Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

PN Jakpus Kabulkan Sebagian Gugatan CMNP, Ini Dampaknya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan sebagian gugatan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) terhadap Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo dan PT MNC Asia Holding Tbk, di Jakarta, Rabu (22 April 2026). Sengketa lama sejak 1999 itu berujung kewajiban ganti rugi USD 28 juta plus bunga.

Putusan perkara Nomor 142/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst ini juga menetapkan ganti rugi immateriil Rp50 miliar. Juru Bicara PN Jakpus Sunoto menegaskan, majelis hakim menemukan adanya perbuatan melawan hukum dalam transaksi tersebut.

Akar Sengketa dan Putusan Hakim

Perkara ini berawal dari transaksi penukaran Medium Term Note dan obligasi CMNP dengan 28 lembar Negotiable Certificate of Deposit (NCD) milik PT Bank Unibank Tbk pada 1999. Instrumen itu kemudian gagal dicairkan.

Majelis hakim yang diketuai Fajar Kusuma Aji menilai transaksi tersebut bukan jual-beli, melainkan tukar-menukar sebagaimana Pasal 1541 KUHPerdata. Dari sini, tanggung jawab hukum para tergugat mulai ditarik lebih jauh.

Saya teringat percakapan dengan seorang analis pasar beberapa tahun lalu. Ia menyebut instrumen seperti NCD sering terlihat “aman di atas kertas, tapi rapuh saat diuji likuiditas”. Kasus ini seperti mengonfirmasi kekhawatiran itu.

Hakim juga menegaskan bahwa pihak yang menawarkan NCD semestinya memahami ketentuan Bank Indonesia. Instrumen tersebut dinilai tidak memenuhi regulasi, sebagaimana pernah ditegaskan Mahkamah Agung dalam putusan sebelumnya.

Dampak dan Doktrin Hukum yang Dipakai

Yang menarik, majelis menerapkan doktrin piercing the corporate veil. Artinya, tanggung jawab tidak berhenti di korporasi, tetapi bisa menembus ke individu di baliknya jika terbukti ada itikad tidak baik.

Putusan ini sekaligus memberi sinyal keras bagi praktik bisnis lama yang abu-abu. Dalam beberapa diskusi redaksi, isu ini kerap muncul: apakah direksi benar-benar bisa berlindung di balik badan hukum? Jawaban hakim kali ini cukup tegas—tidak selalu.

Namun, tidak semua tuntutan dikabulkan. Permintaan bunga majemuk 2 persen per bulan ditolak karena dinilai tidak proporsional. Hakim menetapkan bunga 6 persen per tahun sebagai angka yang lebih realistis.

Permohonan uang paksa dan pelaksanaan putusan serta-merta juga ditolak. Majelis merujuk pada yurisprudensi Mahkamah Agung untuk menjaga keseimbangan putusan.

“Putusan ini merupakan hasil pemeriksaan independen berdasarkan fakta persidangan dan alat bukti,” ujar Sunoto.

Sebagai putusan tingkat pertama, para pihak masih memiliki waktu 14 hari untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

TMMD ke-128 Kodim Bengkalis Dorong Percepatan Pembangunan Desa


Duta Nusantara Merdeka | Bengkalis 
Pembukaan program TMMD ke-128 Kodim 0303/Bengkalis digelar di Bengkalis, Rabu (22 April 2026), dengan fokus percepatan pembangunan desa. Kegiatan ini mempertemukan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam satu agenda kolaboratif.

Komandan Korem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menegaskan, TMMD ke-128 Bengkalis bukan sekadar proyek fisik. Program ini diarahkan untuk memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.

TMMD ke-128 Bengkalis dan Fokus Pembangunan Desa

Program TMMD ke-128 Kodim Bengkalis menyasar pembangunan infrastruktur dasar, mulai dari pembukaan jalan hingga perbaikan rumah tidak layak huni. Kegiatan sosial dan penyuluhan juga menjadi bagian utama.

Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menyebut, percepatan pembangunan desa membutuhkan kolaborasi lintas sektor. “Program TMMD ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga membangun semangat kebersamaan,” ujarnya.

Di sejumlah daerah, pola seperti ini terbukti efektif. Saya pernah meliput program serupa di wilayah Sumatera beberapa tahun lalu. Jalan desa yang awalnya sulit dilalui berubah menjadi akses ekonomi baru dalam hitungan bulan.

Hal serupa diharapkan terjadi di Bengkalis. Infrastruktur yang dibangun bukan sekadar proyek jangka pendek, tetapi pintu masuk bagi aktivitas ekonomi warga.

Dampak Sosial dan Penguatan Gotong Royong

Selain pembangunan fisik, TMMD ke-128 Bengkalis juga menargetkan penguatan nilai sosial. Gotong royong kembali didorong sebagai fondasi utama pembangunan desa.

“Gotong royong adalah budaya bangsa yang harus terus kita jaga,” kata Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu. Ia menilai keterlibatan warga menjadi faktor penentu keberhasilan program.

Dalam banyak kasus, proyek pembangunan sering tersendat karena minim partisipasi masyarakat. Di sinilah pendekatan TMMD menjadi berbeda—warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama.

Saya masih ingat obrolan dengan kepala desa di Riau yang mengatakan, “Kalau warga ikut bangun, mereka juga ikut menjaga.” Logika sederhana ini sering luput dalam proyek pembangunan konvensional.

Program TMMD ke-128 Kodim Bengkalis diharapkan selesai tepat waktu. Lebih dari itu, hasilnya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat ketahanan wilayah.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Yadea Buka Dealer Pekanbaru, Dorong Tren Motor Listrik


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, Yadea, memperluas jaringan di Indonesia dengan membuka dealer baru di Jalan Durian, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Rabu (22/4/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi agresif Yadea di pasar motor listrik nasional, sekaligus menjawab tren kendaraan ramah lingkungan yang terus tumbuh.

Ekspansi Yadea Pekanbaru Dorong Akses Motor Listrik

Peresmian dealer ditandai pemotongan pita oleh Partner Yadea Riau, Ricky Hendrikson, bersama Direktur Operasional Yadea Pekanbaru, Nata Hedy Nyo SE SH MH.

Dealer ini mengusung konsep layanan terpadu, mulai dari penjualan, penyediaan suku cadang, hingga servis. Model seperti ini kini jadi standar baru di industri kendaraan listrik.

“Sepeda motor listrik Yadea menawarkan fitur canggih, desain menawan, serta biaya perawatan rendah,” ujar Nata Hedy Nyo di Pekanbaru, Rabu (22/4/2026).

Ia menambahkan, kehadiran dealer ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang ingin kendaraan efisien tanpa meninggalkan aspek gaya.

Beberapa waktu lalu, saya sempat berbincang dengan pengguna motor listrik di Jakarta. Keluhan utamanya sederhana: akses servis masih terbatas. Kehadiran dealer seperti ini jelas menjawab persoalan tersebut.

Produk Variatif dan Strategi Harga Kompetitif

Yadea menawarkan 11 tipe kendaraan, mulai dari sepeda listrik harga Rp4 jutaan hingga motor listrik seperti Velax-H dan RS20 di kisaran Rp15 jutaan.

Ada pula tipe roda tiga ETO31 yang menyasar kebutuhan usaha, seperti distribusi galon dan operasional perkebunan. Segmentasi ini menunjukkan Yadea tak hanya mengejar pasar ritel.

Untuk menarik minat awal, Yadea memberikan potongan harga hingga Rp1 juta hingga 31 April 2026. Selain itu, tersedia program servis gratis lintas merek pada 23–24 April.

Area Sales Manager Yadea Riau, Jan, memastikan dukungan purna jual menjadi prioritas. “Kami menjamin ketersediaan komponen dan garansi baterai minimal dua tahun,” ujarnya.

Target Ekspansi dan Prospek Pasar

Yadea menargetkan lima dealer di Pekanbaru dan sepuluh di seluruh Riau. Saat ini, dua dealer sudah beroperasi.

Ricky Hendrikson menilai potensi pasar masih terbuka lebar. “Yadea adalah simbol gaya hidup baru yang menggabungkan desain dan teknologi,” katanya.

Data tren global menunjukkan adopsi kendaraan listrik terus meningkat. Di level lokal, tantangan terbesar bukan lagi harga, melainkan infrastruktur dan kepercayaan konsumen.

Dengan ekspansi jaringan dan layanan, Yadea mencoba menutup celah itu. Jika konsisten, pasar motor listrik di daerah seperti Riau bisa tumbuh lebih cepat dari perkiraan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Laba DKFT Lonjak 38%, Fokus Efisiensi dan Margin


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatat lonjakan kinerja sepanjang 2025. Laba bersih naik 38,44% menjadi Rp574,39 miliar. Hal tersebut disampaikan Direktur DKFT, Yohanes Supriady dalam Public Expose di Jakarta, Rabu (22/04/2025),

Pendapatan tumbuh moderat 7,87% ke Rp1,576 triliun, namun efisiensi biaya mendorong margin. Perusahaan mulai menggeser strategi dari ekspansi volume ke optimalisasi profitabilitas pada 2026.

Kinerja Keuangan Melonjak, Efisiensi Jadi Kunci

Kombinasi kenaikan pendapatan dan penurunan beban pokok 4,48% membuat laba kotor melesat 24,11% menjadi Rp783,59 miliar. Beban usaha dan pajak ikut ditekan 3,37%.

Dampaknya terasa langsung. Laba per saham naik tajam 56,63% menjadi Rp104,02. Ini sinyal kuat bahwa efisiensi bukan sekadar jargon, melainkan eksekusi nyata di lapangan.

Neraca Menguat, Likuiditas Lebih Longgar

Dari sisi fundamental, kas melonjak 40% menjadi Rp723,90 miliar. Total aset naik 22% ke Rp3,09 triliun, sementara ekuitas tumbuh 45% menjadi Rp1,23 triliun.

Menariknya, liabilitas jangka panjang turun 6%. Ini mengindikasikan upaya deleveraging—langkah yang jarang diambil agresif saat kinerja sedang naik.


Bagi investor ritel, angka-angka ini biasanya jadi “alarm hijau”. Struktur modal yang sehat memberi ruang ekspansi tanpa tekanan utang berlebih.

Operasional: Penjualan Melampaui Produksi

Produksi bijih nikel relatif stagnan di 2,93 juta ton. Namun penjualan melonjak 16,60% menjadi 3,03 juta ton. Artinya, perusahaan agresif mengoptimalkan stok.

Segmen batu kapur bahkan melesat. Produksi naik 165,79% dan penjualan tumbuh 73,96%. Ini mulai terlihat sebagai sumber pertumbuhan baru.

Proyeksi 2026: Volume Turun, Laba Tetap Naik

DKFT memproyeksikan volume penjualan turun 36,4% menjadi 1,93 juta ton pada 2026. Pendapatan relatif stagnan di kisaran Rp1,57 triliun.

Namun laba bersih justru diperkirakan naik 9,49% menjadi Rp628,89 miliar. EBITDA ikut meningkat. Strateginya jelas: margin lebih penting daripada tonase.

Pendekatan ini mengingatkan pada pergeseran industri tambang global—lebih selektif, fokus kualitas, bukan sekadar kuantitas.

Strategi dan ESG: Fondasi Jangka Panjang

Perusahaan menyiapkan tiga fokus utama: peningkatan kapasitas, penambahan cadangan melalui eksplorasi dan akuisisi IUP, serta optimalisasi operasi.

Di sisi ESG, DKFT mulai lebih terstruktur. Penanaman 110.800 pohon, penggunaan alat listrik, hingga proyek PLTS menjadi bagian transisi energi.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Kinerja MINE 2025 Naik, Aset Melonjak


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) mencatat kinerja 2025 tumbuh solid. Dalam Public Expose di Jakarta, Rabu (22/04/2026), pendapatan naik 11,8% menjadi Rp2,36 triliun.

Pertumbuhan ini ditopang ekspansi proyek tambang nikel dan penguatan aset. Laba komprehensif mencapai Rp200,83 miliar, mencerminkan aktivitas operasional yang semakin intens sepanjang tahun.

Ekspansi Proyek Dorong Kinerja 2025

Direktur Utama PT Sinar Terang Mandiri Tbk, Ivo Wangarry, menilai capaian ini bukan kebetulan. Perusahaan, kata dia, konsisten menjaga momentum di tengah tekanan industri tambang.

“Kami bersyukur Perseroan terus menjaga pertumbuhan pendapatan dan memperkuat struktur aset di tengah berbagai tantangan operasional,” ujar Ivo.

Aset perusahaan naik 28,6% menjadi Rp2,07 triliun. Lonjakan terutama berasal dari aset tidak lancar yang tumbuh 48,5%, seiring investasi alat berat dan infrastruktur tambang.

Mitra Strategis dan Diversifikasi Jadi Penopang

Kontributor utama pendapatan MINE berasal dari jasa penambangan sebesar Rp2,18 triliun. Sementara jasa konstruksi menyumbang Rp180,10 miliar, melonjak lebih dari 12 kali lipat.

Pendapatan terbesar datang dari PT Weda Bay Nickel, diikuti PT Hengjaya Mineralindo dan PT Sulawesi Cahaya Mineral. Ketergantungan pada mitra besar masih terlihat, tapi mulai diimbangi diversifikasi.

Ivo menegaskan, penguatan kemitraan dan ekspansi klien menjadi strategi utama. “Kami optimistis prospek industri nikel nasional masih sangat menjanjikan,” ujarnya.

Langkah ini masuk akal. Data Kementerian ESDM menunjukkan konsumsi nikel global diperkirakan naik menjadi 3,824 juta ton pada 2026, didorong kebutuhan stainless steel.

Strategi Produktivitas dan Ketahanan Bisnis

MINE menempatkan produktivitas sebagai inti strategi. Setiap aspek operasional, termasuk downtime, dipantau ketat untuk menjaga efisiensi.

Di sisi lain, perusahaan mulai mendorong diversifikasi proyek lintas komoditas. Tujuannya jelas: mengurangi risiko ketergantungan pada satu sektor.

Dalam beberapa tahun terakhir, pola ini terlihat di banyak perusahaan tambang. Yang bertahan bukan yang terbesar, tapi yang paling adaptif terhadap perubahan pasar.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Cara Efektif Mengecilkan Plak Jantung, Kunci di LDL


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Plak jantung terbentuk diam-diam selama bertahun-tahun dan kerap baru terdeteksi saat sumbatan melewati 70 persen. Pada fase ini, pasien biasanya membutuhkan pemasangan ring, bypass, atau sudah mengalami serangan jantung.

Jika belum sampai tahap intervensi, peluang masih terbuka. Dengan pendekatan tepat—menekan kolesterol jahat, meredakan peradangan, dan memperbaiki metabolisme—plak bisa distabilkan, bahkan mengecil dalam batas tertentu.

Mengapa Plak Jantung Terbentuk Diam-Diam

Proses pembentukan plak tidak instan. Ia bermula dari kadar LDL tinggi, terutama jenis kecil dan padat yang mudah menempel di dinding pembuluh darah. Kerusakan pembuluh akibat hipertensi, gula tinggi, dan rokok mempercepat proses ini.

Di tahap berikutnya, LDL teroksidasi memicu respons imun. Sel-sel imun memakannya dan berubah menjadi “sel busa”, fondasi awal plak. Seiring waktu, kalsium ikut menumpuk, membuat plak mengeras dan mempersempit aliran darah.

Saya pernah menemui seorang kerabat yang merasa sehat, rutin bekerja tanpa keluhan. Ia baru sadar setelah hasil pemeriksaan menunjukkan penyumbatan signifikan—tanpa gejala sebelumnya. Kasus seperti ini bukan pengecualian.

Cara Efektif Mengecilkan Plak Jantung dan Menstabilkannya

Kunci utama ada pada penurunan LDL. Targetnya di bawah 70 mg/dL untuk risiko tinggi, bahkan 55 mg/dL untuk risiko sangat tinggi. Pola makan menjadi fondasi: kurangi gorengan, batasi gula, dan perbanyak serat.

Dalam banyak kasus, terapi statin diperlukan. Selain menurunkan LDL, statin berfungsi menstabilkan plak agar tidak mudah pecah—pemicu utama serangan jantung. Studi besar seperti Asteroid Trial dan Saturn Trial menunjukkan penekanan LDL dapat menghentikan progresi plak.

Peradangan juga tak kalah penting. Tidur cukup, berhenti merokok, serta mengelola stres menjadi langkah sederhana tapi krusial. Pemeriksaan HS-CRP dapat memberi gambaran tingkat peradangan dalam tubuh.

Pengendalian tekanan darah dan gula darah menjaga dinding pembuluh tetap sehat. Target tekanan darah di bawah 130/80 mmHg dan gula darah puasa di bawah 100 mg/dL menjadi patokan umum.

Dampak Metabolisme dan Peran Olahraga

Trigliserid tinggi memperburuk kondisi dengan meningkatkan LDL kecil padat. Rasio trigliserid terhadap HDL di atas 2 menjadi sinyal risiko metabolik. Solusinya sederhana: kurangi karbohidrat olahan, turunkan berat badan, dan rutin berolahraga.

Jalan cepat 30 menit sehari sering diremehkan, padahal efeknya nyata. Selain memperbaiki metabolisme, olahraga membantu pembentukan pembuluh kolateral—jalur alternatif aliran darah saat terjadi sumbatan.

Intinya, plak mungkin tidak hilang total, tapi bisa dibuat stabil. Dan dalam dunia kardiovaskular, stabilitas sering kali menjadi pembeda antara hidup normal dan serangan mendadak.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Midlife Crisis Usia 40-65: Tanda, Risiko, dan Solusi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Fenomena fakta midlife crisis usia 40-65 dan dampaknya pada hubungan kembali menjadi perhatian setelah berbagai studi menunjukkan tekanan psikologis meningkat pada fase tersebut. Rentang usia 40 hingga 65 tahun disebut sebagai periode paling rentan.

Data dari Institute for Family Studies mencatat sekitar 20 persen pasangan menikah di Amerika Serikat mengaku pernah berselingkuh di usia 55 tahun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kelompok usia di bawahnya.

Gejala Midlife Crisis: Dari Jenuh hingga Cari Validasi

Midlife crisis sering tidak muncul dalam bentuk ekstrem. Ia datang pelan—rasa jenuh, kehilangan makna, hingga kebutuhan untuk diakui kembali.

Dari pengalaman, isu keluarga beberapa tahun terakhir, keluhan yang paling sering muncul bukan soal konflik besar, tapi justru hal kecil: komunikasi yang dingin dan rutinitas yang terasa monoton.

The Gottman Institute mencatat penurunan kepuasan emosional sebagai pemicu utama. Perasaan kehilangan kedekatan ini kemudian mendorong sebagian orang mencari validasi di luar hubungan.

Faktor lain juga berperan. Perubahan fisik, tekanan karier, hingga fase “empty nest” saat anak mulai mandiri membuat banyak orang merasa kehilangan peran.

Pada titik ini, midlife crisis bukan sekadar soal usia, tetapi soal transisi identitas. Banyak orang ingin “mengulang masa muda” atau mencoba hal baru untuk mengisi kekosongan.

Relasi, Pernikahan, dan Upaya Menghindari Krisis

Dampak paling nyata terlihat pada relasi rumah tangga. Rasa tidak dihargai atau tidak dicintai sering menjadi pintu masuk konflik yang lebih besar.

Namun, sejumlah pendekatan sederhana justru dianggap efektif. Memperbaiki komunikasi, menghidupkan kembali kedekatan fisik, hingga mengunjungi kembali tempat penuh kenangan menjadi cara yang sering direkomendasikan.

Saya pernah berbincang dengan pasangan yang hampir berpisah setelah 20 tahun menikah. Mereka tidak menyelesaikan masalah dengan langkah besar, tapi dari kebiasaan kecil: kembali makan malam bersama tanpa distraksi.

Selain itu, penting membangun rasa syukur terhadap kondisi saat ini. Perubahan fisik dan karier adalah keniscayaan, bukan ancaman.

Konsep lain yang mulai banyak dibicarakan adalah “legacy”—warisan nilai dan makna hidup. Fokus ini dinilai membantu individu melihat hidup lebih luas, bukan sekadar pencapaian pribadi.

Pada akhirnya, midlife crisis bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi dipahami. Ia menjadi alarm bahwa ada aspek hidup yang perlu ditata ulang, terutama dalam relasi dan makna diri.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

HUT IKAHI 73: Sunarto Tekankan Hakim Terpercaya dan Keadilan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Puncak peringatan HUT ke-73 Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) di Balairung Mahkamah Agung RI, Rabu (22/04/2026), menegaskan kembali isu krusial: pentingnya pesan Ketua MA Sunarto tentang hakim terpercaya dan keadilan rakyat.

Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, menyatakan kepercayaan publik adalah fondasi utama peradilan. Tanpa itu, otoritas hakim hanya bersifat formal dan kehilangan legitimasi sosial.

Tujuh Pesan Sunarto: Integritas hingga Humanisme

Dalam pidatonya, Prof. Dr. Sunarto merinci tujuh pesan yang terasa sederhana, tetapi menyentuh inti persoalan peradilan. Ia mengawali dari hal mendasar: kepercayaan publik sebagai napas utama lembaga hukum.

“Tanpa kepercayaan publik, kewenangan yang kita miliki hanya akan bersifat formal,” ujar Prof. Dr. Sunarto di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia lalu menguraikan kriteria hakim terpercaya, mulai dari integritas, independensi, hingga transparansi. Standar ini bukan sekadar norma, tetapi tuntutan yang makin terasa di tengah sorotan publik.

Saya teringat satu sidang terbuka yang pernah saya liput beberapa tahun lalu. Di ruang itu, bukan hanya putusan yang diuji, tapi juga gestur hakim—cara bertanya, nada bicara, bahkan jeda diam. Kepercayaan publik sering lahir dari detail-detail kecil seperti itu.

Sunarto juga menekankan pentingnya humanisme yudisial. Pendekatan hukum, menurutnya, tidak cukup berhenti pada teks aturan, tetapi harus menyentuh rasa keadilan yang hidup di masyarakat.

Hakim, Kesejahteraan, dan Tantangan Moral

Lebih jauh, Ketua MA mengaitkan langsung kualitas hakim dengan kesejahteraan rakyat. Baginya, keadilan bukan hanya soal ekonomi, melainkan akses hukum, perlindungan hak, dan kepastian yang menenangkan.

Ia menegaskan hubungan sebab-akibat yang jelas: hakim terpercaya akan melahirkan kepercayaan pada hukum, lalu menciptakan ketertiban sosial. Dari situ, kesejahteraan bisa tumbuh.

Peran IKAHI juga disorot sebagai pilar moral. Dengan fasilitas dan kesejahteraan yang sudah dijamin negara, penyimpangan tidak lagi bisa dibenarkan sebagai kebutuhan.

“Penyimpangan itu bukan lagi karena kebutuhan, tapi keserakahan dan penyalahgunaan kesempatan,” kata Sunarto.

Di sisi lain, ia mengingatkan pimpinan pengadilan untuk tetap rendah hati. Jabatan, menurutnya, bukan simbol kekuasaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Di penghujung acara, tiga komitmen ditegaskan: menjaga integritas, meningkatkan profesionalitas, dan menghadirkan putusan berkualitas. Bagi sebagian orang, ini terdengar normatif. Tapi di ruang peradilan, justru di situlah letak ujian sebenarnya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

ISPO 2025 Jadi Kunci Jawab Isu Sawit Merusak Lingkunga


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dalam forum 1st International Environment Forum (IEF) & Exhibition 2026, isu fakta regulasi sawit berkelanjutan ISPO 2026 menjadi sorotan utama. Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kuntoro Boga Andri, memaparkan arah kebijakan pemerintah di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Pemerintah menargetkan penguatan tata kelola sawit melalui hilirisasi, peningkatan produktivitas, serta pengetatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk menjawab tekanan global dan isu lingkungan.

Hilirisasi dan Target Ekspansi Sawit Nasional

Kuntoro Boga Andri menjelaskan, strategi sawit ke depan tidak lagi semata soal ekspansi lahan, melainkan integrasi hulu-hilir. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp9,7 triliun dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

“Sebagian besar, sekitar 80 persen, dialokasikan untuk bibit dan biaya tanam,” ujar Kuntoro Boga Andri.

Pemerintah juga mendapat mandat untuk meningkatkan luas tanam sawit hingga 2–5 juta hektare dalam beberapa tahun ke depan. Namun, pendekatan ini tetap mempertimbangkan aspek agroekologi dan legalitas lahan.

Saya sempat mengunjungi kebun rakyat di Kalimantan beberapa waktu lalu. Perbedaan produktivitas antara kebun rakyat dan perusahaan terlihat jelas. Ini yang kini coba dijembatani lewat kebijakan baru.

Rata-rata produktivitas sawit rakyat masih sekitar 3,8 ton per hektare, sementara swasta bisa mencapai 5 hingga 6 ton. Celah ini menjadi fokus peningkatan produksi tanpa harus membuka lahan baru secara agresif.

ISPO, Regulasi, dan Tekanan Global

Di sisi lain, masalah terbesar bukan hanya produksi, tetapi nilai tambah. Saat ini, 60–70 persen ekspor sawit masih berupa bahan mentah seperti CPO. Produk turunan justru banyak diimpor.

Kuntoro menyoroti pentingnya hilirisasi agar Indonesia tidak sekadar menjadi pemasok bahan baku. “Nilai tambahnya sangat besar jika kita kembangkan produk turunannya,” katanya.

Namun, tekanan global terus meningkat. Isu deforestasi, emisi gas rumah kaca, hingga kampanye negatif di pasar Eropa menjadi tantangan nyata industri sawit nasional.

Pemerintah merespons dengan memperkuat ISPO. Regulasi ini telah berevolusi sejak Permentan 19 Tahun 2011 hingga Perpres 16 Tahun 2025, yang kini menjadi dasar wajib bagi seluruh pelaku usaha sawit.

ISPO menetapkan prinsip keberlanjutan yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Untuk perusahaan, terdapat 43 kriteria dan 133 indikator. Sementara pekebun rakyat memiliki skema lebih sederhana.

Meski begitu, tantangan masih besar. Sertifikasi ISPO untuk perusahaan sudah mencapai lebih dari 70 persen, tetapi pekebun rakyat baru sekitar 1 persen.

Di lapangan, konflik lahan dan perizinan masih sering muncul. Kuntoro mengakui pihaknya hampir setiap hari menerima laporan terkait sengketa lahan dan masalah sosial.

Di ujung diskusi, satu hal terasa jelas: persoalan sawit bukan hitam-putih. Antara kebutuhan ekonomi, tekanan global, dan realitas lapangan, pemerintah sedang mencari titik seimbang yang tidak mudah.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

IEF 2026 Jakarta Kupas Isu Sawit dan Banjir Bandang


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, Media Perkebunan menggelar 1st International Environment Forum (IEF) & Exhibition 2026 di Jakarta, Rabu (22/04/2026). Forum ini menguji klaim lama: benarkah kelapa sawit menjadi biang kerusakan lingkungan dan banjir bandang?

Diskusi menghadirkan regulator, akademisi, dan pelaku industri untuk membedah isu sawit berbasis data. Narasi yang selama ini berkembang dinilai kerap menyederhanakan persoalan kompleks tata kelola lahan dan perubahan ekologi.

Sawit di Tengah Tuduhan dan Realitas Lapangan

Isu sawit merusak lingkungan bukan hal baru. Namun di forum ini, perspektifnya mulai digeser. Kelapa sawit tetap disebut sebagai komoditas strategis yang menopang ekonomi, membuka lapangan kerja, dan menyuplai kebutuhan pangan global.

Saya teringat obrolan dengan petani di Sumatera beberapa tahun lalu. Mereka tidak bicara soal geopolitik atau regulasi global, tapi soal harga panen dan biaya pupuk. Di level akar rumput, sawit adalah soal hidup sehari-hari.

Dr. Musdhalifah Machmud, Deputy Secretary-General CPOPC, menegaskan pendekatan berbasis data penting untuk menghindari generalisasi. “Fenomena lingkungan itu tidak bisa langsung dihakimi. Ada proses alami yang harus dipahami,” ujarnya.

Ia mencontohkan perubahan awal pembukaan lahan yang kerap memicu kekeruhan air atau perubahan aliran. Namun efek itu, menurutnya, tidak selalu permanen dan terjadi pada banyak aktivitas manusia.

Data Global dan Tantangan Keberlanjutan

Secara global, kelapa sawit menyumbang sekitar 34 persen kebutuhan minyak nabati dunia, dengan penggunaan lahan hanya sekitar 7 persen. Bandingkan dengan kedelai yang membutuhkan lahan jauh lebih luas namun kontribusinya lebih kecil.

Artinya, jika sawit digantikan komoditas lain, kebutuhan lahan bisa melonjak berkali lipat. Ini menjadi argumen utama bahwa efisiensi sawit justru penting dalam konteks lingkungan global.

Namun tantangan tetap ada. Regulasi seperti EUDR yang berlaku efektif akhir 2026 menuntut transparansi rantai pasok dan standar bebas deforestasi. Di sisi lain, penerapan ISPO dan praktik berkelanjutan di tingkat petani kecil masih belum merata.

Forum ini juga menyoroti pentingnya teknologi, termasuk pengolahan limbah POME menjadi energi dan pupuk. Pendekatan ini dinilai bisa menekan dampak lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi.

Di luar forum, saya sempat melihat label “palm oil free” di sebuah kafe di Bali. Label itu terasa sederhana, tapi menyimpan bias panjang. Di sinilah forum seperti IEF menjadi penting—untuk meluruskan narasi yang terlalu hitam-putih.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Sekawan Limo 2 Gunung Klawih Siap Ramaikan Idul Adha


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Rumah produksi Starvision dan Skak Studios memastikan film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih tayang 27 Mei 2026. Sekuel garapan Bayu Skak ini dijanjikan lebih kompleks, dengan konflik berlapis dan karakter yang diperluas.

Peluncuran trailer di XXI Metropole, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026), menegaskan arah baru film: tetap komedi, namun dengan tensi cerita yang lebih pekat dan relevan dengan realitas sosial.

Sekawan Limo 2 Gunung Klawih: Cerita Makin Berlapis

Produser Chand Parwez menyebut sekuel ini bukan sekadar pengulangan formula lama. “Semua karakter kini punya isu masing-masing, sehingga ceritanya saling terhubung dan tetap kuat secara komedi,” ujarnya.

Pernyataan itu terasa masuk akal. Dalam banyak sekuel film lokal, masalah utamanya sering klise: mengandalkan popularitas film pertama. Di sini, pendekatannya berbeda—struktur cerita diperluas, bukan sekadar dipanjangkan.

Pengalaman menonton film komedi horor Indonesia belakangan sering terasa datar. Penonton datang untuk tertawa, pulang tanpa kesan. Sekawan Limo 2 tampaknya mencoba mematahkan pola itu dengan konflik yang lebih personal.

Cerita berlanjut tiga tahun setelah film pertama. Bagas, Lenni, Juna, Andrew, dan Dicky kembali berkumpul. Momen hangat itu berubah drastis ketika keluarga Andrew terancam menjadi tumbal pesugihan.

Mereka pun menuju Gunung Klawih. Situasi makin genting saat Juna menghilang dan tersesat di dunia demit—sebuah konflik yang membuka ruang eksplorasi horor yang lebih serius.

Kritik Sosial: Godaan Jalan Pintas

Bayu Skak menanamkan pesan yang cukup tajam soal mentalitas instan. Ia menyinggung fenomena media sosial yang memamerkan kemewahan tanpa proses.

“Orang bangun tidur lihat TikTok, Instagram, lihat yang sudah punya jet pribadi. Pengennya seperti itu, tapi dengan cara instan. Itu tidak baik,” ujar Bayu.

Pesan ini terasa dekat. Dalam keseharian, narasi sukses instan memang makin dominan. Film ini mencoba menariknya ke ranah cerita, tanpa menggurui.

Menariknya, kritik sosial ini dibungkus dalam genre komedi horor—kombinasi yang jika dieksekusi tepat bisa terasa ringan sekaligus menggigit.

Film ini juga diposisikan sebagai tontonan keluarga saat momentum Idul Adha. Strategi rilis ini bukan kebetulan, melainkan upaya memanfaatkan periode libur panjang dengan basis penonton yang luas.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Pelantikan Pejabat Poltek Imipas Dorong Transformasi SDM Imigrasi


Duta Nusantara Merdeka | Tangerang 
Pelantikan pejabat Poltek Imipas menjadi langkah awal restrukturisasi pendidikan keimigrasian. Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Asep Kurnia, melantik 10 pejabat strategis di lingkungan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia di Tangerang, Senin (20/04/2026).

Agenda ini berlangsung sebagai tindak lanjut keputusan menteri terkait pemberhentian dan pengangkatan jabatan. Fokusnya jelas: memperkuat organisasi dan mempercepat transformasi pendidikan aparatur di sektor imigrasi dan pemasyarakatan.

Penguatan Struktur dan Arah Baru Poltek Imipas

Pelantikan pejabat Poltek Imipas bukan sekadar rotasi administratif. Ini bagian dari desain besar membangun institusi pendidikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan lapangan.

Sebanyak 10 pejabat yang dilantik akan mengisi posisi manajerial dan nonmanajerial. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak perubahan, terutama dalam membenahi tata kelola internal.

Asep Kurnia menegaskan, momentum ini bukan rutinitas birokrasi tahunan. “Hari ini adalah momentum awal tonggak estafet kepemimpinan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, Poltek Imipas diposisikan sebagai pabrik kader strategis. Bukan hanya mencetak lulusan teknis, tetapi juga membangun karakter dan budaya kerja yang relevan dengan tantangan global.

Saya teringat percakapan dengan seorang dosen birokrasi tahun lalu. Ia bilang, banyak lembaga pendidikan kedinasan gagal karena terlalu fokus pada teori. Poltek Imipas tampaknya ingin menghindari jebakan itu sejak awal.

Fokus Reformasi: Kurikulum hingga Budaya Kerja

Transformasi Poltek Imipas tidak berdiri di ruang kosong. Asep mengungkapkan, prosesnya sudah dimulai sejak izin program studi terbit pada Januari 2026.

Pengalihan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam penataan kelembagaan. Artinya, perubahan ini menyentuh struktur sekaligus kultur organisasi.

Ada empat fokus utama yang ditegaskan: tata kelola akuntabel, kurikulum berbasis kebutuhan lapangan, peningkatan kualitas SDM, dan sistem penjaminan mutu berkelanjutan.

Budaya kerja PRIMA—Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel—menjadi fondasi. Ini bukan jargon baru, tetapi standar yang harus terasa di pelayanan publik.

Dalam pengalaman meliput layanan imigrasi beberapa tahun lalu, keluhan publik sering berulang: lambat, kurang transparan. Jika Poltek Imipas serius, perbaikan seharusnya terasa dalam beberapa tahun ke depan.

Asep juga meminta percepatan kinerja dan kolaborasi lintas unit. Targetnya ambisius: menjadikan Poltek Imipas sebagai pusat keunggulan di lingkungan Kemenimipas.

Dampak ke Layanan Publik

Pelantikan ini berujung pada satu hal: kualitas layanan publik. Lulusan Poltek Imipas diharapkan lebih profesional, adaptif, dan berintegritas.

Jika skema ini berjalan konsisten, dampaknya bukan hanya internal birokrasi. Masyarakat akan merasakan layanan imigrasi dan pemasyarakatan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Di akhir sambutannya, Asep mengingatkan soal integritas. Pesan klasik, tapi sering menjadi titik lemah. Tanpa itu, reformasi hanya berhenti di dokumen.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Hubungan Beda Usia 51 Tahun Diana Montano Viral, Ini Faktanya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Hubungan beda usia 51 tahun yang dijalani Diana Montano (25) dengan pria bernama Edgar (76) mendadak viral di media sosial. Video yang diunggah lewat TikTok itu menembus 9,2 juta penayangan dalam waktu singkat, memicu gelombang komentar tajam sekaligus dukungan.

Unggahan tersebut memperlihatkan keduanya berdansa di depan koleksi mobil mewah, termasuk Porsche berwarna perak. Namun, alih-alih sekadar jadi tontonan ringan, video ini berubah jadi arena debat soal motif, etika, dan batasan relasi personal.

Hubungan Beda Usia Jadi Sorotan

Diana Montano tidak asing dengan konten bertema hubungan beda usia. Melalui akun TikTok-nya, ia rutin membagikan momen bersama Edgar. Dalam video yang viral, keduanya tampak santai, berpelukan, bahkan berbagi ciuman.

Respons publik datang cepat dan keras. Sebagian pengguna menyebut hubungan itu “mengganggu”. Tuduhan lebih jauh bahkan mengarah pada motif ekonomi, menilai Diana hanya mengincar harta.

Komentar lain menyinggung aspek keluarga, menyarankan adanya perjanjian pranikah demi melindungi pihak Edgar. Narasi seperti ini jamak muncul ketika relasi terpaut usia ekstrem masuk ruang publik.

Saya pernah menemui kasus serupa saat meliput fenomena “sugar relationship” beberapa tahun lalu. Polanya hampir sama: publik cepat menghakimi, sementara cerita personal para pelaku seringkali lebih kompleks dari yang terlihat.

Penjelasan Diana dan Respons Publik

Diana mencoba meredam spekulasi. Ia menegaskan bahwa keputusannya murni personal. “Orang tua saya memberi kebebasan untuk memilih,” ujarnya dalam salah satu unggahan.

Ia juga menekankan alasan utama menjalin hubungan dengan Edgar adalah kepribadian. Menurutnya, sang pasangan bersikap baik dan pengertian—dua hal yang jarang disorot dalam perdebatan publik.

Meski begitu, angka interaksi menunjukkan betapa sensitifnya isu ini. Video tersebut mengumpulkan lebih dari 902 ribu suka, 7.800 komentar, dan dibagikan lebih dari 260 ribu kali.

Di titik ini, perdebatan tak lagi soal dua individu, melainkan benturan nilai sosial. Sebagian melihatnya sebagai hak personal, sebagian lain menganggapnya melanggar norma.

Fenomena ini mencerminkan satu hal: media sosial bukan sekadar ruang berbagi, tapi juga arena pengadilan publik yang sering kali tanpa konteks utuh.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Dream Date Idol Jepang Rp60 Juta Picu Dugaan Penipuan


Duta Nusantara Merdeka | Jepang 
Seorang pria di Jepang mengeluarkan sekitar Rp60 juta untuk paket “dream date” bersama idol Touka Toozuki. Acara itu berlangsung seharian, mencakup kunjungan ke Disneyland, makan bersama, hingga sesi foto, dengan pendamping tambahan yang diperkenalkan sebagai bodyguard.

Namun beberapa hari setelahnya, pria tersebut mulai curiga. Ia menduga sosok bodyguard itu bukan sekadar pengawal, melainkan suami Touka Toozuki. Kecurigaan itu memicu perasaan tertipu secara emosional karena pengalaman yang ia bayangkan tidak sesuai kenyataan.

Dugaan Ketidaksesuaian Ekspektasi

Kisah ini cepat menyebar di media sosial Jepang dan memicu diskusi panjang. Banyak yang mempertanyakan batas antara layanan hiburan berbasis fantasi dengan transparansi kehidupan pribadi idol.

Di industri idol Jepang, konsep “kedekatan semu” memang sudah lama jadi daya tarik. Penggemar membeli ilusi hubungan personal, meski sadar ada batas yang tak selalu dijelaskan terang-terangan.

Saya pernah berbincang dengan seorang penggemar budaya pop Jepang di Jakarta. Ia mengaku rela menabung berbulan-bulan demi menghadiri acara meet-and-greet idol favoritnya. “Yang dibeli itu bukan orangnya, tapi perasaan spesialnya,” katanya. Kasus ini menunjukkan, ketika ilusi itu retak, dampaknya bisa lebih dari sekadar kecewa.

Klarifikasi dan Dampak ke Industri

Touka Toozuki akhirnya angkat bicara. Ia menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa saat kejadian, dirinya sudah tidak lagi aktif sebagai idol, melainkan bekerja sebagai influencer. Ia juga tidak mengonfirmasi status pernikahannya.

Penjelasan ini justru memperluas perdebatan. Sebagian publik menilai tidak ada pelanggaran karena hubungan personal adalah ranah privat. Namun sebagian lain melihat adanya celah etika, terutama jika pengalaman yang dijual mengandalkan imajinasi kedekatan romantis.

Kasus ini mempertegas dilema lama dalam industri hiburan Jepang: seberapa jauh fantasi boleh dijual tanpa melanggar ekspektasi konsumen. Di satu sisi, ini bisnis berbasis pengalaman. Di sisi lain, ada garis tipis antara hiburan dan persepsi yang bisa dianggap menyesatkan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Dony Oskaria Dorong Elektrifikasi Kereta Nasional


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mendorong percepatan elektrifikasi kereta nasional saat kunjungan kerja ke PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Bandung, Senin (20/04/2026). Program ini difokuskan pada jalur strategis di wilayah Jabodetabek.

Elektrifikasi kereta nasional dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi transportasi, menekan emisi, serta memperkuat konektivitas antarwilayah. Pemerintah menargetkan sistem mobilitas yang lebih modern dan berkelanjutan.

Elektrifikasi Kereta Nasional Jadi Fokus Transformasi

Dalam pertemuan tersebut, Dony Oskaria menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap transformasi transportasi massal. Ia menyebut KAI akan menjadi lokomotif utama perubahan di sektor ini.

“Nah ini sudah berpuluh tahun, kita berharap tentu di tangan Presiden Prabowo, transformasi di sisi transportasi massal ini akan terjadi,” ujar Dony.

Tiga jalur utama menjadi prioritas elektrifikasi: Jakarta–Cikampek, Jakarta–Cigombong, dan Jakarta–Rangkasbitung. Jalur ini dipilih karena volume penumpang tinggi dan perannya dalam konektivitas ekonomi.

Saya sempat berbincang dengan seorang pengguna KRL di Stasiun Manggarai beberapa bulan lalu. Keluhannya sederhana: perjalanan sering padat dan belum efisien. Elektrifikasi, jika konsisten dijalankan, bisa jadi jawaban yang lama ditunggu.

Selain elektrifikasi, pemerintah juga membahas peningkatan kapasitas sarana, termasuk penggantian lokomotif lama dan modernisasi teknologi perkeretaapian.

Modernisasi KAI dan Dampak Ekonomi

Upaya transformasi tidak berhenti pada infrastruktur. BP BUMN juga mendorong penataan anak usaha KAI, termasuk penguatan angkutan barang melalui KAI Logistik dan kerja sama dengan INKA.

Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing sektor perkeretaapian nasional, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah yang terhubung jalur kereta.

Di sisi lain, prinsip tata kelola menjadi sorotan. Transformasi BUMN, menurut Dony, harus transparan dan akuntabel agar berdampak langsung pada masyarakat.

Direksi KAI menyatakan kesiapan untuk menjalankan pembaruan tersebut. Mereka menargetkan sistem transportasi yang lebih aman, andal, dan efisien.

Jika ditarik lebih luas, elektrifikasi kereta nasional bukan sekadar proyek teknis. Ini bagian dari strategi jangka panjang menuju transportasi rendah emisi.

Saya melihat pola ini berulang dalam banyak proyek infrastruktur: ambisi besar sering tersendat di eksekusi. Tantangannya kini bukan lagi konsep, tapi konsistensi pelaksanaan di lapangan.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Pemprov Kalsel Tambah Tenaga Ahli, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan


Duta Nusantara Merdeka | Banjar Baru 
Di tengah kebijakan pengetatan anggaran pemerintah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan justru menambah tenaga ahli gubernur. Kebijakan ini menuai sorotan karena berpotensi menambah beban belanja pegawai di APBD.

Langkah tersebut dipertanyakan publik dan pemerhati kebijakan, terutama karena dilakukan saat pemerintah pusat mendorong efisiensi pengeluaran. Kritik datang dari Pembina DPP Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK), Junaidi.

Kebijakan Tambahan Tenaga Ahli Dipersoalkan

Junaidi menilai penambahan tenaga ahli gubernur tidak sejalan dengan semangat efisiensi. Menurut dia, kebijakan ini justru berpotensi memperlebar beban anggaran daerah.

“Perlu adanya keterbukaan dari pemprov terkait hal ini kepada masyarakat dengan menjelaskan tingkat urgensi menambah staf khusus,” ujar Junaidi.

Ia menekankan, transparansi menjadi kunci. Tanpa penjelasan yang memadai, publik sulit memahami dasar kebutuhan tenaga ahli tambahan tersebut.

Saya teringat satu obrolan dengan seorang pegawai daerah beberapa waktu lalu. Ia mengeluh soal anggaran yang makin ketat, bahkan untuk program dasar. Di saat bersamaan, muncul kabar penambahan staf khusus. Kontrasnya terasa.

Junaidi juga meminta DPRD tidak pasif. Ia menilai lembaga legislatif seharusnya menggunakan fungsi pengawasan untuk mempertanyakan kebijakan tersebut secara terbuka.

Manfaat Dipertanyakan, Regulasi Disinggung

Lebih jauh, Junaidi menilai jumlah tenaga ahli yang sudah ada sebenarnya sudah berlebihan. Ia menyebut fungsi dan tugas mereka pun belum jelas di mata publik.

Penambahan tenaga ahli baru, menurut dia, juga diragukan manfaatnya. Apalagi jika diisi oleh kalangan pensiunan tanpa indikator kinerja yang terukur.

“Kebijakan ini tentu bertentangan dengan aturan Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Peraturan Menteri Dalam Negeri,” kata Junaidi.

Di titik ini, persoalannya bukan sekadar jumlah orang. Tapi soal akuntabilitas dan relevansi. Apakah tenaga ahli benar-benar memberi nilai tambah, atau hanya memperpanjang daftar belanja rutin?

Dalam banyak kasus, jabatan staf khusus sering kali menjadi ruang abu-abu. Tidak selalu jelas output-nya, tapi pasti ada konsekuensi anggarannya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Bea Cukai Banten Musnahkan Barang Ilegal Rp34 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Tangerang 
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Banten memusnahkan barang ilegal senilai Rp34,81 miliar di Tangerang, Selasa (21/04/2026). Barang tersebut merupakan hasil penindakan kepabeanan dan cukai sepanjang triwulan pertama 2026.

Pemusnahan dilakukan bersama Kejaksaan Negeri Lebak dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Langkah ini ditujukan untuk menekan kerugian negara dari peredaran barang ilegal, terutama rokok tanpa cukai.

Pemusnahan Barang Ilegal Rp34 Miliar di Banten

Kepala Kanwil DJBC Banten, Ambang Priyonggo, menegaskan pemusnahan ini bagian dari fungsi Bea Cukai sebagai community protector. Barang yang dimusnahkan meliputi rokok ilegal, minuman keras, hingga rokok elektrik.

Total barang yang dihancurkan mencapai 26 juta batang rokok ilegal, dengan nilai Rp34,22 miliar. Potensi kerugian negara dari sisi cukai diperkirakan menembus Rp24,33 miliar.

“Ini bukti komitmen kita bersama dalam menekan peredaran barang ilegal,” ujar Ambang Priyonggo dalam konferensi pers di Tangerang, Selasa (21/4/2026).

Selain barang hasil penindakan Bea Cukai, turut dimusnahkan barang rampasan perkara dari Kejaksaan Negeri Lebak. Jumlahnya 400 ribu batang rokok ilegal senilai Rp594 juta.

Kinerja Pengawasan dan Target Penerimaan

Sepanjang 2025, DJBC Banten mencatat 920 kali penindakan. Hasilnya, 82,4 juta batang rokok ilegal berhasil diamankan, disusul ribuan liter minuman beralkohol.

Dari sisi penerimaan, Bea Cukai Banten membukukan Rp6,52 triliun atau 104,26 persen dari target. Cukai menjadi penyumbang terbesar, mencapai Rp3,47 triliun.

Memasuki 2026, target meningkat menjadi Rp6,53 triliun. Hingga akhir Maret, realisasi baru mencapai Rp1,4 triliun atau 21,49 persen.

Ambang mengakui tantangan tahun ini tidak ringan. Ketegangan geopolitik global, termasuk konflik di Teluk Hormuz, berdampak pada arus perdagangan dan penerimaan negara.

Di sisi lain, penindakan tetap berjalan. Hingga 15 April 2026, Bea Cukai Banten telah melakukan 220 penindakan, termasuk penyitaan 22,53 juta batang rokok ilegal.

Pemusnahan dilakukan menggunakan tanur bersuhu 1.500–1.800 derajat Celsius di fasilitas industri semen. Metode ini dipilih agar barang hancur total tanpa menyisakan limbah.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Dari Karyawan ke CEO: Cara Vivi Xiao Bangun Tim AI


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Fenomena penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk membangun “karyawan digital” mulai mencuri perhatian di kalangan profesional teknologi. Salah satu contoh datang dari Vivi Mengxie Xiao, AI Product Manager asal China, yang mengembangkan sistem kerja berbasis OpenClaw untuk meningkatkan produktivitas.

Melalui pendekatan ini, Vivi tidak sekadar memakai AI sebagai alat bantu, melainkan membangun enam peran virtual yang bekerja layaknya tim internal. Strategi karyawan AI dengan OpenClaw ini mendorong efisiensi sekaligus mengubah pola kerja individu menjadi berbasis sistem.

Transformasi Kerja: Dari Individu ke Sistem AI

Sebelum mengadopsi sistem ini, Vivi menghabiskan sekitar empat jam per hari untuk pekerjaan repetitif. Aktivitasnya mencakup riset berita industri AI, membaca berbagai sumber global, serta menerjemahkan konten berbahasa Inggris ke Mandarin.

Kini, sekitar 60 hingga 70 persen tugas tersebut telah diotomatisasi. Ia membangun enam “karyawan AI” dengan fungsi berbeda, mulai dari administrative assistant hingga research analyst dan finance assistant.

Pendekatan ini membuat alur kerja lebih terstruktur. Tugas yang sebelumnya memakan waktu kini berjalan paralel. Output meningkat, tanpa harus menambah sumber daya manusia secara konvensional.

Saya pernah melihat pola serupa pada seorang editor digital yang mulai memakai automation tools sederhana. Dalam beberapa bulan, ritme produksinya berubah drastis—bukan karena bekerja lebih keras, tetapi karena sistemnya lebih rapi.

Produktivitas Naik, Waktu Kerja Ikut Bergeser

Namun, peningkatan produktivitas tidak selalu diikuti efisiensi waktu. Dalam kasus Vivi, justru terjadi sebaliknya. Jam kerjanya semakin panjang karena kapasitas output ikut meningkat.

“Waktu tidur saya bergeser dari tengah malam menjadi jam 2 pagi karena selalu ada satu hal lagi yang ingin saya kerjakan,” ujar Vivi Mengxie Xiao dalam pengakuannya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa AI tidak otomatis mengurangi beban kerja. Sebaliknya, ia memperbesar kapasitas produksi, yang pada akhirnya mendorong individu untuk terus menambah aktivitas.

Seorang analis data di Jakarta pernah mengungkap hal serupa. Setelah memakai automation, pekerjaannya selesai lebih cepat, tapi targetnya langsung dinaikkan. Ritmenya berubah, bukan berkurang.

Dampak: Bekerja Bukan Lagi Soal Tenaga, Tapi Sistem

Perubahan ini menandai pergeseran mendasar dalam dunia kerja. Fokus tidak lagi pada seberapa keras seseorang bekerja, melainkan seberapa efektif sistem yang dibangun.

Strategi karyawan AI dengan OpenClaw membuka kemungkinan baru: individu bisa memiliki kapasitas setara tim. Namun, tanpa kontrol, peningkatan ini justru memperpanjang jam kerja.

Pada akhirnya, pertanyaan utamanya bukan lagi apakah AI akan menggantikan pekerjaan, tetapi bagaimana manusia mengelola sistem yang mereka bangun sendiri.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

8 Tips Mencegah Kanker yang Terbukti Ilmiah dan Praktis


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Tips Mencegah Kanker Secara Ilmiah kembali jadi sorotan setelah riset global menunjukkan 30–50 persen kasus bisa dicegah. Data ini dirilis lembaga seperti World Cancer Research Fund dan Harvard Medical School dalam satu dekade terakhir.

Di tengah tren gaya hidup sedentari dan konsumsi makanan olahan, para peneliti menilai risiko kanker meningkat diam-diam. Pola makan, aktivitas fisik, dan kualitas tidur disebut menjadi faktor penentu sejak dini.

Pola Hidup Modern dan Risiko Tersembunyi

Kanker tidak muncul mendadak. Ia berkembang perlahan, sering kali tanpa gejala, dipicu akumulasi kebiasaan harian yang tampak sepele.

Makanan ultra-proses, paparan polusi, hingga stres kronis mempercepat pertumbuhan sel abnormal. Dalam banyak kasus, orang baru sadar ketika penyakit sudah berada di tahap lanjut.

Saya pernah berbincang dengan seorang rekan jurnalis yang rutin begadang dan mengandalkan makanan instan. Ia merasa sehat, sampai hasil medical check-up menunjukkan penanda risiko yang meningkat drastis.

Riset menunjukkan, peningkatan 10 persen konsumsi makanan olahan berkaitan dengan lonjakan risiko kematian dini hingga 14 persen. Ini bukan angka kecil.

Delapan Kebiasaan Kunci Pencegahan Kanker

Pendekatan pencegahan sebenarnya sederhana, tapi konsistensi jadi tantangan utama. Berikut pola yang direkomendasikan berbasis riset:

Pertama, konsumsi makanan utuh seperti sayur, buah, tempe, dan ikan. Pola ini terbukti menurunkan risiko kanker usus hingga 30 persen.

Kedua, batasi makanan ultra-proses yang tinggi gula, garam, dan lemak trans.

Ketiga, paparan sinar matahari pagi membantu produksi vitamin D yang berperan penting dalam perlindungan sel.

Keempat, tidur 7–8 jam per malam. Hormon melatonin yang diproduksi saat tidur membantu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Kelima, aktivitas fisik minimal 20 menit sehari. Bahkan jalan kaki ringan terbukti menurunkan risiko kanker payudara dan kolon.

Keenam, kelola stres. Teknik sederhana seperti pernapasan dalam dapat menekan hormon kortisol yang memicu inflamasi.

Ketujuh, batasi gula, garam dan alkohol yang dapat mempercepat pertumbuhan sel abnormal.

Kedelapan, bangun relasi sosial yang sehat. Studi menunjukkan sistem imun lebih aktif pada individu dengan dukungan sosial kuat.

Seorang dokter yang saya temui pernah menyederhanakan ini dengan kalimat ringan: “Tubuh itu mencatat semua kebiasaan kita, bukan cuma yang ekstrem.”

Dampak Jangka Panjang dan Kesadaran Publik

Upaya pencegahan sering kalah oleh gaya hidup instan. Padahal, perubahan kecil yang konsisten memberi dampak besar dalam jangka panjang.

Organisasi kesehatan global menekankan bahwa kanker bukan hanya persoalan genetik, melainkan kombinasi faktor lingkungan dan kebiasaan.

Kesadaran ini penting, terutama di negara berkembang yang tengah mengalami pergeseran pola hidup cepat.

Pada akhirnya, Tips Mencegah Kanker Secara Ilmiah bukan sekadar daftar anjuran, melainkan investasi kesehatan jangka panjang yang dimulai dari keputusan harian.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Paguyuban Peniron Kebumen Gelar Halal Bihalal Jakarta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Paguyuban Keluarga Besar Peniron Kebumen di perantauan menggelar Halal Bihalal, gelar seni budaya, dan bazar UMKM di Jakarta, Minggu, 19 April 2025. Kegiatan ini diikuti warga dari Jabodetabek, Bandung, hingga Banten.

Acara tahunan ini bertujuan memperkuat silaturahmi antarperantau sekaligus menggerakkan ekonomi warga melalui sektor UMKM yang ikut meramaikan kegiatan.

Silaturahmi dan Konsolidasi Warga Perantauan

Ketua Paguyuban Keluarga Besar Peniron Kebumen, Sarwadi, menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan dalam komunitas perantau. “Kegiatan ini rutin kami gelar untuk mempererat hubungan dan menjaga kekompakan warga Peniron di luar daerah,” ujarnya.

Menurut dia, partisipasi warga cukup tinggi meski belum sepenuhnya hadir sejak awal acara. Sekitar 65 persen peserta tercatat sudah datang, sementara lainnya masih dalam perjalanan.

Dalam praktiknya, paguyuban ini terdiri dari sejumlah kelompok wilayah seperti Watu Cagak Franji, Perwaji, hingga Karangduren. Total sekitar 10 kelompok masih aktif dari sebelumnya 14 kelompok.

Saya sempat berbincang dengan salah satu peserta yang datang dari Tangerang. Ia mengaku acara seperti ini bukan sekadar temu kangen, tapi juga ruang membangun jaringan sosial. “Kadang dari sini bisa dapat relasi kerja atau usaha,” katanya.

UMKM dan Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Komunitas

Selain silaturahmi, kegiatan ini juga menampilkan seni budaya dari Sanggar Tri Manunggal Sari serta bazar UMKM yang didukung Geo UMKM.

Stan UMKM terlihat penuh sejak pagi. Produk makanan hingga kerajinan lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang bersama keluarga.

Sarwadi berharap kegiatan ini memberi dampak ekonomi langsung bagi warga. “Kami ingin UMKM yang ikut bisa berkembang dan mendapatkan rezeki yang berkah,” ujarnya.

Di sisi lain, acara ini juga menjadi ruang pelestarian budaya daerah. Pertunjukan seni tradisional dihadirkan untuk menjaga identitas asal di tengah kehidupan kota besar.

Seorang pengunjung lain mengaku datang bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga mencari produk khas kampung halaman. “Rasanya seperti pulang sebentar,” ujarnya sambil tersenyum.

Paguyuban menilai kegiatan ini akan terus dilanjutkan setiap tahun. Selain menjaga hubungan sosial, forum ini juga menjadi sarana diskusi bersama jika muncul persoalan di antara warga.

Dengan model kolaborasi antar kelompok, paguyuban berharap semakin banyak warga Peniron di perantauan bergabung dan memperkuat solidaritas komunitas.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini