Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Tradisi Mudik Perkuat Nilai Integritas Warga Peradilan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Tradisi mudik menjelang Idul Fitri dimaknai warga peradilan sebagai perjalanan reflektif untuk memperkuat integritas dan komitmen menegakkan keadilan.

Tradisi mudik setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri telah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Jutaan orang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk berkumpul dengan keluarga setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.

Fenomena ini tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan fisik. Mudik juga menjadi ruang sosial dan kultural yang mempererat hubungan keluarga sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan yang kerap tergerus rutinitas kehidupan modern.

Bagi banyak orang, pulang ke kampung halaman berarti melepas rindu kepada orang tua dan keluarga. Namun lebih dari itu, tradisi ini menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan serta mengingat kembali akar kehidupan.

Mudik sebagai Refleksi Nilai Kemanusiaan

Bagi aparatur peradilan, momentum mudik memiliki makna yang lebih luas dari sekadar tradisi tahunan. Dalam keseharian, mereka memikul tanggung jawab besar untuk menegakkan hukum dan keadilan di tengah masyarakat.

Kesibukan dan tekanan pekerjaan kerap membuat ruang refleksi menjadi terbatas. Dalam konteks itu, perjalanan pulang kampung menjadi kesempatan untuk kembali mengingat nilai-nilai dasar kemanusiaan, kesederhanaan, dan tanggung jawab moral.

Pertemuan dengan orang tua dan keluarga sering kali menghadirkan refleksi mendalam mengenai perjalanan hidup. Dari sana muncul kembali kesadaran bahwa jabatan dan kewenangan yang dimiliki merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Kampung halaman juga menjadi simbol akar kehidupan. Ketika seseorang kembali ke tempat asalnya, ia tidak hanya pulang secara geografis, tetapi juga kembali pada identitas serta nilai-nilai yang membentuk perjalanan hidupnya.

Momentum Meneguhkan Integritas dan Silaturahmi

Dalam perspektif spiritual, mudik juga memiliki makna simbolik sebagai perjalanan kembali kepada fitrah. Setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan, umat Islam merayakan Idul Fitri sebagai momentum kembali pada kesucian.

Tradisi saling memaafkan yang berlangsung saat Lebaran mencerminkan ajaran untuk membersihkan hati dari kebencian, dendam, maupun permusuhan. Nilai ini memiliki relevansi kuat bagi aparatur peradilan yang dituntut menjunjung tinggi kejujuran dan objektivitas.

Momentum berkumpul dengan keluarga kerap menjadi pengingat tentang nilai-nilai moral yang diajarkan sejak kecil, seperti kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.

Selain itu, mudik juga memperkuat silaturahmi yang dalam ajaran Islam memiliki kedudukan penting dalam menjaga harmoni sosial.

Bagi warga peradilan, hubungan yang baik dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Pada akhirnya, mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung. Tradisi ini juga menjadi ruang refleksi untuk meneguhkan kembali komitmen moral, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah sebagai penegak keadilan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Data Rekening Bank Ungkap Ketimpangan Kekayaan di Indonesia


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Data jumlah rekening perbankan di Indonesia memunculkan diskusi publik tentang ketimpangan kepemilikan kekayaan dan realitas finansial masyarakat.

Perbincangan mengenai kondisi finansial masyarakat Indonesia kembali mencuat setelah beredarnya data jumlah rekening perbankan yang menggambarkan distribusi simpanan masyarakat.

Dalam diskusi yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa dari sekitar 636 juta rekening bank di Indonesia, hanya sekitar 7 juta rekening yang memiliki saldo di atas Rp100 juta. Sisanya tercatat memiliki saldo di bawah angka tersebut.

Angka ini kemudian memicu berbagai interpretasi mengenai jumlah individu yang tergolong memiliki kemampuan finansial relatif tinggi dibandingkan mayoritas masyarakat.

Distribusi Kekayaan dalam Data Rekening

Jika asumsi rata-rata seseorang memiliki lebih dari satu rekening bank, jumlah individu yang memiliki saldo lebih dari Rp100 juta diperkirakan jauh lebih kecil dari total jumlah rekening tersebut.

Dalam sejumlah perhitungan sederhana yang beredar, sebagian orang memperkirakan jumlah individu dengan saldo di atas angka tersebut mungkin berkisar dua hingga tiga juta orang.

Angka tersebut tentu masih berupa estimasi kasar, karena satu individu bisa saja memiliki lebih dari satu rekening di lembaga keuangan yang berbeda.

Meski demikian, diskusi mengenai data ini menyoroti gambaran distribusi kekayaan yang tidak merata di tengah populasi Indonesia yang mencapai lebih dari 270 juta penduduk.

Selain itu, data lain yang turut disebutkan dalam diskusi publik adalah jumlah rekening dengan saldo di atas Rp5 miliar yang diperkirakan hanya sekitar 150 ribu rekening.

Perbincangan Publik dan Realitas Sosial

Data tersebut kemudian memicu diskusi yang lebih luas mengenai realitas ekonomi dan dinamika sosial di masyarakat.

Sebagian warganet menilai angka tersebut menggambarkan tingginya kesenjangan kepemilikan kekayaan, sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai refleksi kondisi ekonomi yang masih berkembang.

Perbincangan juga berkembang ke berbagai aspek sosial, termasuk pandangan masyarakat terhadap stabilitas finansial dalam kehidupan keluarga dan hubungan personal.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah pihak menilai pentingnya memahami kondisi ekonomi secara lebih realistis sebelum menetapkan standar kehidupan yang tinggi.

Di sisi lain, pengamat ekonomi menilai data perbankan memang dapat memberikan gambaran umum mengenai kondisi keuangan masyarakat, meskipun tidak sepenuhnya mencerminkan total kekayaan seseorang.

Hal ini karena sebagian aset masyarakat juga bisa tersimpan dalam bentuk lain, seperti properti, investasi, maupun usaha.

Meski demikian, diskusi mengenai data rekening ini kembali mengingatkan bahwa literasi keuangan dan pemahaman terhadap kondisi ekonomi menjadi faktor penting dalam mengambil keputusan finansial maupun perencanaan masa depan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pakar Sebut Kebiasaan Kecil Bisa Menentukan Masa Depan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sejumlah pakar pengembangan diri menilai kebiasaan sehari-hari berperan penting dalam membentuk pola pikir, produktivitas, dan keberhasilan seseorang.

Kesuksesan sering kali tidak hadir secara tiba-tiba. Banyak ahli pengembangan diri menilai keberhasilan lebih sering dibangun melalui kebiasaan yang konsisten dalam menghadapi tantangan dan mengelola potensi diri.

Pendekatan tersebut menekankan pentingnya membentuk pola pikir yang fokus pada penyelesaian masalah, pengendalian emosi, peningkatan kemampuan, serta produktivitas yang terarah.

Kemampuan Mengelola Masalah dan Emosi

Salah satu kebiasaan yang kerap disebut menentukan perkembangan seseorang adalah kemampuan menghadapi persoalan secara langsung.

Individu yang terbiasa mencari solusi dinilai cenderung memiliki perkembangan yang lebih cepat dibanding mereka yang hanya terjebak pada keluhan.

Pendekatan ini menekankan bahwa semakin sering seseorang menyelesaikan masalah, semakin kuat pula kemampuan adaptasi yang terbentuk dalam kehidupan maupun pekerjaan.

Selain itu, pengendalian emosi juga dianggap menjadi faktor penting dalam proses tersebut.

Kemampuan menjaga ketenangan ketika menghadapi tekanan memungkinkan seseorang mengambil keputusan secara lebih rasional dan terukur.

Dalam berbagai situasi, individu yang mampu mengontrol emosi biasanya memiliki peluang lebih besar untuk menjaga stabilitas hubungan sosial maupun profesional.

Belajar Berkelanjutan dan Produktivitas Terarah

Aspek lain yang sering disoroti dalam pengembangan diri adalah dorongan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan.

Rasa ingin tahu yang tinggi mendorong seseorang untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan, terutama di tengah dinamika dunia kerja dan perkembangan teknologi.

Pengetahuan yang terus berkembang dinilai membuka peluang yang lebih luas, baik dalam karier maupun dalam pengembangan usaha.

Di sisi lain, produktivitas juga tidak selalu identik dengan kesibukan.

Para ahli menilai perbedaan mendasar antara sibuk dan produktif terletak pada kemampuan menentukan prioritas serta fokus pada kegiatan yang memberi dampak nyata.

Produktivitas yang efektif biasanya ditandai dengan perencanaan yang jelas, konsistensi dalam menjalankan target, serta kemampuan mengelola waktu secara disiplin.

Dengan pola kebiasaan tersebut, keberhasilan tidak lagi dipandang sebagai hasil kebetulan, melainkan sebagai konsekuensi dari proses pembelajaran dan kedisiplinan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Pendekatan ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar dalam hidup sering kali dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kasus Dana Haji Seret Tiga Menteri Agama di Era Berbeda


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Tiga Menteri Agama dari era Presiden Megawati Soekarnoputri hingga Presiden Joko Widodo pernah terseret kasus korupsi terkait pengelolaan dana dan kuota haji.

Pengelolaan dana dan penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia beberapa kali diwarnai kasus hukum yang melibatkan pejabat tinggi negara. 

Dalam dua dekade terakhir, setidaknya tiga Menteri Agama dari periode pemerintahan berbeda tersangkut perkara korupsi yang berkaitan dengan pengelolaan dana umat.

Kasus-kasus tersebut muncul dalam konteks yang berbeda, namun sama-sama menyisakan catatan serius mengenai tata kelola dana haji yang melibatkan anggaran besar dan kepentingan jutaan calon jemaah.

Kasus Korupsi Haji di Era Megawati dan SBY

Pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, Menteri Agama periode 2001–2004 Said Agil Husin Al Munawar terseret kasus penyimpangan dana haji dan Dana Abadi Umat.

Perkara tersebut berkaitan dengan penggunaan dana yang seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan jemaah haji, namun digunakan untuk tunjangan pejabat serta kepentingan pribadi.

Pengadilan kemudian menjatuhkan vonis lima tahun penjara kepada Said Agil Husin Al Munawar. Ia juga dikenai denda sebesar Rp200 juta serta kewajiban membayar uang pengganti senilai Rp2 miliar.

Beberapa tahun kemudian, kasus serupa kembali mencuat pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menteri Agama periode 2009–2014, Suryadharma Ali, terbukti melakukan korupsi dalam pengelolaan dana haji.

Selain itu, ia juga dinilai menyalahgunakan anggaran Kementerian Agama untuk kepentingan pribadi dan keluarga. Kerugian negara dalam kasus tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp27 miliar.

Pengadilan menjatuhkan hukuman enam tahun penjara kepada Suryadharma Ali, disertai denda sebesar Rp300 juta.

Kasus Terbaru Dugaan Korupsi Kuota Haji

Kasus terbaru terjadi pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang melibatkan Menteri Agama periode 2020–2024, Yaqut Cholil Qoumas.

Ia menjadi tersangka dalam dugaan korupsi terkait pengelolaan kuota tambahan haji untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023–2024.

Berdasarkan proses hukum yang berjalan, kerugian negara dalam perkara tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp622 miliar.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemudian melakukan penahanan awal terhadap Yaqut Cholil Qoumas selama 20 hari pertama di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Rangkaian kasus ini kembali menyoroti pentingnya tata kelola pengelolaan dana dan kuota haji yang transparan serta akuntabel. Program haji melibatkan dana besar dan menyangkut kepentingan jutaan umat Islam di Indonesia.

Karena itu, pengawasan yang kuat serta sistem pengelolaan yang terbuka dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang.

Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto 




Share:

Hadapi Ketidakpastian, Strategi Smart Money Dinilai Penting


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sejumlah pengamat ekonomi mengingatkan investor Indonesia agar bersikap lebih rasional dalam mengelola investasi di tengah meningkatnya risiko gejolak pasar global.

Perkembangan ekonomi dunia dalam beberapa tahun terakhir memunculkan kekhawatiran baru di kalangan pelaku pasar. Ketidakpastian yang dipicu tekanan inflasi, dinamika geopolitik, hingga perubahan arus likuiditas global dinilai dapat memengaruhi stabilitas pasar keuangan.

Dalam situasi seperti itu, sejumlah pengamat menyebut kekayaan tidak benar-benar hilang saat krisis terjadi. Nilainya cenderung berpindah dari pelaku pasar yang bereaksi panik menuju investor yang memiliki strategi lebih matang.

Mereka menggambarkan fenomena tersebut sebagai perpindahan dari “hot money”, yaitu modal yang mudah keluar masuk pasar, menuju kelompok investor yang disebut sebagai “smart money”.

Risiko Gejolak Pasar Global

Beberapa analis menilai pasar keuangan global saat ini berada dalam fase yang penuh ketidakpastian. Ketergantungan terhadap stabilitas ekonomi Amerika Serikat dinilai menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai oleh investor di berbagai negara.

Kondisi inflasi yang masih menjadi perhatian di Amerika Serikat, ditambah dengan tingginya valuasi sejumlah sektor teknologi, dianggap berpotensi memicu koreksi pasar apabila terjadi perubahan besar pada kebijakan moneter global.

Dalam situasi tersebut, investor diingatkan untuk tidak sepenuhnya menggantungkan portofolio pada instrumen yang sangat terhubung dengan dinamika pasar global.

Sebagian analis bahkan menyarankan agar pelaku pasar mulai mengkaji ulang komposisi investasi mereka untuk mengurangi risiko jika terjadi guncangan likuiditas internasional.

Dorongan Perkuat Investasi Domestik

Selain mengurangi ketergantungan pada pasar luar negeri, sejumlah pengamat juga menilai pentingnya memperkuat investasi di sektor riil dalam negeri.

Sektor seperti pangan, energi, serta manufaktur domestik dipandang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional, terutama ketika pasar global mengalami tekanan.

Langkah lain yang dianggap relevan adalah menjaga likuiditas atau cadangan dana yang cukup. Dengan ketersediaan dana tunai, investor memiliki fleksibilitas untuk merespons pergerakan pasar secara lebih tenang.

Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu pelaku pasar memanfaatkan peluang ketika terjadi koreksi harga aset di dalam negeri.

Sejumlah analis juga mengingatkan pentingnya belajar dari pengalaman krisis ekonomi masa lalu, termasuk gejolak keuangan yang pernah terjadi pada akhir 1990-an.

Menurut mereka, ketahanan ekonomi nasional tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada perilaku rasional para pelaku ekonomi dalam mengelola investasi.

Dengan strategi yang lebih terukur, investor diharapkan mampu menjaga stabilitas aset sekaligus berkontribusi terhadap kekuatan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Operasi Ketupat 2026


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Apel Pengamanan Idul Fitri dan Arus Mudik

Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat Ketupat 2026 digelar di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, sebagai langkah awal pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Djamari Chaniago, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, serta Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan apel gelar pasukan menjadi bentuk kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam menjaga keamanan masyarakat selama periode Lebaran.

Menurutnya, operasi ini tidak hanya berfokus pada pengamanan hari raya, tetapi juga memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik di berbagai wilayah Indonesia.

“Apel Gelar Pasukan ini merupakan bentuk komitmen dan kesiapan bersama dalam rangka mengamankan perayaan Idul Fitri serta arus mudik dan arus balik Lebaran 2026,” ujar Agus dalam sambutannya.

Sinergi Lintas Instansi Amankan Mudik

Agus menekankan keberhasilan pengamanan Lebaran tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Operasi Ketupat membutuhkan kerja sama lintas sektor antara TNI, Polri, kementerian, dan lembaga terkait.

Sinergi tersebut menjadi fondasi penting untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.

Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat selama periode mudik hingga arus balik Lebaran.

Menurut Agus, kehadiran TNI dan Polri di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah berbagai potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan lalu lintas.

“TNI dan Polri harus senantiasa hadir untuk rakyat, memberikan rasa aman, menjamin kelancaran perjalanan, serta memastikan keselamatan para pemudik,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI menyampaikan kesiapan dukungan personel dan alutsista dalam Operasi Ketupat 2026. Sebanyak 105.365 prajurit TNI disiagakan dengan dukungan 3.501 alat utama sistem persenjataan.

Selain itu, TNI juga menyiapkan unsur transportasi laut bagi masyarakat, yakni KRI Semarang-594 dengan rute Jakarta–Bangka Belitung–Jakarta serta KRI Banda Aceh-593 yang melayani rute Jakarta–Semarang–Surabaya–Jakarta selama arus mudik dan balik Lebaran 1447 H.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat sistem pengamanan selama periode libur Idul Fitri.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Wakapolri Gelar Bakti Kesehatan dan Pangan Murah Jelang Lebaran


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo memimpin Bakti Kesehatan dan Gerakan Pangan Murah di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (13/3/2026).

Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polda Metro Jaya menggelar kegiatan bakti kesehatan yang dipadukan dengan Gerakan Pangan Murah bagi masyarakat.

Program tersebut menyasar sekitar 3.000 penerima manfaat dari kelompok masyarakat menengah ke bawah. Peserta terdiri atas buruh, pengemudi ojek online, warga sekitar, serta sejumlah unsur masyarakat yang berperan dalam menjaga ketertiban lingkungan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri menghadirkan pelayanan sosial yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri ketika kebutuhan pangan dan kesehatan meningkat.

Bakti Kesehatan untuk 3.000 Warga

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan Polri berupaya hadir secara utuh di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dasar warga.

Menurutnya, pelayanan kesehatan dan ketersediaan pangan yang terjangkau merupakan kebutuhan penting yang perlu diperhatikan menjelang Lebaran.

“Selain gerakan pangan murah, kita juga menyelenggarakan kegiatan bakti kesehatan. Kita akan melayani semua kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pangan maupun kesehatan,” ujar Dedi saat menyapa warga di lokasi kegiatan.

Di wilayah Jakarta, kegiatan ini menargetkan sekitar 3.000 penerima manfaat. Mereka terdiri dari 450 buruh, 650 pengemudi ojek online, serta sekitar 1.900 anggota masyarakat dari berbagai organisasi dan kelompok sosial.

Kelompok tersebut antara lain Banser, Kokam, Pokdar Kamtibmas, Linmas, organisasi masyarakat FBR dan GRIB, serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Sinergi Polri dan Bulog Hadirkan Layanan Sosial

Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani mengapresiasi kolaborasi antara Polri dan Bulog dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, sinergi antarinstansi ini mencerminkan kehadiran negara dalam memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Program seperti ini bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga stimulus sosial yang memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan,” kata Ahmad Rizal Ramdhani.

Dalam kegiatan tersebut, Polri menurunkan tenaga medis yang terdiri dari 10 dokter umum, satu dokter spesialis penyakit dalam, serta 30 tenaga kesehatan yang mencakup perawat dan analis laboratorium.

Masyarakat memperoleh layanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan umum, konsultasi dokter spesialis, pemeriksaan mata, serta pemeriksaan laboratorium seperti gula darah, kolesterol, dan asam urat.

Sebanyak 400 kacamata baca juga dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Untuk mendukung layanan medis, Polri menyiagakan tujuh unit ambulans selama kegiatan berlangsung.

Selain layanan kesehatan, masyarakat juga dapat membeli bahan pokok melalui Gerakan Pangan Murah hasil kerja sama Polri dengan Perum Bulog, seperti beras, minyak goreng, dan gula dengan harga lebih terjangkau.

Kegiatan ini turut dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah hingga tingkat Polres, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat menjelang perayaan Idulfitri.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 






Share:

Menko Polkam Resmikan 104 Rumah Huntap Korban Bencana Aceh


Duta Nusantara Merdeka | Aceh Utara 
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago akan meresmikan 104 hunian tetap di Desa Kuala Cangkoy, Aceh Utara, Sabtu (14/3/2026).

Pemerintah menyiapkan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Desa Kuala Cangkoy, Kabupaten Aceh Utara, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Sebanyak 104 unit rumah tipe 36 telah rampung dibangun melalui kerja sama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Hunian ini dirancang untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga yang sebelumnya kehilangan rumah akibat bencana.

Setiap unit dilengkapi fasilitas dasar yang dibutuhkan masyarakat, mulai dari instalasi air bersih, jaringan listrik, kamar mandi, hingga perabot rumah tangga sederhana.

104 Hunian Tetap Siap Ditempati Warga

Kawasan hunian tetap tersebut juga dilengkapi fasilitas umum untuk menunjang kehidupan sosial masyarakat.

Di lingkungan permukiman dibangun satu unit masjid serta satu balai pertemuan warga yang diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus kegiatan sosial masyarakat setempat.

Peresmian kawasan hunian ini dijadwalkan dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago pada Sabtu pagi, 14 Maret 2026.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Brigadir Jenderal TNI Honi Havana menyampaikan bahwa pemerintah berharap hunian tersebut dapat segera ditempati masyarakat.

Menurut Honi, keberadaan rumah permanen ini diharapkan membantu warga kembali menjalani kehidupan secara normal setelah melalui masa sulit akibat bencana.

Disiapkan Jelang Idulfitri 2026

Kemenko Polkam berharap masyarakat dapat segera menempati hunian tersebut, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Dengan tersedianya tempat tinggal yang layak, warga diharapkan dapat kembali merasakan suasana kebersamaan bersama keluarga pada momen Lebaran.

Menjelang peresmian, kawasan hunian tetap Kuala Cangkoy mulai terlihat lebih ramai. Panitia bersama warga melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan Menko Polkam.

Sejumlah kegiatan dilakukan secara gotong royong, mulai dari pemasangan umbul-umbul di sepanjang kawasan hunian hingga pembersihan lingkungan sekitar.

Panitia juga mendirikan tenda acara yang akan digunakan dalam rangkaian kegiatan peresmian.

Sementara itu, beberapa pekerjaan penyempurnaan akhir masih terus dilakukan. Penataan interior rumah serta fasilitas pendukung lainnya terus dirampungkan guna memastikan seluruh hunian benar-benar siap ditempati oleh masyarakat.

Dengan selesainya pembangunan hunian tetap ini, pemerintah berharap proses pemulihan masyarakat terdampak bencana di Aceh Utara dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Gema Ramadan PMI Jakarta Selatan Hadirkan Santunan Yatim dan Aksi Kemanusiaan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Palang Merah Indonesia Kota Jakarta Selatan menggelar kegiatan Gema Ramadan Penuh Kepedulian di Jakarta Selatan, Jumat (13/03/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial selama bulan suci Ramadan. Acara diisi dengan santunan kepada anak yatim dan dhuafa dari berbagai wilayah Jakarta Selatan, serta diakhiri dengan buka puasa bersama.

Sejumlah tokoh masyarakat dan unsur pemerintah daerah turut menghadiri kegiatan tersebut. Selain penyaluran bantuan sosial, agenda juga diisi ceramah agama yang menekankan nilai kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Santunan Yatim dan Program Sosial PMI

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan menyalurkan santunan kepada anak yatim dan dhuafa yang berasal dari 10 kecamatan di wilayah Jakarta Selatan. Bantuan juga diberikan kepada anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang berstatus yatim.

Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono, menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin yang tidak dapat hadir secara langsung karena menghadiri sejumlah agenda buka puasa di lokasi berbeda.

Dalam sambutannya, Tomy juga menyampaikan perkembangan sejumlah program pemerintah daerah. Salah satunya peluncuran rute TransJakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta yang dapat diakses dari kawasan Kalideres sebagai alternatif transportasi bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pengurus Kota Palang Merah Indonesia Jakarta Selatan Mundari menjelaskan bahwa PMI juga melaksanakan sejumlah kegiatan sosial lainnya selama Ramadan.

Santunan anak yatim dan dhuafa dilakukan di Panti Asuhan Al-Kubra, Lenteng Agung, serta melalui kegiatan di 10 kecamatan di Jakarta Selatan. Selain itu, PMI juga menggelar buka puasa bersama untuk sekitar 110 orang di Markas PMI Jakarta Selatan.

Kesiapsiagaan Mudik dan Aksi Kemanusiaan

Mundari menambahkan, PMI Jakarta Selatan juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi arus mudik dan aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

PMI menyiapkan posko layanan kesehatan di Terminal Ragunan, menyediakan layanan ambulans selama 24 jam, serta menyiagakan ambulans di sejumlah pusat keramaian saat malam takbiran hingga Idulfitri.

Selain itu, PMI bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan pemeriksaan narkotika bagi pengemudi dan kondektur bus pada 16–20 Maret guna meningkatkan keselamatan transportasi.

PMI juga menyiagakan personel untuk membantu kenyamanan pengunjung di kawasan wisata Taman Margasatwa Ragunan dan Setu Babakan selama libur Lebaran.

Di luar wilayah Jakarta, PMI Jakarta Selatan turut menyalurkan ribuan paket bantuan logistik ke Aceh, Sibolga di Sumatera Utara, serta Kabupaten Agam di Sumatera Barat. Bantuan tersebut meliputi sembako, perlengkapan sekolah, perlengkapan ibadah, hingga alat kebutuhan rumah tangga.

Selain distribusi bantuan, PMI juga membangun 15 unit rumah tunggu di Kabupaten Agam serta satu unit sumur bor di Aceh Tamiang sebagai bagian dari program kemanusiaan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Drs. KH Abdul Hay Abdul Shomad dalam kultum Ramadan mengingatkan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Ia menekankan bahwa perbuatan yang paling dicintai Allah adalah tindakan yang membawa kebahagiaan bagi orang lain, termasuk membantu mereka yang membutuhkan atau menyediakan makanan berbuka puasa.

Kegiatan Gema Ramadan PMI Jakarta Selatan diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat selama bulan suci.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Bazar Ramadan untuk Prajurit


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo membuka Bazar Ramadan TNI 1447 H di Makodam XIX/Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bingkisan Lebaran kepada prajurit serta keluarga besar Kodam XIX/Tuanku Tambusai. 

Acara berlangsung di Lapangan Apel Markas Kodam XIX/Tuanku Tambusai dan dihadiri jajaran pimpinan serta organisasi Persit Kartika Chandra Kirana.

Bazar Ramadan ini merupakan bagian dari program yang digelar secara serentak oleh Tentara Nasional Indonesia di berbagai satuan wilayah menjelang Hari Raya Idulfitri.

Bazar Ramadan untuk Dukung Kesejahteraan Prajurit

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan sambutan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo serta penyerahan bingkisan secara simbolis kepada perwakilan prajurit.

Setelah rangkaian pembukaan, seluruh peserta mengikuti Zoom Meeting bersama Panglima TNI yang terhubung dengan satuan-satuan TNI di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai menegaskan bahwa penyelenggaraan bazar ini merupakan bentuk kepedulian pimpinan TNI terhadap kebutuhan prajurit dan keluarganya menjelang perayaan Idulfitri.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memperkuat kebersamaan di lingkungan satuan.

“Bazar Ramadan ini merupakan wujud kepedulian pimpinan TNI untuk membantu prajurit dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri,” kata Agus Hadi Waluyo.

Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

Setelah acara utama, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama sejumlah pejabat Kodam meninjau langsung stand bazar yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok bagi prajurit dan masyarakat.

Sejumlah produk kebutuhan sehari-hari dijual dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, sehingga diharapkan dapat meringankan pengeluaran keluarga prajurit menjelang Lebaran.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Staf Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Inspektur Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Kelompok Staf Ahli Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, para Asisten Kasdam, serta Komandan Korem 031/Wira Bima.

Selain itu, turut hadir para Kepala Badan Pelaksana Kodam serta pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XIX/Tuanku Tambusai.

Melalui kegiatan ini, jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai berharap bazar Ramadan dapat membantu kebutuhan prajurit menjelang Idulfitri sekaligus memperkuat semangat kebersamaan serta kepedulian sosial di lingkungan satuan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kapolri Pantau Mudik Merak, Buffer Zone Disiapkan Urai Antrean


Duta Nusantara Merdeka | Merak
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kesiapan arus mudik Lebaran 2026 di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (13/3), bersama sejumlah pejabat kabinet.

Kapolri datang bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan transportasi dan pengamanan pada jalur penyeberangan utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera selama periode mudik Lebaran.

Penambahan Fasilitas untuk Mengurai Antrean

Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya menerima laporan dari PT ASDP Indonesia Ferry, Polda Banten, serta Polda Lampung terkait kesiapan pelayanan arus mudik di kawasan penyeberangan.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, sejumlah inovasi baru disiapkan untuk mengurangi kepadatan yang kerap terjadi pada musim mudik setiap tahun.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah penambahan buffer zone serta pengoperasian pelabuhan tambahan guna menampung kendaraan pemudik sebelum masuk ke area penyeberangan.

"Ada penambahan buffer zone dan juga pelabuhan baru yang diharapkan bisa membantu mengurai antrean. Ini juga harus terus disosialisasikan kepada masyarakat," kata Sigit.

Selain itu, sistem Command Center disiapkan untuk memantau pergerakan kendaraan dan arus penumpang secara real-time. Sistem ini juga dapat diakses masyarakat untuk memantau kondisi di lapangan.

Pengamanan Jalur dan Layanan untuk Pemudik

Kapolri menjelaskan Polri juga menyiapkan pengamanan di atas kapal serta sejumlah wilayah di Provinsi Lampung yang menjadi titik kedatangan pemudik dari Pelabuhan Merak.

Menurut Sigit, petugas telah disiagakan untuk mengantisipasi potensi kerawanan keamanan dan ketertiban masyarakat di beberapa wilayah yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas.

"Tadi juga ada saran terkait wilayah Lampung yang perlu diantisipasi karena potensi kerawanan kamtibmas. Petugas sudah kita siapkan untuk mengamankan," ujarnya.

Selain pengamanan, Polri juga mendirikan pos pelayanan dan pos pengamanan di berbagai jalur mudik di seluruh Indonesia.

Pos tersebut menyediakan layanan istirahat bagi pemudik, dapur lapangan, serta bantuan darurat bagi masyarakat yang membutuhkan selama perjalanan.

Kapolri berharap masyarakat memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan agar perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.

Seluruh upaya pelayanan dan pengamanan tersebut, kata Sigit, dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh instansi terkait memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kemendagri Rilis Data Penduduk 2025, Indonesia Capai 288,3 Juta Jiwa


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri merilis data kependudukan semester II 2025 di Jakarta, Kamis (12/3/2026), dengan total penduduk Indonesia mencapai 288,3 juta jiwa.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri memperbarui data kependudukan nasional hingga akhir tahun 2025. Data ini menjadi rujukan penting dalam berbagai kebijakan pelayanan publik dan perencanaan pembangunan.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi menyampaikan, jumlah penduduk Indonesia per 31 Desember 2025 tercatat sebanyak 288.315.089 jiwa.

Angka tersebut meningkat sekitar 1,6 juta jiwa dibandingkan data semester I tahun 2025 yang dirilis per 30 Juni.

“Dibandingkan dengan semester I per 30 Juni 2025, penduduk Indonesia bertambah kurang lebih 1,6 juta,” kata Teguh saat Rilis Data Kependudukan Bersih Semester II Tahun 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta.

Struktur Penduduk dan Sebaran Wilayah

Teguh menjelaskan, komposisi penduduk Indonesia masih didominasi laki-laki. Dari total tersebut, terdapat 145.498.082 penduduk laki-laki dan 142.816.997 penduduk perempuan.

Sebaran penduduk juga masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Berdasarkan data Dukcapil, sebanyak 55,81 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah tersebut.

Pulau Sumatera menempati posisi kedua dengan proporsi 21,88 persen dari total populasi nasional.

Dari sisi agama, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dengan persentase 87,15 persen. Sementara penganut agama Kristen tercatat 7,37 persen, Katolik 3,07 persen, Hindu 1,66 persen, Buddha 0,69 persen, dan Konghucu 0,03 persen. Selain itu, penganut kepercayaan tercatat sebesar 0,034 persen.

Bonus Demografi dan Data Status Perkawinan

Data kependudukan juga mencatat komposisi masyarakat berdasarkan status perkawinan. Sekitar 131 juta penduduk tercatat belum menikah, sementara 137 juta penduduk sudah menikah.

Adapun sebanyak 5 juta penduduk berstatus cerai hidup dan sekitar 14 juta lainnya cerai mati.

“Artinya sebenarnya penduduk di Indonesia lebih banyak yang sudah atau pernah menikah,” ujar Teguh.

Dalam kesempatan yang sama, Teguh menyoroti besarnya populasi usia produktif di Indonesia. Penduduk berusia 15 hingga 64 tahun tercatat mencapai sekitar 199 juta jiwa atau 69,03 persen dari total penduduk nasional.

Menurut dia, kondisi ini menunjukkan Indonesia masih berada dalam fase bonus demografi yang diperkirakan berlangsung hingga sekitar tahun 2030.

“Kalau kita melihat usia produktif 69,03 persen, inilah yang patut disyukuri. Tinggal bagaimana kita mengoptimalkan potensi usia produktif tersebut,” kata Teguh.

Ia menambahkan, rilis data kependudukan secara berkala merupakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Dalam aturan itu, pemerintah diwajibkan memperbarui dan mempublikasikan data kependudukan dua kali dalam setahun.

Menurut Teguh, data tersebut menjadi fondasi penting dalam berbagai kebijakan negara, mulai dari pelayanan publik hingga perencanaan pembangunan nasional.

“Data kependudukan digunakan untuk semua keperluan, menjadi basis bagi berbagai layanan publik dan kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pemerintah Kerahkan 661 Ribu Personel Amankan Mudik Lebaran


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pemerintah melalui apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di Jakarta, Kamis (12/3/2026), menyiapkan ratusan ribu personel untuk mengamankan arus mudik Lebaran.

Pemerintah Kerahkan Ratusan Ribu Personel Amankan Mudik

Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Pengamanan tersebut melibatkan lintas lembaga dan berbagai unsur pendukung.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyatakan, kesiapan personel pengamanan telah melalui proses pemeriksaan dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Jakarta.

“Hari ini kita dapat melihat bahwa pasukan yang terlibat langsung dalam pengamanan arus mudik telah melalui pemeriksaan kesiapan. Kekuatan yang ditampilkan ini merupakan pasukan yang bertugas langsung di lapangan,” ujar Djamari.

Ia menambahkan, jumlah personel yang mendukung secara tidak langsung bahkan lebih besar. Hal ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman.

Menurut Djamari, pengamanan arus mudik bukan hanya tanggung jawab satu institusi. TNI dan Polri bekerja sama dengan berbagai lembaga seperti Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta unsur masyarakat.

Antisipasi Cuaca dan Bencana Jadi Perhatian

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan pemerintah menyiapkan sekitar 661.243 personel gabungan untuk mendukung pengamanan mudik dan arus balik tahun ini.

Personel tersebut berasal dari unsur TNI, Polri, Kementerian Dalam Negeri, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya. Operasi pengamanan dijadwalkan berlangsung selama 13 hari.

Menurut Listyo Sigit, salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan mudik tahun ini adalah potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas cukup tinggi.

“Pemerintah menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan bencana seperti banjir, tanah longsor, maupun kondisi darurat lainnya,” ujarnya.

Pemerintah juga menyiapkan alternatif rute perjalanan serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan lokasi evakuasi, tempat pengungsian, hingga langkah penanganan bencana pada tahap pra, saat, dan pascabencana.

Di sisi lain, pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap mencukupi selama periode mudik. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan.

Kapolri juga mengingatkan para pemudik untuk mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga keselamatan selama perjalanan agar dapat tiba dengan selamat di kampung halaman saat perayaan Idulfitri.

Apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 turut dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, serta Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

FWJ Indonesia DKI Jakarta Tebar 600 Takjil di Jakarta Utara


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Forum Wartawan Jaya Indonesia DPD DKI Jakarta membagikan 600 paket takjil kepada pengguna jalan di Jakarta Utara, Kamis, 12 Maret 2026.

Memasuki hari ke-22 bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia DPD DKI Jakarta menggelar aksi sosial dengan membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat.

Kegiatan berbagi tersebut menyasar para pengguna jalan yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa. Takjil dibagikan kepada pengendara roda dua, sopir angkutan umum, sopir truk, hingga warga yang melintas di sejumlah titik jalan.

Sebanyak 600 paket takjil disiapkan panitia dalam kegiatan yang menjadi bagian dari program sosial organisasi wartawan tersebut selama Ramadhan.

Pembagian Takjil di Tiga Titik Aktivitas Warga

Ketua DPD FWJ Indonesia DKI Jakarta Rosid mengatakan paket takjil yang dibagikan berupa makanan siap saji dengan variasi makanan ringan serta minuman untuk berbuka puasa.

Paket tersebut didistribusikan di tiga lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di Jakarta Utara. Lokasi tersebut berada di depan Polres Metro Jakarta Utara, perempatan Pasar Permai, serta persimpangan jalan menuju Tanjung Priok.

Menurut Rosid, sasaran utama pembagian takjil adalah masyarakat yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka.

“Target kami para pengguna jalan yang melintas maupun pejalan kaki. Termasuk sopir angkot, sopir truk besar, serta warga yang membutuhkan,” ujar Rosid setelah kegiatan berlangsung, Kamis.

Wujud Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan

Rosid menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda sosial organisasi dalam memperkuat kepedulian kepada masyarakat.

Ia menambahkan bahwa kegiatan itu juga menjadi sarana mempererat sinergi antara organisasi wartawan dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah serta unsur TNI dan Polri.

Menurut dia, kegiatan sosial tersebut dilakukan tanpa pamrih dan menjadi bagian dari upaya menebarkan kebaikan selama bulan Ramadhan.

Salah satu penerima takjil, Aldi, pengendara sepeda motor yang melintas di lokasi kegiatan, menyambut positif aksi sosial tersebut.

Ia menilai pembagian takjil di jalan sangat membantu pengguna jalan yang masih berada dalam perjalanan saat menjelang waktu berbuka puasa.

“Menurut saya kegiatan seperti ini bagus. Sangat membantu kami yang masih di jalan untuk persiapan berbuka,” kata Aldi.

Kegiatan berbagi takjil itu diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial sekaligus menghadirkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat selama bulan Ramadhan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Danrem 031/WB Gelar Buka Puasa Bersama Tokoh Agama Riau


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Komandan Korem 031/Wira Bima Brigjen TNI Agustatius Sitepu menggelar buka puasa bersama tokoh agama dan masyarakat di Riau, Kamis (12/3/26).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh adat di Provinsi Riau. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat.

Selain jajaran prajurit Korem 031/WB, acara juga diikuti anggota Persit Kartika Chandra Kirana serta anak-anak yatim yang turut merasakan kebersamaan dalam kegiatan tersebut.

Momentum Silaturahmi di Bulan Ramadhan

Acara buka puasa bersama itu turut dihadiri Tuanku Guru H. M. Safri Sinulingga, Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau.

Dalam kesempatan tersebut, Komandan Korem 031/WB Brigjen TNI Agustatius Sitepu menyampaikan bahwa Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan.

Menurut dia, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara TNI dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen yang ada di daerah.

Rangkaian acara diawali dengan tausiah keagamaan dan doa bersama sebelum seluruh peserta mengikuti kegiatan berbuka puasa secara bersama-sama.

Santunan Anak Yatim dan Penguatan Kepedulian Sosial

Dalam kegiatan tersebut, Brigjen TNI Agustatius Sitepu juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran anak-anak yatim dalam acara itu menambah nuansa kebersamaan yang menjadi bagian dari semangat berbagi di bulan suci Ramadhan.

Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan antara TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Korem 031/Wira Bima semakin erat.

Seluruh rangkaian acara berlangsung khidmat, tertib, dan penuh kehangatan hingga kegiatan selesai dilaksanakan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Harga Rumah Sekunder Nasional Turun, Medan Justru Melonjak


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Laporan Maret 2026 Rumah123 mencatat harga rumah sekunder nasional turun pada Februari 2026 di tengah inflasi tinggi dan penurunan suplai pasar.

Pasar Properti Sekunder Masih Dalam Fase Penyesuaian

Pasar properti sekunder di Indonesia masih bergerak dalam fase penyesuaian pada awal 2026. Data Flash Report Maret 2026 dari Rumah123 menunjukkan harga rumah sekunder nasional turun 1,2 persen secara bulanan pada Februari 2026.

Secara tahunan, indeks harga rumah sekunder juga terkoreksi 0,4 persen. Penurunan ini terjadi ketika inflasi nasional melonjak hingga 4,76 persen.

Selisih sekitar 4,4 persen antara inflasi dan indeks harga properti menciptakan kondisi yang tidak biasa di pasar. Secara relatif, harga properti menjadi lebih terjangkau dibandingkan kenaikan biaya hidup.

Namun kondisi tersebut tidak serta-merta mempermudah pembelian rumah. Pasokan hunian di pasar sekunder justru semakin terbatas.

Di tingkat kota, pergerakan harga juga menunjukkan perbedaan mencolok. Kota Medan mencatatkan kenaikan harga tahunan tertinggi sebesar 5,5 persen, melampaui sejumlah kota tujuan investasi seperti Denpasar dan Yogyakarta.

Sebaliknya, pasar properti di Yogyakarta mulai mengalami koreksi. Setelah sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan dua digit, harga rumah di kota tersebut turun 2,5 persen pada Februari 2026.

Penurunan Suplai dan Pergeseran Permintaan

Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, menilai kenaikan harga di beberapa kota menunjukkan perubahan pola permintaan pembeli.

“Lonjakan harga di area regional mencerminkan pergeseran permintaan menuju hunian yang lebih efisien dan terjangkau secara total, tetapi tetap memiliki nilai strategis,” ujar Marisa.

Ia menambahkan, fenomena tersebut menunjukkan pembeli rumah pertama dan investor skala kecil masih aktif di pasar.

Salah satu indikator penting lainnya adalah penurunan volume suplai rumah sekunder yang mencapai 7,8 persen secara tahunan. Kondisi ini menunjukkan banyak pemilik rumah memilih menahan aset mereka dibanding menjual pada harga yang dianggap belum optimal.

Menurut Marisa, penyusutan suplai di tengah minat pencarian yang relatif stabil dapat menjadi sinyal pasar mendekati fase titik terendah.

“Jika suplai terus menyusut sementara minat pencarian tetap tinggi—seperti di Tangerang yang mencapai 14,8 persen dan Jakarta Selatan 12,4 persen—pasar berpotensi memasuki fase pemulihan,” katanya.

Dari sisi permintaan, Tangerang masih menjadi wilayah paling banyak dicari secara nasional. Namun Jakarta Selatan mencatat kenaikan popularitas bulanan terbesar, menandakan minat masyarakat mulai kembali ke kawasan mapan di ibu kota.

Secara keseluruhan, laporan ini menunjukkan pasar properti Indonesia masih berada dalam fase konsolidasi. Harga bergerak lebih moderat, suplai menyusut, dan pembeli menjadi semakin selektif dalam menentukan pilihan hunian.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

KPK Ungkap Dugaan Uang Pengamanan Japto dari Kasus Rita Widyasari


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno diduga menerima uang jasa pengamanan setiap bulan terkait kasus gratifikasi Rita Widyasari.

Pengembangan Kasus Gratifikasi Rita Widyasari

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan aliran dana kepada Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno dalam pengembangan perkara gratifikasi mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan penyidik memperoleh informasi bahwa uang yang diduga diterima Japto berkaitan dengan jasa pengamanan dari pihak korporasi.

Menurut Asep, uang tersebut diduga tidak diberikan sekali, melainkan secara rutin.

“Informasi yang kami terima, pemberian itu dilakukan setiap bulan,” kata Asep Guntur Rahayu kepada media, Rabu (11/3/2026).

Sebelumnya, Japto kembali menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK pada Selasa (10/3/2026). Pemeriksaan itu merupakan bagian dari pengembangan penyidikan perkara yang telah menjerat mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, penyidikan yang dilakukan saat ini berangkat dari dugaan gratifikasi yang terjadi ketika Rita menjabat kepala daerah.

“Perkara ini berawal dari dugaan gratifikasi dengan tersangka Bupati Kutai Kartanegara saat itu, Ibu RT, yang kemudian dikembangkan dalam proses penyidikan,” kata Budi Prasetyo.

Dugaan Aliran Dana dari Perusahaan Tambang

Budi menyebut pemeriksaan terhadap Japto difokuskan pada dugaan penerimaan uang dari perusahaan tambang yang kini telah berstatus tersangka korporasi dalam perkara tersebut.

Penyidik mendalami dugaan aliran dana dari PT ABP yang disebut terkait dengan jasa pengamanan aktivitas pertambangan.

“Penyidik mendalami dugaan penerimaan atas hasil pertambangan dari PT ABP sebagai jasa pengamanan,” ujar Budi.

Kasus ini bermula dari perkara korupsi perizinan tambang batu bara yang menjerat Rita Widyasari saat menjabat Bupati Kutai Kartanegara.

Dalam penyidikan sebelumnya, Rita diduga meminta imbalan dalam bentuk dolar Amerika Serikat untuk setiap metrik ton batu bara yang dieksplorasi perusahaan tambang di wilayah tersebut. Dari praktik itu, ia diduga mengumpulkan dana hingga jutaan dolar.

KPK kemudian menelusuri dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan hasil korupsi tersebut.

Dalam penelusuran aliran dana, penyidik menemukan sebagian uang diduga mengalir ke sejumlah pihak, termasuk pengusaha sekaligus Ketua Pemuda Pancasila Kalimantan Timur, Said Amin.

Penyidik juga sempat melakukan penggeledahan di kediaman Said Amin sebagai bagian dari proses penyidikan.

Pengembangan kasus kemudian berlanjut hingga penggeledahan rumah Japto Soerjosoemarno. Dalam penggeledahan tersebut, KPK menyita sejumlah barang bukti, termasuk 11 unit mobil dan uang tunai sekitar Rp56 miliar.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Danrem 031/WB Resmi Tutup TMMD Ke-127 di Kuantan Singingi


Duta Nusantara Merdeka | Kuantan Sengingi 
Komandan Korem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menutup program TMMD Ke-127 di Desa Tanjung, Kuantan Singingi, Riau, Rabu (11/3/2026).

Penutupan kegiatan dilakukan Komandan Korem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han., yang hadir bersama unsur pemerintah daerah serta masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Agustatius Sitepu menegaskan bahwa TMMD merupakan program kolaboratif yang mempertemukan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan memperkuat kesejahteraan masyarakat di desa.

“Melalui TMMD ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa,” ujar Brigjen Agustatius Sitepu.

Selama pelaksanaan TMMD Ke-127 di Desa Tanjung, sejumlah kegiatan pembangunan berhasil diselesaikan oleh Satgas TMMD bersama masyarakat.

Beberapa di antaranya meliputi pembukaan akses jalan baru, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), serta pengadaan sumur bor guna membantu kebutuhan air bersih bagi warga.

Edukasi Masyarakat Jadi Bagian Program TMMD

Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.

Kegiatan tersebut antara lain sosialisasi wawasan kebangsaan, penyuluhan kesehatan, serta berbagai edukasi masyarakat yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan pembangunan desa.

Program penyuluhan ini dirancang untuk memperluas pengetahuan warga sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap berbagai isu penting di lingkungan mereka.

Brigjen Agustatius Sitepu berharap seluruh hasil pembangunan yang telah dicapai melalui program TMMD dapat dijaga bersama oleh masyarakat.

Ia menilai keberlanjutan manfaat program sangat bergantung pada peran aktif warga dalam merawat fasilitas yang telah dibangun.

Dengan pemanfaatan yang tepat, hasil pembangunan TMMD diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi desa, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Tanjung dan sekitarnya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kasdam XIX Resmi Tutup TMMD Ke-127, Infrastruktur Pekanbaru Dibangun


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Kepala Staf Kodam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan menutup TMMD Ke-127 Kodim 0301/Pekanbaru di Lapangan Kantor Wali Kota Pekanbaru, Rabu (11/3/2026).

Upacara penutupan dipimpin Kepala Staf Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Brigjen TNI Rudi Hermawan, S.E., M.M., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Pekanbaru bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat utama Kodam XIX/Tuanku Tambusai, jajaran TNI-Polri, kepala dinas, tokoh masyarakat, serta personel Satgas TMMD.

Dalam upacara tersebut, Brigjen Rudi Hermawan membacakan amanat Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP.

Pangdam menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pekanbaru dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program TMMD hingga berjalan lancar.

Ia menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sinergi TNI dan Daerah Percepat Pembangunan Desa

Melalui TMMD Ke-127, Satgas TMMD bersama pemerintah daerah dan masyarakat melaksanakan sejumlah pembangunan fisik.

Kegiatan tersebut meliputi pembangunan dan pengerasan jalan, pembangunan box culvert, serta renovasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Selain pembangunan infrastruktur, program TMMD juga mencakup kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat.

Materi yang disampaikan antara lain terkait pertanian, wawasan kebangsaan, kesehatan, hukum, bahaya narkoba, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta penanganan stunting.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bantuan sembako kepada masyarakat, layanan pengobatan gratis, bazar murah, serta peninjauan sejumlah hasil pembangunan TMMD.

Program TMMD diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi warga, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah Kota Pekanbaru dan sekitarnya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 
Share:

Pangdam XIX Resmi Tutup TMMD ke-127 di Kuantan Singingi


Duta Nusantara Merdeka | Kuantan Sengingi 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo menutup program TMMD ke-127 Kodim 0302/Inhu di Kuantan Singingi, Riau, Rabu (11/3/2026).

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 resmi ditutup dalam sebuah upacara di Lapangan Sepak Bola Desa Tanjung, Kuantan Singingi, Riau.

Upacara penutupan dipimpin Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., bersama Kepala Kepolisian Daerah Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., yang bertindak sebagai inspektur upacara.

TMMD Perkuat Sinergi TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD menyampaikan laporan hasil pelaksanaan program kepada para tamu undangan.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan naskah berita acara hasil kegiatan TMMD yang disaksikan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau.

Dokumen tersebut kemudian diserahkan kepada Bupati Kuantan Singingi sebagai simbol sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan wilayah.

Sebagai tanda berakhirnya masa tugas satuan tugas, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai secara simbolis menanggalkan tanda peserta TMMD dari perwakilan prajurit.

Dalam amanatnya, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program pembangunan berbasis desa tersebut.

“TMMD merupakan program terpadu antara TNI Angkatan Darat, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga di pedesaan,” ujar Agus Hadi Waluyo.

Infrastruktur Desa dan Kesejahteraan Masyarakat

Selama pelaksanaan TMMD ke-127, sejumlah sasaran pembangunan fisik dan nonfisik berhasil direalisasikan di wilayah tersebut.

Kegiatan fisik mencakup pembangunan dan pengerasan jalan, pembangunan box culvert, serta pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, program nonfisik juga dilaksanakan melalui berbagai kegiatan penyuluhan kepada masyarakat mengenai berbagai aspek pembangunan dan kehidupan sosial.

Menurut Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, penentuan sasaran program dilakukan berdasarkan hasil observasi terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses sosial, meningkatkan mobilitas ekonomi warga, serta memperluas pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

Menutup amanatnya, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat gotong royong yang telah terbangun selama program berlangsung.

Upacara penutupan TMMD ke-127 juga dihadiri Bupati Kuantan Singingi beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Komandan Korem 031/Wira Bima, pejabat utama Kodam XIX/Tuanku Tambusai, pejabat TNI–Polri, serta tokoh masyarakat setempat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini