Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Lansia Melemah Bukan Sekadar Faktor Usia, Ini Penyebabnya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Penurunan fungsi tubuh pada lansia ternyata tidak seluruhnya disebabkan faktor usia. Kebiasaan duduk terlalu lama, minim latihan kekuatan, serta kurang asupan protein disebut mempercepat hilangnya massa otot atau sarcopenia.

Fenomena itu kini makin sering terlihat di lingkungan perkotaan. Banyak lansia tetap aktif secara sosial, tetapi tubuhnya perlahan kehilangan kekuatan dasar untuk berjalan stabil, bangun dari kursi, hingga menjaga keseimbangan tubuh.

Gaya Hidup Sedenter Mempercepat Penurunan Otot

Di banyak keluarga Indonesia, kondisi lansia yang melemah sering dianggap wajar. Kalimat “namanya juga sudah tua” terdengar sederhana, tetapi perlahan menjadi pembenaran atas penurunan fungsi tubuh yang sebenarnya masih bisa ditekan.

Padahal tubuh manusia dirancang untuk terus bergerak. Ketika otot jarang dipakai dan tubuh terlalu lama pasif, sistem tubuh beradaptasi menjadi lebih lemah.

Kondisi itu dikenal sebagai sarcopenia, yakni penurunan massa dan fungsi otot seiring bertambah usia. Organisasi kesehatan seperti World Health Organization dan National Institute on Aging menyoroti gaya hidup sedenter sebagai faktor yang mempercepat proses tersebut.

Di sejumlah taman kota Jakarta pada pagi hari, pemandangan lansia berjalan pelan sambil membawa tongkat mulai jamak terlihat. 

Sebagian mengaku cepat lelah meski aktivitas hariannya ringan. Ada pula yang mulai kesulitan naik tangga rumah sendiri.

Latihan Kekuatan Dinilai Lebih Penting

Penelitian menunjukkan latihan kekuatan dan asupan protein cukup membantu mempertahankan massa otot, keseimbangan tubuh, serta kemampuan fungsional lansia.

Artinya, aktivitas fisik untuk usia lanjut tidak cukup hanya berjalan santai. Tubuh tetap memerlukan stimulasi otot dan latihan keseimbangan agar fungsi gerak tidak turun drastis.

Namun pendekatan itu juga bukan berarti memaksa lansia berolahraga ekstrem. Tujuan utamanya justru sederhana: tetap mandiri dalam aktivitas dasar sehari-hari.

Kemampuan bangun sendiri dari tempat tidur, berjalan tanpa takut jatuh, hingga tidak sepenuhnya bergantung pada anggota keluarga menjadi indikator penting kualitas hidup lansia.

Pada akhirnya, menjaga kekuatan otot bukan soal tampil bugar semata. Di usia lanjut, otot menjadi penyangga utama agar hidup tetap aktif, aman, dan bermartabat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Massa Otot dan Panjang Umur, Ini Fakta yang Sering Diabaikan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pembicaraan soal hidup sehat selama ini lebih sering berhenti pada diet, langkah kaki, atau angka timbangan. Padahal, ada satu faktor yang justru mulai dianggap paling menentukan usia panjang: massa otot.

Sejumlah riset kesehatan menunjukkan kehilangan massa otot berkaitan erat dengan risiko kematian dini. Otot tak lagi dipandang sekadar penunjang kekuatan fisik, melainkan organ hidup yang ikut menjaga metabolisme, hormon, hingga kestabilan gula darah.

Otot Jadi Penyangga Metabolisme Tubuh

Banyak orang baru sadar pentingnya otot ketika usia mulai menua. Lutut mudah nyeri, badan cepat lelah, dan pemulihan tubuh makin lambat. Di pusat kebugaran atau taman kota, pemandangan orang usia 40 tahun mulai rutin latihan beban kini makin lazim terlihat.

Fungsi otot ternyata jauh lebih kompleks dibanding sekadar membentuk tubuh. Jaringan ini membantu mengatur sensitivitas insulin, menjaga keseimbangan hormon, serta menekan peradangan melalui produksi miokin.

Tak sedikit dokter kini menyebut otot sebagai “tabungan kesehatan” jangka panjang. Sebab ketika massa otot turun drastis, metabolisme tubuh ikut melambat. Kondisi itu membuka jalan bagi berbagai penyakit kronis.

Sekitar 80 persen glukosa setelah makan disimpan di jaringan otot. Karena itu, otot menjadi pengatur utama kadar gula darah manusia. Semakin baik kualitas massa otot seseorang, semakin stabil pula sistem metaboliknya.

Risiko Penyakit Kronis Disebut Menurun

Penelitian kesehatan juga menemukan hubungan antara massa otot dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Bahkan, penurunan fungsi kognitif seperti Alzheimer disebut lebih rendah pada individu dengan massa otot terjaga.

Di usia lanjut, manfaat itu terasa lebih nyata. Tubuh yang memiliki otot cukup cenderung lebih stabil, tidak mudah jatuh, dan memiliki kepadatan tulang lebih baik sehingga risiko osteoporosis ikut menurun.

Masalahnya, penurunan massa otot sering terjadi diam-diam. Setelah usia 30 tahun, tubuh mulai kehilangan massa otot secara bertahap bila tidak diimbangi aktivitas fisik dan asupan protein memadai.

Karena itu, menjaga otot kini bukan lagi urusan atlet atau binaragawan. Bagi banyak orang, terutama pekerja urban yang duduk berjam-jam di depan layar, latihan kekuatan perlahan berubah menjadi kebutuhan dasar kesehatan jangka panjang.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Marco Rubio ke Beijing, China Pakai Trik Transliterasi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Marco Rubio akhirnya menginjak Beijing pekan ini mendampingi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam lawatan resmi ke China. Kunjungan itu langsung memantik perhatian karena Rubio masih tercatat sebagai pejabat AS yang dikenai sanksi oleh pemerintah China sejak 2020.

Situasi itu menjadi janggal sekaligus menarik. Di satu sisi Beijing belum pernah mengumumkan pencabutan sanksi terhadap Rubio. Namun di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS tersebut tetap bisa masuk ke wilayah China tanpa hambatan administratif. Sejumlah diplomat menduga ada jalan belakang diplomatik yang sengaja dibuka Beijing melalui perubahan penulisan nama Rubio dalam aksara Mandarin.

Beijing Diduga Ubah Identitas Mandarin Marco Rubio

Media internasional seperti AFP dan TRT World melaporkan pemerintah China mengganti karakter Mandarin untuk suku kata “Lu” dalam nama belakang Rubio. Sebelumnya nama Rubio ditulis “Lúbǐ'ào”, lalu diubah menjadi “Lǔbǐ'ào”.

Perubahan itu tampak kecil. Namun dalam sistem administrasi China, beda karakter berarti beda identitas pencatatan. Dua diplomat yang dikutip AFP menyebut perubahan tersebut diyakini menjadi cara praktis untuk menghindari benturan dengan daftar sanksi lama.

Di kalangan diplomat Asia, permainan simbol seperti ini bukan hal asing. Seorang mantan pejabat perdagangan Indonesia pernah bercerita bahwa dalam negosiasi lintas negara, satu kata atau satu karakter bisa menentukan nada hubungan politik. Kadang yang berubah bukan substansi, melainkan cara negara menjaga muka di depan publik.

Juru bicara Kedutaan Besar China di Amerika Serikat, Liu Pengyu, mengakui sanksi terhadap Rubio memang dijatuhkan akibat pernyataannya saat masih menjadi senator AS.

“Sanksi tersebut menargetkan ucapan dan perbuatan Bapak Rubio ketika menjabat sebagai senator AS terkait China,” ujar Liu Pengyu dikutip AFP, Rabu, 13 Mei 2026.

Rekam Jejak Rubio dan Pelunakan Sikap Beijing

Rubio selama ini dikenal keras terhadap Beijing. Politikus keturunan Kuba-Amerika itu aktif mendorong sanksi terkait isu etnis Uyghur di Xinjiang serta lantang mengkritik kebijakan China di Hong Kong.

Karena itu, saat Trump menunjuk Rubio sebagai Menteri Luar Negeri awal 2025, banyak analis mempertanyakan bagaimana hubungan diplomatik AS-China akan berjalan. Apalagi Rubio termasuk figur yang dua kali masuk daftar sanksi personal Beijing.

Namun situasi berubah setelah Rubio masuk kabinet Trump. Fokus Washington perlahan bergeser ke hubungan dagang dan stabilitas ekonomi. Nada keras soal hak asasi manusia mulai meredup dalam komunikasi resmi kedua negara.

Pendiri China Market Research Group, Shaun Rein, menilai Beijing sebenarnya lebih mudah mencabut sanksi sementara ketimbang mengganti transliterasi nama Rubio.

“Jika China ingin bertemu dengan Marco Rubio, mereka bisa mencabut sanksi untuk sementara waktu,” kata Rein kepada TRT World.

Meski terdengar administratif, perubahan karakter Mandarin itu menunjukkan satu hal penting: dalam diplomasi China, simbol kadang bekerja lebih efektif dibanding pengumuman resmi.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 
 


Share:

Transformasi Militer TNI AD Disorot di Seminar Seskoad


Duta Nusantara Merdeka | Bandung 
Pangdam XIX Tuanku Tambusai Agus Hadi Waluyo mengikuti Seminar Nasional Pasis Dikreg LXVII Seskoad TA 2026 yang digelar secara hybrid di Gedung Prof Dr Satrio Seskoad, Bandung, Rabu, 13 Mei 2026. Forum itu membahas transformasi militer TNI AD di tengah perkembangan teknologi dan tekanan ekonomi global.

Seminar bertema “From Combat Force to Strategic Forces: Transformasi TNI AD melalui Yonif TP, AI, dan Ekonomi Nasional” tersebut menghadirkan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai keynote speaker. Acara juga diikuti secara daring oleh Danrem, Danbrigif TP, Dandim, hingga Danyonif TP dari berbagai wilayah Indonesia.

Pangdam XIX TT Soroti Perubahan Ancaman Modern

Dalam forum itu, Agus Hadi Waluyo menekankan perubahan pola ancaman saat ini tidak lagi sepenuhnya berbentuk perang konvensional. Teknologi digital, kecerdasan buatan, dan ketahanan ekonomi mulai menjadi bagian penting dalam strategi pertahanan nasional.

“Transformasi TNI AD harus dipahami secara menyeluruh oleh seluruh jajaran. Perkembangan teknologi, penguatan kemampuan teritorial, hingga dukungan terhadap ekonomi nasional menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujar Agus Hadi Waluyo.

Di lingkungan militer, pembahasan soal AI bukan lagi tema futuristik. Seorang peserta seminar bahkan sempat menyebut perubahan ini mirip pergeseran era radio komunikasi menuju sistem satelit tempur. Dulu dianggap rumit, kini menjadi kebutuhan dasar operasi.

Pangdam XIX TT menilai kesiapan satuan harus berjalan seiring dengan percepatan teknologi. Sebab, modernisasi alat dan sistem pertahanan tanpa peningkatan kualitas personel hanya akan menjadi proyek administratif semata.

Seminar Seskoad Jadi Ruang Evaluasi Strategis

Seminar nasional itu juga menjadi ruang diskusi mengenai penguatan profesionalisme prajurit dan arah pembangunan kekuatan matra darat yang lebih adaptif. Fokus pembahasan diarahkan pada peran satuan tempur penyangga dalam menjaga stabilitas nasional.

Selain isu pertahanan, forum turut membahas hubungan antara keamanan dan ekonomi nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, isu geopolitik global memang ikut memengaruhi pola pertahanan banyak negara, termasuk Indonesia.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB itu memperlihatkan bagaimana TNI AD mulai bergerak menyesuaikan diri dengan pola ancaman modern. Tidak hanya soal kekuatan tempur, tetapi juga kemampuan membaca perubahan teknologi dan dinamika ekonomi secara bersamaan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kasad Maruli Dorong Transformasi Strategis TNI AD


Duta Nusantara Merdeka | Bandung 
Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat menggelar Seminar Nasional Pasis Dikreg LXVII TA 2026 di Gedung Prof. Dr. Satrio Seskoad, Bandung, Rabu, 13 Mei 2026. 

Forum ini membahas transformasi militer TNI AD dari kekuatan tempur menuju kekuatan strategis di tengah tekanan geopolitik, perkembangan kecerdasan buatan, dan tantangan ekonomi nasional.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak bersama Komandan Seskoad Agustinus Purboyo. Seminar diikuti ratusan peserta, baik langsung maupun daring, dari lingkungan TNI, Polri, hingga perguruan tinggi.

TNI AD Mulai Bergeser ke Kekuatan Strategis

Dalam sambutannya, Maruli Simanjuntak menegaskan seminar strategis di lingkungan Seskoad bukan sekadar agenda akademik tahunan. 

Menurut dia, forum seperti ini dibutuhkan untuk membangun pola pikir adaptif di kalangan perwira TNI AD menghadapi perubahan global yang bergerak cepat.

Maruli mengatakan TNI AD siap memberi masukan kepada pemerintah terkait kondisi lapangan dan tantangan nasional. Ia juga berharap seminar mampu melahirkan rekomendasi konkret untuk memperkuat stabilitas nasional.

Di sejumlah forum militer belakangan, isu transformasi pertahanan memang makin sering muncul. Seorang perwira peserta seminar bahkan sempat berkelakar di sela acara, “Sekarang perang bukan cuma soal tank dan senjata, tapi juga data.” Kalimat itu terdengar ringan, tetapi menggambarkan perubahan besar yang sedang dihadapi militer modern.

AI dan Ekonomi Jadi Sorotan Seminar Nasional

Seminar turut menghadirkan keynote speaker Luhut Panjaitan dengan materi “Transformasi Ekonomi Menghadapi Tantangan Global”. 

Dalam paparannya, Luhut menyoroti pentingnya kesiapan nasional menghadapi disrupsi teknologi dan perubahan geopolitik dunia.

Selain itu, memaparkan materi tentang kedaulatan teknologi AI untuk TNI AD. Sementara membahas biodiversitas sebagai aset strategis dalam ketahanan nasional berbasis sains dan inovasi.

Forum ini juga dihadiri para Asisten Kasad, Pangdam, Danrem, serta rektor dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Jenderal Achmad Yani.

Sebanyak 584 peserta lain mengikuti seminar secara daring, terdiri dari Danbrig TP, Dandim, hingga Danyonif TP dari berbagai wilayah Indonesia. 

Kehadiran mereka menunjukkan isu transformasi militer, AI, dan ekonomi nasional kini mulai dipandang sebagai satu tarikan napas dalam strategi pertahanan modern.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Laba Bersih NTBK Naik di Tengah Penjualan yang Melemah


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) mencatat laba bersih Rp706,98 juta sepanjang 2025. Angka itu tumbuh 10,36 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp640,58 juta, meski pendapatan perusahaan justru mengalami penurunan.

Kinerja tersebut dipaparkan Direktur Utama NTBK, Bambang Susilo dalam Public Expose di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026. Emiten berkode saham NTBK itu mulai mengandalkan efisiensi dan ekspansi kendaraan listrik untuk menjaga pertumbuhan di tengah tekanan pasar.

Pendapatan NTBK Turun, Laba Justru Menguat

Sepanjang 2025, pendapatan NTBK tercatat Rp96,58 miliar atau turun 8,44 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp105,48 miliar.

Penurunan itu terjadi di tengah perlambatan sejumlah sektor industri yang menjadi pasar utama perusahaan. Namun di saat bersamaan, NTBK berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp77,54 miliar dari sebelumnya Rp89,11 miliar.

Hasilnya, laba kotor justru meningkat menjadi Rp19,04 miliar dari Rp16,37 miliar pada akhir 2024.

Di ruang-ruang publik pasar modal, situasi seperti ini sering dianggap sinyal penting. Beberapa analis melihat perusahaan mulai lebih disiplin menjaga biaya operasional dibanding sekadar mengejar pertumbuhan penjualan agresif.

Beban usaha NTBK tercatat Rp16,88 miliar, naik dari Rp15,12 miliar. Meski demikian, laba usaha perusahaan masih meningkat menjadi Rp2,16 miliar dari sebelumnya Rp1,25 miliar.

Pendapatan lain-lain juga melonjak menjadi Rp1,34 miliar dari Rp926,79 juta. Namun, beban lain-lain ikut membengkak menjadi Rp2,19 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp1,12 miliar.

NTBK Bidik Peluang dari Kendaraan Listrik dan Tambang

Di tengah tekanan pendapatan, NTBK mulai memindahkan fokus pertumbuhan ke tiga sektor utama: manufaktur dan infrastruktur, kendaraan listrik, serta pertambangan.

Perusahaan menilai pembangunan infrastruktur nasional masih membuka peluang permintaan kendaraan dan alat berat.

Selain itu, berkembangnya ekosistem kendaraan listrik nasional ikut menjadi ruang ekspansi baru. Dukungan pemerintah terhadap energi baru membuat bisnis EV dipandang lebih menjanjikan dalam beberapa tahun mendatang.

“Dengan strategi ekspansi dan diversifikasi ini, Perseroan optimistis dapat meningkatkan kinerja usaha secara berkelanjutan,” ujar Bambang Susilo.

Dari sisi neraca, total aset NTBK tercatat Rp158,31 miliar, turun dari Rp168,64 miliar pada akhir 2024. Liabilitas juga turun menjadi Rp63,44 miliar dari Rp73,29 miliar.

Sementara total ekuitas tercatat Rp94,86 miliar, sedikit turun dibanding akhir tahun sebelumnya sebesar Rp95,35 miliar.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

BAZNAS DKI Fokus Kurban 2026 untuk Kampung Kumuh Miskin


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta mulai mematangkan program Kurban Berkah 2026 dengan fokus penyaluran ke kawasan kumuh miskin di Jakarta hingga wilayah 3T di luar ibu kota. Program itu dipaparkan dalam Public Expose Kurban Berkah Baznas (Bazis) 2026 di Jakarta, Rabu, 14 Mei 2026.

Ketika banyak lembaga filantropi masih berkutat pada seremoni tahunan, BAZNAS DKI justru mencoba mengubah pola distribusi kurban menjadi lebih terukur. Penyaluran daging kini berbasis DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial agar bantuan benar-benar jatuh ke warga paling rentan.

Kurban BAZNAS DKI Sasar RW Kumuh dan Kampung Tanpa Matahari

Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Ahmad H. Abubakar, mengatakan distribusi kurban tahun ini diprioritaskan untuk 23 titik RW kumuh miskin atau “RW Kumis” yang tersebar di lima wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu.

“Kurban ini kami hadirkan lebih terukur dengan data, lebih transparan, dan lebih berdampak nyata bagi warga di pelosok Jakarta,” ujar Ahmad H. Abubakar.

Ia bercerita pernah mendatangi gang sempit di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Lorongnya gelap dan nyaris tanpa cahaya matahari. Banyak warga di kawasan itu hidup berdempetan dan rentan penyakit.

Dari pengalaman itulah muncul konsep “Kampung Tanpa Matahari”, wilayah urban padat yang selama ini jarang tersentuh distribusi kurban konvensional.

Di sisi lain, BAZNAS DKI juga memperluas distribusi ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T. Program ini diarahkan untuk wilayah yang bahkan jarang menikmati penyembelihan hewan kurban setiap Iduladha.

Kurban Digital hingga Rendang Kaleng Jadi Andalan

Program kurban digital Jakarta juga menjadi fokus baru tahun ini. Warga bisa menyalurkan kurban melalui aplikasi dan situs resmi BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta.

Pilihan hewan kurban yang ditawarkan mulai dari kambing reguler Rp2.299.000 hingga sapi Rp19.999.000. Harga itu dinilai lebih terjangkau dibanding tahun sebelumnya.

Pimpinan Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Muhammad Bahaudin menyebut sebagian daging juga akan diolah menjadi rendang kaleng untuk kebutuhan logistik bencana.

Program ini melibatkan kolaborasi dengan ASN Pemprov DKI Jakarta, BUMD, hingga KORPRI guna memperluas dampak sosial.

Selain itu, BAZNAS DKI menegaskan penerapan konsep Green Kurban melalui penggunaan besek ramah lingkungan, pengawasan Juru Sembelih Halal atau Juleha, serta standar hewan ASUH: aman, sehat, utuh, dan halal.

“Kurban Anda adalah kebahagiaan mereka. Mari kita jadikan Iduladha tahun ini sebagai momentum Jakarta berbagi keberkahan,” kata Ahmad.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Rumah123: Bekasi dan Tangerang Masih Jadi Favorit Pembeli Rumah


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pasar rumah sekunder di kawasan penyangga Jakarta masih bergerak stabil di tengah tekanan ekonomi dan pelemahan nilai tukar Rupiah. Tangerang, Jakarta Selatan, hingga Bekasi tetap menjadi wilayah dengan pencarian properti tertinggi sepanjang April 2026.

Di saat penjualan properti primer nasional mengalami kontraksi tajam, konsumen justru mulai memburu rumah siap huni dengan harga yang lebih realistis. Pola ini terlihat dari laporan Flash Report Mei 2026 yang dirilis Rumah123.

Rumah Sekunder Jadi Pilihan Saat Daya Beli Melemah

Nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh Rp17.528 per dolar AS mulai menekan industri properti nasional. Dampaknya terasa pada kenaikan biaya konstruksi, perlambatan proyek baru, hingga penjualan rumah primer yang melemah.

Bank Indonesia mencatat penjualan properti residensial primer pada kuartal I 2026 terkontraksi 25,67 persen secara tahunan. Situasi itu membuat banyak pengembang menahan ekspansi sambil menghitung ulang biaya pembangunan.

Namun pasar rumah sekunder bergerak berbeda. Harga rumah sekunder nasional masih tumbuh 0,1 persen secara bulanan dan 0,8 persen secara tahunan pada April 2026.

Denpasar memimpin pertumbuhan harga tahunan sebesar 2 persen, disusul Bogor 1,8 persen dan Surakarta 1,5 persen.

Fenomena ini memperlihatkan konsumen kini lebih pragmatis. Banyak pembeli mulai meninggalkan gengsi lokasi premium dan beralih ke kawasan yang cicilannya lebih masuk akal. Seorang agen properti di Tangerang bahkan mengaku calon pembeli sekarang lebih sering bertanya soal akses transportasi dibanding desain fasad rumah.

Tangerang dan Bekasi Masih Jadi Magnet Properti

Rumah123 mencatat Tangerang menjadi wilayah dengan proporsi listing enquiries terbesar secara nasional sebesar 15,1 persen. Posisi berikutnya ditempati Jakarta Selatan 11 persen dan Jakarta Barat 9,3 persen.

Menurut Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, kawasan suburban kini berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru pasar hunian end-user.

“Yang berubah saat ini bukan kebutuhan masyarakat untuk memiliki rumah, melainkan cara konsumen mengambil keputusan. Di tengah tekanan ekonomi dan pelemahan Rupiah, konsumen menjadi jauh lebih rasional,” ujar Marisa Jaya dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Mei 2026.

Marisa menilai Tangerang, Bekasi, dan Bogor tetap diminati karena menawarkan kombinasi harga yang lebih attainable, akses kawasan yang membaik, serta potensi kenaikan nilai jangka panjang.

Di sisi lain, segmen rumah kecil dengan luas bangunan di bawah 60 meter persegi justru mencatat pertumbuhan harga paling tinggi. Surakarta mengalami kenaikan median harga mencapai 23,5 persen pada segmen tersebut.

Situasi ini mengingatkan pada pola pascapandemi beberapa tahun lalu. Ketika ekonomi mulai goyah, rumah sederhana yang siap ditempati kembali menjadi incaran utama keluarga muda.

Pasar Properti Sedang Berubah Arah

Inflasi Indonesia pada April 2026 tercatat 2,42 persen secara tahunan, sementara BI Rate tetap berada di level 4,75 persen. Stabilnya suku bunga dinilai masih memberi ruang bagi pasar rumah sekunder bertahan.

Rumah123 juga mencatat suplai rumah sekunder nasional turun 8,7 persen secara tahunan. Banyak pemilik properti memilih menahan aset sambil menunggu harga kembali naik.

“Pasar properti saat ini tidak sedang melemah sepenuhnya, tetapi sedang mengalami reposisi perilaku konsumen,” kata Marisa.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Operasi Koarmada RI Bongkar Penyelundupan, Narkoba hingga Timah


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Koordinasi operasi laut yang dijalankan Komando Armada Republik Indonesia bersama sejumlah lembaga negara mulai menunjukkan dampak besar. Dalam 17 bulan terakhir, aparat mengklaim berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara hingga Rp14,75 triliun dari berbagai praktik penyelundupan sumber daya alam dan narkotika.

Pernyataan itu disampaikan Djamari Chaniago saat konferensi pers di Markas Koarmada RI, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026. Menurut dia, operasi sepanjang 2025 hingga lima bulan pertama 2026 menjadi salah satu indikator meningkatnya pengawasan jalur laut nasional.

“Jangan puas dengan hal yang sudah kita capai, jangan lelah untuk melakukan tugas-tugas seperti ini,” ujar Djamari Chaniago di hadapan jajaran TNI AL dan aparat penegak hukum lainnya.

Laut Indonesia Jadi Jalur Rawan Penyelundupan

Indonesia selama bertahun-tahun menghadapi persoalan klasik: laut luas, pengawasan terbatas, dan tingginya permintaan pasar gelap lintas negara. Di sejumlah pelabuhan kecil, praktik penyelundupan kerap berlangsung senyap. Nelayan di pesisir Sumatera pernah bercerita, kapal asing datang malam hari tanpa lampu, lalu pergi sebelum subuh. Cerita seperti itu bukan lagi kabar baru.

Menurut Djamari, kekayaan sumber daya alam Indonesia justru menjadi magnet kejahatan lintas batas. Karena itu, negara harus hadir menjaga hasil tambang, hasil laut, hingga komoditas strategis agar tidak bocor ke luar negeri.

Sepanjang 2025, nilai kerugian negara yang berhasil dicegah mencapai Rp14,75 triliun. Sementara pada Januari-Mei 2026, aparat mencatat penyelamatan potensi kerugian negara sebesar Rp112,9 miliar.

Tak hanya soal sumber daya alam. Operasi pengamanan laut juga diarahkan untuk menekan masuknya narkotika. Pemerintah mengklaim penggagalan penyelundupan narkoba sepanjang 2025 telah menyelamatkan sekitar 24,5 juta jiwa dari paparan barang terlarang tersebut.

Sinergi Aparat Jadi Kunci Operasi Laut

Panglima Komando Armada Republik Indonesia, Denih Hendrata, mengatakan keberhasilan operasi tidak berdiri sendiri. TNI AL bekerja bersama Bea Cukai, Polri, pemerintah daerah, hingga intelijen militer.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi yang solid,” kata Denih Hendrata.

Pengungkapan terbaru ialah penyitaan dua truk bermuatan 16 ton pasir timah ilegal. Kasus itu memperlihatkan jalur distribusi komoditas tambang masih menjadi celah empuk penyelundupan.

Di sisi lain, pemerintah tampaknya ingin mengirim pesan politik yang jelas: laut Indonesia bukan wilayah bebas transaksi ilegal. Bagi aparat keamanan, perang melawan penyelundupan kini bukan sekadar urusan ekonomi negara, tetapi juga menyangkut ketahanan sosial dan keamanan nasional.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

SMP Muhammadiyah 48 Medan Gelar Pelepasan dan Perpisahan Siswa Tahun 2026 Di Central Park Zoo



Duta Nusantara Merdeka | Kota Medan
Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta Muhammadiyah 48 Medan Melaksanakan Kegiatan Pelepasan dan Perpisahan Siswa-Siswi Tahun Ajaran 2025 - 2026 Di Hall Central Park Zoo, Selasa (12/5). Kegiatan ini Dihadiri Oleh PCM Medan Denai , Majelis Dikdasmen & PNF Medan Denai, Seluruh Guru, Pegawai, Siswa dan Para Wali Murid.


Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Medan Denai, Harun Al Rasyid, S.Pd.I dalam Sambutannya mengatakan Atas nama PCM Medan Denai kami mengucapkan selamat atas kelulusan anak-anakku. Tiga tahun lamanya, ananda telah ditempa tidak hanya secara intelektual, tetapi juga dibentuk karakter dan adabnya sesuai Al-Qur'an dan Sunnah. SMP Muhammadiyah bukan sekadar tempat menuntut ilmu umum, melainkan lembaga pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai kemuhammadiyahan, Ucapnya.

Lebih Lanjut Harun yang Juga Merupakan Alumni SMP Muhammadiyah 48 Medan ini Menambahkan, Pelepasan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang. Ingatlah, di mana pun kalian melanjutkan pendidikan, jadilah kader persyarikatan yang fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Jaga shalat lima waktu, jaga akhlakul karimah, dan jadilah pribadi yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.

Kalian adalah generasi yang dituntut tidak hanya unggul, tetapi juga berintegritas. Jadilah pemimpin masa depan yang berwawasan luas namun tetap memegang teguh akidah Islam Tegas Harun mengakhiri sambutannya.



Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 48 Medan, Suryani Nazmi, S.Si. Gr. Menyampaikan Nasehat kepada Para Siswa "Jagalah selalu shalat dan jadikanlah Al-Qur'an serta Sunnah sebagai pedoman hidup. Jangan pernah lelah menuntut ilmu di jenjang yang lebih tinggi, serta teruslah berprestasi dan membawa nama baik persyarikatan Muhammadiyah di mana pun kalian berada" ungkapnya.

Kami selaku pihak sekolah memohon maaf jika selama mendidik terdapat kekurangan atau kekhilafan. Yakinlah, setiap didikan kami bertujuan untuk kebaikan masa depan kalian. 

Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kami melepas siswa-siswi kelas IX. Selamat berjuang di tingkat selanjutnya, semoga sukses selalu menyertai langkah kalian. Ujarnya.
Share:

Transformasi TLKM 30 Dorong Laba Telkom Tetap Stabil


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menutup tahun buku 2025 dengan laba bersih Rp17,8 triliun di tengah tekanan industri telekomunikasi dan perlambatan ekonomi. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi Rp146,7 triliun dengan EBITDA Rp72,2 triliun sepanjang 2025.

Kinerja itu muncul bersamaan dengan percepatan strategi transformasi TLKM 30 yang mulai dijalankan lebih agresif sejak tahun lalu. Pasar merespons positif langkah tersebut. Total Shareholder Return (TSR) Telkom tercatat mencapai 35,7 persen sepanjang 2025.

Di kalangan investor pasar modal, saham Telkom memang sempat dipandang bergerak “aman tapi lambat”. Namun situasinya berubah sejak perusahaan mulai fokus merapikan portofolio bisnis dan memperjelas arah transformasi digital. Seorang analis telekomunikasi bahkan menyebut pasar mulai melihat Telkom lebih disiplin dalam mengelola aset dan belanja modal.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan strategi TLKM 30 menjadi fondasi utama transformasi perusahaan.

“Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global,” ujar Dian.

Restrukturisasi Bisnis Mulai Diarahkan Lebih Fokus

Melalui TLKM 30, Telkom menjalankan empat pilar transformasi, mulai dari penguatan tata kelola, perampingan bisnis noninti, optimalisasi aset, hingga perubahan model holding menjadi strategic holding.

Langkah streamlining mulai terlihat lewat proses divestasi AdMedika dan TelkoMedika yang ditargetkan rampung pada paruh pertama 2026. Telkom juga mulai merampingkan sejumlah entitas yang dinilai tidak lagi selaras dengan bisnis utama telekomunikasi digital.

Di sisi lain, perusahaan melakukan pemisahan sebagian aset Wholesale Fiber Connectivity ke InfraNexia. Langkah itu ditandai lewat penandatanganan Conditional Spin-off Agreement pada Desember 2025.

Telkom juga mengubah pendekatan bisnis dari operating holding menjadi strategic holding. Nantinya, operasional usaha akan difokuskan ke empat segmen utama, yakni B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International.

Bisnis Data Dan Infrastruktur Masih Jadi Penopang

Segmen B2C melalui Telkomsel masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan capaian Rp109,2 triliun. Trafik data tumbuh 15 persen secara tahunan seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital masyarakat.

Sementara itu, bisnis infrastruktur digital ikut menopang pertumbuhan. TelkomGroup kini memiliki backbone serat optik lebih dari 210 ribu kilometer, jaringan data center, hingga konektivitas satelit untuk wilayah blank spot.

Anak usaha menara telekomunikasi Mitratel membukukan pendapatan Rp9,5 triliun dengan EBITDA margin mencapai 82,2 persen. Adapun bisnis data center dikelola melalui NeutraDC yang mengoperasikan fasilitas hyperscale di Cikarang dan Singapura.

Telkom mengalokasikan belanja modal Rp27,5 triliun sepanjang 2025. Mayoritas dana digunakan untuk memperkuat infrastruktur digital dan memperluas konektivitas nasional.

“Di tahun 2026, Telkom berada pada fase penting dalam mengakselerasi dan melanjutkan eksekusi transformasi,” kata Dian.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

LaNyalla Kritik Raperda Olahraga Jatim, Peran KONI Terancam


Duta Nusantara Merdeka | Surabaya 
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengkritik draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Kepemudaan dan Keolahragaan yang sedang disusun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menilai sejumlah pasal dalam rancangan itu berpotensi bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Kritik itu disampaikan LaNyalla menjelang pembacaan raperda oleh gubernur di DPRD Jawa Timur pekan depan. Menurut dia, ada sejumlah poin yang justru bisa mempersempit kewenangan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di tingkat provinsi.

“Tidak boleh ada pasal yang bertentangan dengan undang-undang yang nantinya melemahkan atau bahkan mereduksi tugas dan wewenang komite olahraga nasional provinsi,” ujar LaNyalla, Selasa (12/5).

Sebagai mantan Wakil Ketua KONI Jawa Timur periode 2010–2019, LaNyalla mengaku memahami pola pembinaan olahraga daerah dari dekat. Ia mengatakan, konflik kewenangan dalam dunia olahraga biasanya muncul bukan saat pertandingan berlangsung, melainkan ketika anggaran, pembinaan, dan pengambilan keputusan mulai tumpang tindih.

Pasal Raperda Dinilai Pangkas Fungsi KONI

LaNyalla menyoroti perbedaan mencolok antara draf raperda baru dengan aturan sebelumnya. Ia menilai tugas KONI dalam rancangan terbaru tampak dipersempit dan berisiko hanya menjadi pelaksana teknis di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur.

Padahal, menurut dia, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 sudah mengatur secara jelas posisi KONI sebagai lembaga pembinaan olahraga prestasi di daerah.

“Jika KONI pusat memiliki tugas pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi di tingkat nasional dan daerah, maka secara mutatis mutandis KONI provinsi juga memiliki tugas serupa dalam lingkup wilayahnya,” kata Ketua PB Muaythai Indonesia itu.

Sorotan lain tertuju pada Pasal 39 ayat 2 draf raperda. Dalam pasal tersebut, pembinaan olahraga prestasi disebut dilakukan pemerintah provinsi bersama induk organisasi cabang olahraga, tanpa mencantumkan peran KONI.

Padahal, Pasal 38 ayat 1 Undang-Undang Keolahragaan menegaskan pengelolaan olahraga provinsi dilakukan pemerintah daerah dengan dibantu komite olahraga nasional di daerah.

Kekhawatiran Ganggu Pembinaan Atlet

Di sisi lain, Dispora Jawa Timur tengah mematangkan raperda baru sebagai pengganti Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2012 yang dianggap sudah tidak relevan. Pemerintah daerah menargetkan aturan baru dapat memperkuat pembinaan atlet usia dini hingga legalitas lembaga olahraga.

Namun sejumlah kalangan khawatir ketidaksinkronan aturan justru memicu konflik kewenangan baru. Beberapa pengurus cabang olahraga di Jawa Timur bahkan mulai mempertanyakan arah pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional mendatang.

LaNyalla meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera memperbaiki substansi raperda agar selaras dengan Undang-Undang Keolahragaan dan tidak memunculkan polemik berkepanjangan di dunia olahraga daerah.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Dony Oskaria Soroti Kepastian Hukum Transformasi BUMN


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, memimpin Focus Group Discussion (FGD) terkait penataan BUMN dan anak usaha BUMN di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026. Forum ini mempertemukan pemerintah, aparat penegak hukum, dan pengelola BUMN untuk menyamakan perspektif soal kepastian hukum serta mitigasi risiko transformasi korporasi.

FGD bertajuk “Perspektif Hukum atas Strategic Alignment Program Penataan BUMN & Anak Usaha BUMN: Kepastian Hukum, Tata Kelola, dan Mitigasi Risiko” itu turut menghadirkan Wakil Menteri Hukum Republik Indonesia, Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), serta Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel).

Dalam beberapa tahun terakhir, isu restrukturisasi BUMN memang kerap memunculkan perdebatan. Di sejumlah perusahaan pelat merah, proses konsolidasi bisnis sering tersendat karena tarik-menarik kepentingan dan persoalan regulasi. Situasi itu membuat pemerintah mulai menaruh perhatian lebih besar pada aspek kepastian hukum.

Dony Oskaria mengatakan transformasi BUMN tak cukup hanya mengejar pertumbuhan bisnis. Menurut dia, proses penataan juga harus berjalan transparan dan memiliki landasan hukum yang jelas.

“Transformasi BUMN tidak hanya berfokus pada penguatan bisnis, tetapi juga memastikan seluruh proses berjalan dengan kepastian hukum, tata kelola yang baik, dan mitigasi risiko yang terukur,” ujar Dony dalam forum tersebut.

Tata Kelola Jadi Sorotan Utama

FGD itu menjadi ruang koordinasi lintas institusi untuk membangun pola pengawasan yang lebih terukur dalam penataan BUMN dan anak usaha BUMN. Pemerintah ingin setiap kebijakan strategis memiliki perlindungan hukum yang kuat sekaligus tetap menjaga prinsip good corporate governance.

Di kalangan pelaku usaha negara, kekhawatiran terhadap risiko hukum memang masih terasa. Seorang pejabat BUMN yang pernah ditemui Tempo beberapa waktu lalu bahkan mengaku banyak direksi kini lebih berhati-hati mengambil keputusan bisnis besar karena khawatir terseret persoalan hukum di kemudian hari.

Karena itu, sinkronisasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan pengelola BUMN dinilai penting agar proses transformasi tidak berjalan setengah hati. Pemerintah berharap penataan perusahaan negara dapat berlangsung lebih profesional, prudent, dan berorientasi jangka panjang.

Transformasi BUMN Diarahkan Lebih Kompetitif

BP BUMN bersama Danantara Indonesia menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi lintas kelembagaan untuk mendukung daya saing BUMN di tengah tekanan ekonomi global. Penataan korporasi dinilai menjadi langkah penting agar perusahaan pelat merah lebih adaptif menghadapi perubahan bisnis.

Selain memperkuat struktur usaha, pemerintah juga ingin memastikan transformasi BUMN memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 
  


Share:

Glodon Indonesia Dorong AI 5D BIM, Proyek Konstruksi Diburu Efisiensi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Transformasi digital mulai bergerak serius di industri konstruksi nasional. Glodon Indonesia memperkenalkan integrasi Artificial Intelligence (AI) dan 5D Building Information Modeling (BIM) dalam forum AEC Connect Day 2026 di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Di tengah proyek infrastruktur yang makin kompleks dan biaya pembangunan yang terus naik, teknologi konstruksi digital kini tidak lagi dianggap sekadar pelengkap seminar. Industri mulai membutuhkannya untuk menekan kesalahan hitung, mempercepat pekerjaan, dan menjaga efisiensi proyek.

Beberapa tahun lalu, seorang quantity surveyor di proyek gedung bertingkat Jakarta harus begadang dua malam hanya untuk menghitung ulang revisi tulangan. Perubahan kecil pada gambar struktur membuat volume pekerjaan berubah total. Ketika data proyek tersebar di banyak file berbeda, risiko salah hitung membesar.

Situasi itu masih sering terjadi di lapangan. Karena itu, pembahasan AI, BIM, dan Common Data Environment dalam forum tersebut terasa lebih dekat dengan kebutuhan industri dibanding jargon teknologi semata.

AI dan 5D BIM Masuk ke Proses Perhitungan Proyek

Vice Country Director Glodon Indonesia, Florentia Edrea, mengatakan AEC Connect Day 2026 menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri konstruksi.

“Sebagai salah satu acara penting di industri AEC di Indonesia, kegiatan ini akan mempertemukan para pemimpin industri dari sektor publik dan swasta untuk mengeksplorasi bagaimana inovasi digital membentuk masa depan konstruksi,” ujar Florentia.

Dalam agenda itu, Glodon Indonesia juga meluncurkan QuantifAI, platform 2-in-1 QTO Global Version yang menggabungkan AI dan 5D BIM untuk mendukung pengelolaan biaya proyek.

Teknologi tersebut memungkinkan gambar AutoCAD dibaca otomatis oleh sistem AI. Data tulangan kemudian langsung dihitung hingga menghasilkan quantity take-off, bar bending schedule, sampai pola potong material dengan limbah paling minimal.

Florentia mengatakan efisiensi waktu menjadi salah satu keunggulan utama. Berdasarkan pengalaman pengguna sejak tahun lalu, proses perhitungan dapat berlangsung lima hingga tujuh kali lebih cepat dibanding metode konvensional.

“Kalau dibandingkan manual, pastinya jauh lebih cepat lagi,” katanya.

Industri Konstruksi Mulai Mengejar Akurasi Data

Di lapangan, persoalan konstruksi kerap muncul dari revisi desain mendadak, perubahan volume material, hingga pembengkakan biaya yang terlambat terdeteksi.

Seorang konsultan proyek yang hadir dalam forum itu mengaku pernah menghadapi keterlambatan pembangunan hanya karena perubahan volume pekerjaan tidak langsung tercatat dalam sistem proyek.

Glodon Indonesia menilai integrasi AI dan BIM bisa menjadi solusi untuk memperbaiki pengawasan biaya secara real time sekaligus meningkatkan akurasi pekerjaan.

Selain meluncurkan QuantifAI, perusahaan juga menggandeng Direktorat Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dalam Indonesia National 5D BIM Competition 2026.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat standar quantity surveying berbasis BIM, meningkatkan transparansi biaya proyek, dan memperbaiki tata kelola konstruksi nasional yang selama ini masih menghadapi persoalan efisiensi.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 





Share:

Glodon dan PUPR Percepat AI 5D BIM Konstruksi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Glodon Indonesia bersama Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia mempercepat transformasi digital sektor konstruksi melalui penerapan Artificial Intelligence (AI), 5D BIM, dan Common Data Environment (CDE) dalam ajang Glodon Indonesia AEC Days 2026 di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Forum itu bukan sekadar peluncuran teknologi baru. Pemerintah dan pelaku industri mulai mengakui digitalisasi konstruksi sebagai kebutuhan mendesak di tengah proyek infrastruktur yang makin kompleks, mahal, dan melibatkan ribuan data lintas sektor.

Head of Data and Information Division Ministry of Public Works Indonesia, Komang Sri Hartini, mengatakan percepatan transformasi digital mulai terasa sejak pandemi Covid-19 dan pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN.

“Digitalisasi infrastruktur bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kami harus membangun manajemen data yang efisien, transparan, dan berkelanjutan,” ujar Komang Sri Hartini.

Menurut dia, proyek IKN menjadi titik balik pengelolaan data konstruksi nasional. Dari sana, pemerintah mulai membangun standarisasi data digital dan pola kolaborasi lintas sektor berbasis BIM.

Tantangan Digitalisasi Konstruksi Indonesia

Komang mengakui transformasi digital tak berjalan mulus. Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan sekitar 75 ribu data infrastruktur yang harus dipantau secara bersamaan.

Di lapangan, persoalan sering muncul karena data proyek tersebar di banyak sistem. Seorang pengawas proyek yang hadir dalam forum itu bahkan bercerita pernah mengejar revisi gambar konstruksi lewat grup percakapan hingga tengah malam karena dokumen tidak terintegrasi.

Masalah semacam itu membuat implementasi BIM, CDE, dan AI menjadi semakin penting. Lewat sistem terpusat, pemerintah dapat memantau progres proyek, membaca potensi risiko, hingga mengevaluasi kinerja konstruksi secara real time.

“Semua pemangku kepentingan bekerja dalam basis data yang sama. Itu membuat pengambilan keputusan jauh lebih cepat,” kata Komang.

Glodon Luncurkan QuantifAI dan Kompetisi AI 5D BIM

Vice Country Director Glodon Indonesia, Florentia Edrea, mengatakan perusahaan kini mengembangkan teknologi 5D BIM berbasis AI melalui produk terbaru bernama Glodon QuantifAI, solusi digital terbaru dalam bentuk 2-in-1.

Teknologi itu diklaim mampu membaca berbagai format gambar konstruksi di Indonesia dan membantu penghitungan volume material lebih akurat. Sistem tersebut juga terhubung dengan kontrol penggunaan material di lapangan.

“Tujuan utamanya membuat proyek lebih efisien, lebih menguntungkan, dan mengurangi kesalahan pekerjaan,” ujar Florentia.

Dalam acara itu, Glodon dan Kementerian Pekerjaan Umum juga meluncurkan AI 5D BIM Master Challenge 2026 dengan target 1.500 peserta dari kalangan mahasiswa, quantity surveyor, hingga profesional konstruksi.

Direktur Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi Republik Indonesia, Kimron Manik, mengatakan tenaga kerja konstruksi Indonesia tak bisa lagi menghindari perubahan teknologi.

“Suka atau tidak suka, pelaku konstruksi Indonesia dipaksa mengikuti perkembangan teknologi digital,” ujar Kimron.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Gejolak Timur Tengah Picu Kenaikan Biaya Umrah di Riau


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kenaikan harga tiket pesawat akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah mulai menekan biaya perjalanan ibadah umrah di Indonesia. Di Provinsi Riau, harga paket umrah musim 1448 Hijriah diperkirakan melonjak hingga Rp5-6 juta per jamaah.

Lonjakan itu dipicu kenaikan harga avtur serta melemahnya kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang mendekati Rp17.500 per dolar AS. Dampaknya merembet ke hampir seluruh komponen perjalanan umrah, mulai tiket pesawat hingga hotel di Arab Saudi.

Situasi tersebut membuat puluhan pemilik travel umrah di Pekanbaru berkumpul pada Senin, 11 Mei 2026. Mereka mencoba mencari jalan keluar di tengah kenaikan tarif maskapai yang dinilai mulai memberatkan jamaah.

Travel Umrah di Riau Mulai Tertekan

Pertemuan para pelaku usaha travel itu turut dihadiri owner Riau Wisata Hati, HM Dawood, yang juga dikenal sebagai wholesaler tiket Batik Air.

Dalam forum tertutup tersebut, mayoritas travel mengaku mulai kesulitan menjaga harga paket tetap stabil. Sebagian bahkan harus menghitung ulang biaya keberangkatan jamaah yang sudah lama mendaftar.

“Kami memahami situasi geopolitik di Timur Tengah memang berdampak pada kenaikan bahan bakar pesawat. Namun kenaikan harga tiket yang dirilis maskapai sangat memberatkan travel maupun jamaah,” ujar salah seorang pemilik travel di Pekanbaru, Senin, 11 Mei 2026.

Di sejumlah kantor travel, suasana mulai berubah. Biasanya calon jamaah sibuk membahas jadwal manasik atau pilihan hotel dekat Masjidil Haram. Kini, pertanyaan paling sering muncul justru soal tambahan biaya keberangkatan.

Rupiah Melemah, Biaya Operasional Ikut Naik

Tidak hanya tiket pesawat, pelemahan rupiah ikut menambah tekanan pada biaya hotel, transportasi darat, dan konsumsi jamaah selama berada di Tanah Suci.

Muhammad Dawood mengatakan pihaknya memahami keresahan travel umrah di Riau dan akan mencoba menyampaikan aspirasi tersebut kepada maskapai.

“Saya akan mencoba mengomunikasikan aspirasi rekan-rekan travel kepada pihak maskapai,” kata Dawood.

Meski keberatan dengan kenaikan tarif, sebagian besar travel memilih tetap memberangkatkan jamaah sesuai jadwal. Mereka menilai penundaan keberangkatan justru berisiko memicu kenaikan biaya lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan.

Para pelaku usaha juga meminta jamaah memahami kondisi global yang sedang terjadi. Sebab, kenaikan biaya umrah saat ini dinilai bukan semata persoalan internal maskapai atau travel, melainkan efek berantai konflik geopolitik dan tekanan ekonomi global.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

MIRA Catat Rugi Rp9,1 Miliar di Tengah Tekanan Transportasi


Duta Nusantara Merdeka   Jakarta 
PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) mencatat penurunan pendapatan sepanjang 2025 di tengah tekanan bisnis transportasi darat dan angkutan barang. Dalam Paparan Publik di Jakarta, Rabu, 11 Mei 2026, perusahaan membukukan pendapatan bersih Rp63.279 juta atau turun 4,2 persen dibandingkan 2024 yang mencapai Rp66.023 juta.

Direktur MIRA, Darminto, mengatakan penurunan pendapatan belum sepenuhnya menekan operasional perusahaan. Perseroan masih mampu memperbaiki laba bruto secara signifikan menjadi Rp7.361 juta, dari sebelumnya hanya Rp128 juta pada 2024. Namun, rugi tahun berjalan justru meningkat menjadi Rp9.178 juta.

Tekanan Bisnis Transportasi Masih Terasa

Di sektor transportasi darat, kondisi seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Pelaku industri kerap menghadapi biaya operasional yang bergerak cepat, mulai dari harga suku cadang hingga beban logistik yang terus naik. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan angkutan juga dipaksa lebih disiplin mengatur arus kas.

MIRA mencatat EBITDA turun menjadi Rp5.149 juta dibandingkan Rp6.096 juta pada tahun sebelumnya. Meski demikian, rugi usaha membaik dari Rp4.644 juta menjadi Rp4.131 juta.

“Perseroan tetap optimis akan keberlangsungan industri transportasi darat mengingat pertumbuhan perekonomian sangat membutuhkan peran transportasi angkutan barang,” ujarnya.

Di sisi neraca, total aset perusahaan mencapai Rp233.564 juta. Nilai tersebut terdiri dari aset lancar Rp35.068 juta dan aset tidak lancar Rp198.496 juta. Adapun total liabilitas tercatat Rp88.227 juta dengan ekuitas sebesar Rp145.337 juta.

Infrastruktur Jadi Andalan Pertumbuhan

Manajemen MIRA menilai peluang industri transportasi truk masih terbuka lebar, terutama untuk distribusi material konstruksi dan semen. Pemerintah yang masih mendorong pembangunan infrastruktur dinilai menjadi ruang tumbuh baru bagi bisnis angkutan barang.

Perseroan juga mulai menata ulang jalur distribusi agar lebih efisien. Strategi itu ditempuh lewat peningkatan utilisasi armada, pembukaan rute baru, hingga pengendalian biaya administrasi dan operasional.

Rasio laba bruto terhadap pendapatan bersih ikut melonjak menjadi 11,63 persen dari sebelumnya 0,19 persen. Namun current ratio perusahaan masih berada di level 0,68, mencerminkan tekanan likuiditas jangka pendek yang belum sepenuhnya pulih.

Bagi industri transportasi, efisiensi kini bukan lagi sekadar pilihan tambahan. Banyak operator truk mulai sadar, keuntungan kecil tetap bisa bertahan jika biaya berhasil ditekan secara ketat.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Menkeu Purbaya Kejar Harta WNI di Luar Negeri hingga Akhir Tahun


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi tenggat hingga enam bulan bagi warga negara Indonesia yang masih menyimpan hartanya di luar negeri untuk segera membawa dana tersebut ke Indonesia dan melaporkan kewajiban pajaknya. Kebijakan itu disampaikan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin, 11 Mei 2026.

Purbaya menegaskan langkah tersebut bukan bagian dari program pengampunan pajak atau tax amnesty baru. Pemerintah, kata dia, hanya memberi ruang transisi agar wajib pajak mematuhi prosedur perpajakan secara normal hingga akhir tahun.

“Kalau mereka nanti punya uang di luar negeri, enggak cepat-cepat dimasukin, saya kasih waktu sampai akhir tahun,” ujar Purbaya.

Pemerintah Perketat Pengawasan Harta di Luar Negeri

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap kepatuhan pajak dan perluasan basis penerimaan negara. Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas pajak memang semakin agresif memanfaatkan pertukaran data keuangan lintas negara.

Di kalangan pelaku usaha, isu pemeriksaan pajak sering memunculkan kecemasan lama. Seorang konsultan pajak di kawasan Sudirman bahkan mengaku telepon kantornya ramai sejak pagi hanya untuk memastikan tidak ada “tax amnesty jilid baru”.

Namun Purbaya buru-buru meluruskan persepsi tersebut. Ia memastikan peserta Program Pengungkapan Sukarela atau PPS yang telah melaporkan asetnya tidak akan diperiksa ulang secara menyeluruh.

“Yang sudah tax amnesty enggak akan digali-gali lagi,” kata dia.

Menurut Purbaya, pemerintah hanya akan menelusuri wajib pajak yang belum mengungkapkan hartanya secara benar, terutama terkait komitmen repatriasi dana atau pemulangan aset dari luar negeri ke Indonesia.

Peserta Tax Amnesty Diminta Tak Panik

Purbaya juga meminta pengusaha tidak panik menghadapi kebijakan itu. Ia menegaskan Kementerian Keuangan tidak sedang memburu seluruh peserta tax amnesty untuk diaudit kembali.

“Kalau untuk saya sih begitu tax amnesty sudah selesai, yang dikejar adalah yang belum mengungkapkan dengan sesungguhnya,” ujarnya.

Ia menambahkan strategi pemerintah saat ini lebih diarahkan pada perluasan basis pajak ketimbang sekadar mengejar wajib pajak lama. Pendekatan itu, menurut dia, penting agar penerimaan negara tumbuh lebih sehat.

“Kita akan perluas tax base, bukan itu caranya meningkatkan pendapatan pajak. Jadi, kita tidak akan berburu di kebun binatang,” kata Purbaya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Hari Pendidikan Nasional, KPK Dorong Pelajar Bikin Film Antikorupsi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
ACFFEST bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Perpustakaan Nasional RI menggelar pemutaran film serta diskusi antikorupsi dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2026 di Gedung Perpusnas, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan itu menyasar pelajar sebagai target utama kampanye integritas dan pendidikan karakter antikorupsi.

Tiga film yang diputar dalam kegiatan tersebut yakni “Sandal Bupati”, “Tumbuhlah!”, dan “Ada yang Salah dengan Cinta”. Selain pemutaran film, acara juga diisi diskusi bersama pejabat KPK, Pemprov DKI Jakarta, serta pengelola Perpustakaan Nasional RI.

Perpusnas Dorong Literasi dan Pendidikan Sepanjang Hayat

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara, Dra. Adriati, menyebut Perpusnas merupakan “rumah ilmu pengetahuan” yang terbuka bagi seluruh masyarakat.

“Ini adalah rumah kita semua. Silakan bapak dan ibu, adik-adik untuk berkegiatan apa saja di sini,” ujar Adriati.

Ia menjelaskan, Perpusnas memiliki lebih dari 2,5 juta judul koleksi dengan hampir 9,8 juta eksemplar. Koleksi tersebut meliputi buku, surat kabar, majalah, film, musik, hingga arsip digital seperti iPusnas dan Khastara.

Di tengah derasnya konsumsi konten digital singkat, suasana Perpusnas justru menghadirkan pengalaman berbeda. Pengunjung masih bisa melihat pelajar duduk berjam-jam membaca atau sekadar berburu sudut tenang di antara rak-rak buku tinggi.

Adriati juga mengingatkan pentingnya menjaga koleksi buku. “Kalau buku hilang, tidak ada penggantinya,” katanya.

KPK Soroti Regenerasi Koruptor Muda

Inspektur DKI Jakarta Danis Sukma mengatakan pendidikan antikorupsi harus dimulai sejak dini karena praktik korupsi dapat menghancurkan negara meski memiliki sumber daya melimpah.

Menurut dia, film menjadi media efektif membangun kesadaran integritas karena mampu mempengaruhi cara pandang generasi muda.

“Film akan mengubah mindset bahwa korupsi akan menghancurkan suatu bangsa,” ujar Danis.

Sementara itu, Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI Wawan Wardiana menyoroti munculnya fenomena koruptor usia muda. Ia menyebut penindakan hukum saja tidak cukup menghentikan praktik korupsi.

“Sekarang koruptor termuda usianya 22 tahun. Artinya regenerasi koruptor berjalan,” kata Wawan.

Karena itu, KPK memperkuat jalur pendidikan melalui kampanye nilai integritas “JUMAT BERSEPEDA KAK”, yang mencakup nilai jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras.

ACFFEST Jadi Ruang Kreatif Pelajar

KPK juga membuka kesempatan bagi pelajar mengikuti kompetisi film pendek dalam program Anti-Corruption Film Festival atau ACFFEST hingga akhir Mei 2026.

Wawan mengatakan pelajar tidak perlu takut soal keterbatasan alat produksi. Banyak film pendek ACFFEST dibuat hanya menggunakan telepon genggam.

“Yang penting esensinya, isinya tentang nilai kejujuran dan integritas,” ujarnya.

Bagi KPK, festival ini bukan sekadar lomba film. ACFFEST diposisikan sebagai gerakan sosial untuk membangun budaya antikorupsi melalui medium yang dekat dengan generasi muda.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Agustatius Sitepu Tekankan Amanah dalam Sertijab Kasiter


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Komando Resor Militer 031/Wira Bima menggelar serah terima jabatan Kepala Seksi Teritorial Kasrem 031/WB di Pekanbaru, Senin, 11 Mei 2026. Acara dipimpin langsung Danrem 031/WB Brigjen TNI Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han.

Pergantian jabatan dari Kolonel Inf N. Wahyu Nugroho S.E kepada Kolonel Kav. Nanang Siswoko ST berlangsung sederhana, namun sarat pesan mengenai regenerasi kepemimpinan dan kesinambungan pengabdian di tubuh TNI AD.

Danrem 031/WB Tekankan Tanggung Jawab Jabatan

Acara sertijab dihadiri Kasrem 031/WB, para kepala seksi, Dandim 0301, perwira, prajurit, hingga anggota Persit. Suasana terlihat hangat sejak awal kegiatan.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Agustatius Sitepu menegaskan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian penting dalam dinamika organisasi militer. Menurut dia, rotasi dilakukan untuk menjaga ritme organisasi tetap sehat dan adaptif.

“Jabatan adalah amanah sekaligus bentuk kepercayaan pimpinan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan loyalitas,” ujar Danrem.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kolonel Inf N. Wahyu Nugroho S.E atas kontribusi dan pengabdiannya selama bertugas di Korem 031/WB.

Di lingkungan militer, pergantian pejabat memang bukan sekadar formalitas administrasi. Ada proses adaptasi, kesinambungan program, hingga kepercayaan antaranggota yang ikut dibangun perlahan.

Momen seperti ini biasanya terasa paling hangat saat sesi ramah tamah. Beberapa prajurit tampak berbincang santai sambil mengenang pengalaman bertugas bersama pejabat lama.

Kasiter Baru Diminta Perkuat Sinergi Teritorial

Kepada pejabat baru, Kolonel Kav. Nanang Siswoko ST, Danrem meminta agar segera menyesuaikan diri dengan pola kerja dan melanjutkan program yang telah berjalan.

Menurut Agustatius Sitepu, peran teritorial memiliki posisi penting dalam menjaga hubungan TNI dengan masyarakat, termasuk memperkuat stabilitas wilayah.

Suasana kekeluargaan terlihat menonjol sepanjang kegiatan berlangsung. Tidak banyak seremoni berlebihan, tetapi nuansa soliditas antar personel terasa cukup kuat.

“Dengan terlaksananya sertijab ini, diharapkan Kasiter yang baru dapat membawa semangat baru serta terus meningkatkan sinergi teritorial demi mendukung tugas-tugas Korem 031/WB ke depan,” kata Danrem.

Acara kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah bersama keluarga besar Korem 031/WB sebagai bagian mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan satuan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini