainkan gangguan metabolik yang berpotensi merusak banyak organ tubuh, perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Dokter Ungkap 7 Cara Alami Kurangi Retensi Cairan Tubuh


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dokter Thalia F menjelaskan sejumlah langkah alami yang dapat membantu mengurangi retensi cairan atau Edema (penumpukan cairan) pada pasien gagal jantung dan penyakit ginjal kronis.

Edema (penumpukan cairan) dalam tubuh kerap terjadi pada pasien dengan gangguan jantung maupun ginjal. Kondisi ini membuat tubuh menahan air berlebih sehingga memicu pembengkakan, terutama di kaki dan pergelangan.

Secara medis, pasien biasanya mendapatkan obat diuretik untuk membantu mengeluarkan kelebihan cairan melalui urine. Namun, dokter juga kerap menyarankan beberapa langkah alami sebagai pendamping terapi agar keseimbangan cairan tubuh tetap terjaga.

Pendekatan ini tidak menggantikan pengobatan utama, tetapi dapat membantu meringankan gejala jika dilakukan secara konsisten dan sesuai anjuran tenaga medis.

Mengurangi Penumpukan Cairan

Salah satu langkah paling penting adalah membatasi konsumsi garam. Natrium dalam garam dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan, sehingga pembengkakan lebih mudah terjadi.

Karena itu, pasien umumnya dianjurkan mengurangi makanan olahan, makanan instan, serta penggunaan saus atau kecap yang tinggi natrium. Sebagai alternatif, bumbu alami seperti bawang dan rempah dapat digunakan untuk memberi rasa pada makanan.

Sebagian dokter menyarankan asupan natrium harian sekitar 1.500 hingga 2.000 miligram, meski jumlahnya dapat berbeda pada tiap pasien.

Cara lain yang sering disarankan adalah mengangkat posisi kaki lebih tinggi dari jantung selama 15 hingga 30 menit. Posisi ini membantu cairan yang menumpuk di kaki kembali masuk ke sirkulasi darah.

Aktivitas fisik ringan juga dapat membantu memperbaiki aliran cairan tubuh. Jalan santai selama 20 hingga 30 menit atau peregangan ringan dapat merangsang kontraksi otot yang membantu memompa cairan kembali ke pembuluh darah. Namun intensitas olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi jantung pasien.

Membantu Sirkulasi dan Deteksi Dini

Pada beberapa kasus, dokter juga merekomendasikan penggunaan stoking kompresi. Alat ini membantu meningkatkan sirkulasi vena dan mencegah cairan menumpuk di jaringan kaki.

Selain itu, pengaturan asupan cairan juga menjadi bagian penting dalam penanganan. Sebagian pasien mungkin diminta membatasi jumlah cairan yang diminum agar tubuh tidak kelebihan cairan. Namun keputusan ini harus mengikuti arahan dokter karena kebutuhan setiap pasien berbeda.

Pemantauan berat badan harian juga menjadi langkah sederhana untuk mendeteksi retensi cairan lebih awal. Pada pasien gagal jantung, kenaikan berat badan sekitar satu hingga dua kilogram dalam beberapa hari dapat menjadi tanda adanya penumpukan cairan.

Pasien juga dianjurkan menghindari duduk atau berdiri terlalu lama. Menggerakkan kaki secara berkala, berjalan singkat setiap 30 hingga 60 menit, atau melakukan gerakan pergelangan kaki dapat membantu memperlancar sirkulasi.

Para dokter mengingatkan bahwa langkah-langkah tersebut hanya berfungsi sebagai pendamping terapi medis, bukan pengganti pengobatan utama.

Jika pembengkakan semakin berat, muncul sesak napas, atau berat badan meningkat cepat, pasien disarankan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Tanpa Franchise, Solaria Ekspansi 200 Cabang di 55 Kota


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Restoran keluarga Solaria berhasil mengembangkan lebih dari 200 cabang di 55 kota di Indonesia sejak 1991 tanpa menggunakan sistem waralaba.

Jaringan restoran keluarga Solaria menjadi salah satu contoh ekspansi bisnis kuliner yang berkembang pesat di Indonesia. Sejak berdiri pada 1991, perusahaan ini membangun lebih dari 200 outlet yang tersebar di 55 kota tanpa menggunakan skema franchise.

Model ekspansi tersebut relatif berbeda dengan banyak jaringan restoran lain yang mengandalkan kemitraan waralaba untuk mempercepat pertumbuhan cabang. Solaria memilih pendekatan lain dengan mengelola seluruh gerai secara langsung di bawah manajemen perusahaan.

Strategi ini membuat pengelolaan operasional, standar pelayanan, hingga kualitas makanan tetap berada dalam kendali satu sistem terpusat. Dengan model tersebut, perbedaan standar antar cabang dapat ditekan.

Sistem Operasional Jadi Fondasi Ekspansi

Salah satu kunci ekspansi Solaria terletak pada konsep menu yang relatif sederhana dan mudah direplikasi. Menu yang disajikan umumnya merupakan hidangan populer seperti nasi goreng, mie goreng, kwetiau, dan cap cay.

Pilihan menu tersebut membuat proses operasional dapur lebih efisien. Pelatihan karyawan menjadi lebih singkat, bahan baku lebih mudah dikendalikan, serta kualitas makanan dapat dijaga tetap seragam di berbagai lokasi.

Selain itu, perusahaan menempatkan standar operasional prosedur (SOP) dapur sebagai fondasi utama. Pendekatan ini berbeda dengan restoran yang mengandalkan keterampilan chef tertentu.

Dengan sistem yang terstandarisasi, setiap cabang dapat menghasilkan menu dengan rasa yang relatif konsisten meski dikelola oleh tim dapur yang berbeda.

Lokasi Strategis dan Manajemen Terpusat

Ekspansi Solaria juga didukung oleh strategi pemilihan lokasi yang cenderung stabil secara trafik pengunjung. Banyak outlet ditempatkan di pusat perbelanjaan besar, rest area jalan tol, serta kawasan yang menjadi pusat aktivitas keluarga.

Lokasi dengan arus pengunjung yang konsisten dinilai membantu menjaga performa gerai dalam jangka panjang. Pendekatan ini membuat bisnis tidak bergantung pada tren lokasi yang bersifat sementara.

Seluruh cabang Solaria juga berada di bawah manajemen perusahaan. Model ini memungkinkan pengambilan keputusan operasional dilakukan secara terpusat sehingga kebijakan dapat diterapkan seragam di seluruh jaringan.

Pendekatan tersebut memperkuat kontrol terhadap kualitas layanan dan pengalaman pelanggan di berbagai kota.

Pengalaman ekspansi Solaria menunjukkan bahwa pertumbuhan jaringan usaha tidak semata ditentukan oleh kecepatan membuka cabang. Faktor yang tak kalah penting adalah kesiapan sistem bisnis yang mampu direplikasi secara konsisten di berbagai lokasi.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Jelang Idul Fitri, Kanwil Ditjenpas Riau Perketat Pengamanan Lapas


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau Maizar menginstruksikan peningkatan pengamanan Lapas dan Rutan di Riau menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (15/3/2026).

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau Maizar mengimbau seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan memperkuat langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan di Lapas, Rumah Tahanan Negara (Rutan), maupun Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan situasi di lingkungan pemasyarakatan tetap kondusif selama momentum perayaan Idul Fitri, yang biasanya diikuti peningkatan aktivitas kunjungan keluarga warga binaan.

Pengamanan Diperketat di Seluruh UPT

Dalam arahannya, Maizar menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh jajaran pemasyarakatan untuk menjaga stabilitas keamanan di dalam Lapas dan Rutan.

Menurut dia, optimalisasi pengamanan harus dilakukan melalui peningkatan pengawasan, koordinasi antarpetugas, serta penerapan prosedur pengamanan secara konsisten.

“Seluruh Kepala UPT diminta memastikan sistem pengamanan berjalan maksimal sehingga potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini,” kata Maizar.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan intensif selama periode libur Idul Fitri yang kerap disertai lonjakan aktivitas di lingkungan pemasyarakatan.

Pelayanan Publik Tetap Humanis

Selain memperkuat pengamanan, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Riau juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Maizar meminta seluruh jajaran pemasyarakatan tetap memberikan layanan yang optimal, khususnya pada layanan kunjungan keluarga warga binaan serta berbagai layanan publik lainnya.

Hal tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen pemasyarakatan untuk menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, dan berintegritas.

Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar menjalankan tugas kedinasan dengan penuh tanggung jawab selama periode perayaan Idul Fitri.

Momentum bertugas saat hari raya, lanjutnya, dapat dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjadi bagian dari nilai ibadah.

Pada kesempatan yang sama, Maizar bersama jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin, minal aidin wal faizin,” ujarnya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

APTIKNAS Dorong Enam Program Strategis Perkuat Ekosistem Digital

Ketua Umum DPP APTIKNAS Soegiharto Santoso menerima cinderamata dari Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya usai audiensi bersama sejumlah asosiasi industri digital di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, 12 Maret 2026.

Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ketua Umum APTIKNAS Soegiharto Santoso memaparkan enam program strategis digital dalam audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Jakarta, 12 Maret 2026.

Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) mendorong penguatan ekosistem digital Indonesia melalui enam program strategis yang dipaparkan dalam audiensi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, itu dipimpin langsung Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan dihadiri sejumlah asosiasi industri digital nasional.

Selain APTIKNAS, hadir pula Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI), Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), serta Badan Ekosistem Digital Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Ketua Umum APTIKNAS Ir. Soegiharto Santoso, SH atau Hoky, memaparkan sejumlah program prioritas yang dirancang untuk memperkuat ekosistem teknologi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan talenta digital dan inovasi industri.

Enam Program Strategis Ekosistem Digital

Menurut Hoky, transformasi digital membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional, namun juga menghadirkan tantangan baru yang perlu diantisipasi.

“Digitalisasi memberikan peluang ekonomi yang besar, tetapi juga menghadirkan risiko seperti penipuan digital dan serangan siber. Karena itu penguatan keamanan siber dan kepercayaan digital menjadi kunci,” ujarnya.

Program pertama yang dipaparkan adalah National Cybersecurity Connect 2026, forum nasional untuk memperkuat kolaborasi menghadapi ancaman keamanan siber. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Hotel Bidakara Jakarta.

Program kedua adalah ASOCIO Digital AI Summit 2026 dan ASOCIO Digital AI Award yang akan digelar pada 29–31 Juli 2026 di Raffles Hotel Jakarta.

Forum internasional tersebut diperkirakan menghadirkan sekitar 800 delegasi dari 24 negara anggota Asian-Oceanian Computing Industry Organization (ASOCIO).

Program ketiga adalah Indonesia Game Experience, sebuah inisiatif untuk mendorong pertumbuhan industri gim nasional melalui penyelenggaraan kegiatan di lima kota besar.

APTIKNAS juga mendirikan Asosiasi Games dan Konten Digital Indonesia (AGKDI) guna memperkuat ekosistem industri konten digital berbasis kearifan lokal.

Kolaborasi Industri dan Pemerintah

Program keempat adalah Warkop Digital atau Warung Kopi Digital, sebuah ruang kolaborasi komunitas berbasis teknologi yang bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat.

Konsep tersebut memanfaatkan budaya warung kopi sebagai ruang diskusi yang ditransformasikan menjadi tempat pembelajaran teknologi dan pengembangan inovasi digital.

Program kelima adalah Roadshow Teknologi di 10 Kota yang menargetkan edukasi bagi para pemimpin transformasi digital terkait keamanan data serta pemanfaatan teknologi berbasis cloud dan kecerdasan buatan.

Program keenam adalah pengembangan Mall APTIKNAS, platform digital marketplace yang dirancang sebagai pusat kolaborasi industri teknologi, startup, UMKM digital, dan pelaku ekonomi kreatif.

Dalam audiensi tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan apresiasi atas berbagai inisiatif yang disampaikan asosiasi industri digital.

“Kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat ekosistem teknologi, baik dalam pengembangan talenta digital, akses pasar, maupun pembiayaan,” kata Riefky.

Ia juga memaparkan program strategis pemerintah melalui delapan inisiatif ASTA EKRAF yang mencakup penguatan data, talenta, infrastruktur, pasar, hingga pembiayaan ekonomi kreatif.

Audiensi yang berlangsung konstruktif itu turut dihadiri Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam serta sejumlah pejabat terkait.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi industri dalam mendorong pengembangan talenta digital serta memperkuat ekosistem inovasi teknologi nasional.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Jelang Idulfitri, Prabowo Minta Kabinet Tunjukkan Kesederhanaan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Presiden Prabowo Subianto mengajak jajaran kabinet memberi teladan kesederhanaan kepada masyarakat saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para menteri dan pimpinan lembaga untuk menjaga sikap sederhana menjelang Hari Raya Idulfitri. Imbauan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga menyampaikan pesan kepada masyarakat yang akan menjalankan tradisi mudik Lebaran. Pemerintah berharap perjalanan masyarakat menuju kampung halaman dapat berlangsung aman serta tetap memperhatikan keselamatan.

“Untuk mereka yang ingin mudik nanti, saya ucapkan sebelumnya, selamat mudik dan jaga diri masing-masing di rumah,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya kepada para anggota kabinet.

Selain menyampaikan pesan kepada masyarakat, Presiden menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memberikan contoh sikap yang bijak di tengah situasi ekonomi dan sosial yang sedang dihadapi masyarakat.

Imbauan Kesederhanaan bagi Pejabat Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat negara merayakan Idulfitri secara sederhana. Menurut dia, sikap tersebut penting untuk menjaga empati pemerintah terhadap kondisi masyarakat.

Ia menilai kegiatan seperti open house tetap dapat dilakukan, namun tidak perlu diselenggarakan secara berlebihan. Pemerintah diharapkan mampu menunjukkan gaya hidup yang wajar dan tidak menimbulkan kesan bermewah-mewahan.

“Kita juga, saya kira harus memberi contoh. Open house atau apa, jangan terlalu mewah-mewahan,” kata Presiden.

Dalam pandangan Presiden, sikap sederhana dari pejabat negara dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, terutama di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi.

Jaga Optimisme dan Stabilitas Ekonomi

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menggambarkan kondisi ekonomi nasional seolah berada dalam keadaan buruk.

Menurut Kepala Negara, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi yang stabil dan memiliki daya tahan yang kuat.

Presiden menilai penting bagi pemerintah untuk menjaga optimisme publik, sekaligus memastikan roda ekonomi tetap bergerak menjelang perayaan Idulfitri.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan masyarakat tetap perlu berjalan secara wajar agar aktivitas ekonomi tidak terhenti.

Menutup arahannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh jajaran kabinet untuk terus bekerja secara bertanggung jawab serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Ia menegaskan bahwa stabilitas ekonomi dan kepercayaan publik harus tetap dijaga, terutama menjelang momentum perayaan Idulfitri yang menjadi periode penting bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kemenag Tegaskan ASN Dilarang Minta THR dan Terima Gratifikasi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Inspektorat Jenderal Kementerian Agama mengingatkan seluruh ASN Kemenag di Jakarta, Jumat (13/3/2026), untuk menjaga integritas dan menolak gratifikasi menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Imbauan Integritas ASN Jelang Idulfitri

Inspektorat Jenderal Kementerian Agama mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama agar menjaga integritas serta menolak segala bentuk gratifikasi menjelang Idulfitri.

Imbauan tersebut disampaikan melalui surat Inspektorat Jenderal yang ditujukan kepada pimpinan satuan kerja di seluruh unit kerja Kementerian Agama.

Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Khairunnas, menegaskan bahwa ASN Kemenag harus menjadi teladan bagi masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai integritas, profesionalitas, serta etika dalam menjalankan tugas.

“ASN Kementerian Agama harus menjadi contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat dengan tidak memberi ataupun menerima gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan dan bertentangan dengan tugasnya,” kata Khairunnas dalam keterangan tertulis.

Ia juga mengingatkan bahwa praktik meminta dana atau hadiah dengan alasan Tunjangan Hari Raya (THR), baik secara pribadi maupun mengatasnamakan institusi, merupakan tindakan yang dilarang.

“Permintaan dana atau hadiah seperti THR atau sebutan lain, baik secara pribadi maupun mengatasnamakan institusi, tidak diperbolehkan karena dapat berimplikasi pada tindak pidana korupsi,” ujarnya.

Larangan Gunakan Fasilitas Negara untuk Kepentingan Pribadi

Selain soal gratifikasi, Inspektorat Jenderal Kemenag juga mengingatkan agar ASN tidak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.

Khairunnas menegaskan kendaraan dinas dan fasilitas kantor hanya boleh digunakan untuk kepentingan kedinasan, bukan untuk aktivitas pribadi seperti mudik Lebaran.

“Fasilitas dinas hanya digunakan untuk kepentingan kedinasan. Penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi seperti mudik Lebaran tidak diperkenankan,” kata dia.

ASN Kementerian Agama juga diminta tetap menjalankan tugas secara disiplin dan profesional selama masa penyesuaian kerja menjelang dan setelah libur hari raya.

Penyesuaian pelaksanaan tugas tersebut berlaku pada 16–17 Maret 2026 serta 25–27 Maret 2026, mengikuti kebijakan penyesuaian kerja ASN pada masa libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.

Dalam imbauan itu, Khairunnas juga mengingatkan bahwa apabila ASN menerima gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan dan bertentangan dengan kewajiban, maka penerimaan tersebut wajib dilaporkan kepada Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) paling lambat 30 hari kerja sejak diterima.

Sementara gratifikasi berupa makanan atau minuman yang mudah rusak dapat disalurkan sebagai bantuan sosial kepada panti asuhan, panti jompo, atau pihak yang membutuhkan, dengan tetap melaporkannya kepada UPG disertai dokumentasi penyerahan.

Khairunnas menekankan bahwa momentum hari raya seharusnya menjadi kesempatan untuk memperkuat integritas aparatur negara sekaligus menjaga kepercayaan publik.

“Momentum hari raya harus tetap dijaga sebagai ruang memperkuat integritas dan kepercayaan publik kepada aparatur negara,” ujarnya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Tradisi Mudik Perkuat Nilai Integritas Warga Peradilan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Tradisi mudik menjelang Idul Fitri dimaknai warga peradilan sebagai perjalanan reflektif untuk memperkuat integritas dan komitmen menegakkan keadilan.

Tradisi mudik setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri telah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Jutaan orang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk berkumpul dengan keluarga setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.

Fenomena ini tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan fisik. Mudik juga menjadi ruang sosial dan kultural yang mempererat hubungan keluarga sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan yang kerap tergerus rutinitas kehidupan modern.

Bagi banyak orang, pulang ke kampung halaman berarti melepas rindu kepada orang tua dan keluarga. Namun lebih dari itu, tradisi ini menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan serta mengingat kembali akar kehidupan.

Mudik sebagai Refleksi Nilai Kemanusiaan

Bagi aparatur peradilan, momentum mudik memiliki makna yang lebih luas dari sekadar tradisi tahunan. Dalam keseharian, mereka memikul tanggung jawab besar untuk menegakkan hukum dan keadilan di tengah masyarakat.

Kesibukan dan tekanan pekerjaan kerap membuat ruang refleksi menjadi terbatas. Dalam konteks itu, perjalanan pulang kampung menjadi kesempatan untuk kembali mengingat nilai-nilai dasar kemanusiaan, kesederhanaan, dan tanggung jawab moral.

Pertemuan dengan orang tua dan keluarga sering kali menghadirkan refleksi mendalam mengenai perjalanan hidup. Dari sana muncul kembali kesadaran bahwa jabatan dan kewenangan yang dimiliki merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Kampung halaman juga menjadi simbol akar kehidupan. Ketika seseorang kembali ke tempat asalnya, ia tidak hanya pulang secara geografis, tetapi juga kembali pada identitas serta nilai-nilai yang membentuk perjalanan hidupnya.

Momentum Meneguhkan Integritas dan Silaturahmi

Dalam perspektif spiritual, mudik juga memiliki makna simbolik sebagai perjalanan kembali kepada fitrah. Setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan, umat Islam merayakan Idul Fitri sebagai momentum kembali pada kesucian.

Tradisi saling memaafkan yang berlangsung saat Lebaran mencerminkan ajaran untuk membersihkan hati dari kebencian, dendam, maupun permusuhan. Nilai ini memiliki relevansi kuat bagi aparatur peradilan yang dituntut menjunjung tinggi kejujuran dan objektivitas.

Momentum berkumpul dengan keluarga kerap menjadi pengingat tentang nilai-nilai moral yang diajarkan sejak kecil, seperti kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.

Selain itu, mudik juga memperkuat silaturahmi yang dalam ajaran Islam memiliki kedudukan penting dalam menjaga harmoni sosial.

Bagi warga peradilan, hubungan yang baik dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Pada akhirnya, mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung. Tradisi ini juga menjadi ruang refleksi untuk meneguhkan kembali komitmen moral, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah sebagai penegak keadilan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Data Rekening Bank Ungkap Ketimpangan Kekayaan di Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Data jumlah rekening perbankan di Indonesia memunculkan diskusi publik tentang ketimpangan kepemilikan kekayaan dan realitas finansial masyarakat.

Perbincangan mengenai kondisi finansial masyarakat Indonesia kembali mencuat setelah beredarnya data jumlah rekening perbankan yang menggambarkan distribusi simpanan masyarakat.

Dalam diskusi yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa dari sekitar 636 juta rekening bank di Indonesia, hanya sekitar 7 juta rekening yang memiliki saldo di atas Rp100 juta. Sisanya tercatat memiliki saldo di bawah angka tersebut.

Angka ini kemudian memicu berbagai interpretasi mengenai jumlah individu yang tergolong memiliki kemampuan finansial relatif tinggi dibandingkan mayoritas masyarakat.

Distribusi Kekayaan dalam Data Rekening

Jika asumsi rata-rata seseorang memiliki lebih dari satu rekening bank, jumlah individu yang memiliki saldo lebih dari Rp100 juta diperkirakan jauh lebih kecil dari total jumlah rekening tersebut.

Dalam sejumlah perhitungan sederhana yang beredar, sebagian orang memperkirakan jumlah individu dengan saldo di atas angka tersebut mungkin berkisar dua hingga tiga juta orang.

Angka tersebut tentu masih berupa estimasi kasar, karena satu individu bisa saja memiliki lebih dari satu rekening di lembaga keuangan yang berbeda.

Meski demikian, diskusi mengenai data ini menyoroti gambaran distribusi kekayaan yang tidak merata di tengah populasi Indonesia yang mencapai lebih dari 270 juta penduduk.

Selain itu, data lain yang turut disebutkan dalam diskusi publik adalah jumlah rekening dengan saldo di atas Rp5 miliar yang diperkirakan hanya sekitar 150 ribu rekening.

Perbincangan Publik dan Realitas Sosial

Data tersebut kemudian memicu diskusi yang lebih luas mengenai realitas ekonomi dan dinamika sosial di masyarakat.

Sebagian warganet menilai angka tersebut menggambarkan tingginya kesenjangan kepemilikan kekayaan, sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai refleksi kondisi ekonomi yang masih berkembang.

Perbincangan juga berkembang ke berbagai aspek sosial, termasuk pandangan masyarakat terhadap stabilitas finansial dalam kehidupan keluarga dan hubungan personal.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah pihak menilai pentingnya memahami kondisi ekonomi secara lebih realistis sebelum menetapkan standar kehidupan yang tinggi.

Di sisi lain, pengamat ekonomi menilai data perbankan memang dapat memberikan gambaran umum mengenai kondisi keuangan masyarakat, meskipun tidak sepenuhnya mencerminkan total kekayaan seseorang.

Hal ini karena sebagian aset masyarakat juga bisa tersimpan dalam bentuk lain, seperti properti, investasi, maupun usaha.

Meski demikian, diskusi mengenai data rekening ini kembali mengingatkan bahwa literasi keuangan dan pemahaman terhadap kondisi ekonomi menjadi faktor penting dalam mengambil keputusan finansial maupun perencanaan masa depan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pakar Sebut Kebiasaan Kecil Bisa Menentukan Masa Depan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sejumlah pakar pengembangan diri menilai kebiasaan sehari-hari berperan penting dalam membentuk pola pikir, produktivitas, dan keberhasilan seseorang.

Kesuksesan sering kali tidak hadir secara tiba-tiba. Banyak ahli pengembangan diri menilai keberhasilan lebih sering dibangun melalui kebiasaan yang konsisten dalam menghadapi tantangan dan mengelola potensi diri.

Pendekatan tersebut menekankan pentingnya membentuk pola pikir yang fokus pada penyelesaian masalah, pengendalian emosi, peningkatan kemampuan, serta produktivitas yang terarah.

Kemampuan Mengelola Masalah dan Emosi

Salah satu kebiasaan yang kerap disebut menentukan perkembangan seseorang adalah kemampuan menghadapi persoalan secara langsung.

Individu yang terbiasa mencari solusi dinilai cenderung memiliki perkembangan yang lebih cepat dibanding mereka yang hanya terjebak pada keluhan.

Pendekatan ini menekankan bahwa semakin sering seseorang menyelesaikan masalah, semakin kuat pula kemampuan adaptasi yang terbentuk dalam kehidupan maupun pekerjaan.

Selain itu, pengendalian emosi juga dianggap menjadi faktor penting dalam proses tersebut.

Kemampuan menjaga ketenangan ketika menghadapi tekanan memungkinkan seseorang mengambil keputusan secara lebih rasional dan terukur.

Dalam berbagai situasi, individu yang mampu mengontrol emosi biasanya memiliki peluang lebih besar untuk menjaga stabilitas hubungan sosial maupun profesional.

Belajar Berkelanjutan dan Produktivitas Terarah

Aspek lain yang sering disoroti dalam pengembangan diri adalah dorongan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan.

Rasa ingin tahu yang tinggi mendorong seseorang untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan, terutama di tengah dinamika dunia kerja dan perkembangan teknologi.

Pengetahuan yang terus berkembang dinilai membuka peluang yang lebih luas, baik dalam karier maupun dalam pengembangan usaha.

Di sisi lain, produktivitas juga tidak selalu identik dengan kesibukan.

Para ahli menilai perbedaan mendasar antara sibuk dan produktif terletak pada kemampuan menentukan prioritas serta fokus pada kegiatan yang memberi dampak nyata.

Produktivitas yang efektif biasanya ditandai dengan perencanaan yang jelas, konsistensi dalam menjalankan target, serta kemampuan mengelola waktu secara disiplin.

Dengan pola kebiasaan tersebut, keberhasilan tidak lagi dipandang sebagai hasil kebetulan, melainkan sebagai konsekuensi dari proses pembelajaran dan kedisiplinan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Pendekatan ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar dalam hidup sering kali dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kasus Dana Haji Seret Tiga Menteri Agama di Era Berbeda


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Tiga Menteri Agama dari era Presiden Megawati Soekarnoputri hingga Presiden Joko Widodo pernah terseret kasus korupsi terkait pengelolaan dana dan kuota haji.

Pengelolaan dana dan penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia beberapa kali diwarnai kasus hukum yang melibatkan pejabat tinggi negara. 

Dalam dua dekade terakhir, setidaknya tiga Menteri Agama dari periode pemerintahan berbeda tersangkut perkara korupsi yang berkaitan dengan pengelolaan dana umat.

Kasus-kasus tersebut muncul dalam konteks yang berbeda, namun sama-sama menyisakan catatan serius mengenai tata kelola dana haji yang melibatkan anggaran besar dan kepentingan jutaan calon jemaah.

Kasus Korupsi Haji di Era Megawati dan SBY

Pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, Menteri Agama periode 2001–2004 Said Agil Husin Al Munawar terseret kasus penyimpangan dana haji dan Dana Abadi Umat.

Perkara tersebut berkaitan dengan penggunaan dana yang seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan jemaah haji, namun digunakan untuk tunjangan pejabat serta kepentingan pribadi.

Pengadilan kemudian menjatuhkan vonis lima tahun penjara kepada Said Agil Husin Al Munawar. Ia juga dikenai denda sebesar Rp200 juta serta kewajiban membayar uang pengganti senilai Rp2 miliar.

Beberapa tahun kemudian, kasus serupa kembali mencuat pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menteri Agama periode 2009–2014, Suryadharma Ali, terbukti melakukan korupsi dalam pengelolaan dana haji.

Selain itu, ia juga dinilai menyalahgunakan anggaran Kementerian Agama untuk kepentingan pribadi dan keluarga. Kerugian negara dalam kasus tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp27 miliar.

Pengadilan menjatuhkan hukuman enam tahun penjara kepada Suryadharma Ali, disertai denda sebesar Rp300 juta.

Kasus Terbaru Dugaan Korupsi Kuota Haji

Kasus terbaru terjadi pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang melibatkan Menteri Agama periode 2020–2024, Yaqut Cholil Qoumas.

Ia menjadi tersangka dalam dugaan korupsi terkait pengelolaan kuota tambahan haji untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023–2024.

Berdasarkan proses hukum yang berjalan, kerugian negara dalam perkara tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp622 miliar.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemudian melakukan penahanan awal terhadap Yaqut Cholil Qoumas selama 20 hari pertama di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Rangkaian kasus ini kembali menyoroti pentingnya tata kelola pengelolaan dana dan kuota haji yang transparan serta akuntabel. Program haji melibatkan dana besar dan menyangkut kepentingan jutaan umat Islam di Indonesia.

Karena itu, pengawasan yang kuat serta sistem pengelolaan yang terbuka dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang.

Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto 




Share:

Hadapi Ketidakpastian, Strategi Smart Money Dinilai Penting


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sejumlah pengamat ekonomi mengingatkan investor Indonesia agar bersikap lebih rasional dalam mengelola investasi di tengah meningkatnya risiko gejolak pasar global.

Perkembangan ekonomi dunia dalam beberapa tahun terakhir memunculkan kekhawatiran baru di kalangan pelaku pasar. Ketidakpastian yang dipicu tekanan inflasi, dinamika geopolitik, hingga perubahan arus likuiditas global dinilai dapat memengaruhi stabilitas pasar keuangan.

Dalam situasi seperti itu, sejumlah pengamat menyebut kekayaan tidak benar-benar hilang saat krisis terjadi. Nilainya cenderung berpindah dari pelaku pasar yang bereaksi panik menuju investor yang memiliki strategi lebih matang.

Mereka menggambarkan fenomena tersebut sebagai perpindahan dari “hot money”, yaitu modal yang mudah keluar masuk pasar, menuju kelompok investor yang disebut sebagai “smart money”.

Risiko Gejolak Pasar Global

Beberapa analis menilai pasar keuangan global saat ini berada dalam fase yang penuh ketidakpastian. Ketergantungan terhadap stabilitas ekonomi Amerika Serikat dinilai menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai oleh investor di berbagai negara.

Kondisi inflasi yang masih menjadi perhatian di Amerika Serikat, ditambah dengan tingginya valuasi sejumlah sektor teknologi, dianggap berpotensi memicu koreksi pasar apabila terjadi perubahan besar pada kebijakan moneter global.

Dalam situasi tersebut, investor diingatkan untuk tidak sepenuhnya menggantungkan portofolio pada instrumen yang sangat terhubung dengan dinamika pasar global.

Sebagian analis bahkan menyarankan agar pelaku pasar mulai mengkaji ulang komposisi investasi mereka untuk mengurangi risiko jika terjadi guncangan likuiditas internasional.

Dorongan Perkuat Investasi Domestik

Selain mengurangi ketergantungan pada pasar luar negeri, sejumlah pengamat juga menilai pentingnya memperkuat investasi di sektor riil dalam negeri.

Sektor seperti pangan, energi, serta manufaktur domestik dipandang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional, terutama ketika pasar global mengalami tekanan.

Langkah lain yang dianggap relevan adalah menjaga likuiditas atau cadangan dana yang cukup. Dengan ketersediaan dana tunai, investor memiliki fleksibilitas untuk merespons pergerakan pasar secara lebih tenang.

Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu pelaku pasar memanfaatkan peluang ketika terjadi koreksi harga aset di dalam negeri.

Sejumlah analis juga mengingatkan pentingnya belajar dari pengalaman krisis ekonomi masa lalu, termasuk gejolak keuangan yang pernah terjadi pada akhir 1990-an.

Menurut mereka, ketahanan ekonomi nasional tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada perilaku rasional para pelaku ekonomi dalam mengelola investasi.

Dengan strategi yang lebih terukur, investor diharapkan mampu menjaga stabilitas aset sekaligus berkontribusi terhadap kekuatan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Operasi Ketupat 2026


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Apel Pengamanan Idul Fitri dan Arus Mudik

Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat Ketupat 2026 digelar di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, sebagai langkah awal pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Djamari Chaniago, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, serta Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan apel gelar pasukan menjadi bentuk kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam menjaga keamanan masyarakat selama periode Lebaran.

Menurutnya, operasi ini tidak hanya berfokus pada pengamanan hari raya, tetapi juga memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik di berbagai wilayah Indonesia.

“Apel Gelar Pasukan ini merupakan bentuk komitmen dan kesiapan bersama dalam rangka mengamankan perayaan Idul Fitri serta arus mudik dan arus balik Lebaran 2026,” ujar Agus dalam sambutannya.

Sinergi Lintas Instansi Amankan Mudik

Agus menekankan keberhasilan pengamanan Lebaran tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Operasi Ketupat membutuhkan kerja sama lintas sektor antara TNI, Polri, kementerian, dan lembaga terkait.

Sinergi tersebut menjadi fondasi penting untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.

Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat selama periode mudik hingga arus balik Lebaran.

Menurut Agus, kehadiran TNI dan Polri di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah berbagai potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan lalu lintas.

“TNI dan Polri harus senantiasa hadir untuk rakyat, memberikan rasa aman, menjamin kelancaran perjalanan, serta memastikan keselamatan para pemudik,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI menyampaikan kesiapan dukungan personel dan alutsista dalam Operasi Ketupat 2026. Sebanyak 105.365 prajurit TNI disiagakan dengan dukungan 3.501 alat utama sistem persenjataan.

Selain itu, TNI juga menyiapkan unsur transportasi laut bagi masyarakat, yakni KRI Semarang-594 dengan rute Jakarta–Bangka Belitung–Jakarta serta KRI Banda Aceh-593 yang melayani rute Jakarta–Semarang–Surabaya–Jakarta selama arus mudik dan balik Lebaran 1447 H.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat sistem pengamanan selama periode libur Idul Fitri.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Wakapolri Gelar Bakti Kesehatan dan Pangan Murah Jelang Lebaran


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo memimpin Bakti Kesehatan dan Gerakan Pangan Murah di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (13/3/2026).

Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polda Metro Jaya menggelar kegiatan bakti kesehatan yang dipadukan dengan Gerakan Pangan Murah bagi masyarakat.

Program tersebut menyasar sekitar 3.000 penerima manfaat dari kelompok masyarakat menengah ke bawah. Peserta terdiri atas buruh, pengemudi ojek online, warga sekitar, serta sejumlah unsur masyarakat yang berperan dalam menjaga ketertiban lingkungan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri menghadirkan pelayanan sosial yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri ketika kebutuhan pangan dan kesehatan meningkat.

Bakti Kesehatan untuk 3.000 Warga

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan Polri berupaya hadir secara utuh di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dasar warga.

Menurutnya, pelayanan kesehatan dan ketersediaan pangan yang terjangkau merupakan kebutuhan penting yang perlu diperhatikan menjelang Lebaran.

“Selain gerakan pangan murah, kita juga menyelenggarakan kegiatan bakti kesehatan. Kita akan melayani semua kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pangan maupun kesehatan,” ujar Dedi saat menyapa warga di lokasi kegiatan.

Di wilayah Jakarta, kegiatan ini menargetkan sekitar 3.000 penerima manfaat. Mereka terdiri dari 450 buruh, 650 pengemudi ojek online, serta sekitar 1.900 anggota masyarakat dari berbagai organisasi dan kelompok sosial.

Kelompok tersebut antara lain Banser, Kokam, Pokdar Kamtibmas, Linmas, organisasi masyarakat FBR dan GRIB, serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Sinergi Polri dan Bulog Hadirkan Layanan Sosial

Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani mengapresiasi kolaborasi antara Polri dan Bulog dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, sinergi antarinstansi ini mencerminkan kehadiran negara dalam memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Program seperti ini bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga stimulus sosial yang memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan,” kata Ahmad Rizal Ramdhani.

Dalam kegiatan tersebut, Polri menurunkan tenaga medis yang terdiri dari 10 dokter umum, satu dokter spesialis penyakit dalam, serta 30 tenaga kesehatan yang mencakup perawat dan analis laboratorium.

Masyarakat memperoleh layanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan umum, konsultasi dokter spesialis, pemeriksaan mata, serta pemeriksaan laboratorium seperti gula darah, kolesterol, dan asam urat.

Sebanyak 400 kacamata baca juga dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Untuk mendukung layanan medis, Polri menyiagakan tujuh unit ambulans selama kegiatan berlangsung.

Selain layanan kesehatan, masyarakat juga dapat membeli bahan pokok melalui Gerakan Pangan Murah hasil kerja sama Polri dengan Perum Bulog, seperti beras, minyak goreng, dan gula dengan harga lebih terjangkau.

Kegiatan ini turut dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah hingga tingkat Polres, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat menjelang perayaan Idulfitri.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 






Share:

Menko Polkam Resmikan 104 Rumah Huntap Korban Bencana Aceh


Duta Nusantara Merdeka | Aceh Utara 
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago akan meresmikan 104 hunian tetap di Desa Kuala Cangkoy, Aceh Utara, Sabtu (14/3/2026).

Pemerintah menyiapkan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Desa Kuala Cangkoy, Kabupaten Aceh Utara, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Sebanyak 104 unit rumah tipe 36 telah rampung dibangun melalui kerja sama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Hunian ini dirancang untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga yang sebelumnya kehilangan rumah akibat bencana.

Setiap unit dilengkapi fasilitas dasar yang dibutuhkan masyarakat, mulai dari instalasi air bersih, jaringan listrik, kamar mandi, hingga perabot rumah tangga sederhana.

104 Hunian Tetap Siap Ditempati Warga

Kawasan hunian tetap tersebut juga dilengkapi fasilitas umum untuk menunjang kehidupan sosial masyarakat.

Di lingkungan permukiman dibangun satu unit masjid serta satu balai pertemuan warga yang diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus kegiatan sosial masyarakat setempat.

Peresmian kawasan hunian ini dijadwalkan dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago pada Sabtu pagi, 14 Maret 2026.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Brigadir Jenderal TNI Honi Havana menyampaikan bahwa pemerintah berharap hunian tersebut dapat segera ditempati masyarakat.

Menurut Honi, keberadaan rumah permanen ini diharapkan membantu warga kembali menjalani kehidupan secara normal setelah melalui masa sulit akibat bencana.

Disiapkan Jelang Idulfitri 2026

Kemenko Polkam berharap masyarakat dapat segera menempati hunian tersebut, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Dengan tersedianya tempat tinggal yang layak, warga diharapkan dapat kembali merasakan suasana kebersamaan bersama keluarga pada momen Lebaran.

Menjelang peresmian, kawasan hunian tetap Kuala Cangkoy mulai terlihat lebih ramai. Panitia bersama warga melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan Menko Polkam.

Sejumlah kegiatan dilakukan secara gotong royong, mulai dari pemasangan umbul-umbul di sepanjang kawasan hunian hingga pembersihan lingkungan sekitar.

Panitia juga mendirikan tenda acara yang akan digunakan dalam rangkaian kegiatan peresmian.

Sementara itu, beberapa pekerjaan penyempurnaan akhir masih terus dilakukan. Penataan interior rumah serta fasilitas pendukung lainnya terus dirampungkan guna memastikan seluruh hunian benar-benar siap ditempati oleh masyarakat.

Dengan selesainya pembangunan hunian tetap ini, pemerintah berharap proses pemulihan masyarakat terdampak bencana di Aceh Utara dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Gema Ramadan PMI Jakarta Selatan Hadirkan Santunan Yatim dan Aksi Kemanusiaan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Palang Merah Indonesia Kota Jakarta Selatan menggelar kegiatan Gema Ramadan Penuh Kepedulian di Jakarta Selatan, Jumat (13/03/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial selama bulan suci Ramadan. Acara diisi dengan santunan kepada anak yatim dan dhuafa dari berbagai wilayah Jakarta Selatan, serta diakhiri dengan buka puasa bersama.

Sejumlah tokoh masyarakat dan unsur pemerintah daerah turut menghadiri kegiatan tersebut. Selain penyaluran bantuan sosial, agenda juga diisi ceramah agama yang menekankan nilai kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Santunan Yatim dan Program Sosial PMI

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan menyalurkan santunan kepada anak yatim dan dhuafa yang berasal dari 10 kecamatan di wilayah Jakarta Selatan. Bantuan juga diberikan kepada anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang berstatus yatim.

Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono, menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin yang tidak dapat hadir secara langsung karena menghadiri sejumlah agenda buka puasa di lokasi berbeda.

Dalam sambutannya, Tomy juga menyampaikan perkembangan sejumlah program pemerintah daerah. Salah satunya peluncuran rute TransJakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta yang dapat diakses dari kawasan Kalideres sebagai alternatif transportasi bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pengurus Kota Palang Merah Indonesia Jakarta Selatan Mundari menjelaskan bahwa PMI juga melaksanakan sejumlah kegiatan sosial lainnya selama Ramadan.

Santunan anak yatim dan dhuafa dilakukan di Panti Asuhan Al-Kubra, Lenteng Agung, serta melalui kegiatan di 10 kecamatan di Jakarta Selatan. Selain itu, PMI juga menggelar buka puasa bersama untuk sekitar 110 orang di Markas PMI Jakarta Selatan.

Kesiapsiagaan Mudik dan Aksi Kemanusiaan

Mundari menambahkan, PMI Jakarta Selatan juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi arus mudik dan aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

PMI menyiapkan posko layanan kesehatan di Terminal Ragunan, menyediakan layanan ambulans selama 24 jam, serta menyiagakan ambulans di sejumlah pusat keramaian saat malam takbiran hingga Idulfitri.

Selain itu, PMI bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan pemeriksaan narkotika bagi pengemudi dan kondektur bus pada 16–20 Maret guna meningkatkan keselamatan transportasi.

PMI juga menyiagakan personel untuk membantu kenyamanan pengunjung di kawasan wisata Taman Margasatwa Ragunan dan Setu Babakan selama libur Lebaran.

Di luar wilayah Jakarta, PMI Jakarta Selatan turut menyalurkan ribuan paket bantuan logistik ke Aceh, Sibolga di Sumatera Utara, serta Kabupaten Agam di Sumatera Barat. Bantuan tersebut meliputi sembako, perlengkapan sekolah, perlengkapan ibadah, hingga alat kebutuhan rumah tangga.

Selain distribusi bantuan, PMI juga membangun 15 unit rumah tunggu di Kabupaten Agam serta satu unit sumur bor di Aceh Tamiang sebagai bagian dari program kemanusiaan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Drs. KH Abdul Hay Abdul Shomad dalam kultum Ramadan mengingatkan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Ia menekankan bahwa perbuatan yang paling dicintai Allah adalah tindakan yang membawa kebahagiaan bagi orang lain, termasuk membantu mereka yang membutuhkan atau menyediakan makanan berbuka puasa.

Kegiatan Gema Ramadan PMI Jakarta Selatan diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat selama bulan suci.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Bazar Ramadan untuk Prajurit


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo membuka Bazar Ramadan TNI 1447 H di Makodam XIX/Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bingkisan Lebaran kepada prajurit serta keluarga besar Kodam XIX/Tuanku Tambusai. 

Acara berlangsung di Lapangan Apel Markas Kodam XIX/Tuanku Tambusai dan dihadiri jajaran pimpinan serta organisasi Persit Kartika Chandra Kirana.

Bazar Ramadan ini merupakan bagian dari program yang digelar secara serentak oleh Tentara Nasional Indonesia di berbagai satuan wilayah menjelang Hari Raya Idulfitri.

Bazar Ramadan untuk Dukung Kesejahteraan Prajurit

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan sambutan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo serta penyerahan bingkisan secara simbolis kepada perwakilan prajurit.

Setelah rangkaian pembukaan, seluruh peserta mengikuti Zoom Meeting bersama Panglima TNI yang terhubung dengan satuan-satuan TNI di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai menegaskan bahwa penyelenggaraan bazar ini merupakan bentuk kepedulian pimpinan TNI terhadap kebutuhan prajurit dan keluarganya menjelang perayaan Idulfitri.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memperkuat kebersamaan di lingkungan satuan.

“Bazar Ramadan ini merupakan wujud kepedulian pimpinan TNI untuk membantu prajurit dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri,” kata Agus Hadi Waluyo.

Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

Setelah acara utama, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama sejumlah pejabat Kodam meninjau langsung stand bazar yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok bagi prajurit dan masyarakat.

Sejumlah produk kebutuhan sehari-hari dijual dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, sehingga diharapkan dapat meringankan pengeluaran keluarga prajurit menjelang Lebaran.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Staf Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Inspektur Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Kelompok Staf Ahli Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, para Asisten Kasdam, serta Komandan Korem 031/Wira Bima.

Selain itu, turut hadir para Kepala Badan Pelaksana Kodam serta pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XIX/Tuanku Tambusai.

Melalui kegiatan ini, jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai berharap bazar Ramadan dapat membantu kebutuhan prajurit menjelang Idulfitri sekaligus memperkuat semangat kebersamaan serta kepedulian sosial di lingkungan satuan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kapolri Pantau Mudik Merak, Buffer Zone Disiapkan Urai Antrean


Duta Nusantara Merdeka | Merak
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kesiapan arus mudik Lebaran 2026 di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (13/3), bersama sejumlah pejabat kabinet.

Kapolri datang bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan transportasi dan pengamanan pada jalur penyeberangan utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera selama periode mudik Lebaran.

Penambahan Fasilitas untuk Mengurai Antrean

Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya menerima laporan dari PT ASDP Indonesia Ferry, Polda Banten, serta Polda Lampung terkait kesiapan pelayanan arus mudik di kawasan penyeberangan.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, sejumlah inovasi baru disiapkan untuk mengurangi kepadatan yang kerap terjadi pada musim mudik setiap tahun.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah penambahan buffer zone serta pengoperasian pelabuhan tambahan guna menampung kendaraan pemudik sebelum masuk ke area penyeberangan.

"Ada penambahan buffer zone dan juga pelabuhan baru yang diharapkan bisa membantu mengurai antrean. Ini juga harus terus disosialisasikan kepada masyarakat," kata Sigit.

Selain itu, sistem Command Center disiapkan untuk memantau pergerakan kendaraan dan arus penumpang secara real-time. Sistem ini juga dapat diakses masyarakat untuk memantau kondisi di lapangan.

Pengamanan Jalur dan Layanan untuk Pemudik

Kapolri menjelaskan Polri juga menyiapkan pengamanan di atas kapal serta sejumlah wilayah di Provinsi Lampung yang menjadi titik kedatangan pemudik dari Pelabuhan Merak.

Menurut Sigit, petugas telah disiagakan untuk mengantisipasi potensi kerawanan keamanan dan ketertiban masyarakat di beberapa wilayah yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas.

"Tadi juga ada saran terkait wilayah Lampung yang perlu diantisipasi karena potensi kerawanan kamtibmas. Petugas sudah kita siapkan untuk mengamankan," ujarnya.

Selain pengamanan, Polri juga mendirikan pos pelayanan dan pos pengamanan di berbagai jalur mudik di seluruh Indonesia.

Pos tersebut menyediakan layanan istirahat bagi pemudik, dapur lapangan, serta bantuan darurat bagi masyarakat yang membutuhkan selama perjalanan.

Kapolri berharap masyarakat memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan agar perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.

Seluruh upaya pelayanan dan pengamanan tersebut, kata Sigit, dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh instansi terkait memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini